Gadis Tomboi Cantik Itu Kekasihku

Gadis Tomboi Cantik Itu Kekasihku
Maaf


__ADS_3

Di kediaman rumah Lia


"Assalamu'alaikum yaah.. bu.. kami pulang" ucap Lia memasuki rumah,, karena pintu memang tidak di kunci.


"waalaikumsalam.. owalah dini ketiduran"ucap ibunya, melihat dini di gendongan Ardi. "Yang lain langsung pulang kah nak?" ucap bu meysa lagi menengok kebelakang tak melihat seorangpun selain anak-anaknya.


"iyaa bu.. bos Ardi juga langsung pulang, katanya salam aja sama ibu dan ayah, kapan-kapan main kesini lagi"ucap Ardi berbohong karena bosnya itu pergi tanpa pamit.


"oohh.. iyaa sudah langsung aj bawa dini ke kamarnya di'..!!!" ucap bu meysa pada Ardi anaknya itu. Ardipun langsung membawa Dini kekamarnya dan menidurkannya di kasur, ibu mengambil handuk kecil dan air hangat, untuk mengelap tangan dan kaki dini.


"bu.. Ardi langsung kekamar yaa.." ucap Ardi pada ibunya.


"iyaaa.. istirahatlah nak" ucap bu meysa.


Ardi menuju kamarnya, di liatnya kamar lia sudah tertutup. "Liaa.. apa kau sudah tidur?" tanya Ardi dari luar pintu. Tapi Ardi tak mendapat jawaban, Ardi lanjut jalan menuju kamarnya, dan memasuki kamar mandi untuk membersihkan badannya.


sedangkan di dalam kamar Lia, Lia sebenarnya belum tidur, dia mendengar abangnya memanggil, tapi dia malas untuk menjawabnya, karena Lia memikirkan bagaimana caranya iyaa.. meminta maaf pada bos abangnya itu.


"oohh.. yaa ampun, harus kah aku meminta maaf, dan soal handphone, bagaimana caranya aku menggantinya dengan uangku sendiri.. aarrgg, bodohnya aku" Lia mengacak rambutnya dan berguling-guling di tempat tidur.


...****************...


Di Apartemen Arka.


Arka sudah selesai membersihkan tubuhnya dan berdiri di depan kaca.


"ohh.. ada apa dengan sudut bibirku, dan pipi ku..apa kah sekuat itu dia memukulku, aku tidak bisa masuk kerja dengan keadaanku seperti ini" ucap Arka mengambil kartu di saku celana yang tadi dia pakai, dia akan menghubungi Ardi menggunakan hp lamanya untuk tidak masuk bekerja besok.


"Halo Ardi.. saya besok tidak masuk bekerja, jadi handle semua pekerjaan saya yang bisa kamu kerjakan, kalau ada rapat tunda saja" ucap Arka pada Ardi di sambungan telpon.


"baik bos, bos boleh saya bertanya"ucap Ardi ragu, ingin bertanya masalah handphone yg di rusak oleh Lia.


"Ada apa"ucap Arka singkat.


"Soal handphone bos yang tidak sengaja Lia rusakkan?" ucap Ardi.


"Suruh adikmu besok ke Apartemen saya, nanti saya kirim Alamatnya" ucap Arka santai.


"tapi bos, kenapa harus ke apartemen anda, apa yang akan anda lakukan pada adik saya" ucap Ardi khawatir pada Adiknya Lia.


"Dia harus bertanggung jawab atas perbuatannya, entah itu tentang handphone atau wajah saya, tenang saja aku tidak akan melakukan apa yang kamu pikirkan, adikmu jago karate tak akan semudah itu membuat dia ada di bawahku" ucap Arka sedikit tersenyum dengan kekhawatiran Ardi pada adiknya itu. "aku hanya akan membuat kesepakatan dengannya, jadi kau tenang saja... ya sudah saya tutup telponnya" ucap Arka langsung memutuskan sambungan telpon tanpa menunggu jawaban dari Ardi.


Arka merebahkan tubuhnya di atas kasur, dia sudah mendapatkan ide untuk membawa Lia ke rumah orang tuanya, agar ayahnya percaya bahwa dia benar-benar sedang dekat dengan seorang gadis. Arka tersenyum puas.. lalu Arka memejamkan matanya dan mengingat kejadian di bianglala.. deg deg.. kembali jantungnya berdetak tak karuan, "kau sungguh menawan lia" ucap Arka.

__ADS_1


tak lama kemudian dia sudah terlelap jam sudah menunjukan pukul 11:45pm.


...****************...


tok.. tok.. tok.. "Lia buka pintunya, ada yang abang ingin bicarakan" ucap ardi di luar pintu kamar Lia.


Jam menunjukan pukul 05:00am.


kreeek.. suara pintu terbuka.


" ada apa bang" ucap lia dengan menggunakan mungkenanya.


"kau sudah selesai sholat, atau baru mau sholat?"tanya Ardi sambil masuk ke kamar Lia dan duduk di sisi ranjang Lia.


"baru saja selesai bang" ucap Lia mengikuti abang di belakang dan ikut duduk di sisi ranjangnya. "ada apa bang, apa yang mau bang Ardi bicarakan"tanya lia penasaran.


"begini Lia, tadi malam bos Ardi nelpon saya, dia hari ini tidak masuk kerja, dan itu gara-gara dirimu lia" ucap Ardi melirik adiknya itu, untuk melihat respon Lia.


"ohh.. yaa, apa kah itu karena wajahnya yg memar bang?"tanya lia lagi sambil melepas mungkenanya.


"iyaa, dia bos di kantor Lia akan menjadi pertanyaan besar nantinya" ucap Ardi. "jadi bos Arka meminta pertanggung jawabanmu lia" ucap Arka lagi.


"pertanggung jawaban yang bagaimana bang" ucap Lia bingung.


"entahlah, kau datang saja ke apartemennya setelah selesai ngampus, dan ini alamatnya, kau tenang saja dia tidak akan macam-macam padamu, kalau dia berani macam-macam tendang saja anunya"ucap Ardi memberi penjelasan pada adiknya itu.


"ya sudah ayo turun sarapan, kau anak gadis bantu ibu di dapur"ucap Ardi sambil melenggang keluar dari kamar Lia.


"iyaa bang" ucap Lia.


Mereka ke dapur, dan melihat ibunya sudah sibuk di dapur, Lia langsung membantu ibunya. "biar Lia bantu yaa bu"ucap lia pada ibunya.


"Lia susun piring di meja aja, sama ikan dan nasinya" ucap bu meysa sambil mengaduk sayurnya.


"oke bu"ucap lia.. lia menaruh piring, gelas, ikan , nasi dll ke meja makan. Ibu selesai dengan sayurnya dan menghidangkan di meja makan. mereka sarapan dengan nikmat, jam menunjukan pukul 07:00 pagi.. Ardi siap berangkat kekantor, begitupun ayahnya lia mereka akan pergi bersama. Ardi menggunakan mobilnya dan Ayahnya menggunakan motornya untuk menuju ketempat kerjanya. Ohh yaa.. pak wahyu seorang montir, dia memiliki bengkel pribadi, bengkelnya di buka mulai jam 08:00 pagi sampai jam 05:00 sore. Bengkelnya cukup rame dan cukup besar. Liapun sering kebengkel ayahnya saat tidak ada kerjaan, dia akan membantu ayahnya di bengkel.


Lia pun kembali kekamarnya, untuk menyiapkan segala sesuatu untuk kuliah pagi ini, iya akan mampir sebentar ke apartemen Arka.


"okee sudah siap" ucap lia.. lia kembali merias dirinya, rambut ikalnya di ikat tinggi ke belakang memakai celana levis, baju kaos , dan jaket kulit andalannya.


"oke sudah siap" ucap lia berdiri dari kaca dan mengambil tas ranselnya lalu keluar kamar.


"bu Lia berangkat kampus dulu" ucap lia mengambil tangan ibunya untuk salim. "assalamualaikum" ucap lia lagi.

__ADS_1


"iyaa waalaikumsalam...hati-hati di jalan Lia, pelan-pelan saja bawa motornya" ucap bu meysa pada lia.


"iyaa bu"ucap lia.


...****************...


Di Apartemen Arka.


Arka baru saja bangun dari tidurnya dan langsung masuk kamar mandi, di lihatnya jam menunjukan pukul 09:10 pagi.. Arka mandi setelah itu turun kebawah untuk sarapan, tidak langsung menggunakan pakaiannya. makanan sudah siap di meja makan, Arka mengambil piring dan sarapan. selesai sarapan kembali kekamar untuk memakai baju. belum sempat masuk kamar...ting nong.. suara bel pintu. Arka membuka pintu di lihatnya siapa yang datang.


"masuk" ucap Arka.


Ardi masuk membawa beberapa berkas untuk di tanda tangani bosnya itu.


"ada beberapa berkas yang harus di tanda tangani hari ini juga pak" ucap Ardi pada Arka.


"Yaa.. taruh saja dulu di meja, duduklah saya mau pakai baju dulu, ohh yaa apa kau sudah katakan pada adikmu?" Ucap Arka.


"sudah bos, selesai ngampus dia akan kesini" ucap Ardi.


"oke"ucap Arka tersenyum berjalan meninggalkan Ardi sendiri di ruang tamu.


selesai memakai pakaian Arka kembali menemui Ardi di ruang tamu.


"kau lihat ini, perbuatan adikmu" ucap Arka menunjukan sudut bibirnya yang biru. "adikmu sangat kuat" ucap Arka lagi.


Ardi melihat sudut bibir dan tulang pipi bos nya itu memang kelihatan agak memar. "maafkan adik saya Lia bos" ucap Ardi.


"aku ingin adikmu sendiri yang meminta maaf" ucap Arka sambil mengambil beberapa berkas di meja dan menanda tanganinya.


"jadi kau langsung kembali kekantor" ucap Arka lagi.


"iyaa bos, di kantor masih banyak pekerjaan" ucap Ardi. "kalau begitu saya langsung pamit bos Arka" ucap Ardi berdiri dan mengambil kembali beberapa berkas tersebut.


setelah Ardi tidak ada, arka masuk ke ruang kerjanya, dan mengerjakan sesuatu di sana tanpa terasa jam sudah menunjukan pukul 12:15 siang.


Arka keluar dari ruang kerja dan kedapur untuk mengambil Air minum.


ting nong ... suara bel pintu berbunyi.


di lihatnya Lia di depan pintu apartemennya, dia tersenyum dengan kedatangan lia dan membuka pintu.


"Assalamualaikum" ucap lia masuk saat pintu terbuka, dan menutup pintu kembali.

__ADS_1


"waalaikumsalam, masuklah" ucap Arka melenggang keruang tamu.


Lia yang melihat itupun mengikuti arka di belakang. Arka duduk dan memperhatikan lia yang terlihat berbeda tidak se arogan biasanya. "duduklah" ucap Arka. Liapun duduk di kursi menghadap Arka, di lihatnya memar di wajah Arka. "maaf" ucap Lia satu kata yang di tunggu oleh Arka. "soal tadi malam, dan membuat wajahmu seperti itu" ucap lia lagi. Arka tersenyum puas memandang wajah lia yang merasa bersalah.


__ADS_2