Gadis Tomboi Cantik Itu Kekasihku

Gadis Tomboi Cantik Itu Kekasihku
Makan Malam


__ADS_3

Di Apartemen Arka.


"Jessica ada apa kau kemari" ucap Arka melihat jessica di depan pintu apartemennya.


"aku kemari karena dengar dari asistenmu bahwa ka Arka sakit" ucap jessica pada Arka dan melihat ke arah lia. Hari ini adalah hari pertama Jessica masuk bekerja untuk membantu Arka di kantor, karena tak melihat Arka di kantor, iya bertanya pada Ardi dan Ardi mengatakan bos sedang tidak sehat.


Lia yang di lihat, hanya menundukkan kepala lalu pamit "saya permisi" ucap lia lalu meninggalkan mereka berdua.


Melihat Lia pergi meninggalkan mereka"Masuklah" ucap Arka pada adik sepupunya itu.


Jessica masuk ke apartemen Arka."siapa wanita yang bersama ka Arka tadi" ucap Jessica.


"dia.. ooh, dia kekasihku" ucap Arka santai sambil mendudukkan pantatnya di kursi dan merentangkan kedua tangannya di sandaran kursi.


Jessica terdiam sejenak lalu berkata" jadi benar ka Arka sudah punya kekasih?"tanyanya sambil ikut duduk di kursi dan meletakkan tas sampingnya di meja.


"yaa.. kau tak melihatnya tadi, kami keluar bersama dari apartemen ini" ucap Arka. "nanti malam akuakan mengenalkannya pada Ayah dan ibu, paman, bibi dan juga kau pasti ada di sana kan malam ini" ucap Arka lagi pada Jessica adik sepupunya itu.


"Yaa malam ini kami memang akan berkunjung ke rumah ka Arka" ucap Jessica. "btw ka Arka sakit apa kelihatannya ka Arka sehat-sehat saja, apakah karena wajah memar itu"ucap Jessica lagi menunjuk wajah Arka yang sedikit memar.


"yaa kau benar, maka dari itu kembalilah lagi di kantor bantu Asisten Ardi, kau sudah melihatnya bukan aku tidak apa-apa"ucap Arka.


Jessica sedikit kecewa, karena merasa di usir oleh kk sepupunya itu"baiklah kalau begitu Jessica kembali kekantor" ucap Jessica bangkit dari duduknya dan mengambil tas sampinya kembali.


"oke, sampai jumpa nanti malam" ucap Arka pada Jessica. "tolong tutup kembali pintunya" ucap Arka.


Jessica merasa kesal dengan sikap Arka padanya, sedangkan wanita tadi yang di sebutnya sebagai kekasihnya di antar sampai depan pintu, dan sampai wanita itu pergipun matanya tak lepas dari wanita itu sampai wanita itu menghilang dari pandangannya.


"siapa sebenarnya wanita itu, aku harus menyelidikinya" ucap Jessica melangkah pergi. "aku lupa menanyakan namanya tadi pada ka Arka, tapi nanti malam aku akan menyimak obrolan om dan tante" tekat Jessica bulat mendumel.


setelah meninggalkan apartemen Arka, Jessica kembali ke kantor.


...****************...


Di sisi lain Lia yang sedang duduk di kursi Cafe menikmati secangkir cappucino sendiri memikirkan kesepakatannya dengan Arka. tiba-tiba... "haii.. Lia, kau sendiri saja" ucap Rendi mengejutkan Lia.


"kau bikin kaget saja Ren" ucap lia sambil mengaduk cappucino nya, dan melihat ke arah rendi sebantar.


"kau ada apa seperti sedang banyak masalah?" ucapnya ikut duduk di depan Lia.


"Kau sedang banyak pelanggan, mengapa kau duduk disini" ucap Lia pada Rendi yang sudah di anggap sahabatnya. Kafe itu milik Rendi, peninggalan dari Orang tuanya, dia mengelolanya bersama sepupunya, ayahnya sudah meninggal. dan cafe itu atas nama Rendi. cafenya itu selalu rame dengan pengunjung.


"tidak apa-apa, aku akan menemani sahabatku yang sedang kelihatan punya banyak masalah ini sebentar, lagian ada Dika yang menggantikanku" ucap Rendi "cerita lah padaku ada apa?, sangat terlihat jelas di wajahmu kalau kau sekarang sedang ada masalah" ucap Rendi lagi kepo.


"oh yaa.. apakah sejelas itu" ucap Lia memeriksa wajahnya.


"yaa.. sangat jelas terlihat di wajahmu,(π’Žπ’π’…π’† π’Žπ’–π’“π’–π’π’ˆ, π’”π’†π’…π’‚π’π’ˆ π’ƒπ’‚π’π’šπ’‚π’Œ π’Žπ’‚π’”π’‚π’π’‚π’‰)" ucap rendi sambil menggerakan jarinya ke arah wajah Lia.


"hahaha.. kau ini ada-ada saja" ucap Lia merasa Rendi sangat lucu.

__ADS_1


"hehhe.. kau benar tak ingin cerita padaku" ucap rendi bertanya.


"tidak apa-apa Ren.. aku tidak apa-apa" ucap Lia mengurungkan niatnya untuk bercerita.


"syukurlah kalau memang tidak ada apa-apa" ucap Rendi tak ingin memaksa Lia untuk bercerita padanya.


"Yaa.. sudah aku pulang dulu" pamit Lia dan mengabiskan Cappucinonya. Lia sudah membayar minumannya tadi saat memesannya. "dan kau kembalilah bekerja, tu lihat dika slalu menatapmu, karena kau hanya duduk saja" gurau Lia pada rendi.


Rendi hanya melambaikan tangan pada dika dan tersenyum dan Liapun pergi.


"hati-hati di jalan"ucap Rendi melihat Lia pergi. Lia hanya melambaikan tangannya lalu pergi meninggalkan cafe.


...****************...


Di kediaman Lia.


Jam menunjukan pukul 07:45 Lia mengambil gaun satu-satunya yang dia punya, oleh-oleh dari sang abang dari luar negeri.


"akhirnya gaun ini terpakai, aku kira ini gak akan terpakai" lia tersenyum memandang gaunnya itu di depan cermin. "tapi gaun ini terlalu terbuka, sangat tak nyaman memakainya" ucap Lia lagi merasa risih.



kira-kira seperti inilah gaunnya, maaf kalau menurut kalian ini tidak sesuai harapan kalian.


setelah beberapa menit Lia telah selesai merias dirinya, dan keluar dari kamarnya.


"subhanallah" ucap bu meysa takjub melihat anak gadisnya ini memakai gaun untuk pertama kalinya. "cantik sekali anak ibu" ucap bu meysa lagi. Rupanya Arka sudah menunggu di ruang tamu, mendengar bu mesya ngomong seperti itu Arka melihat ke arah Lia dengan terpesona tak bisa berkata apa-apa. Arka Sudah meminta izin pada Ibu dan Ayahnya Lia.


"aahh.. ayah ibu.. apakah malam ini saja Lia terlihat cantik"ucap lia pada ayah dan ibunya.


"tidak,, kau memang anak ibu yang cantik, tapi malam ini kau sangat terlihat berbeda, kau terlihat sangat cantik sekali" ucap ibunya membanggakan anaknya.


"aahh ibu.. , yaa sudah Lia berangkat sekarang" ucap Lia pada ibu dan ayahnya, lia mengambil tangan aayah dan ibunya untuk salim.


Sedangkan Arka hanya memperhatikan Lia dan berdiri dari duduknya. untuk mengikuti Lia, Lia hanya melihat sekilas ke arahnya.


"ayoo tuan kita berangkat" ucap Lia pada Arka yang dari tadi hanya diam saja saat kedatangan Lia.


"emmhh.. om, tante saya pamit membawa anak om dan tante sebentar" ucap akhirnya tersadar dan pamit pada bu meysa dan pak wahyu.


"iyaa nak..hati-hati di jalan, Lia besikap sopanlah nanti pada orang tua nak Arka" ucap bu mesya tersenyum.


"baik bu, Assalamualaikum" ucap Lia lalu pergi meninggalkan kedua orang tuanya. begitupun dengan Arka mengikuti lia dari belakang.


mereka memasuki mobil dan menuju kerumah orang tuanya Arka.


...****************...


Di kediaman orang tua Arka.

__ADS_1


Terlihat di sana sudah terparkir mobil pamannya Arka, mereka di sambut baik oleh para pekerja ayahnya. Arka memarkirkan mobilnya dan keluar dari mobil begitupun dengan Lia.


"silahkan tuan muda, nona, tuan dan nyonya sudah menunggu di dalam" ucap salah satu pekerja ayahnya.


"ayoo" ucap Arka menggandeng tangan lia. Lia yang di gandeng oleh Arka kaget, dan ingin menghempaskan tangan Arka, tapi Arka menggenggamnya dengan sangat kuat, lalu menatap tajam pada Lia.


"tidak ada perjanjian seperti ini" ucap Lia protes.


"kan sudah aku bilang ikuti saja perintahku,atau.." belum selesai Lia sudah memotong pembicaraan Arka.


" baiklah-baiklah, tapi ini terlalu keras sakit tau" ucap lia.Akhirnya Arka memperbaiki genggamannya dan menatap mata lia penuh dengan perasaan. Lia yang di tatap seperti itu merasa risih.


"mainkan peranmu dengan baik, kalau tidak itu tidak akan lunas malam ini" ucap Arka tersenyum pada Lia.


Lia hanya menghembuskan nafasnya, saat mereka akan sampai ke kumpulan orang yang menungu, tiba-tiba Arka melepas genggamannya dan merangkul pinggang Lia. Lia kaget dan menatap Arka, tapi Arka tak menghiraukannya, dan terus berjalan menghampiri orang tuanya.


"maah.. paah.. Arka sudah datang" ucap Arka pada oranh tuanya. Pak arya dan bu melinda melihat kearah anaknya, begitupun paman dan bibinya maupun Jessica mereka semua melihat ke arah Arka dan gadis yang di bawa oleh Arka.


bu melinda yang merasa senang dengan gadis cantik yang berada di samping anaknya itupun langsung berdiri dan menghampiri anaknya dan Lia. "Ohh.. yaa ampun, anak mama memang pintar sekali memilih pacar, siapa namamu nak" ucap bu melinda antusias.


Lia yang mendengar kata pacar menatap kembali pada Arka, tapi kembali Arka tak menghiraukannya. Lia berusaha melepaskan tangan Arka dari pinggangnya, tapi Arka enggan untuk melepaskannya. "nama saya Lia tante "ucap Lia, "tapi tante.." baru saja lia akan berkata yang sebenarnya, Arka memotongnya.


"Kapan acara makannya di mulai, mah pah.. Arka sudah lapar, dan begitupun dengan Lia mah, yaa kan sayang" ucap Arka yang tiba-tiba mencium kening Lia, Lia kembali kaget dan melotot ke arah Arka. tapi Arka hanya tersenyum padanya. ingin sekali iyaa menghajar laki-laki di hadapannya ini, tapi tidak mungkin di depan orang tuanya, itu akan terlihat tidak sopan. Lia hanya diam saja tak menanggapi ucapan Arka.


"ohh.. yaa sudah, ayo yaah, anakmu sudah lapar... kebetulan mama juga sudah lapar, ayo sayang" ucap bu melinda ke suaminya itu. "ayo kau juga reza, maharani, dan Jessica ayo kita makan bersama"ucap bu melinda lagi. merekapun Akhirnya menuju meja makan, terlihat Jessica selalu menatap ke arah Arka dan Lia dengan Rasa cemburu. Dia menyukai Arka sejak masih SMA makanya dia slalu bersikap hati-hati pada Arka.


Arka baru melepaskan tangannya dari pinggang Lia saat mereka akan duduk di kursi. bu melinda terlihat sangat bahagia.


"Nak Lia pilihlah apa yang kau suka" ucap bu melinda sangat antusias.


"mah, kau sudah melupakan suamimu" ucap Arka pada ibunya itu yang terlalu antusias pada lia.


"ooh,, ya ampun sayang kenapa kau dari tadi diam saja" ucap bu melinda pada suaminya dan mengambil piring suaminya dan mengisinya lalu memberikan pada suaminya.


"kau saja yang terlalu bersemangat, maafkan calon ibu mertuamu ini Lia" ucap pak Arya tersenyum ke arah Lia.


"ohh.. tidak apa-apa om, saya senang sikap hangat tante" ucap Lia membalas senyuman pak Arya.


"sayaang, isilah piringku seperti apa yang ibuku lakukan pada ayahku" ucap Arka tiba-tiba. semua orang menatap ke arah Arka dengan tersenyum kecuali Jessica dan Lia. Lia sangat geram dengan tingkah Arka sejak masuk kerumah ini.


"sayang..mengapa kau hanya menatapku, apakah aku setampan itu" ucap arka lagi. yang membuat Lia benar-benar sangat geram menendang kaki Arka cukup keras. Arka sedikit meringis, "sayang tidak usah malu-malu, mengapa kau mencubitku"ucap Arka membuat semua orang tertawa kecuali jessica dan Lia.


"ambilkanlah nak Lia, dia dulu memang sangat manja pada ibu.. Ibu memang sudah lama tak melihatnya seperti ini, sejak dia kuliah di luar negeri" ucap bu melinda pada lia. Lia terpaksa mengikuti keinginan Arka,dan Arka tersenyum sangat puas. lia memberikan kembali piring nya pada Arka setelah mengisinya, dan menatap tajam pada Arka seakan ingin membunuh, lalu berbisik ke telinga Arka, "aku akan membalasmu setelah ini" ucap lia tersenyum lalu memperbaiki posisi duduknya.


"ya ampun, kalian romantis sekali" ucap bu melinda senang. "apa yang di bisikan lia padamu nak" ucap bu melinda lagi.


"ahh.. mamah pengen tau aja, kalau aku menyebutkan, aku khawatir, lia akan malu" ucap arka pada ibunya dan menatap ke arah lia.


merekapun tertawa, dan mulai menyantap makanan dalam diam, dan beberapa menit setelahnya.. mereka akhirnya menyelesaikan acara makan malam tersebut.

__ADS_1


πŸ₯°πŸ₯°πŸ₯°kalau kalian suka sama ceritanya, silahkan like n komen yaaaa!!!!😘😘😘terima kasih.


__ADS_2