Gadis Tomboi Cantik Itu Kekasihku

Gadis Tomboi Cantik Itu Kekasihku
Jessica


__ADS_3

Di kediaman paman Arka.


Fahreza dan Maharani baru saja sampai di kediamannya, tidak lama mereka sampai datang juga Jessica yang mabuk, dia di antar oleh supir sewaan. Fahreza panik melihat anaknya yang mabuk, tidak pernah dia melihat Jessica seperti ini.


"Jessica.., apa yang terjadi, mengapa kau mabuk-mabukan seperti ini" ucap fahreza sedikit kesal melihat kelakuan putrinya itu. sambil membopong putrinya masuk dalam rumah.


"Ayah, apa aku kurang cantik ayah" ucap Jessica meracau.


"tentu saja kau putri ayah yang sangat cantik, memangnya kenapa icca, mengapa sampai mabuk seperti ini?" ucap fahreza prihatin dengan anak semata wayangnya itu.


"maah... cantik mana icca sama kekasihnya ka Arka" ucap jessica lagi mengabaikan ayahnya.


Maharani dan Fahreza sedikit kaget lalu maharani menjawab "tentu saja cantikan putri mamah dong sayang, tapi mengapa kau membandingkan kecantikanmu dengan Lia nak"ucap maharani pada putrinya itu.


"Maahh, jawab sebut nama wanita itu aku membencinya" ucap Jessica. "lalu mengapa ka Arka lebih menyukai wanita itu mah, apa kurangnya aku" ucap Jessica lagi.


Fahreza dan Maharani sangat terkejut dengan penuturan anaknya itu. Fahreza membaringkan Putrinya itu di tempat tidur putrinya, karena mereka sudah sampai di kamar Jessica.


"Kau menyukai Arka Icca, sejak kapan, apa Arka tau, tapi kau itu adiknya sayang" ucap Fahreza pada putrinya itu.


"Aku menyukai ka Arka Ayah,sejak SMA aku sangat menyukainya ayah, aku tidak rela dia di miliki orang lain... hiks.. hiks.. hiks" tangis Jessica pecah.


"Sayang biarkan dia Istirahat, besok setelah dia sadar baru kita tanyakan lagi" ucap Maharani pada suaminya. Reza mengikuti ucapan istrinya Itu dan meninggalkan kamar Jessica, Jessica masih sesegukan menangis, maharanipun membersihkan badan putrinya itu, mengganti pakaiannya lalu menyusul suaminya keluar dan menutup pintu kamar putrinya itu.


setelah memasuki kamar, di lihatnya suaminya sudah berbaring di tempat tidur sambil menatap langit-langit kamarnya. "sudah tidak usah di pikirkan, tidurlah ini sudah sangat larut, besok baru kita bicarakan lagi sayang" ucap maharani sambil lewat menuju kamar mandi membersihkan tubuhnya dan mengganti pakaian.


"tapi mah, mengapa iya menyukai kakanya sendiri" ucap Fahreza tidak habis pikir.


"sayang, cinta itu tumbuh begitu saja dan tidak tau akan jatuh kepada siapa" ucap maharani. "sayang mungkin dia hanya sekedar menyukai Arka saja, karena terlalu sayang, jadi dia tidak rela kalau kakanya di miliki orang lain" ucap maharani lagi. "jadi tidurlah, besok kita bicarakan lagi pada Jessica" ucap maharani.


"baiklah, besok kita bicarakan lagi pada Jessica" ucap fahreza lalu Akhirnya merekapun tidur.


Keesokan harinya, Fahreza bangun sekitar jam 07:15 pagi di lihatnya istrinya sudah tidak ada lagi, iyapun membersihkan wajahnya di kamar mandi dan menggosok gigi lalu pergi kedapur. Di lihatnya istrinya sudah menyiapkan sarapan di meja makan.


"sayang kau sudah bangun, duduklah biar ku buatkan kopimu" ucap maharani.

__ADS_1


"Jessica belum bangun?" ucap Fahreza bertanya sambil duduk di kursi.


"belum yaang.. bentar biar aku bangunin" ucap maharani lalu menaruh secangkir kopi di hadapan suaminya itu. Lalu maharani meninggalkan suaminya itu seorang diri di meja makan menuju kamar Jessica. di bukanya pintu kamar Jessica lalu membangunkan Jessica.


"Jessica bangunlah" ucap maharani menggoyah tubuh putrinya itu.


"eemmhh.. mah, bentar lagi.. inikan hari minggu jadi tidak bekerja hari ini" ucap Jessica di balik selimut, sepertinya dia belum menyadari kejadian tadi malam. "Kepala Icca pusing mah" ucap Jessica masih di balik selimut.


"Bangun, Ayahmu sedang marah mengapa kau mabuk tadi malam dan meracau" ucap maharani.


Jessica membuka selimutnya, dan mengingat kembali kejadian tadi malam "benar kah mah Ayah marah" ucap Jessica akhirnya sadar, iyaa bangun dari tidurnya, tapi kepalanya masih pusing dan sedikit oleng.


"mandilah dan temui ayahmu di bawah, mamah sudah menyiapkan sup pengar, untuk menghilangkan pusing di kepalamu" ucap maharani pada putrinya itu.


"Baiklah mah, icca mandi dulu" ucap Jessica menuju kamar mandi. setelah selasai mandi dan berpakaian iyaapun turun menyusul ibu dan ayahnya di dapur.


Fahreza yang melihat kedatangan anaknya itu, hanya sekedar menatapnya, karena posisi sedang sarapan. "duduklah makan sarapanmu" ucap Fahreza. Jessica mengikuti ucapan ayahnya.


"minumlah sup pengarmu terlebih dahulu" ucap maharani.


Jessicapun mengikuti ucapan mamahnya meminum sup pengar hangatnya.


Jessica sedikit takut dengan perubahan sikap ayahnya padanya, biasanya ayahnyalah yang slalu memanjakannya.


setelah Jessica menyelesaikan sarapannya, Ayahnya mulai berbicara.


"Icca apa benar kau menyukai kakamu Arka" ucap Fahreza sedikit tenang, karena dia melihat gelagat Jessica yang sepertinya takut dengannya.


Jessica hanya menganggukkan kepalanya.


"mengapa harus kakamu Jessica, dia kaka sepupumu" ucap Fahreza.


"Ayah,, aku juga tidak tau kenapa aku begitu sangat menyukai ka Arka, Aku mencintainya Ayah" ucap Jessica Akhirnya.


fahreza mengusap wajahnya, maharani mengusap bahu suaminya.

__ADS_1


"Apa Arka tau kalau kau menyukainya" ucap Fahreza lagi.


"tidak Ayah, ka Arka tidak tau" ucap Jessica.


"syukurlah kalau dia tidak tahu" ucap fahreza sedikit tenang.


"Mengapa begitu ayah, Ayah berbicaralah pada tante, jangan menyetujui hubungan mereka" ucap Jessica memohon.


"Jessica apa kau sudah gila" ucap fahreza naik pitam.


"sabar sayang" ucap maharani. "Jessica kau tidak bisa seperti itu nak.


"tidak mah, wanita itu tidak pantas untuk ka Arka, aku tidak terima mah, Ayah, icca mohon... bicaralah pada tante" ucap Jessica kekeh pada pendiriannya.


"Jessica cukup" ucap Fahreza.


Jessica terdiam sebentar.. "Ayah wanita itu hanya datang dari keluarga yang sederhana" ucap Jessica lagi. iyaa baru tadi malam dapat informasi itu dari seorang temannya.. wanita yang pernah jadi selingkuhannya kekash serly.


"memang mengapa Icca, jika dia datang dari keluarga sederhana, Ayah juga dulu dari keluarga sederhana, tapi Ayahnya Arkalah yang menaikan derajat kita" ucap fahreza.


"tidak Ayah, sekarang sudah berbeda" ucap Jessica tidak terima.


"cukup Jessica" ucap Fahreza sangat kesal dengan kekerasan kepala anaknya itu.


"tidak ayah, Aku tidak akan melepaskan ka Arka begitu saja" ucap Jessica Akhirnya meninggalkan Ayah dan ibunya di dapur.


"Jessica, Ayah belum selesai bicara" teriak fahreza pada putrinya itu. tapi Jessica tidak memperdulikan teriakan Ayahnya itu.


"sudah Ayah, tidak akan menyelesaikan masalah dengan cara seperti ini" ucap maharani menengankan suaminya itu.


"sayang, seperti kita sudah salah mendidik anak kita satu-satunya, selama ini kita terlalu memanjakannya" ucap fahreza kembali duduk. "aku takut dia akan berbuat nekat sayang" ucap fahreza lagi.


"iyaa sayang, lalu apa yang harus kita lakukan" ucap maharani lagi.


"nanti kita bicarakan ini sama ka meli, semoga ka meli bisa memberi solusi" ucap reza. "Yaah sudah, ayah pusing dirumah, Ayo kita langsung saja tempat ka meli" ucap Fahreza.

__ADS_1


"baiklah, aku siap-siap dulu" ucap maharani.


Setelah selesai,Akhirnya merekapun berangkat kerumah kediaman orang tuanya Arka meninggalkan Jessica sendiri di rumah.


__ADS_2