Gadis Tomboi Cantik Itu Kekasihku

Gadis Tomboi Cantik Itu Kekasihku
Ada apa dengan diriku


__ADS_3

Di kediaman Orang tua Arka.


Arka dan Lia Masih saling menatap di ruang tamu, enggan untuk melangkahkan kaki, ke kamar tamu.


tiba-tiba Arka tersenyum pada lia, tersenyum sangat manis menatap lia, lia yang murka semangkin kesal melihat senyuman itu, lalu iya berdiri dan menginjak telapak kaki Arka dengan tumitnya.


"aaww.. aaw.. ampun-ampun sayaang" ucap Arka melihat kekesalan di wajah Lia, itu yang membuat Lia terlihat sangat lucu dan manis di matanya. Arka menaikan kedua kakinya di sofa dan mengelus kakinya sambil tersenyum. "kenapa kau galak sekali, kalau kau begini ...pria mana yang akan menyukaimu?" ucap Arka menatap manik mata Lia.


Panggilan sayang yang di ucapkan Arka membuat Lia semangkin murka pada Arka. "kau tanya siapa yang akan menyukaiku, tentu saja ada asalkan itu jangan kau" ucap Lia menunjuk wajah Arka.


Arka yang di tunjuk pas di depan matanya, menangkap jari Lia lalu menariknya dengan kuat. Karena posisi Lia berdiri di hadapan Arka dan tidak di duga dengan gerakan arka yang menariknya, lia jatuh pas di tubuh Arka dan jidatnya membentur jidat Arka. "ahww.." ucap Lia karena jidatnya terasa sakit.


saat Lia akan bangkit dari tubuh Arka, tiba-tiba Arka menarik pinggang lia, membuatnya sangat dekat dengan Arka terasa kenyal-kenyal menyentuh dada bidang Arka. Saat Lia akan membrontak Arka berkata"memangnya kenapa kalau aku menyukaimu?" ucap Arka pada Lia yang posisi mereka sangat dekat, Lia menahan tubuhnya dengan kedua tangannya di bahu Arka.


deg.. deg.. deg..Detak jatung keduanya.


"kau tak akan sanggup, bukankah kau sendiri yang bilang kalau aku ini galak, dan lepaskan tanganmu ini, ini membuatku gerah"ucap lia berusaha melepaskan diri. Arka bukannya melepas tapi malah memper eratnya dengan kedua tangannya.


"aku tidak bilang, kalau aku tidak menyukaimu, aku malah menyukai sikapmu yang galak ini, kau terlihat sangat manis" ucap Arka tersenyum menggoda Lia dengan posisi.

__ADS_1


"Lepas tidak, kalau tidak aku akan menggigit bahumu" ucap Lia tidak memperdulikan ucapan Arka. Lia tidak tahan dengan posisi ini, iya takut detak jantungnya akan terdengar oleh Arka. Arka tidak mendengarkan ocehan Lia padanya, Arka terus memandangi wajah cantik Lia, terakhir dia menatap bibir ranum Lia sangat lama, ingin sekali dia merasakan bibir ranum itu.


Lia yang melihat pergerakan Arka semangkin dekat dengan wajahnya, langsung ambil ancang-ancang sedikit menjauhkan wajahnya lalu membenturkan jidatnya dan jidat Arka. "aahh.. kau gila yaaa" ucap Arka akhirnya tersadar.


"kau yang gila, lepas tidak tanganmu ini"ucap Lia.


"Lepas saja kalau kau bisa" ucap Arka acuh.


Lia langsung mendekatkan wajahnya ke bahu Arka lalu menggigit bahu Arka sekuat mungkin. "aaww.. aaww.. oke-oke aku lepas" ucap Arka Akhirnya melepaskan Lia, dan melihat bahunya. Lia berdiri dan memperbaikii bajunya.


"kau ini manusia atau drakula, kau tak lihat ini berdarah" ucap Arka menunjukkan bahunya.


"kan sudah aku peringatkan, tapi kau tak mendengarnya" ucap lia meninggalkan Arka. lalu berhenti "dimana kamar tamunya" ucap lia pada Arka.


tibalah mereka di kamar tamu "ini kamarnya, istirahatlah"ucap Arka menatap Lia. "tapi kau tak mungkin tidur dengan pakaian seperti ini" ucap Arka lagi. "sebentar, aku ambilkan pakaian tidur tunggulah di dalam" ucap Arka, lia hanya menurut masuk kedalam kamar. Saat di lihatnya arka sudah tidak ada, Lia duduk di ujung kasur.


"ada apa dengan diriku, mengapa detak jantungku tak beraturan saat terlalu dekat dengan pria sinting itu" ucap Lia memegang dadanya.


"baru kali ini saat dekat dengan pria aku merasakan detak jatungku tak beraturan, dan kenapa harus pria sinting itu" ucap liaa mengoceh sendiri.

__ADS_1


tiba-tiba Arka muncul di depan pintu, dan membawa baju tidurnya. "siapa yang sinting" ucap Arka menghampiri Lia.


"tidak, bukan siapa-siapa" ucap lia malas.


"ini pakailah bajuku dulu, mamah sepertinya lupa, atau sengaja, jadi pakailah inii" ucap Arka memberikan bajunya untuk di pakai oleh Lia.


lia mengambil baju itu"sekarang keluarlah aku akan mengganti pakaian" ucap lia mengusir Arka.


"baiklah" ucap Arka keluar. Akhirnya Lia masuk ke kamar mandi membersihkan tubuhnya dan mengganti pakaiannya. setelah selesai iyaa pun keluar.


"Tok tok.. lia apa kau sudah selesai mengganti pakaian"ucap Arka di balik pintu.


Lia membuka pintu" iyaa, ini sudah larut malam pergilah tidur, aku juga akan tidur" ucap lia menatap wajah Arka. "kau kenapa, mengapa wajahmu begitu pucat, bukankah tadi baik-baik saja?"ucap Lia refleks khawatir melihat kondisi Arka.


"ini obati lukaku, kau yang membuatnya" ucap Arka memberikan kotak p3k pada lia lalu masuk kekamar yang akan lia pakai tanpa menghiraukan ucapan lia, dia merebahkan tubuhnya di kasur.


Lia enggak tau harus berbuat apa, tengah malam berdua di kamar seperti ini, dia pengen mengusir Arka, tapi melihat kondisi Arka, dia juga khawatir. akhirnya dia mengikuti kata hati nya, dan duduk di samping tubuh Arka. Arka sudah memejamkan matanya. Lia membuka kotak p3k nya dan mengambil sesuatu yang dibutuhkan, perlahan dia membuka baju tidur Arka bagian bahunya, dan dia melihat bekas gigitan sendiri. "ohh yaa .. ampun, apakah sekeras itu aku menggigitnya, sampai biru dan terluka seperti ini" batin lia. perlahan Lia membersihkan luka itu.


tiba-tiba Arka membuka matanya dan menatap lia dari sisi samping wajah Lia. dia perbaikinya rambut lia yang terurai kedepan melindungi pandangannya. Lia kaget, dengan tangan Arka merapikan rambutnya. lia menatap Arka dan Arkapun menatap balik wajah Lia. cukup lama mereka saling menatap tiba-tiba Arka berkata "Lia jadilah kekasihku yang sesungguhnya" ucap Arka menyadarankan lia.

__ADS_1


Lia kelabakan dan merapikan kembali baju Arka lalu berdiri "sudah selesai, pergilah kekamarmu" ucap lia mengabaikan ucapan arka.


Arka yang menyadari ucapannya, mungkin ini terlalu cepat untuk lia, sebaiknya iya tak usah terburu-buru, takutnya lia akan ilfil, lalu menjauhinya. Akhirnya Arka menuruti ucapan lia dan kembali kekamarnya tanpa sepatah kata, dan membawa kembali kotak p3knya. Lia menutup pintu kamarrnya dan kembali memegang dadanya. lia berjalan menuju tempat tidur dan berguling-guling di atas tempat tidur. "ada apa sebenarnya dengan diriku" lia berbaring telentang dan menutup wajahnya. "apa kah aku menyukai pria sinting itu, tidak-tidak, aku sangat membencinya, dia adalah pria yang sangat menyebalkan sejak pertama bertemu, lebih baik aku tidur sekarang, mungkin besok akan lebih baik" ucap Lia perlahan memejamkan matanya dan tertidur.


__ADS_2