
Di kediaman Lia
"Assalamu'alaikum, mah.. pah.. Lia pulang"ucap Lia memasuki rumah. Jam menunjukan pukul 09: 45 malam. orang tua Lia masih di ruang tamu sedang menonton film kesukaan ibunya.
"Wa'alaikumsalam, kenapa baru pulang nak" ucap ibu meysa menyelidik.
"oohh.. itu tadi Lia bareng Rossa dan serly jalan saking asyiknya sampai lupa waktu bu,maaf yaa bu.." ucap Lia pada ibunya lalu mencium tangan ibunya, lalu masuk kekamar.
"Lia masuk kamar yaa bu" ucap lia lagi.
"yaa sudah... jangan terlalu malam tidurnya.. nanti kesiangan lagi bangunnya, anak gadis gak bagus bangun siang"ucap ibu mulai keluarkan ayat-ayat.
"iyaa buu... ini Lia langsung tidur" ucap lia sudah di depan pintu kamar.
Liaa memasuki kamarnya dan menggantung tas kecilnya. lalu memasuki kamar mandi mencuci kaki, muka dan mengganti pakaian untuk siap-siap tidur.
"aaahhh... nyaamannya.. tidak ada yang lebih nyaman selain di tempat tidur"ucap Lia membaringkan tubuhnya lalu merentangkan kedua tangannya. Lia mengingat kembali kejadian di bar tadi.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
" loe... cewe di lampu merah tadi pagi kan"ucap Arka, membalikan kembali badan Lia dan menatapnya tajam.
"siapa yaa... mungkin anda salah orang" ucap Lia bingung menatap pria yang tak di kenalnya itu menatapnya tajam, tak ada ketakutan di mata Lia, Lia malah sengaja mengedip-ngedipkan matanya karena merasa heran pada Arka, pria yang tidak ia kenali.
"iyaa.. itu eloo.. gua gak mungkin salah orang" ucap Arka kekeh karena merasa benar.
"maaf yaaa... anda salah orang, lepasin tangan loe dari badan gue" ucap Lia merasa kesal.
Arka melepaskan tangannya " iyaa sudahlah.. lupakan saja" ucap Arka tak mau membahasnya lagi.
"yang mau bahas juga siapa, gak jelas banget" ucap Lia meninggalkan Arka. "ganteng-ganteng songong"ucap Lia lagi setengah berbisik yang jelas suaranya hanya di dengar oleh telinganya sendiri.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
"heemmm... bentar deh, gue ingat-ingat... di lampu merah tadi pagi yaa, emmhh.. iyaa iyaa gue ingat, gue merasa ada yang memperhatikan gue dari dalam mobil, apa itu dia yaaa... aahh bodo amat, mending gue tidur" ucap lia lalu mengambil bantal gulingnya, dan memejam kan matanya.
...****************...
Di Apartement milik Arka
Arka menyimpan kunci mobilnya di atas nakas, lalu merebahkan tubuhnya di atas kasur, Arka setengah mabuk, dia memejamkan matanya lalu mengingat kembali kejadian di bar.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
"*loe.. kenal tu cewe ka?" ucap Riko penasaran.
"itu cewe motor tadi pagi, yang gua suruh loe kejar" ucap Arka, mengambil minuman di meja dan langsung meneguknya.
"oohh... ternyata dia.. cantik gila yaa tu cewe, walaupun pakaiannya gak ada minim-minimnya, masa ke bar pake celana panjang pake jaket rambut di ikat asal aja" ucap Adi masih memperhatikan Lia dengan jeli.
"iyaa.. tapi biar gitu tetap terlihat cantik, ya gak bro" ucap Riko menepuk pundak Arka.
Arkapun memperhatikan Lia dari kejauhan, di lihatnya ketiga cewe itu menghampiri beberapa pria yang asyik mengoda wanitanya. Nampak seorang pria yang sedang merangkul mesra wanitanya sangat terkejut dengan kedatangan mereka. tak selang berapa lama terjadi kegaduhan. nampak pria tersebut ingin melarikan diri dan di tahan oleh Lia, sekali gerakan pria itu berlutut di depan teman Lia(serly) dan meminta maaf bahwa ini tidak seperti yang serly bayangkan.. nampak serly membungkuk.. entah apa yang di ucapkannya. Arka terus memperhatikan mereka dengan penasaran.
__ADS_1
"gila tu cewe, sekali gerakan musuh langsung tumbang" ucap Riko takjub pada gerakan Lia.
"iyaaa.. pantas aja tu cewe pake pakaian begitu ke bar, ternyata ada target, apa tu cewe kerja sebagai bodigard ya" ucap adi menebak bahwa lia bekerja sebagai bodigard*.
"*aahh.. luu, loe gak liat tu kayanya pacar sahabatnya nikung, tapi gerakannya memang boleh juga sih, kaya udah profesional gitu" tambah Riko lagi masih memperhatikan mereka.
Arkapun masih memperhatikan Lia,, tanpa kata.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ*...
Arka membuka matanya, "aku jadi penasaran sama tu cewe" ucap Arka bangun dari kasur dan membuka pakaiannya yang berbau alkohol, lalu masuk kekamar mandi membersihkan badannya. selesai membersihkan badannya Arka merebahkan badannya kembali, di lihatnya jam sudah menunjukan pukul 11:50 tengah malam.
Di kediaman Lia.
kkrriiiing... kkkrrriiiing... kkrriiing.. jam alarm berbunyi membangunkan sang empu, jam menunjukan pukul 05:00 am. Lia bangun mematikan alarmnya, lalu masuk kekamar mandi, wudhu lalu menunaikan sholat subuh.
sebenarnya Lia selalu bangun pagi, cuma selalu tidur lagi selesai sholat subuh, jadi selalu bangun siang. tapi pagi ini Lia gak mau tidur lagi.. mau biasakan bangun pagi dan membantu ibunya di dapur. selesai sholat lia keluar kamar menuju dapur, di lihatnya ibunya sedang sibuk di dapur.
"bu.. sedang bikin apa,ada yang bisa Lia bantu?"ucap Lia menghampiri bu meysa.
"oohh... anak ibu sudah bangun" ucap bu meysa bangga.
"iyaa dong bu.. " ucap lia membantu mengiris sayuran.
"waahh.. tumben anak gadis ayah udah di dapur jam segini"ucap pak wahyu yang baru datang dan duduk di kursi meja makan. "mana kopi ayah bu" ucap pak wahyu lagi.
bu mesya menghampiri pak wahyu dengan secangkir kopi dan beberapa cemilan yang emang sudah di buatnya.
"ini yah.. kopinya, dan ini cemilannya" ucap bu mesya lembut.
"aahhh... ayaah.. iya iyaa Lia bakal bangun pagi trus deh mulai hari ini"ucap lia cengengesan. "ayah sama ibu sama aja bawel" ucap lia lagi.
"eh eh.. bawel-bawel gini karena ayah sama ibu sayang kamu nak.. biar nanti kamu juga di sayang sama suamimu" ucap ibu meysa pada Lia.
"iya deh iyaa deh.. Lia jg sayang kalian" lia menghampiri kedua orang tuanya lalu merangkul kedua orang tuanya dan menghadiahi satu kecupan di pipi kedua orang tuanya.
"ka.. aku juga mau di peluk dan cium" andini datang menghampiri Lia.
"oohh.. ternyata adik aku satu-satunya ini udah bangunnya, minta cium lagi, sini Lia cium" lia memeluk adiknya dan menciuminya bertubi-tubi "muach, muach, muach, muach, gimana masih kurang" ucap Lia pada adiknya itu.
"udah ah.. kaka belum mandi yaa.. bau" ucap Andini pura-pura tutup hidung.
"ahh.. masa iyaa" Lia menciumi seluruh badannya. " enggak bau kok, tapi memang ka Lia belum mandi sihh.. hehe" ucap lia lagi cengengesan. "emang adek udah mandi?" tanya Lia pada andini.
"belum juga.. ahhaha" Andini tertawa lalu berlari mengelilingi meja makan.
"aahh.. dasar bocah" ucap lia hendak mengejar adiknya tapi di hentikan oleh ibunya.
"sudah.. sudah.. pagi- pagi sudah ribut, mandi dulu sana lia, baru sarapan, ayok adek juga mandi"ucap bu meysa menuntun andini untuk di mandiin.
Lia masuk kembali ke kamar untuk mandi.
...****************...
__ADS_1
Di kediaman Arka.
Arka sudah di meja makan, meminum secangkir kopi, dan sarapan sandwich. Arka hari ini akan kerumah orang tuanya. Jam menunjukan pukul 07:50 am. Arka menyelesaikan sarapannya dan mengambil kunci mobil di kamar dan bergegas menuju rumah orang tuanya.
Kediaman orang tua Arka.
Arka baru saja sampai di kediaman orang tuanya, dan di sambut ramah oleh para pekerja ayahnya.
"yaahh... mah.. Arka pulang" ucap Arka memasuki rumah.
orang tua Arka ada di ruang tamu, melihat anaknya datang bu melinda merasa senang, dan langsung datang menghampiri anak semata wayangnya itu.
"dasar anak durhaka, bukannya pulang kerumah orang tua, malah pulang ke apartement duluan" ucap bu melinda pada Arka.
"mamah anaknya juga baru pulang, udah di bilang anak durhaka" ucap Arka ikutan kesal dengan ucapan mamahnya.
"hem.. abisnya kaya gak ingat sama orang tua" ucap bu melinda lagi. "mending kamu cepat nikah deh, biar mamah ada temannya di rumah" ucap bu melinda lagi.
"mulai deh.. mulai.."ucap Arka malas menanggapi ucapan mamahx..
"sudah.. sudah.." ucap pak Arya menengahii.. "duduk sini kaa, ada yang ayah omongin" ucap ayah lagi.
Arka duduk berdepanan dengan ayahnya.
"ada apa yaah" ucap Arka penasaran.
"mulai hari ini bekerjalah di kantor ayah, kamu kan sudah menyelesaikan studymu" ucap ayah serius. "ayah sudah mengkonfirmasi di kantor kalau hari ini kamu CEO baru di perusahaan ayah" ucap ayah.
"tapi yaah.." ucap Arka belum selesai berbicara sudah di potong oleh ayahnya.
"tidak ada tapi-tapian nanti asistenmu akan jemput kamu, sebentar lagi dia sampai" ucap ayah tidak mau di tolak. "sudah saatnya ayah istirahat, ayah hanya aka. menemani mamamu biar ada temannya di rumah, dan gak terus menuntutmu untuk terus menikah" ucap ayah melirik ke istrinya.
"loh.. kok sayang gitu sih ngomongnya" ucap bu melinda kesal.
"permisi pak, ada tuan Ardi di luar"ucap salah satu asisten rumah tangga ayahnya.
"suruh masuk" ucap pak Arya.
"baik tuan" ucap asisten rumah tangga tersebut, dan mempersilahkan Ardi masuk.
Ardi menghampiri pak Arya.
"selamat pagi pak presedir" ucap Ardi.
"pagi Ardi, perkenalkan ini anak saya yang akan menjadi atasanmu, sudah dengar dari kantorkan apa tugasmu sekarang"ucap pak Arya tegas.
"iyaa pak, sekarang saya asisten anak bapak" ucap Ardi sopan.
"pekerjaanmu selama ini di kantor sangat baik, saya puas dengan hasil kerjamu, makanya saya mengangkatmu menjadi asisten anak saya"ucap pak Arya lagi.
"terima kasih pak" ucap Ardi menunduk.
"oh yaa.. Ardi ini anak saya Arka" ucap pak Arya lagi memperkenalkan anaknya.
__ADS_1
" Ardi pak" ucap Ardi mengulurkan tangan pada Arka.
"Arka, mohon bantuannya" ucap Arka menjabat tangan Ardi.