
Suasana di dalam mobil terasa mencekam hanya suara deru mesin dari mobil yang terdengar, tiba-tiba dreet...dreeet...dreeet suara hp Lia bergetar, terlihat Serly memanggil. Liapun mengangkatnya, "Halo Ser",ucap Lia di sambungan telpon.
"Lu dimana",ucap Serly di ujung telpon.
"Gue udah pulang, maaf yaa gue pulang duluan",ucap Lia lalu melirik ke arah Arka, Arka yang di lirik hanya fokus pada jalan di depannya.
"oke lah, besok kutunggu penjelasan lu",ucap Serly.
Mendengar ucapan Serly, Lia mematikan telponnya dan melihat ke Arah jalan lalu menatap ke Arka. "Loh, ini bukan jalan pulang kerumah gue, loe mau bawa gue kemana",ucap Lia mulai panik.
Arka tidak merespon ucap Lia dia terus menjalankan mobilnya menuju taman di tepi danau. Melihat Arka dari tadi diam saja membuatnya tambah kesal.
"Loe kenapa sih, lagi kumat ya, loe kehabisan obat yaa..?",ucap Lia kesal dari tadi hanya berbicara sendiri. Beberapa menit kemudian sampailah mereka di taman tepi danau.
"loe, ngapain ngajak gue kesini..?", ucap Lia pada Arka. Arka mematikan mesin mobilnya dan keluar dari mobil. Lia hanya memperhatikan sikap Arka yang dingin. Di Lihatnya Arka membukakan pintu untuknya. "Aku gak mau turun, lagian ngapain sih kesini",ucap Lia menatap ke arah Arka.
"Yakin gak mau turun",ucap Arka akhirnya.
"Iyaa, gue gak mau turun", ucap Lia masih menatap Arka.
tiba-tiba Arka mengecup bibir Lia sebentar lalu menatap ke arah Lia. Lia kaget dengan kecupan sekilas itu dan membulatkan matanya, saat tersadar iyapun kembali melayangkan tangannya akan menampar Arka, namun lagi-lagi Arka menangkapnya.
"Kau benar-benar sinting, minggir", ucap Lia kesal kalau dia tidak keluar sangat sulit berada di posisi ini kalau Arka bersikap kurang ajar lagi. Arka akhirnya menjauh agar Lia bisa keluar. Saat Lia keluar, Lia langsung menendang tulang kering Arka.
"aawh.. ", ucap Arka kesakitan.
"Itu rasakan, makanya jangan asal cium orang tanpa izin", Liapun menutup pintu mobil dan meninggalkan Arka. Namun belum sempat meninggalkan Arka, Arka kembali menarik tangan Lia dan menghimpitnya di antara mobil. Entah bagaimana lagi-lagi iyaa tidak bisa melarikan diri.
"Mengapa kau begitu kasar padaku, sedangkan dengan pria lain kau begitu manis", ucap Arka akhirnya berbicara dengan jarak yang sangat dekat.
"bagaimana aku tidak kasar, kalau sikapmu seperti ini,kau sangat arogan", ucap Lia membalas tatapan Arka.
__ADS_1
"Aku seperti ini juga, itu karena kau terlalu cuek padaku, tidak bisa kah kau bersikap manis juga padaku", ucap Arka terus menatap dalam mata Lia.
Jantung Lia semakin gak karuan begitu juga dengan Arka.
"Atas dasar apa aku harus bersikap manis padamu, urusan kita sudah selesai, kau juga bukan siapa-siapa bagiku",ucap Lia mengalihkan pandangnya, karena tak sanggup menatap Arka terlalu lama.
"Sekarang kau adalah milikku, tak ku izinkan kau bersikap manis pada pria lain", Sarkas Arka mewanti-wanti Lia.
"haha, kau benar-benar sudah gila aku berhak atas diriku sendiri", Ucap Lia lagi.
"Iya aku memang sudah tergila-gila padamu, puas..",ucap Arka mengakui ke gilaannya.
Lia hanya diam menatap Arka, melihat Lia diam saja "ini milikku", ucap Arka mencium pipi kiri Lia, Lia kaget, lanjut mencium pipi kanan Lia, "ini juga milikku", Saat Arka akan kembali mencium bibir Lia, Lia menutup mulutnya, Arka tersenyum lalu mengecup dahi Lia dan tersenyum. Senyuman itu sangat manis di mata Lia, Lia hanya diam menatap Arka, entah mengapa dirinya tak mampu berkutik dia hanya menutup mulutnya dengan kedua tangannya.
Arka melepaskan himpitannya pada Lia, lalu bersandar di mobilnya dengan kedua tangan di lehernya di sebelah Lia dan menatap langit, Lia melihat ke arah Arka dan melepaskan tangannya dari mulutnya.
"Jadilah kekasihku Lia", ucap Arka kemudian, lalu menatap kembali ke arah Lia. Lia yang di tatap kembali mengalihkan pandangannya ke langit menghindari tatapan Arka.
"Antarlah CV mu ke kantorku besok, maganglah di perusahaanku, tak usah magang di perusahaan lain, kalau besok kau tidak mengantarnya aku akan bawa orang tuaku ke rumahmu untuk melamarmu menjadi istriku", ucap Arka kembali melihat kearah langit, iya tahu ucapannya itu pasti membuat Lia kaget.
"Apa.., tidak , tidak", ucap Lia kaget dengan ucapan Arka yang menurutnya asal.
Arka tersenyum masih menatap langit, dan senyum itu di lihat oleh Lia, kembali jantung Lia tidak beraturan, Lia hanya menggelengkan kepalanya, lalu ikut menatap langit.
"Sepertinya akan turun hujan",baru saja Lia mengucapkannya tiba-tiba hujan turun sangat deras.
"eeh.. eh.. benaran hujan", ucap Lia panik.
"Cepat masuk",ucap Arka membukakan pintu untuk Lia dan melindungi kepala Lia agar tak terbentur mobil karena masuk terburu-buru.
"Kau juga, cepatlah masuk",ucap Lia saat masuk ke dalam mobil.
__ADS_1
Arkapun menutup pintu mobil, dan berlari menuju kursi setir, dan menutup kembali pintu mobil. Karena hujan yang begitu deras, kemeja putih Arka basah, nampak lekukan tubuh Arka yang eksotis🤭. Lia yang melihat itu mengedipkan matanya, sadar Lia menatapnya Arka melirik kearah Lia dengan tersenyum. setomboy-tomboynya Lia, Lia tetaplah seorang wanita, saat Arka menatapnya Lia menjadi salah tingkah lalu membuang pandangannya keluar.
"Bajumu juga basah Lia", ucap Arka melihat ke arah dadanya Lia.
Sadar dengan arah tatapan Arka ke dadanya, Lia menutup dadanya dengan kedua tangannya.
"Mesum",ucap Lia pada Arka, baju Lia memang basah, tapi tak sebasah baju Arka.
Arka hanya tersenyum, mendengar ucapan Lia, "Ini pakailah jasku, agar kau tidak kedinginan",ucap Arka memberikan jasnya.
"Lalu kau bagaimana, bajumu basah sekali", ucap Lia yang melihat baju Arka yang basah.
"Kita pulang saja, di dekat sini ada toko baju, nanti kita mampir, ini ambillah", ucap Arka lagi.
Liapun menerima jas yang di berikan Arka padanya lalu memakainya. Wangi tubuh Arka menempel di jas itu, "Kenapa wanginya sangat menenangkan",batin Lia lalu menatap ke arah Arka. Arka menyalakan mesin mobilnya lalu menuju ke toko baju. Beberapa menit kemudian sampailah mereka di toko baju.
"Kau tidak ikut masuk",tanya Arka pada Lia.
"Tidak, aku di sini saja", ucap Lia menatap Arka.
"Baiklah", Arkapun turun dari mobil dan berlari ke arah toko.
Lia hanya menatap Arka memasuki toko baju tersebut, lalu iya memegang dadanya.
"Malam ini benar-benar gila", ucap Lia seorang diri lalu bercermin dan menatap bibirnya yang sedikit bengkak.
"Begitu kah rasanya di cium", ucap Lia dengan wajah merah, Lia mengibaskan kedua tangannya ke wajahnya. "Ah.. astaga, ada apa dengan diriku",ucap Lia lagi mengetuk jidatnya.
Jangan lupa like n komen ya🥰
kalau ada kesalahan dalam penulisan kritik dan sarannya juga boleh😘
__ADS_1
semangat membaca😊semoga suka sama cerita halunya😇