Gadis Tomboi Cantik Itu Kekasihku

Gadis Tomboi Cantik Itu Kekasihku
Jessica


__ADS_3

Kediaman fahreza


Jam menunjukan pukul 11:45 Fahreza dan Maharani baru saja tiba di rumahnya. Maharani langsung menuju kamar putrinya.


"Icca, apa kau di dalam" Ucap Maharani sambil membuka pintu kamar Jessica. Di lihatnya Jessica baring di tempat tidur.


"Jessica, apa kau tidur" Ucap maharani lagi menggoyangkan tubuh Jessica, Jessica pun bangun.


"mamah, ada apa?" Ucap Jessica pada maharani yang baru saja terbangun dengan mata sedikit bengkak, karena habis menangis. Rupanya habis pertengkaran dengan ayahnya Jessica menangis di kamar karena tak mendapatkan dukungan dari orang tuanya. Maharani melihat wajah putrinya lalu berkata.


"Pergilah, meminta maaf pada Ayahmu"Ucap Maharani pada putrinya. "Mamah tidak suka dengan sikapmu yang keterlaluan seperti tadi ke Ayah, ayo bangun minta maaflah pada Ayahmu, Ayah sudah membicarakan semuanya pada tantemu"Ucap Maharani lagi, karena melihat anaknya itu menutup kembali wajahnya dengan selimut.


Jessica yang mendengar itu langsung duduk dengan semangat"benar kah mah, Ayah sudah membicarakannya pada tante?"Ucap Jessica menatap Mamahnya dengan bahagia.


"Iyaa.. apa kau senang"Ucap Maharani mengelus rambut Putrinya. "Maka dari itu, minta maaflah pada Ayahmu"Ucap Maharani lagi tak ingin Ayah dan Anaknya itu bersitegang.


"Baiklah, Jessica akan menemui Ayah sekarang"Ucap Jessica langsung turun dari tempat tidur dan masuk ke kamar mandi untuk mencuci wajahnya lalu iya datang menemui Ayahnya.


Di Lihatnya Ayahnya sedang duduk bersama ibunya di depan Tv, perlahan Jessica mendekati Ayahnya. "Ayah"Ucap Jessica duduk mendekati Ayahnya.Fahreza tersenyum melihat kedatangan putrinya. "Maafkan Icca yah" Ucap Jessica menggenggam tangan Ayahnya.


"baiklah, Ayah sudah memaafkanmu" ucap Fahreza membelai rambut putrinya dengan sayang. Walaupun Jessica sudah tumbuh dewasa tapi Fahreza sangat memanjakan putri semata wayangnya itu. Di mata Fahreza Putrinya itu masihlah gadis kecil.


"Ayah, Terima Kasih sudah memaafkan Icca"Ucap Jessica akhirnya memeluk Ayahnya dan Fahreza membalas pelukan putrinya dengan bahagia. Maharani tersenyum bahagia melihat suami dan anaknya akur lagi.


"Ayah, apa benar Ayah sudah membicarakannya pada Tante, Lalu apa kata Tante dan Om" Ucap Jessica melepaskan pelukan pada Ayahnya dan bertanya dengan semangat.

__ADS_1


"Iyaa benar...Tante dan Om mu, Mengajak kita makan malam di rumahnya malam ini"Ucap Fahreza membelai Rambut putrinya.


"Apakah Om dan Tante akan melarang hubungan mereka yah" Ucap Jessica masih semangat.


"Nanti malam lagi di rumah tantemu kita membicarakannya yaa, Ayah mau Istirahat" Ucap Fahreza bangun dan memasuki kamar, terlihat kekecewaan di wajah Jessica, karena tak mendapat jawabannya langsung.


"Jessica, apa kau sudah makan" Ucap Maharani mengalihakan perhatian.


"Belum Mah, tapi Jessica gak selera makan" Ucap Jessica bangun dari duduknya dan ingin masuk ke kamar lagi.


"Jessica makanlah dulu, setelah makan mamah akan menceritakan sesuatu padamu" Ucap Maharani menghentikan langkah Jessica.


"Apakah tentang ka Arka Mah" Ucap Jessica membalikkan tubuhnya menghadap ke arah Mamahnya.


"Iyaa,ayo makan dulu" Ucap Maharani sambil menuju dapur, Jessica pun mengikuti langkah Mamahnya karena penasaran apa yang akan Mamahnya bicarakan padanya. Jessica mengambil piring dan mengisinya lalu makan dengan lahap.


"Apa yang akan Mamah bicarakan pada Icca" Ucap Jessica sambil mengelap mulutnya dengan tisu.


"Jessica, Apa benar Arka belum mengetahui perasaanmu padanya" Ucap Maharani menatap manik mata Putrinya.


"Iyaa Mah, Icca sangat yakin kalau ka Arka belum mengetahuinya" Ucap Jessica mantap.


"Baiklah, seandainya ni.. Arka tau perasaanmu bagaimana menurutmu" Ucap Maharani lagi ingin tau isi kepala putrinya.


"Ka Arka pasti akan membenci Icca mah, karena selama ini ka Arka hanya menganggap Icca sebagai Adiknya, walaupun itu benar aku adiknya, mengapa aku harus terlahir sebagai adiknya mah" Ucap Jessica putus asa.

__ADS_1


"hush,, jangan berbicara seperti itu, jika kau bukan adiknya mungkin kau juga tak akan mengenalnya, dan sangat menyukai kakakmu itu, bukankah kau sangat mengerti bagaimana karakter kakakmu itu" Ucap Maharani lagi.


"tidak mah, seandainya aku bukan adiknya aku akan berani merebut hatinya, Icca pasti akan berusaha entah bagaimana caranya" Ucap Jessica lagi.


"Ohh.. begitu, jadi karena kau adiknya tak berani berbuat nekat kan ca'" Ucap Maharani memastikan.


Jessica sedikit kaget dengan ucapan Mamahnya dia terdiam sejenak mencerna ucapan Mamahnya sepertinya iya terjebak dengan ucapannya sendiri.


"Mah, mengapa Mamah berbicara seperti itu" Ucap Jessica.


"Tidak Jessica, Mamah hanya memastikan saja, sekarang dengarkan Mamah" Ucap Maharani perlahan, memberikan pemahaman pada Putrinya. Jessica mendengarkan ucapan Mamahnya.


"Jessica, anak Mamah sayang.. saat ini usiamu sudah 27 tahun, kau bukanlah anak kecil lagi,yang harus mendapatkan sesuatu yang kau inginkan, hidup ini gak semudah seperti apa yang kau pikirkan, kadang kita harus merasakan yang nama sakit, gagal, jatuh saat menginginkan sesuatu" Ucap Maharani berhenti sejenak.


" Tapi di balik itu semua, kau akan merasakan yang namanya bahagia, senang, dan bangga akan sesuatu yang memang sudah menjadi milikmu" Ucap Maharani mendekati Putrinya. Terlihat mata Jessica berkaca-kaca, dia mendengarkan ucapan mamahnya, entah mengapa membuat hatinya damai dan ingin mendengarkan apapun yang di ucapkan Mamahnya, Maharani memeluk putrinya lalu berkata.


"Jessica sayang, jangan terlalu memaksakan diri, menyiksa dirimu dengan sesuatu yang bukan milikmu, Mamah tidak ingin melihat putri Mamah terluka, Mamah tau mungkin kakakmu adalah cinta pertama bagimu, tapi berusahalah nak untuk menjadikan cinta itu hanya sebatas kakak dan adik, Masih banyak di luar sana pria yang lebih baik dari kakakmu yang bisa menerimamu dengan sepenuh hati, yang bisa membuatmu bahagia suatu saat nanti" ucap Maharani membelai rambut putrinya. Jessica Akhirnya menumpahkan air matanya dan memeluk Mamahnya dia tidak bisa berkata-kata lagi, jadi dia hanya mendengarkan ucapan Mamahnya.


Fahreza yang baru saja dari kamar, ingin makan siang karena merasa lapar, menghentikan langkahnya saat melihat anak dan istrinya berpelukan dia mengurungkan niatnya untuk mendekat, dia hanya menyandarkan tubuhnya di dinding sambil mendengarkan apa yang di bicarakan anak dan istrinya.


"Jadilah anak Mamah yang manis, kau tidak akan kehilangan kakakmu, percayalah pada Mamah" ucap Maharani. "Tapi jika Icca memaksakan diri dan berbuat nekat, kakakmu pasti akan membencimu dan menjauhimu, dan kau pasti akan sedih, jadi cobalah untuk menerima dan percaya pada takdirmu" Ucap maharani, Jessica melepaskan pelukannya dan mengelap air matanya.


"Baiklah Mah, Jessica akan mencoba berusaha menerima semuanya" Ucap Jessica tersenyum dan memeluk kembali Mamahnya,Jessica tidak ingin sampai Arka menbencinya dan menjauhinya itu pasti akan sangat menyakiti hatinya.


"Maafkan Jessica Mah yang sudah membuat Mamah dan Ayah khawatir" Ucap Jessica lagi. Fahreza akhirnya mendekati mereka berdua dan memeluk mereka dari belakang dan mencium pucuk kepala Istri dan Anaknya. Mereka menangis bahagia bersama

__ADS_1


😊Makasih yang udah mampir, semoga suka yaa sama ceritanya. 😉


Jangan lupa like n komen beb biar author semangat buat updatenya🥰


__ADS_2