
Kediaman orang tua Arka.
Pukul 04:45 Lia sudah bangun.. karena biasa bangun pagi, Jadi terbangun dengan sendiri. Lia memasuki kamar mandi mencuci muka dan menyikat giginya. "aku Ingin sholat, tapi gimana dengan mungkenanya" ucap Lia seorang diri. Lia Akhirnya keluar kamar dan menuju dapur, "permisi bu" ucap Lia pada salah satu pembantu di rumah orang tuanya Arka.
"iyaa non, ada yang bisa saya bantu" ucap bi imah pada Lia.
"panggil saja saya Lia bu, saya mau sholat bu.. ada yang punya mungkena ndak bu, yang bisa saya pinjam" ucap Lia sopan.
Dari kejauhan Arka memperhatikan Lia, iyaa keluar untuk mengambil Air minum, iya jalan perlahan mendekati Lia, dan memberi kode pada bi imah untuk tak mengatakan keberadaannya.
bi imah kembali fokus pada Lia "di sini sudah peraturannya seperti itu nona muda, jika saya memanggil nama nona seperti itu, saya khawatir nanti siang saya sudah tidak disni lagi"ucap bi imah."dan untuk mungkenanya, punya bibi ada non kalau non mau pake silahkan, biar bibi ambil dulu" ucap bi imah lagi beranjak dari tempatnya.
"baiklah bu kalau begitu" ucap lia. Lia hendak duduk menunggu bi imah, tapi tiba-tiba dari belakang Arka duduk terlebih dahulu, kursi yang akan Lia duduki. Lia kaget melihat keberadaan Arka.
"kau, mengapa kau disini" ucap lia.
"aku ingin minum, ambilkan aku minum" ucap Arka merintah.
"kau kan bisa jalan sendiri ambil" ucap lia sambil menarik 1 kursi lagi.
"tapi bahuku sakit, dan ini bekas gigitanmu" ucap Arka berlagak kesakitan."sakitnya sampai kebahuku yang sebelahnya, jadi tolonglah ambilkan" ucap Arka.
"dasar lemah" ucap Lia bangkit dari duduknya dan pergi mengambil Air minum. Arka yang di bilang lemah tidak terima dan menghampiri lia lalu menghimpitnya dari belakang dengan kedua tangannya menggenggap tangan Lia yang memegang gelas dan teko kecil berisi air. hal itu di lihat oleh bi imah yang membawa mungkena, bi imah tidak berani mengganggu. "kau bilang aku lemah" ucap Arka. "kau ingin mencoba kekuatanku.. hemm" ucap Arka menaruh wajahnya di bahu Lia. Lia berpikir sejenak, jika iya berbalik itu membuat situasi tidak baik, akhirnya Lia menginjak telapak kaki Arka lagi dengan keras.
"Aahhww.. ahw.. kau ini selalu saja main fisik"ucap Arka melepaskan Lia. lia kembali menaruh gelas dan tekonya.. bi imah sedikit menahan tawa dan mundur lalu maju lagi, seolah-olah iya baru datang.
Lia tidak menghiraukan Arka.
bi imah menghampiri Lia," ini non mungkenanya" ucap bi imah memberikan mungkena tersebut.
"terima kasih bu, saya pinjam sebentar" ucap Lia meninggalkan Arka dan bi imah.
"sabar den, sepertinya dia bukan wanita yang mudah" ucap bi imah.
"bi jangan bilang ini pada mamah dan ayah yaa" ucap Arka mewanti-wanti bi imah.
"aman den, bibi yakin dia wanita yang sangat baik den" ucap bi imah lagi sambil melanjutkan pekerjaannya.
"iyaa bi, dia memang gadis yang baik bi, cuma sedikit kasar"ucap Arka menuang Air minum di gelas dan meneguknya, lalu menghampiri bi imah lagi. bi imah adalah wanita paruh baya yang sering memasakan Arka di apartemen, kadang langsung membawa makanan dari rumah orang tua Arka.
__ADS_1
"coba bibi lihat ini, ini, dan ini" ucap Arka menunjukkan sudut bibirnya, jidatnya dan terakhir bahunya. "dia wanita gila bi" ucap Arka lagi.
"itu pasti ada alasannya mengapa dia sampai seperti itu, bukankah kaki den Arka juga" ucap bi imah akhirnya.
"apa bibi melihat semuanya" ucap Arka sedikit malu.
"maafkan bibi den, tidak sengaja melihatnya, makanya bibi tadi bilang, kalau dia bukan wanita yang mudah den" ucap bi imah. lama mereka bercerita sampai Akhirnya Lia datang kembali ke dapur, bermaksud ingin membantu. karena melihat kedatangan Lia, bi imah dan Arka mengubah ceritanya.
"bi waktu bibi masih muda, suka pria yang seperti apa?"ucap Arka melirik ke Lia. Lia menghampiri bi imah.
"biar lia bantu bu" ucap Lia pada bi imah lia tidak menghiraukan keberadaan Arka.
"tidak usah non"ucap bi imah menolak.
"saya tidak tau mau berbuat apa disini bu, jadi biarkan saya membantu bu" ucap lia pada bi imah.
"sayang, bikinkan aku kopi" ucap Arka pada lia.
"non, bikinkan den Arka saja kopi, lagi pula ini sebentar lagi selesai" ucap bi imah.
Lia akhirnya membuatkan secangkir kopi untuk Arka, lalu memberikannya kepada Arka "terima kasih calon istriku" ucap Arka tersenyum semanis mungkin tapi lia mengabaikannya.
Lia kembali mendekati bi imah dan membantunya tanpa meminta persetujuan bi imah lagi, karena dia bingung mau ngapain di rumah orang kalau tidak melakukan apapun.
"tidak apa-apa bi" ucap Lia.
"sudah bi, biarkan saja calon Istriku membantu bibi biar dia belajar jadi istri yang baik nantinya" ucap Arka menengahi perdebatan mereka. Lia menatap ke arah Arka, "siapa juga yang mau jadi istrimu"batin lia.
setelah semuanya selesai, Lia membantu merapikannya di meja makan. Arka trus duduk di tempatnya dan memperhatikan setiap gerakan lia.
Setelah selesai Liapun masuk kamar dan mengganti pakaiannya dengan pakaian yang tadi malam. Arkapun kembali kekamarnya dan mandi, setelah selesai mandi dan berpakaian iya kembali lagi ke meja makan, di lihatnya sudah ada mamah dan ayahnya di meja makan.
"Lia belum ke sini mah" ucap Arka pada mamahnya.
"belum nak, panggil Lia suruh sarapan" ucap bu melinda. Arka kembali melangkah ke kamar tamu untuk menyusul Lia "tok.. tok.. tok.. Lia ayo sarapan" ucap Arka di balik pintu.
tidak lama pintu terbuka, Lia menutup kembali pintu. "kau sudah mengganti lagi pakaianmu" tanya Arka.
"setelah ini Antar aku pulang, urusan kita sudah selesai" ucap Lia sambil menuju ke dapur.
__ADS_1
"baiklah, yang penting kau sarapan dulu" ucap Arka ikut melangkah ke dapur.
Setelah sampai di meja makan..
"duduklah nak, mari kita sarapan" ucap bu melinda.
"ohh, ya ampun ibu lupa, apa nak lia tidur dengan pakaian seperti ini tadi malam" ucap bu melinda lagi.
Lia duduk bersebelahan "tidak bu, Mas Arka meminjamkan baju tidurnya, ini Lia baru saja menggantinya" ucap lia sambil membalikan piring. Saat ini Arka mengambil makanannya sendiri. Dan dia juga mengambilkannya untuk lia. Lia menengok sebentar ke arah Arka saat piringnya di ambil dan di isi nasi beserta kawan-kawan.
"Arka nak Lia kenapa dengan jidat kalian sampai biru begitu" ucap Pak Arya yang dari tadi hanya memperhatikan sikap kedua.
"ohh ini yah, tidak apa-apa yah" Arka tersenyum menanggapi pertanyaan Ayahnya.
Lia hanya dia saja dan memulai sarapan dia bingung mau jawab apa, mau bohong gak enak juga, jadi lia memilih diam saja. bu melinda menyikut suaminya, "ya sudah ayo kita sarapan"ucap bu melinda. dan merekapun akhirnya sarapan dalam diam. setelah beberapa menit selesailah mereka dengan sarapan dan kembali keruang tamu.
"bu, ayah, lia pamit pulang dulu"ucap lia.
"langsung pulang nak" ucap bu melinda.
"iyaa bu, kapan Lia main kesini lagi" ucap lia memainkan perannya lagi.
bu melinda tersenyum "baiklah hati-hati di jalan" ucap bu melinda.
Lia kembali masuk kamar untuk mengambil tas sampingnya. Arkapun mengambil kunci mobilnya lalu kembali keruang tamu begitu juga dengan lia.
"bu Lia pulang dulu" ucap lia lagi mengulurkan tangan untuk salim karena sudah terbiasa. bu melindapun menberikan tangannya dan begitu juga dengan pak Arya. Arkapun akhirnya mengikuti apa yang di lakukan lia pada orang tuanya. bu melinda membelai kepala Arka dengan bahagia. begitu juga dengan pak Arya.. dia senang sekali sikap baik lia bisa membawa Arka. Pak Arya yakin Lia gadis yang sangat baik, dia pantas untuk Arka, karena membawa pengaruh baik pada Arka.
"Assalamualaikum yaah, bu" ucap lia..
"waalaikumsalam nak lia" ucap bu melinda tersenyum bahagia.
"Arka antar Lia dulu mah, yah" ucap Arka pada orang tuanya.
"iyaa , sayaang hati-hati, pelan-pelan saja"ucap bu melinda. Ayahnya hanya menganggukkan kepalanya sambil tersenyum.
Arka dan Liapun meninggalkan rumah, saat baru saja masuk kedalam mobil di lihatnya mobil pamannya datang.
"ada apa paman, sepagi ini sudah kemari" ucap Arka ngomong seorang diri.
__ADS_1
"jika kau penasaran tanya saja dulu..!!" ucap lia.
Tapi Arka tak berniat untuk turun lagi, di lihatnya pamannya itu sudah memasuki rumah. Arkapun menjalankan mobilnya menuju rumah Lia.