Gadis Tomboi Cantik Itu Kekasihku

Gadis Tomboi Cantik Itu Kekasihku
Jaga Wanitaku


__ADS_3

Cafe Rendy.


Nampak Serly sedang Asyik berbincang dengan Rendy kadang tertawa kadang saling usil satu sama lain, begitulah mereka berdua saat bersama. di tengah-tengah keasyikan mereka datanglah Lia menghampiri mereka.


"kalian berdua udah kaya pasangan kekasih aja, kenapa kalian gak jadian aja sih" ucap Lia menambah kerusuhan dan ikut gabung di antara mereka.


"ngaco'.. mana gue mau sama nenek lampir" ucap Rendy menjitak jidat Lia.


"Ahw.. sakit tau" ucap Lia mengusap jidatnya yang sedikit biru karena Ulah Arka dan juga dirinya😁.


"eeh..jidat lu biru tu" ucap serly.


"elu siihh,kuat banget ngejitaknya" ucap serly lagi memeriksa jidat Lia.


"Perasaan gak kuat-kuat amat tadi,mana coba aku liat"ucap Rendi mendekatkan wajahnya kearah wajah Lia. Lia yang melihat itu jadi ingat ke Arka. Spontan Lia menjauhkan wajah Rendy "jauh-jauh lu.. mulutmu bau jigong" ucap Lia sambil tertawa.


Serly juga tertawa "memang si lemper, sana gosok gigi dulu" ucap Serly tertawa renyah.


"masa sihh,gue lo udah sikat gigi, sembarangan lu" ucap Rendy kali ini menjitak jidat Serly.


"aduh..sakit bego" ucap Serly bangun dan ingin membalas perbuatan Rendy lari masuk kedalam. Melihat Rendi masuk Serly kembali ke Lia.


"yaa.. kenapa dengan tu jidat, sampe biru gitu" ucap Serly prihatin. Lia memakai poni, jadi kalau tidak di perhatikan betul-betul tak terlihat.


"panjang ceritanya, bingung gue mau mulai ceritanya dari mana" ucap Lia meminum pesanannya yang baru saja datang, sebelum mendekati Serly dan Rendy tadi dia sudah memesan minuman.

__ADS_1


"Ceritakan aja dari awal pelan-pelan" ucap Serly jadi penasaran.


"nantilah gue cerita, saat ada Rossa Juga, entar dia marah kalau tau belakangan, kan lu tau sendiri Rossa suka ngambek" ucap Lia mengurungkan niatnya untuk bercerita, lagi malas mengingat Arka.


Akhirnya merekapun membahas hal lain, Serly Juga tidak ingin memaksa Lia, dia Juga tau sifat Rossa yang suka ngambek, kalau tau belakangan. Rossa Orangnya Sedikit kalem, dan sensitif suka ambil pikiran sendiri dan juga ambekan kalau udah salah paham.


...****************...


Disisi lain Arka yang baru saja sampai di apartemen bersama beni Memasuki apartemen.


"mulai sekarang, kau akan tinggal disini bersamaku, jadi anggap saja ini rumahmu sendiri" ucap Arka pada beni lalu duduk di sofa, begitu juga dengan beni.


"apa tidak apa-apa tuan" ucap Beni merasa tak nyaman.


"iyaa.. untuk sementara, jika pekerjaanmu bagus, aku akan membelikan apartemen untukmu, duduklah, aku akan menunjukan sesuatu padamu" ucap Arka.Benipun duduk dan meletakkan kunci motor di meja. Arka berdiri dan mengambil sesuatu di kamar dan kembali duduk di hadapan Beni lalu menunjukkannya pada Beni.


Benipun memperhatikan betul-betul wanita cantik yang ada di gambar tersebut. "jadi saya harus menguntit wanita cantik ini tuan" ucap Beni menelan liur. "apa sebenarnya yang ada di pikiran tuan, mengapa saya harus menguntit seorang wanita, aku kira akan menjadi penguntit musuhnya tuan" batin Beni menggelengkan kepalanya.


"lebih tepatnya menjaga wanitaku, berada lah di dekatnya, tapi seperti orang yang tak tampak,kau mengerti maksudku" ucap Arka.


Beni terdiam sebentar lalu menganggukkan kepalanya "baik tuan" ucap Beni.


"oke, kau boleh istirahat, dan di sana kamarmu" ucap Arka menunjuk ruangan yang pernah menjadi ruang kerja, dia sudah mengubahnya dengan menyuruh beberapa pembantu di rumah ayahnya, dengan bantuan bi imah. semua barang di ruang kerjanya di pindah ke kamar Arka dan di susun rapi.


Benipun masuk ke kamar barunya, "wah, tuan muda sangat baik, aku akan bekerja lebih keras, karena tuan muda mempercayakannya padaku" ucap Beni sambil menyusun bajunya di lemari yang sudah di siapkan Arka. Benipun merasa senang dengan pekerjaan barunya.

__ADS_1


Melihat Beni sudah memasuki kamar Arka menelpon Ardi.


"Halo di... kau sedang dimana" ucap Arka di telpon.


"halo bos, saya sedang berada di bengkel Ayah saya bos" ucap Ardi.


"kau punya kerja sampingan rupanya" ucap Arka.


"hehe, tidak juga bos, ada apa bos menelpon" ucap Ardi pada bosnya itu.


"besok, saya akan masuk bekerja siapkan keperluan saya besok" ucap Arka.


"oh.. baik bos, siap" ucap Ardi.


"apa Lia ada di situ?" tanya Arka.


"tidak ada bos, biasanya dia hari minggu ke bengkel ayah, tapi sepertinya hari ini tidak, kenapa bos, apa Lia berbuat salah lagi" ucap Ardi.


"oh.. tidak, yaa sudah kalau begitu" ucap Arka lalu mematikan sambungan telpon.


Arkapun berdiri menuju dapur, dan mengambil minum lalu meneguknya, di lihatnya jam menunjukan pukul 12 siang.


"Beni, ayo makan" panggil Arka dari dapur karena di lihatnya kamar Beni tidak tertutup. Arka mengambil piring dan mengisinya, tidak lama datang Beni dan mulai membiasakan diri dengan sikap ramah tuannya. iyapun mengambil piring dan mengisinya lalu makan dalam diam. mereka makan dengan tenang tanpa suara.


😊Segitu dulu yaa... 😘

__ADS_1


Jangan lupa like n komennya yaa.. 🥰


__ADS_2