
Apartemen Arka.
Lia masih berada di dapur dengan kaki yang masih lemas, nampan bekas Arka makan masih iya hadapi, di lihatnya lagi piring bekas Arka makan.
"Sayang kalau di buang akan mubazir",ucap Lia lalu menyuapkan makanan bekas Arka ke mulutnya.
Selesai makan Lia membersihkan alat makan yang iya gunakan tadi. Di lihatnya jam sudah menunjukan pukul 01:00 siang iya pun merebahkan tubuhnya di sofa ruang tamu dan memejamkan matanya mengistirahatkan tubuhnya.
Arka yang berada di kamar terbangun karena merasa haus, di lihatnya di atas nakas tak ada air minum iya pun bangun dengan tubuh yang sudah merasa lebih baik, iya pun keluar kamar dan menuruni tangga di lihatnya Lia yang tidur di sofa ruang tamu. Arka hanya tersenyum mengingat ciumannya ke Lia tadi yang sebenarnya membangunkan pusakanya. Saat Lia mendorong tubuhnya baru iya menyadari tindakannya.
"Lia, kau benar-benar membuatku gila", ucap Arka melihat wajah teduh Lia saat tidur. Arka pun menyikap rambut Lia yang sedikit menutupi wajah Lia. Arka pun mengecup singkat kening Lia. Lalu pergi kedapur untuk mengambil minum.
Lia yang merasa tidurnya terganggu itupun membuka matanya, di lihatnya punggung Arka yang menuju kedapur. Lia memegang dadanya, "kalau aku terus di sini, bisa-bisa aku sakit jantung", ucap Lia dalam hati merasakan detak jantungnya tak beraturan.
Arka kembali ke ruang tamu dan menghampiri Lia, Lia yang mengetahui kedatangan Arka pun kembali memejamkan matanya, untuk berpura-pura tidur.
Arka menghampiri tubuh Lia yang meringkuk di sofa, lalu mengangkatnya untuk memindahkan tubuh Lia ke kasur di kamar tamu, spontan itu membuat Lia kaget bukan kepalang, Lia pun membuka matanya.
" a... apa yang kau lakukan, turunkan aku..!! ", ucap Lia menatap wajah Arka yang tak merespon ucapannya.
" Owh.. ternyata kau sudah bangun", ucap Arka enteng tetap membawa tubuh Lia masuk ke kamar tamu dan merebahkan Lia di kasur.
"Sepertinya kau sudah sehat Pak Arka yang terhormat", ucap Lia menekan kata-katanya saat tubuhnya sudah berada di kasur.
" Iyaa, dan itu berkat dirimu", ucap Arka tersenyum penuh arti menatap wajah merah Lia. "kau sangat menggemaskan dengan wajahmu yang memerah Lia", Ucap Arka tak tahan ingin mengoda Lia.
Lia melotot kan matanya dan memegang kedua pipinya yang terasa panas. " Apaan sih, aku harus pulang sekarang", ucap Lia hendak beranjak namun Arka menahan tubuh Lia agar tetap berada di kasur.
"Istirahatlah aku akan keluar", ucap Arka lembut lalu mengecup kening Lia. Lalu meninggalkan Lia yang diam tanpa kata-kata.
Saat suara pintu kamar tamu tertutup barulah Lia sadar, " Astaga ada apa dengan diriku",ucap Lia menutup wajahnya dengan kedua tangannya. Lalu iya pun merebahkan tubuhnya di kasur, untuk menenangkan detak jantungnya.
Sedangkan Arka memasuki kamarnya dan mengambil handphone untuk menelpon Orang tua Lia.
tut.... tut.. tut...
"Halo", ucap bu Mesya
" Halo bu, bolehkah saya menahan Lia malam ini di apartemen saya", ucap Arka antusias berharap calon mertuanya mengizinkannya.
"Maaf nak Arka, tidak baik wanita dan pria dewasa berada di satu ruangan tanpa ikatan, Biar nanti Ardi yang menemani Nak Arka ya", ucap bu Mesya lembut.
" Baiklah bu kalau begitu, maaf mengganggu waktu ibu", ucap Arka melemas.
"iyaa, tidak apa-apa gimana keadaanmu, sudah lebih baik", ucap bu mesya lagi.
" Iya bu,, sudah lebih baik", ucap Arka.
"Oh ya nak Arka Lia nya kemana", ucap bu mesya. penasaran.
" Lia tidur bu", ucap Arka lagi.
__ADS_1
"oh, ya sudah kalau begitu istirahat saja nak Arka", ucap bu mesya mengakhiri obrolannya.
sambungan telponpun terputus.
Arka kembali menelpon mamahnya, bu Melinda.
" Halo mah", ucap Arka.
"Iya, Halo sayang", ucap bu Melinda.
" Mah, datanglah nanti kerumah Lia jam 05:00 sore bersama Ayah", ucap Arka tidak ingin di bantah.
"Mau ngapain", ucap bu Melinda merasa heran.
"Aku mau melamar Lia mah", ucap Arka tanpa bertele-tele.
" Apa...?", ucap bu Melinda terkejut dengan ucapan anaknya.
"Iya ma, pokoknya Mama sama Ayah harus datang", Arka pun langsung mematikan sambungan telponnya tanpa mendengarkan ucapan mamanya lagi.
Jam sudah menunjukan pukul 04:00 sore Arka kembali kekamar tamu dengan wajah yang sudah segar, tubuhnya benar-benar cepat pulih dengan keberadaan Lia di sisiNya dan rencana lamarannya yang membuatnya merasa bersemangat, melihat keterkejutan Lia nantinya.
Melihat Lia yang nampak nyaman tidur itu iya pun menghampirinya. Lama Arka menatap wajah lelap Lia, "Bibirmu sangat menggoda sayang", ucap Arka mengusap bibir Lia dengan ibu jarinya. Lalu Arka menatap buah dada Lia yang nampak menyembul di balik bajunya, Arka menelan salivanya dengan kasar. Arka pun mengalihkan pandangannya dan menutup dada Lia dengan selimut.
" Sayang, bangunlah sudah sore", ucap Arka menggerakkan tubuh Lia.
"emmggh.. bang, Lia masih ngantuk", ucap Lia di kiranya Arka itu Ardi abangnya.
Lia yang menyadari kalau itu bukan suara abangnya pun langsung membuka matanya, begitu membuka matanya iya pun terkejut buka kepalang dan langsung bangkit dari tidurnya, Alhasil jidat merekapun berbenturan.
"aahh... dasar mesum", ucap Lia menyapu jidatnya yang terasa sakit karena berbenturan dengan jidat Arka.
Arka hanya tersenyum, tanpa menanggapi ucapan Lia. "Bersiaplah aku akan mengantarmu pulang", ucap Arka lalu bangkit dari duduknya lalu meninggalkan Lia.
Lia pun langsung beranjak dari tempat tidur, dan merapikan nya lalu masuk kamar mandi untuk mencuci wajahnya.
Arka menunggu Lia di ruang tamu tak berapa lama pun Lia keluar dari kamar.
" Ayo,.. tapi apa kau sudah lebih baik", ucap Lia sedikit khawatir.
"Emmh", ucap Arka mengambil kunci mobilnya lalu keluar.
Jam 05:05 sampailah mereka di rumah Lia.
" Loh, kok rame di rumah ada apa ya", ucap Lia sedikit khawatir.
Saat mobil berhenti Lia buru-buru membuka pintu mobil dan masuk kerumah.
"Assalamu'alaikum", ucap Lia memasuki rumah.
Di lihatnya ada kedua orang tua Arka, kedua orang tuanya, abangnya tante dan om nya yang di surabaya di ruang tamu.
__ADS_1
"Waalaikumsalam", ucap mereka bersamaan.
Lia duduk langsung menghampiri ibunya.
"Bu ada apa ini", ucap Lia heran.
" Duduklah dulu nak",ucap bu mesya Lia pun menurut karena merasa heran sebenarnya ada apa karena ada orang tua Arka duduk di depan kedua orang tuanya.
Arka pun sudah duduk di sebelah orang tuanya.
Pak Arya pun membuka suaranya.
"Begini Nak Lia, maksud kedatangan om dan tante kemari bermaksud ingin melamar nak Lia untuk anak om", ucap Pak Arya tanpa basa-basi.
"Apa? ", Lia nampak syok dengan ucapan Ayahnya Arka, lalu Lia menatap ke arah Arka, Arka Hanya tersenyum melihat keterkejutan di wajah Lia.
"Iya, bukankah selama ini kalian pasangan kekasih", ucap Pak Arya tersenyum.
" Tapi om, ituu.. ", ucapan Lia terhenti saat Arka membuka suara.
"Ayah biarkan Arka berbicara dulu sama Lia", ucap Arka lalu menarik tangan Lia untuk ikut dengannya.
" Jadi kau belum membicarakannya pada Lia", ucap Pak Arya pada anaknya.
Arka hanya tersenyum menampakkan deretan giginya. Lalu membawa Lia kekamar Lia untuk berbicara.
"apa-apa ini semua hah", ucap Lia geram dengan rencana Arka lalu menendang tulang kering Arka namun meleset. Lia merasa sangat kesal pada Arka.
" Menikahlah denganku Lia", ucap Arka menatap lembut ke arah Lia.
"Tidak mau", ucap Lia menolak keras.
" Kenapa", tanya Arka mendekati tubuh Lia.
"Jangan dekat-dekat, yaa karena aku tidak mencintaimu", ucap Lia tegas.
"Apa kau yakin tidak mencintaiku", ucap Arka terus mendekati tubuh Lia, Lia pun terus mundur hingga iya menempel pada dinding kamarnya.
Arka menatap mata Lia dalam, Lia yang di tatap hanya meneguk air liurnya, jantungnya mulai tidak karuan. Arka menarik pinggang Lia entah mengapa Lia tak bisa berkutik tubuhnya menghianati lisannya.
Arka langsung ******* bibir Lia yang sangat menggodanya, ********** dengan lembut tidak ada perlawanan dan balasan dari Lia, Lia hanya diam terpaku dengan apa yang Arka lakukan padanya, sampai akhirnya Lia kehabisan napas. Arka pun melepaskannya sebentar lalu ********** kembali karena terbawa suasana Arka semakin ********** dengan ganas. Lia berusaha melepaskan diri dari ciuman Arka yang mulai memanas Lia benar-benar tidak bisa mengimbangi tubuhnya dengan permainan Arka. Arka dengan eratnya memeluk pinggang Lia dan menekan tengkuk Lia. Lia yang biasanya kuat entah mengapa bersama Arka tubuhnya jadi sangat lemah, Lia hanya bisa mengeluarkan air matanya Arka yang menyadari itupun langsung melepaskan Lia dan mengusap air mata Lia lalu memeluknya.
"Maafkan aku Lia, aku tidak bisa melepaskanmu, aku bisa gila menikahlah denganku", ucap Arka masih memeluk erat tubuh Lia dan mengusap rambut Lia dengan lembut. Lia hanya diam tanpa membalas pelukan Arka.
Arka melepaskan pelukannya dan mengangkat wajah Lia untuk menatapnya.
" Ku mohon menikahlah denganku", ucap Arka lagi lalu mengecup kening Lia.
"Mengapa kau ingin sekali menikahi aku? ", ucap Lia akhirnya.
"Mengapa kau bertanya, tentu saja karena aku mencintaimu", ucap Arka membelai rambut Lia.
__ADS_1