
Di taman hiburan
Mobil yang di kendarai oleh Ardi telah sampai di taman hiburan, nampak Andini terlihat sangat bahagia.
"yeee... udah sampai, ayoo ka Lia kita turun"ucap Andini tidak sabar.
"iyaa.. iyaa sayaang kita turun oke" ucap Lia menenangkan adiknya yang sudah tidak sabar. Yang lain jg sudah pada turun. Serly melihat Rendi melambai ke arah mereka.
"Loh... bukannya itu rendi yaaa yaa'...?ucap Serly saat melihat Rendi melambai ke arah mereka.
"oohh.. iyaa, ayookk kita ke sana"ucap lia berjalan ke arah Rendi dan di ikuti oleh Rossa dan Serly, Arka yang melihat Rendi dari jauh hanya memasang wajah datar, mengikuti langkah lia begitupun dengan Ardi. Tiba-tiba Arka menghentikan langkahnya, Ardipun ikut berhentii.
"ada apa pak?" ucap Ardi spontan karena kaget, bosnya yang tiba-tiba berhanti.
"kau bilang dia teman adikmu?" ucap Arka menyelidik.
"iyaa pak, kata Lia dia hanya berteman" ucap Ardi lagi.
Arka melanjutkan jalannya lagi, lalu tiba-tiba berhanti lagi. "jangan panggil saya pak, di luar jam kerja" ucap Arka mewanti-wanti Ardi.
"Baiklah Arka" ucap Ardi menekan nama Arka.
"Kauu" nampak terlihat kesal di wajah Arka, saat Ardi menyebut namax dengan santai.
Ardi hanya tersenyum melihat bosnya itu terlihat kesal. Akhirnya mereka pun mengikuti kemana Lia pergi bersama yang lain, karena mereka berjarak agak jauh, Arka terus memperhatikan punggung Lia kemana Lia pergi.
"awas bos, matanya keluar" ucap Ardi merasa tak nyaman memanggil nama bosnya kembali.
Arka tidak memperdulikan ucapan Ardi lagi, di lihatnya Lia menuju Bianglala, dilihatnya lagi Lia menoleh ke arah mereka.
"bang, dini mau naik bianglala"ucap Lia pada Ardi saat mereka baru saja sampai. "sama bang Ardi aja yaa dini naiknya"ucap Lia minta persetujuan dini.
"tapi ka Lia juga ikut yaa, dini mau naik bianglalanya ka Lia, bang Aldi dan bang Alka, yah.. yaahh" ucap dini memohon pada Lia.
"tapi.." ucap lia tidak melanjutkan ucapannya.
"udah naik aj, kan ada abang" ucap Ardi, menenangkan adiknya itu, Ardi tau lia takut dengan ketinggian.
Arka hanya memperhatikan lia, merasa heran kenapa lia tidak ingin naik. Akhirnya Arka memberanikan diri memegang bahu lia, dan membawanya masuk, lia nampak terlihat pasrah mengikuti langkah Arka,mereka duduk besebelahan, sedangkan dini dengan Ardi nampak terlihat bahagia setelah memasuki bianglala tersebut. Lia nampak diam tak berkutik.
"apa kau takut" ucap Arka memecah keheningan sambil menggaruk alisnya menatap Lia.
__ADS_1
Lia baru saja tersadar "tidak, siapa yang takut" ucap lia sedikit menjauh dari Arka.
"oh yaa... lalu kenapa kau tidak langsng masuk tadi" ucap Arka masih memperhatikan wajah Lia.
"sudah aku bilang, aku tidak takut dan berhantilah menatapku"ucap lia kesal dan melihat ke arah luar.
Arka bukannya berhenti menatap malah duduk mendekati lia, saat baru saja mendekat alangkah kagetnya tiba-tiba Lia menoleh ke arahnya.
"deg.." suara jantung Arka, seakan terhenti.
Lia yang takut dengan ketinggian, saat melihat keluar, rupanya mereka sudah di pertengahan, karena takut akhirnya dia memejamkan matanya dan menoleh ke arah Arka. Saat di rasanya terdengar suara hembusan nafas lia membuka matanya, dan alangkah terkejutnya lia saat melihat wajah Arka dengan wajah yang tegang menatapnya tajam, hanya berjarak 5cm dari wajahnya,spontan tangan Lia melayang.
"Plaak..." tamparan melayang kearah wajah Arka.
Arka yang belum selesai dengan keterkejutannya, tiba-tiba sadar saat Lia menampar wajahnya dengan keras. Akhirnya Arka menjauhi Lia karena detak jantungnya yang tidak karuan, tidak di rasanya tamparan Lia barusan. Ardi yang melihat kejadian itu hanya tertawa kecil. Lia setelah menampar Arka tadi langsung menutup wajahnya dengan kedua telapak tangannya, dia ingin marah pada Arka setelah ini. akhirnya permainan selesai dan Arka langsung keluar tanpa menoleh lagi.
"haii.. kau" panggil Lia pada Arka yang terus berjalan tanpa menoleh. Lia mengejar Arka bermaksud akan memarahinya, karena berani mau mengambil kesempatan padanya. Arka terus berjalan tanpa menghiraukan lia.
"haii kau berhenti" ucap lia mendorong tubuh Arka dan...
"Praaak....." handphone Arka jatuh dan langsung hancur.
"begini kah caramu, setelah merusak barang orang" ucap Arka menatap tajam manik mata lia yang teduh.
Lia yang di tatap seperti itu, mengedipkan matanya berkali-kali lalu berkata "bukankah tadi aku memanggilmu, tapi kau tidak menggubrisku" ucap lia menatap balik mata tajam Arka.
"ooh.. yaa.. memangnya ada apa kau memanggilku?" ucap Arka tanpa melepaskan tangan Lia dan masih menatapnya.
" itu... karena kau tadi.." lia tidak melanjutkan ucapannya. "yaa sudahlah,lepaskan tanganku" Lia menghempaskan tangannya agar Arka melepaskan tangannya.
"saya mau kau mengganti handpone saya..!!!" ucap Arka.
"baiklah saya akan mengganti handponemu" ucap lia "tapi aku akan menyicilnya" ucap lia lagi.
"kau harus menggantinya dengan uangmu sendiri, dan aku ingin besok sudah ada" ucap Arka meninggalkan Lia.
"apaa.. besok, kau gila yaa handphone semahal itu, kan sudah aku bilang, aku akan menyicil" ucap Lia setengah berteriaak.
Arka tidak memperdulikan teriakan Lia dan memasuki mobil.. kunci memang sudah di Arka, karena Ardi langsung mengembalikannya tadi.
Lia kembali ke yang lain, sudah tidak di lihatnya lagi teman-tamannya di bianglala, kecuali Rendi.
__ADS_1
"yang lain kemana?" tanya lia pada rendi.
"mereka ke komedi putar, karena dini merengek minta di ajak kesana" ucap Rendi " oh.. yaa siapa tadi yang bersamamu yaa'..??" tanya Rendi penasaran.
"dia bos abangku" lia menjawab seadanya, sambil berjalan menuju ke komedi putar.
"oohh.." ucap Rendi tak lagi berbicara karena diliahatnya Lia kelihatan sedikit kesal.
"bang" panggil Lia pada abangnya.
"loohh.. mana bos Arka, dia tak bersamamu" ucap Ardi mencari bosnya itu.
"dia di mobilnya, kurasa dia sudah pulang" ucap Lia asal. "bang tadi aku tidak sengaja merusak hpnya bos abang, kelihatannya itu hp mahal bang" keluh Lia pada abangnya.
"astaga lia kenapa bisa, trus gimana itu memang hp mahal lia?" tanya Ardi pada adiknya itu.
"dia minta ganti, dan itu besok" ucap lia kesal.
"apa" kaget Ardi mendengar ucapan lia.
"iyaa dia meminta ganti dan itu harus uang hasil lia sendiri" ucap lia sambil melihat kekomedi putar, di lihatnya andini bersama Rossa menaiki komedi putar dengan bahagia.
"ohh.. ya ampun lia kau membuat masalah padanya" ucap Ardi pada adiknya itu. "tadi juga mengapa kau tiba-tiba menampar bos Ardi?" tanya Ardi.
"dia ingin menciumku" jawab lia polos tanpa dosa.
"aaahahhaaa.. lia lia.. kau tak melihat betapa terkejutnya bos Arka saat kau tiba-tiba menoleh kearahnya" gelak tawa Ardi membuat beberapa orang menoleh kearah mereka.
"huussh.. lalu mengapa wajahnya sangat dekat dengan wajahku?" tanya lia kesal pada abangnyaa itu.
"yaa karena dia baru saja mengobah posisi duduknya, belum benar dia duduk, tiba-tiba kau menoleh kearahnya" ucap Arka tak dapat menahan tawanya.
"ohh.. yaa benarkah seperti itu bang, oohh yaa ampun" ucap lia menahan malu dan merasa bersalah.
tidak teras jam sudah menunjukan pukul 10:00pm malam. mereka akhirnya memutuskan untuk pulang, mereka menuju kemobil Arka. Rupanya Arka masih menunggu mereka di luar mobil sambil merokok menghilangkan kejenuhan dan gejolak hatinya. Di lihatnya Ardi dan yang lain datang dia mematikan rokoknya dan masuk dalam mobil.
"saya kira anda pulang bos" ucap Ardi pada bosnya dan melirik ke arah sudut bibir bosnya itu, dan sedikit menahan senyum.
"tidak usah mengejekku"ucap Arka ketus.
Akhirnya mereka pulang dengan selamat, Rossa dan Serlypun langsung pamit pulang, begitupun dengan Arka, dia langsung pulang tanpa sepatah katapun. Lia jadi merasa tidak enak, karena mendengar penjelasan dari abangnya tadi. Lia memutuskan akan meminta maaf nanti.
__ADS_1