
Kediaman orang tua Arka
Selesai acara makan malam keluarga Arka pamit pada kedua orang tuanya dan pamannya.
"mah.. pah.. Arka balik ke apartemen yaa"ucap Arka pamit pada orang tuanya.
"lohh.. kok balik ke apartemen ka.. nginap disini aja malam ini, pamanmu baru saja datang" ucap hu melinda.
"paman Arka balik ke apartemen dulu, ada beberapa pekerjaan yang harus Arka selesaikan"ucap Arka berbohong.
"dasar anak ini yaaa.. mamanya ngomong di abaikannya"ucap bu melinda kesal.
"yaa sudah.. kalau masih ada pekerjaanmu yang belum selesai, selesaikan saja dulu, kau memang seperti ayahmu, gila kerja"ucap reza pamannya Arka.
"iyaa paman, kalau gitu aku pamit duluan, pah Arka balik ke apartemen"ucap Arka lagi.
"yaa sudah hati-hati di jalan ka".. ucap ayahnya.
Arka mengendarai mobilnya menuju apartemennya, di pertengahan jalan Arka melihat beberapa pria sedang mengelilingi seorang gadis yang nampak tak asing di mata Arka.Arka menghentikan mobilnya, berniat ingin membantu.. tetapi gadis itu dengan mudahnya melumpuhkan lawan, gadis itu tidak lain adalah Lia, Lia baru saja pulang dari membeli sesuatu di toserba. namun di perjalanan pulang Lia di cegat oleh beberapa pria berbadan besar, suruhannya pacar serly. Namun Lia dengan mudah melumpuhkan musuhnya, tapi beberapa saat lia merasa lelah dan dari belakang Lia datang seseorang dengan mengeluarkan senjata, karena merasa tidak terima di kalahkan oleh seorang gadis. Arka yang melihat itu langsung berlari menendang pria itu. bugh.. pria itu tersungkur.
"kau tidak apa-apa"tanya Arka khawatir .
"aku tidak apa-apa"Jawab Lia terlihat terkejut dengan kedatangan Arka.
"siapa mereka, kenapa menyerangmu"tanya Arka lagi.
"aku juga tidak tau, tapi apa urusanmu bertanya, aku bahkan tak mengenalmu"ucap Lia pada Arka.
"oh.. astaga harus kah kau berkata begitu, dengan orang yang membantumu"ucap Arka kesal.
"aku tidak meminta bantuanmu"ucap Lia lagi.
"yaa sudah terserah kau saja"ucap Arka meninggalkan Lia seorang diri. Liapun menaiki sepeda motornya menuju rumahnya.
beberapa pria yang menyerangnya tadi sudah tak terlihat sejak kedatangan Arka, mereka melarikan diri.
Arkapun melajukan mobilnya menuju apartemennya. sampai di apartemen Arka membanting tubuhnya di sopa.
"ya tuhan, ada apa dengan gadis itu.. kenapa dia jutek sekali.. baru kali ini ada gadis yang tak melihat pesonaku"ucap Arka narsis.
Arka berjalan kedapur mengambil minum, dia juga menelpon asistennya Ardi.
...****************...
Di sisi lain Lia baru saja sampai di rumahnya.
"Assalamualaikum..mah.. pah.. Lia pulang"ucap lia.
"wa'alaikusalam" ucap Ardi.
"loh bang Ardi ada di rumah, mana ayah dan ibu"tanya Lia.
"ayah di kamar, dan ibu di dapur" ucap Ardi, "Lia duduk sini dekat abang, ada yang mau abang omongin sama kamu dek" ucap Ardi menepuk tempat duduk di sebelahnya, agar lia duduk. Liapun duduk.
"ada apa kau terlihat aneh sejak tadi siang bang" ucap Lia.
__ADS_1
"Lia apa kau ada buat masalah dengan seseorang petinggi" tanya Ardi pada adiknya.
"buat masalah dengan seorang petinggi, maksudnya apa bang"tanya Lia tidak mengerti.
di tengah perbincangan datang ibunya.. membawa beberapa cemilan.
"apa yang kau ucapkan nak, mana mungkin adikmu berbuat masalah, apa lagi sama orang petinggi" ucap bu meysa.
" iyaa.. kau sudah gila yaa bang, untuk apa aku buat masalah dengan orang petinggi, lagian tidak ada orang petinggi yang aku kenal, bagaimana aku mau berbuat masalah"ucap Lia kesal.
"syukurlah kalau kau memang tidak berbuat masalah" ucap Ardi tenang. "apa bos Arka menyukai Lia, kenapa dia menyuruhku menyelidikinya"batin Ardi.
ponsel Ardi berbunyi terlihat bos Arka memanggil.
"wah.. panjang umur ni bos"batin Ardi lagi senyum-senyum.
Lia yang melihatnya merasa aneh..
"halo pak" ucap Arka.
"iyaa, gimana tentang gadis itu, apa kau sudah mendapatkan identitasnya?" tanya Arka di ujung telpon.
"oohh.. iyaa pak" Ardi menjauh dari Adik dan ibunya.
"dimana dia tinggal?" tanya Arka lagi.
"dia tinggal di perumahan sederhana pak, di jalan xxx" ucap Ardi.
"ohh.. kerja bagus" berikan informasi selengkapnya besok.
Ardi masuk kembali kedalam rumah.
"bang apa bos mu seorang wanita, mengapa melihat bosmu nelpon di jam segini, kau senyum-senyum" ucap Lia penasaran.
"ahh.. kau mau tau saja" ucap Ardi.
karena lama tak pulang Ardi banyak bercerita dengan ibu dan adiknya dan juga ayahnya, yang datang di tengah-tengah perbincangan, sampai tak terasa jam menunjukan pukul 10:57 pm. mereka akhirnya memasuki kamar masing-masing.
...****************...
Jam 08:00 Arka dan Ardi sudah berada di kantor.
"mana laporannya"ucap Arka
"ini pak" Ardi menyerahkan berkas identitas tentang adiknya, tadi malam sebelum tidur dia membuatnya.
Arka membuka berkas yang di berikan pada Ardi.. di lihatnya dengan teliti.
"jadi dia mempunyai seorang Abang dan seorang Adik" tanya Arka.
"iyaa pak.. dan abangnya itu saya" ucap Ardi keceplosan.
"kau.. kau abang gadis itu, yang benar saja kau" ucap Arka kaget, di lihatnya nama abang dari gadis itu memang nama Ardi (Ahmad Ariadi).
"iyaa pak,makanya pertamanya saya kaget, saat pak Arka menyuruh saya untuk menyelidiki adik saya sendiri, adik saya ada buat masalah apa pada pak Arka" jawab Ardi jujur.
__ADS_1
"ohh.. kenapa kau tak bilang dari awal Ardi" ucap Arka kesal.
"maaf pak, saya hanya bingung mau gimana bilangnya" ucap Ardi tunduk, merasa bersalah.
"oohh.. ya sudahlah kalau begitu, apa jadwal saya hari ini" ucap Arka lagi.
"hari ini anda Ada makan siang di restauran dengan ayah anda dan pak seto beserta putrinya, dan (bla-bla).." ucap Ardi.
"ohh baiklah, kau ikut denganku" ucap Arka lagi.
"baik pak" Ardi manggut aja.
...****************...
Di restauran
Sudah terlihat pak Arya dan pak seto beserta putrinya duduk sambil cerita dan sesekali tertawa.
Arka datang di ikuti oleh Ardi di belakang.
"maaf menunggu lama"ucap Arka duduk di sebelah Ayahnya.sedangkan Ardi duduk di meja yang lain.
"ooh.. tidak apa-apa nak Arka" ucap pak seto.
"ooh.. iya perkenalkan ini putri saya, cellin" ucap pak seto lagi.
Arka memandang Ayahnya, Ayahnya hanya mengangguk.
"Arka" ucap singkat Arka.
"cellin"ucap cellin juga singkat.
"bagaimana pak Arya bukan kah mereka cocok untuk jadi pasangan" ucap pak seto merasa bangga.
"ah.. maksudnya gimana yaa" ucap Arka pura-pura tidak tahu dengan ucapan pak seto.
"begini Arka ayah akan menjodohkanmu dengan cellin"ucap pak Arya menjelaskan.
"tapi kenapa yah" ucap Arka tidak terima.
"kenapa kau bertanya kenapa Arka, sampai sekarang, kau belum mempunyai kekasih" ucap Arya. "ayah rasa cellin cocok untuk pasanganmu, dia cantik, cerdas, dan juga baik" ucap Pak Arya memuji. Cellin yang di puji merasa di atas awan.
tiba-tiba saja Arka teringat dengan Lia "tidak yah.. ayah salah.. Arka baru saja jadian dengan seorang gadis, yang sangat Arka cintai yah, Arka memang belum memberi tahu ayah, karena kami baru saja jadian" ucap Arka berbohong.
"Arka kau tak usah berbohong pada Ayah, kau baru beberapa hari disini" ucap pak Arya. Cellin yang mendengar ucapan Arka, baru saja di junjung ke atas sudah di hempaskan oleh Arka.
"tidak ayah, aku tidak berbohong, namanya Lia ayah, kalau ayah tidak percaya, tanyakan saja pada Ardi" ucap Arka menoleh ke ardi.
Ardi yang di pojokan olehnya terpaksa ikut berbohong. "iyaa pak" ucap Ardi "lebih tetapnya pak Arka masih mendekati gadis yang bernama Lia itu pak.. Pak Arka sangat menyukai gadis itu" ucap Ardi lagi.
" yaa kalau begitu.. masih masuk akal" ucap pak Arya. "bawa gadis itu nanti kerumah" ucap pak Arya lagi akan meninggalkan meja makan.
"maaf pak seto atas kejadian ini" ucap pak Arya.
"ohh.. tidak masalah pak, kalau memang Arka sudah menyukai gadis lain, ayo cellin kita pulang" ucap pak seto.
__ADS_1
Cellin merasa kesal, dia akan membalas dendam dengan sikap Arka hati ini.