Gadis Tomboi Cantik Itu Kekasihku

Gadis Tomboi Cantik Itu Kekasihku
Baby Gede


__ADS_3

Liapun bersiap-siap akan ikut Arka dan Abangnya ke apartemen, diapun mengambil jaket dan tas sampingnya. Sedangkan Ardi membantu memapah bosnya menuju mobil.


"Bu, Yah... saya pamit pulang dulu",ucap Arka saat berpapasan di depan pintu.


"Iya, hati-hati di jalan, Di,, gak usah ngebut bawanya",ucap bu Mesya.


"Iyaa bu, Ardi juga pamit bu",ucap Ardi lalu mencium punggung tangan ibunya.


"Iyaa,, sayang",ucap bu Mesya tersenyum.


"Lia juga bu pamit",ucap Lia yang baru datang dengan membawa selimut dan salim pada ibunya.


Bu Mesya Pun tersenyum dan mengusap kepala anak gadisnya. "Iya sayang, jadilah gadis yang manis, jangan jadi gadis yang kasar",ucap Bu Mesya lagi. Lia hanya tersenyum menanggapi ucapan ibunya lalu mengikuti Arka dan abangnya memasuki mobil. Saat iya membuka pintu depan


"Duduk di belakang dek",ucap Ardi. Lia melihat Arka sudah berada di kursi belakang dengan menyandarkan kepalanya dan melipat tangannya didada sambil menggigil. Liapun menutup kembali pintu depan dan duduk di sebelah Arka.


"Ni pakailah selimut",ucap Lia menyodorkan selimut pada Arka dan Arkapun menerima lalu membaringkan kepalanya di paha Lia.


"Ehh..",ucap Lia kaget mengangkat kedua tangannya. Ardi hanya tersenyum melihatnya dari kaca depan setir lalu iyapun menghidupkan mesin mobil dan menjalankannya.


Lia melihat ke abangnya lalu kembali menatap Arka yang memejamkan matanya,"Mengapa kau baring seperti ini",ucap Lia ingin mengangkat kembali kepala Arka namun terhenti.


"Karena lebih nyaman seperti ini, Lia kepalaku pusing",ucap Arka dengan nada lemahnya.


Liapun pasrah dan memperbaiki selimut Arka, di sepanjang perjalan tanpa sadar Lia terus memijat kepala Arka sampai Arka ketiduran. Setelah beberapa menit menempuh perjalanan merekapun sampai di apartemen jam sudah menunjukkan pukul 07:30.


"Bangun mas Arka, kita sudah sampai",ucap Lia membangunkan Arka. Arkapun bangun sedangkan Ardi membuka pintu mobil dan membantu bosnya itu Lia menarik selimut dan membawanya. Sampailah mereka di Apartemen Arka, Ardipun langsung membaringkan Arka di kasur.


"Bos, saya tidak bisa lama disini saya juga sudah menelpon dokter bos sebentar lagi dokter Dimas datang",ucap Ardi pada Arka.


"Iya di, kalau kau kerepotan kau bisa minta bantu Jessica",ucap Arka dengan mata yang tertutup.


"Baik bos",ucap Arka.


"Dek, jaga bos abang",ucap Ardi yang melihat Lia hanya berdiri di depan pintu. Lia hanya menganggukkan kepalanya.


"Bang, apa gak papa Lia disini",ucap Lia meraih tangan abangnya saat akan melewati dirinya.


"Memang kenapa, apa kau takut di apa-apain oleh nya, emangnya tadi malam kalian kemana sampai dia bermalam di rumah dan demam",ucap Ardi berbisik pada Lia, Lia kaget dan melepaskan tangan abangnya dengan wajah memerah seperti kepiting rebus.


"Lihatlah wajahmu memerah",ucap Ardi tersenyum dengan menampakkan deretan giginya lalu mengusap rambut adiknya.


"Ooh.. Adik abang sudah dewasa", ucap Ardi menggoda Lia. Liapun langsung mendorong abangnya dan ikut mengantar abangnya keluar karena di lihatnya Arka juga tertidur.


"Dek, tadi malam pak Arka membawamu kemana",ucap Ardi kepo.


"Tidak kemana-mana",ucap Lia berbohong.

__ADS_1


"Jangan bohong, tadi malam loh ibu telpon abang karena kau belum pulang sampai jam 10 malam, hayoo",ucap Ardi.


"sudah sana berangkat",ucap Lia mendorong abangnya keluar.


"Dek tadi malam loh abang liat semuanya saat bos abang menggendongmu ala karung beras",ucap Ardi tertawa, Lia langsung menutup pintu apartemen.


"Ooh, ya ampun apakah bang Ardi ada di sana juga tadi malam", Lia menepuk jidatnya lalu menuju dapur dan mengambil air minum lalu meneguknya entah mengapa dia merasa sangat haus.


Di Lihatnya di meja makan, sudah tersaji berbagai macam masakan, "apakah ini masih baru",ucap Lia memengang ikan goreng, "Ehhh..iya ini masih baru dan ini masih panas", ucap Lia lagi. Iyapun mengambil piring dan menyajikan kembali untuk Arka makan, karena makanan tadi habis di muntahkan oleh Arka. Setelah selesai mengemas semua makanan ke nampan terdengar suara bel pintu Liapun menghampirinya dan bertanya "Siapa",ucap Lia.


"Saya Dimas, Dokter pribadi Arka",ucap Dimas.


Liapun langsung membukakan pintu.


"Silahkan masuk dok, Mas Arkanya ada di kamar",ucap Lia mempersilahkan Dimas, Dimaspun tersenyum dan langsung menuju kamar. Liapun kembali kedapur untuk mengambil nampannya lalu ikut masuk ke kamar Arka dengan membawa nampan tersebut.


"Gimana dok",ucap Lia bertanya sambil menaruh nampannya di meja.


"Tipes nya kambung, Setelah makan beri dia makan obat ini",ucap Dimas menyodorkan beberapa macam obat.


"Ohh, Iya dok",ucap Lia menerima obat dari Dimas.


"Tapi...",ucap Dimas belum selesai Lia sudah memotongnya.


"Tapi...kenapa dok, apakah ada penyakit lain",ucap Lia panik, Arka tersenyum tipis mendengar kekhawatiran Lia.


"Tidak, bukan itu nona",ucap Dimas juga ikut tersenyum menampakkan deretan gigi.


"Dia hanya sedikit susah memakan obat",ucap Dimas.


"Ohh..",ucap Lia.


"Ya sudah kalau begitu saya permisi dulu Lia",ucap Dimas akhirnya.


"Iya dok, mari saya antar",ucap Lia.


"Ohh.. tidak usah Lia, disini aja tidak usah mengantar saya, karena yang lebih membutuhkan anda pak Arka",ucap dokter Dimas pada Lia.


"Oh, baiklah kalau seperti itu",ucap Lia pada Dimas lalu melihat ke arah Arka.


"Pak Arka, semoga cepat sembuh",ucap Dimas sebelum meninggalkan mereka Arka hanya menanggapinya dengan senyuman.


"Terima Kasih dok", ucap Lia menundukkan kepalanya.


"Sama-sama, saya titip pak Arka",ucap Dimas lagi sambil tersenyum. Lia hanya menganggukkan kepalanya. Dimas pun akhirnya meninggalkan mereka berdua.


"Mas, Arka makan dulu,baru makan obat",ucap Lia.

__ADS_1


Krrooooookkk... suara perut Lia, Lia kaget dengar suara perutnya, iya sampai melupakan dirinya kalau iyapun belum sarapan.


"Makanlah juga Lia, mengapa kau mengambil nasi sebanyak ini untuk orang sakit",ucap Arka lagi melihat piring penuh.


"Ohh, hehe",Lia tidak bisa berkata-kata selain tertawa kecil dan menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


"Ini makanlah dulu, setelah itu baru makan obat kalau aku gampang, kan aku sehat",ucap Lia mulai menyuapi Arka, Arka pun membuka mulutnya menerima suapan dari Lia. Hanya 3 suapan yang masuk.


"Sudah Lia",ucap Arka pelan.


"Baiklah, sekarang minumlah",ucap Lia memberikan minum, Arka meminumnya dan terus menatap Lia.


"Mengapa kau menatapku seperti itu",ucap Lia.


"Kau sangat cantik Lia",ucap Arka "Dan terima kasih mau merawatku, jadilah istriku Lia",ucap arka lagi.


"Kau ini ngomong apa",ucap Lia membukakan obat untuk Arka.


"Lia, aku tidak bisa makan obat seperti itu",ucap Arka melihat butiran obat.


"Lalu seperti apa",ucap Lia bertanya.


"Haluskan dulu obatnya",ucap Arka.


"Kau ini seperti anak kecil saja, muka arogan makan obat harus di haluskan ckckck",ucap Lia menggelengkan kepalanya. Arka hanya tersenyum melihat Lia mengomel.


"Ya sudah tunggu dulu aku ambil sendok",ucap Lia berdiri dan membawa kembali nampan lalu meninggalkan Arka.


Setelah beberapa menit datanglah Lia kembali dengan membawa sendok, dan duduk kembali di samping Arka lalu mengambil obat tadi dan menghaluskannya. Setelah selesai iya pun memberikannya pada Arka.


"Bentar dulu",ucap Arka menahan sendok.


"Kenapa lagi",ucap Lia heran.


"Ambil dulu air minum",ucap Arka .


"Dasar Baby besar",ucap Lia lalu mengambil air minum dan memberikannya pada Arka. Arkapun menerima lalu meminummya. Kembali Lia menyodorkan sendoknya ke arah mulut Arka.


"bentar dulu Lia, sepertinya aku tidak bisa minum obat",ucap Arka lagi.


"Ya ampun kau ini, benar-bener yaaa",ucap Lia lalu menaiki tubuh Arka dan membuka paksa mulut Arka lalu memasukkan obatnya dengan cepat dan memencet hidung Arka, Arka terpaksa menelan obatnya karena kaget dengan tindakan mendadak dari Lia dan menaruh gelas kembali di meja.


Liapun tersenyum melihat Arka yang menelan obatnya, Arka yang melihat senyuman Lia itupun langsung menangkap tengkuk Lia dan ******* bibir ranum Lia, Arka terus melumati bibir Lia dan meraba punggung Lia.Lia kaget dengan serangan Arka dan merasakan pahit di bibirnya lalu iyapun mendorong Arka, Karena tubuh Arka yang lemah, Arkapun melepaskannya dan langsung memejamkan matanya. Liapun mengelap bibirnya dan bangun dari posisinya lalu meninggalkan Arka ke dapur.


Sesampainya di dapur Lia memegang dadanya yang tak beraturan dan duduk di kursi dengan lutut yang lemas. "Ya ampun, apa yang baru saja terjadi", ucap Lia memegangi lututnya. Tak di rasanya lagin perutnya yang lapar iya hanya meneguk air putih yang ad di meja.


🥰🥰🥰

__ADS_1


Selamat membaca... 😍😍


jangan lupa tinggalkan like n komennya ya, terima kasih🙏🤗🤗


__ADS_2