
PT. Prasetyo grup
selesai rapat dengan pemegang saham Arka tidak langsung kembali keruangannya, dia akan berkeliling untuk melihat - lihat, terutama di bagian produksi. Ardi mengikuti Arka kemana Arka pergi, selesai berkeliling jam menunjukan pukul 12:15 pm. Arka mengajak Ardi makan siang di luar.
"Ardi, hari ini ayo makan di luar" ucap Arka pada Ardi.
"baik pak saya akan menelpon supir, untuk menyiapkan mobil" ucap Ardi pada bosnya.
Arka dan Ardi berjalan menuju mobil yang sudah di siapkan dan memasukinya.
"ingin makan dimana pak" tanya Ardi tak berani menentukan tempat.
"di restaurant x" ucap Arka singkat, "lain kali saat aku mengajakmu makan di luar, tentukanlah tempatnya" ucap Arka lagi.
"baik pak" ucap Ardi.
Sampai di restaurant x Arka dan Ardi memasuki restaurant tersebut. disana Arka melihat gadis yang tak asing di matanya, yang tak lain adalah Lia dengan seorang pria. Arka melihat gadis itu nampak bahagia tertawa dengan pria tersebut.
"selidiki dia untukku" ucap Arka pada Ardi.
Ardi nampak bingung dan bertanya.
"siapa pak, yang harus saya selidiki?" ucap Ardi.
"Dia gadis yang duduk di sana bersama seorang pria, yang berpakaian seperti laki-laki" ucap Arka melihat ke arah Lia.
"bukan kah itu lia" batin Ardi. " kenapa saya harus menyelidiki wanita itu, apakah dia membuat masalah dengan anda pak" ucap Ardi merasa penasaran.
" iyaa, jadi selidiki dia untukku" ucap Arka tak mau di bantah.
"baik pak"ucap Ardi dan kembali memperhatikan Lia. "astaga Lia, masalah apa yang sudah kau perbuat dengan pak Arka, aq harus tanyakan ini nnti di rumah"Ardi membatin.
"saya mau laporannya besok pagi, dan selidiki juga siapa laki-laki yang bersamanya itu"ucap Arka tak mengalihkan pandangannya dari Lia.
"baik pak" ucap Ardi.
"mau makan apa pak biar saya pesankan"ucap Ardi lagi.
"terserahmu saja" ucap Arka.
"baik pak" ucap Ardi. "ahh semoga saja apa yang saya pesan tidak salah"Ardi membatin lagi.
Sedangkan Lia.. sudah selesai dengan makan siangnya,dan akan meninggalkan restaurant itu bersama pria itu yang bernama rendi saputra, teman kuliah Lia yang menyukai Lia sejak lama, tapi tak berani mengungkapkan, karena Lia hanya menganggapnya sebagai seorang sahabat pria.
Lia tak memperhatikan sekelilingnya, sedangkan Arka masih memperhatikan Lia yang nampak sangat cantik di matanya. Dia tak bisa mengalihkan pandangannya pada lia, sampai tiba pesanannya.
"silahkan di nikmati hidangannya"ucap pegawai restauran.
"terima kasih"ucap Ardi, karena bosnya itu hanya diam saja. "apa kah pak Arka menyukai gadis itu?" tanya Ardi penasaran.
"kau... tak perlu bertanya, selidiki saja dia untukku, ayo cepat makan dan kembali kekantor"ucap Arka mulai menyantap makanannya.
Arka dan Ardi memakannya pesanannya tersebut, selang beberapa menit mereka sudah kembali ke mobil dan menuju kantor. Arka memasukinya ruangannya dan duduk di kursi kebesarannya.
tok ...tok... tok...
"masuk" ucap Arka memijit kepalanya, dia terus saja memikirkan gadis itu.
Claudia masuk membawa beberapa berkas.
"pak ini berkas, yang harus bapak tanda tangani" ucap claudia.
"baiklah, silahkan tinggalkan saya sendiri" ucap Arka tak mau diganggu.
__ADS_1
"baik pak" ucap claudia, "aku harus bisa mengambil hati pak Arka, aku harus bersikap baik dan bekerja dengan benar, agar kesempatan buat dekat dengan pak Arka lebih banyak"claudia membatin.
"kenapa kau masih di sini"ucap Arka melihat claudia masih berdiri di depannya.
"iyaa maaf pak, saya keluar sekarang" ucap claudia meninggalkan ruangan Arka.
...****************...
Di kediaman Lia.
"Assalamu'alaikum, bu Lia pulang" ucap lia memasuki rumah.
"wa'alaikumsalam"ucap bu meysa di ruang tamu.
"Andini tidur bu" tanya Lia tak melihat adiknya itu.
"iyaa.. tidur di kamarnya dia, kamu sudah makan nak?" ucap bu meysa.
"iyaa bu.. Lia sudah makan tadi di luar sama temen, ya sudah Lia mau kekamar dulu bu" ucap lia.
"oohh.. syukurlah kalau sudah makan, ini sudah lewat jam makan siang, ya sudah istirahat aj sudah" ucap bu meysa lagi.
Lia memasuki kamarnya, dan menggantung tas ranselnya. Lia mencuci kaki dan mengganti pakaiannya dengan pakaian santai.
"aahh... tidur siang dulu" ucap lia merebahkan badannya di kasur.
Baru saja Lia hendak memejamkan matanya handphonenya berdering, di lihatnya abangku memanggil.
"ada apa bang Ardi nelpon jam segini" lia bertanya-tanya.
"halo bang, ada apa?"lia mangangkat telponnya.
"Lia.. tadi abang liat kamu jalan sama pria siapa dia?" tanya Ardi pada Adiknya.
"aah.. tumben abang kepo sama siapa lia jalan" ucap lia pada abangnya.
"dia teman kampus Lia bang, tadi Rossa sama Serly gak ngampus" jawab Lia jujur.
"siapa nama pria itu?" tanya Ardi lagi.
"aahh... abang, detail banget sih tanyanya, memangnya kenapa bang"ucap Lia mulai kesal.
"jawab aja abang lia, mulai sekarang abang harus tau, kamu jalan sama siapa aja"ucap Ardi tak ingin memberitahu bahwa dia di suruh oleh bosnya. "dia bukan pacarmu kan?" tanya Ardi lagi.
"kok ... abang jadi gini sihh.. malas aku jadinya" ucap lia lalu mematikan sambungan telponnya.
Lia merasa kesal dengan abangnya.. hari ini abangnya tidak seperti biasanya. Lia mematikan ponselnya, malas kalau-kalau abangnya nanti menelpon lagi. Lia memjamkan matanya dan tertidur.
...****************...
PT. Prasetyo Grup
Di ruangan Ardi
Ardi terlihat kesal, belum tau siapa nama pria yang jalan sama adiknya tadi, tapi lia sudah mematikan telponnya dan menon-aktifkan ponselnya.
"pasti lia sekarang lagi marah.. ya sudahlah nanti aku tanyakan secara langsung aja di rumah"ucap Ardi.
"Ardi.. keruangan saya sekarang"ucap Arka pada Ardi.
Ardi memasuki ruangan bosnya.. sampai lupa untuk mengetuk, Ardi langsung masuk keruangan bosnya itu.
"ada apa pak" tanya Ardi.
__ADS_1
"kerjakan berkas-berkas ini, saya akan pulang, oh iyaa jangan lupa dengan gadis tadi"ucap Arka lagi.
"aahh.. baiklah pak, gadis itu bernama Sandrina Aulia putri pak, biasa di panggil Lia, pria yang tadi bersamanya, itu hanya temannya pak, cuma saya belum tau nama pria itu" ucap Ardi pada bosnya.
"Oohh.. jadi namanya Sandrina Aulia putri dan di panggil Lia" Arka mengulang ucapan Ardi tadi.
"baiklah kalau pria itu hanya temannya, aku rasa tak perlu tau namanya" ucap Arka meninggalkan Ardi.
"baiklah pak" Ardi mengambil berkas di meja bosnya dan mengikuti Arka meninggalkan ruangan bosnya itu.
"ohh.. yaa apa kegiatan gadis itu hari-harinya" Arka membalikkan badannya menghadap ke Ardi.
"Dia kuliah pak" jawab Ardi singkat.
"ooh.. saya kira dia bekerja sebagai bodyguard"ucap Arka.
"tidak pak" ucap pak Ardi merasa terkejut dengan ucapan bosnya itu, mengatakan kalau adiknya itu bekerja sebagai bodyguard.
"ohh.. ya udah selesaikan pekerjaanmu baru pulang"ucap Arka pada Ardi.
Jam menunjukan pukul 04:30 Arka sudah di apartemennya, dengan setelan kasual karena ada jamuan keluarga di rumah ayahnya. Arka mengendarai mobil menuju rumah ayahnya.
beberapa menit kemudian sampailah Arka di rumah orang tuanya. Arka memasuki rumah
"sudah datang ka, gimana pekerjaanmu di kantor" tanya ayahnya pada Arka.
"lancar yah.. asisten Arka yang ayah pilih tidak mengecewakan"ucap Arka, duduk di depan ayahnya.
"oh.. baguslah kalau begitu" ucap Ayahnya.
"oohh.. Arka mamah sudah pulang" bu melinda datang langsung memeluk anaknya itu.
"iyaa mah, katanya mau makan malam bersama" ucap Arka pada ibunya. tadi di kantor Arka dapat telpon dari ibunya bahwa akan ada acara makan malam keluarga di rumah ayahnya. Akan ada Adik dari ibunya datang berkunjung kerumah.
"jadi paman akan datang mah?"tanya Arka.
"iyaa.. katanya dia rindu padamu" ucap bu melinda.
"iyaa aku juga sudah lama tidak bertemu paman, jessica juga pasti udah tumbuh dewasa" ucap Arka mengingat sepupunya itu.
"iyaa.. dia tumbuh dewasa, cantik dan cerdas,saat dia disini nanti dia bisa membantumu di perusahaan"jawab bu melinda lagi.
"begitu kah yah..?"tanya Arka pada Ayahnya.
"iyaa dia bisa membantumu di kantor" ucap ayah singkat.
Tidak terasa jam sudah menunjukan pukul 05:45pm. Keluarga pamannya sampai di rumah ayahnya,mereka di sambut baik oleh bu melinda.
"ayoo masuk dan istirahat dulu" bu melinda mempersilahkan keluarga adiknya itu masuk.
"iyaa kaa.. sudah lama sekali tidak berkunjung kesini, sudah banyak yang berubah" ucap Fahreza adik ibunya Arka.
"ini Arka" ucap Reza pamannya Arka itu.
"iyaa paman, silahkan duduk paman" ucap Arka.
"wah.. kamu tumbuh dengan sangat baik, tampannya ponakannya paman ini, kau setampan pamanmu ini"ucap reza merangkul Arka dengan bahagia.
"aahh.. itu tidak benar paman, aku lebih tampan dari paman" ucap Arka lagi.
mereka tertawa bersama ... "ohh yaa ini anak paman jessica dia jua tumbuh dengan baik, cantik seperti ibunya" ucap pamannya itu membanggakan putrinya.
"aahh.. iyaa jessica kau tumbuh dengan sangat baik" ucap Arka pada jessica.
__ADS_1
"iyaa bang.. "ucap jessica malu-malu.
Tidak terasa hari semakin gelap, waktunya untuk makan malam bersama, mereka semua sudah berada di dapur dengan hidangan makanan berbagai macam makanan di meja makan.