Gadis Tomboi Cantik Itu Kekasihku

Gadis Tomboi Cantik Itu Kekasihku
Makan Malam


__ADS_3

Mension Pak Arya


Jam menunjukan Pukul 06:50 nampak bu Melinda duduk di kursi ruang tamu bersama suaminya.


"Sayang, apa yang akan sayang bicarakan nanti pada Icca" Ucap Melinda.


"Entahlah, Ayah hanya ingin memberi pengertian saja pada Icca sayang" Ucap pak Arya Merangkul pundak Istrinya. Tidak berapa lama datanglah rombongan Fahreza, Maharani dan Jessica.


"Kalian sudah datang, duduklah" Ucap bu melinda pada mereka.


"Iya ka"Ucap Fahreza sambil duduk. Nampak di wajah Fahreza berseri tak seperti tadi pagi, datang dengan kepanikan di wajahnya.


"Icca, sehat" Ucap pak Arya.


"Alhmdulillah Om, Icca sehat" ucap Jessica.


"Syukurlah kalau Icca sehat, ya sudah gimana kalau kita langsung aja makan malamnya"Mengajak mereka semua untuk makan.


"Gimana sayang aku sudah lapar ni" ucap Pak Arya pada Istrinya


"Baiklah, ayo Fahreza, Maharani, Icca Om mu sudah lapar, menunggu kalian" Ucap bu melinda tersenyum lalu banhkit dari duduknya. Merekapun akhirnya menuju dapur untuk makan malam bersama.


"Om, Tante, apa ka Arka dan Lia tidak ikut makan malam bersama" Ucap Jessica mereka semua duduk di kursi.


"Tidak, Arka sedang ada Urusan jadi dia tidak ikut makan malam bersama malam ini"Ucap Pak Arya menjawab pertanyaan Icca.


"Om, tante Icca minta maaf" Ucap Jessica sambil membalikan piring begitu juga dengan yang lain, Pak Arya dan Melinda terdiam sejenak dan memandang ke arah Fahreza dan Maharani tapi mereka hanya tersenyum santai sambil mengisi piring mereka.

__ADS_1


"Mengapa Icca meminta maaf pada Om dan Tante" Ucap bu Melinda memancing percakapan sambil mengisi piring suaminya lalu ke piringnya.


"Iyaa maafkan Icca yang tidak dewasa ini Tante, Om Icca Janji hanya akan menyukai ka Arka sebatas Kakak, Icca juga akan berusaha menerima kehadiran wanita lain di sisi ka Arka" Ucap Jessica.


Mereka semua tersenyum, rupanya masalahnya sudah terselesaikan "Baiklah, sekarang mari kita makan" Ucap bu melinda bahagia menatap Jessica dan mengambilkan Jessica makanan kesukaan Jessica dan mengisinya ke piring Jessica. "Makanlah yang banyak, tumbuhlah jadi gadis dewasa yang manis" Ucap bu Melinda. Lalu mereka makan dalam diam dengan hati yang nyaman.


Jessica menatap semua orang di meja makan dengan tersenyum, iya tidak ingin kehangatan ini lenyap begitu saja hanya karena egonya. Iya akan berusaha melawan egonya dan menerima dengan lapang dada iya tak akan sanggup di benci oleh keluarganya sendiri. Jessica pun makan dengan hati yang nyaman. Setelah selesai makan malam selesai mereka berbincang-bincang di ruang tamu dengan bahagia.


...****************...


Disisi lain Arka dan Beni saat ini sedang berada tidak jauh dari depan rumah Lia,mereka berada di dalam mobilnya Arka.


"Perhatikan, ini rumah Gadisku" Ucap Arka pada Beni dan menunjuk rumah Lia, di lihatnya jam menunjukkan pukul 08:15 malam.


"Iyaa, tuan" Ucap Beni manggut-manggut.


"Halo di, ada apa?" Ucap Arka, rupanya Adi sahabatnya yang nelpon.


"Kau dimana" Ucap Adi di seberang telponnya.


"Aku sedang ada urusan" Ucap Arka singkat.


"Urusan apa, paling sedang berburu wanita"Ucap Adi di susul tawanya terdengar di seberang telpon.


"Yaa.. sudah,mengganggu saja kau" Ucap Arka kesal.


"Kau tega sekali, tidak ajak-ajak kami" Ucap Adi lagi.

__ADS_1


"Tuan, apa kah dia orangnya"Ucap Beni menyikut Arka.


Arka memperhatikan "Iyaa benar, dia orangnya" Ucap Arka.


"Apa yang sebenarnya kau lakukan bro" Ucap Adi penasaran. Namun bukannya mendapatkan jawaban sambungan telpon mati. Arka memasukan kembali telponnya di saku celananya.


Di lihatnya Lia keluar pagar rumahnya, dengan pakain santai. "Ah.. dia cantik sekali" Ucap Arka tanpa sadar. "Kenapa dia memakai celana sependek itu keluar malam-malam seperti ini" Ucap Arka lagi protes.


Beni hanya menatap tuannya dan berkata


"apakah perlu saya ikuti tuan, kemana dia pergi" Ucap Beni.


"tidak perlu, biar malam ini saya yang akan menjaganya, tetap di mobil" ucap Arka membuka pintu mobil dan mengiringi langkah Lia.


...****************...


Sesekali Lia menoleh kebelakang, merasa ada yang mengikutinya, sejak tadi siang iya merasa selalu di ikuti oleh seseorang, tetapi iya tetap jalan dengan santai menuju toserba terdekat dengan rumahnya. Iya membutuhkan sesuatu saat sedang membuat CV di kamarnya, Iya mengambil es cream dan kertas HPS karena kekurangan kertas jadi iya keluar untuk membelinya.


Saat iya akan membayar, di lihatnya Arka sedang mengambil minuman dan menuju ke meja kasir.


Lia menghentikan langkahnya tak ingin Arka sampai melihatnya iya pun bersembunyi dari Arka. Saat di lihatnya lagi ke meja kasir, tak di lihatnya lagi Arka di sana iyapun keluar dari persembunyiannya. "ahh.. bodohnya mengapa aq harus bersembunyi" Batin Lia sambil mengetuk kepalanya. iyapun ke meja kasir dan membayar belanjaannya. Setelah selesai membayar iya pun pergi sedangkan Arka melihat semua gerak gerik Lia dan tersenyum.


Melihat Lia sudah keluar, iyapun ikut keluar dengan membawa dua minuman dingin. Lia terlihat sudah jauh dari nya dan sudah memasuki kembali kerumahnya, Arkapun kembali kemobil.


"Nih, minumlah ayo kita pulang" Ucap Arka menyodorkan minuman pada beni dan menatap rumah Lia dengan tersenyum.


"Makasih tuan" Ucap Beni lalu menyalakan mesin mobilnya. "Kurasa tuan sudah tergila-gila dengan gadis itu, aku yakin dia bukan gadis biasa sampai membuat tuannya itu seperti ini" Batin Beni sambil menggelengkan kepalanya menatap tuannya terus memandangi rumah Lia sambil tersenyum. Beni pun melajukan mobil tuannya itu kembali ke Apartemen. Setelah sampai merekepun istirahat di kamar masing-masing.

__ADS_1


Jangan lupa like n komennya yaa😘🥰


__ADS_2