Gadis Tomboi Cantik Itu Kekasihku

Gadis Tomboi Cantik Itu Kekasihku
Menginaplah nak!!


__ADS_3

Kediaman Orang tua Arka.


setelah selesai dengan makan malam, mereka semua...ngumpul di ruang tamu dan mengobrol.


"Nak Lia masih kuliah atau sudah bekerja?"tanya bu melinda membuka obrolan.


"saya masih kuliah tante, 1 semester lagi" ucap lia ramah.


"ooh.. sudah buat cv untuk magang di perusahaan nak?"ucap bu melinda lagi, yang lain hanya menyimak termasuk Arka, enggak salah dia membawa Lia pada mamahnya yang super kepo, arka akan sedikit banyaknya tau tentang Lia dengan pertanyaan mamahnya yang bertubi-tubi itu, iyaa menyimak sambil mengutak-ngatik handphone jadulnya.


"iyaa tante, masih proses membuat.. masih bingung ajj mau masukan di perusahaan mana..!!" ucap lia tersenyum, sebenarnya lia sudah membuat cv nya untuk di masukan di perusahaan di mana tempat abangnya bekerja, tapi setelah tau bos abangnya itu ngeselin banget, lia berpikir untuk merubah cv nya, memasukannya ke perusahaan lain.


"kenapa tidak masukan di perusahaan Arka saja nak, akan lebih baik jika kalian selalu bersama" ucap bu melinda senang dengan idenya itu.


"iyaaa, apa yang di katakan mamah benar kenapa tidak masukan di perusahaan aku aja sayang" ucap Arka merespon ucapan mamahnya, dan menatap lia, namun lia yang di tatap hanya sekilas saja melihat ke arah arka, lalu kembali melihat ke arah bu melinda.


"iyaa tante, tapi saya pikir-pikir lagi tidak baik untuk saya dan juga mas Arka kalau hubungan kami sebagai kekasih tersebar, akan banyak orang yang bergosip, saya hanya tak ingin, membuat citra mas Arka menjadi buruk di perusahaan" ucap lia memainkan perannya. Arka yang mendengar dirinya di panggil mas oleh lia, senyum-senyum dan terlihat sangat bahagia, pak Arya hanya menatap aneh, pada anaknya itu.


"mengapa kau senyum-senyum seperti itu Arka?" ucap pak Arya yang dari tadi hanya menyimak obrolan istrinya itu sama calon menantunya.


"iyaa.. paman perhatikan kau seperti orang gila saja" ucap Fahreza pamannya Arka yang dari tadi juga hanya menyimak. Lia Akhirnya menatap ke arah Arka dan Arka menatap balik pada Lia.


"Tidak ayah, paman aku hanya bahagia saja, kekasihku ini masih memikirkan citraku di perusahaan, sangat perhatiannya dia.. bangga aja gitu yah, paman... padahal dia sendiri bingung mau masukan cv nya dimana? mengapa mengambil jalan yang sulit sayang" ucap Arka mengubah posisi duduknya lebih dekat ke Lia dan merangkul bahu lia. " kau tak usah pusing dengan ucapan orang lain, aku akan memecatnya sampai berani menggosipkan kita" ucap Arka lagi sombong.


Lia hanya tersenyum masih menatap Arka yang berbicara panjang lebar dan perlahan melepaskan tangan Arka dari bahunya. "mas jangan seperti ini, tidak enak di lihat oleh ayah dan ibumu" ucap lia pada Arka.


Arka tersenyum sangat puas, rasanya dia orang yang paling bahagia sekali malam ini. "baiklah jika kau malu" ucap Arka.


"aahh kalian ini.. mengingatkan mamah sama ayah waktu masih muda aj" ucap bu melinda tertawa di ikuti yang lain. sedangkan jessica berdiri, dia akan pamit pulang duluan karena tidak tahan lagi menyimak obrolan mereka.


"mah, pah, om tante ka Arka icca pamit keluar dulu yaahh, ada janji sama teman" ucap Jessica akhirnya setelah sekian lamanya berdiam diri menyimak obrolan mereka.


" ohh iyaa sayaaang,, hati-hati di jalan, pulangnya jangan malam-malam ya sayang" ucap fahreza ayahnya jessica.

__ADS_1


"iyaa yaaah" ucap Jessica lalu pergi dari krumunan.


Jessica yang baru saja keluar rumah dan masuk ke mobinya menelpon seseorang.


"halo, aku punya pekerjaan untukmu..!!!" ucap Jessica di ujung telpon.


"pekerjaan apa nona, dengan senang hati saya terima"jawab seseorang di ujung telpon.


"saya akan mengirim foto seseorang padamu, habisi dia tanpa jejak, saya tidak ingin pekerjaanmu yang berantakan", ucap jessica memerintah orang tersebut, Jessica tadi diam-diam menyimak obrolan mereka, sempat mengambil beberapa gambar Lia.


"baiklah, kirimlah segera" ucap seseorang tersebut yang rupanya pembunuh bayaran. tidak lama dia berbicara seperti itu "ting,ting,ting" suara notifikasi handphonenya berbunyi.


"gimana?dia hanya seorang gadis, bereskan dia, buat dia seperti menghilang bak di telan bumi, kau paham" ucap jessica.


"baiklah, ini perkara mudah bagi saya" ucap seseorang tersebut.


"baiklah" ucap jessica lalu menutup telponnya. lalu dia keluar dari mobil dan mengambil sesuatu di mobilnya, lalu mencari mobil yang baru saja di pakai oleh Arka, setelah di lihatnya mobil Arka iyaa menghampiri mobil tersebut, dan memasang pelacak di mobil Arka. Agar dia tau saat Arka mengantar Lia nanti tujuannya kemana, agar memudahkan aksinya.


"hem, beres" ucap Jessica lalu kembali ke mobilnya dan pergi ke klub menyusul teman-temannya.


Sedangkan keadaan di dalam rumah sangat ramai oleh gelak tawa mereka, Arka dan Lia memainkan perannya sangat baik... membuat suasana di dalam rumah sangat hangat, paman dan bibinya Arka ikut bahagia.


"menginaplah disini nak malam ini" ucap bu melinda Akhirnya. "lagi pula ini juga sudah larut malam, sudah jam 11:45 nak, menginaplah disini ya sayang" ucap bu melinda pada lia, padahal baru pertama bertemu, tapi sudah merasa nyaman dan menganggapnya seperti anaknya.


"tapi tante, Lia tidak bilang menginap sama ibu dan ayah di rumah, Lia takut mereka akan khawatir" ucap Lia bermaksud menolak.


"kan ibu bisa di telpon sayang" ucap Arka santai.


"iyaa nak, telpon ibu bahwa nak lia menginap disini, ohh ya lia, jangan panggil tante trus dong, panggil mamah aj sama seperti Arka memanggil mamah" ucap bu melinda.


Lia tidak bisa berkata apa-apa lagi. Arka menelpon bu meysa tanpa izin lia.


"halo bu, Assalamualaikum ini Arka bu" ucap Arka ramah.

__ADS_1


"iyaa nak Arka, waalaikusalam" ucap meysa.


"begini bu, berhubungan mamah saya ingin mengenal lia lebih dalam, mamah saya menyuruh lia untuk menginap disini bu" ucap Arka, lia hanya diam, tidak tau mau berbicara apa lagi, jadi dia hanya menyimak.


"ohh, iyaa nak tidak apa-apa, kalau mamah nak Arka tidak merasa risih sama sikap Lia, apa kah lia bersikap baik nak Arka" ucap bu meysa.


Arka melirik ke arah Lia, Lia hanya menatap kosong ke arah Arka, "dia bersikap sangat manis bu" ucap Arka tersenyum. Lia melihat senyuman Arka jadi tersadar.


"baiklah, coba berikan telponya pada lia" ucap bu meysa. Arka memberikan ponsel kepada lia.


"iyaa bu" ucap lia.


"ingat nak, bersikap sopanlah jangan slalu bersikap arogan pada nak arka" ucap bu meysa.


"iyaa bu" ucap lia pasrah.


" ya sudah kalau begitu, ibu tutup telponnya, Assalamualaikum" ucap bu meysa.


"iyaa bu, waalaikumsalam" ucap bu lia lalu menutup telponnya.


"mengapa lemes begitu nak, apa tidak suka menginap disini" ucap bu melinda.


"tidak bu, bukan begitu lia senang disini, ibu sangat baik dan bersikap hangat pada lia, cuma lia belum terbiasa aja bu" ucap lia pada bu melinda.


"mah ini sudah malam, kalau begitu biarkan kami istirahat, mamah dan ayah istrahat lah juga" ucap Arka pada bu melinda.


"kalau begitu, paman dan bibi juga pamit pulang,salam kenal aja buat nak lia" ucap fahreza pamannya Arka.


"salam kenal kembali om tante" ucap lia pada paman n bibinya Arka. akhirnya mereka pamit undur diri.


"ka..kami pulang dulu, nanti kami main kesini lagi" ucap fahreza pad bu melinda dan pak arya.


"iyaa.. hati-hatilah di jalan reza, maharani" ucap bu melinda. mereka akhirnya meninggalkan rumah tersisa bu Melinda ,pak Arya , Arka dan Lia.

__ADS_1


" ya sudah istrahatlah nak, ibu dan Ayah juga akan istrahat, ibu tinggal masuk nak yaa" ucap bu melinda pada lia.


"iyaa bu selamat istirahat"ucap lia. kini hanya. tersisa Arka dan Lia di ruang tamu. saat Lia tak melihat lagi Ayah dan ibunya Arka Lia langsung merubah ekspresi pada Arka. Lia sangat murka sekali pada Arka, sangat kesal, merasa di permainkan, Arka slalu mengambil kesempatan padanya. Lia menatap Ark dengan dengan tajam, Arka menatap balik dengan santai.


__ADS_2