
PT. Prasetyo Grup
Nampak Arka menatap hpnya dengan tajam, laporan dari beni yang membuatnya kesal, di lihatnya Lia tersenyum sangat manis pada pria lain membuat darahnya seakan mendidih, selama ini dia tidak pernah mendapatkan senyuman tulus semanis itu dari Lia. Arka melonggarkan dasi di lehernya lalu menelpon Beni.
"Halo Ben, dimana kamu sekarang?",ucap Arka di sambungan telpon.
"Saya di jalan tuan",ucap Beni di ujung telpon.
Saat Arka akan berbicara lagi terdengar ketukan pintu, tok..tok.. tok. Arka melihat ke arah pintu.
"Maaf pak, ada tamu",ucap Claudia.
Arka menatap tajam ke arah Claudia dengan mata merah, membuat Claudia ketakutan.
"Beni, kirimkan keberadaan dia sekarang dimana",ucap Arka tidak merespon Claudia lalu mematikan sambungan telpon. Lalu duduk kembali di kursi kebesarannya. "Siapa?",ucap Arka pada Claudia masih berdiri di ambang pintu.
"Bu Cellin dari PT.xxx pak",ucap Claudia sedikit gemetar.
"Biarkan dia masuk",ucap Arka lagi.
"Baik Pak, saya permisi",ucap Claudia lalu meninggalkan ruangan Arka, dengan kaki lemas.
Tak berapa lama masuklah Cellin jalan mendekati Arka. "Sepertinya kau sibuk sekali",ucap Cellin menghampiri Arka dengan genitnya merangkul bahu Arka.
"Jaga sikapmu Cellin, ini di kantor",ucap Arka nampak muak dengan sikap Cellin yang menjijikan baginya.
Cellin mengangkat salah satu alisnya dan duduk di meja kerja Arka. "Sepertinya kau sangat peduli dengan gadis itu",ucap Cellin seolah-olah mengingatkan bahwa mereka punya kerja sama.
"Ini masih jam kantor Cellin, aku tak bisa menemanimu",ucap Arka berdiri meninggalkan Cellin dan duduk di sofa yang ada di ruang kerjanya.
Cellin mengikuti langkah Arka dan duduk di sebelah Arka. "Aku hanya ingin berkunjung, dan ingin mengatakan temani aku makan malam, malam ini bersama Ayah di restaurant xx",ucap Cellin.
"Baiklah aku akan menemanimu, kalau sudah selesai silahkan pergi aku masih banyak pekerjaan",ucap Arka acuh.
Nampak kekesalan di wajah Cellin, "baiklah aku tunggu jam 07:00 malam ini",ucap Cellin berdiri akan meninggalkan Arka. Namun Arka hanya diam saja tanpa merespon lagi, pikirannya sudah tidak di kantor melainkan ke Lia. Melihat Arka tak meresponnya lagi Cellin benar-benar kesal, "Liat aja setelah nanti malam, aku tak akan membiarkanmu lepas dariku"batin Cellin lalu meninggalkan Arka.
Saat Cellin membuka pintu nampak Jessica akan masuk ruangan Arka.
Jessica mempersilahkan Cellin keluar lalu iya masuk keruangan Arka dengan beberapa berkas kerja sama di tangannya.
__ADS_1
"Ka, ini berkas kerja sama hasil rapat tadi pagi",ucap Jessica pada Arka.
"Taruh saja dulu di meja,aku sedang tidak fokus bekerja saat ini",Ucap Arka.
"Tīdak bisa ka, ini harus sekarang di kerjakan dan akan di ada pertemuan dengan dua belah pihak di restauran xx untuk membahasnya",ucap Jessica.
"Baiklah akan aku periksa sekarang, untuk pertemuannya kau saja yang pergi mewakilkan bersama Ardi, aku ada urusan yang harus aku selesaikan",ucap Arka. Karena kendala dengan tuntutan pekerjaan Arka membatalkan keinginannya untuk menemui Lia, lagi pula alamat yang di berikan Beni ke dia adalah alamat rumah Lia, itu artinya Lia langsung pulang.
"Baiklah kalau gitu",ucap Jessica duduk di sebelah kakaknya dan memperhatikan kerja Arka dan mendengarkan arahannya. Tidak terasa jam menunjukan pukul 06:15 sore, mereka baru saja seselasai mengerjakannya.
"Ini berkasnya, pergi bersama Ardi nanti aku akan memberi tahunya",ucap Arka pada Jessica.
"Baik ka",ucap Jessica mengambil berkas tersebut dan akan meninggalkan ruangan.
tok...tok...tok.." bos belum pulang",ucap Ardi pada Arka dan melirik sekilas pada Jessica.
"Ahh, kebetulan kau datang, baru saja aku mau menghubungimu, pergilah malam ini bersama Jessica ke restauran xx untuk membahas kerja sama perusahaan, jika dia tidak setuju dengan persyaratannya batalkan saja",Ucap Arka pada Ardi.
Ardi melihat ke arah Jessica"Baiklah kalau begitu saya pamit pulang duluan bos.
"Iyaa",ucap Arka bangun dari duduknya dan siap-siap untuk pulang juga. Jessica dan Ardipun meninggalkan ruangan Arka.
Restauran xx
Jam menunjukkan pukul 07:15 Arka baru saja tiba di restauran tersebut, di lihatnya Cellin dan pak seto sudah menunggu.
"Maaf pak, sudah menunggu",ucap Arka duduk di sebelah Cellin.
"Tidak apa-apa Arka, dengan kamu datang saja saya sudah senang, berarti apa yang di ucapkan oleh putri saya itu memang benar adanya",ucap Pak Seto.
Arka menatap ke arah Cellin, "Apa sebenarnya yang di ucapkan Cellin pada Pak Seto"batin Arka. Cellin hanya tersenyum ke Arka.
"Ahh.. pesanlah sayang, apa yang kau inginkan",ucap Cellin pada Arka.
Arka menatap tajam ke arah Cellin, namun beberapa menit kemudian iya mendengar suara Lia dan mencari suara itu, di lihatnya Lia bersama teman-temannya duduk tidak jauh dari mereka. Nampak Lia dengan gaun putih selutut, dengan rambut ikalnya yang terurai dan sedikit hiasan di wajahnya, nampak sangat cantik di mata Arka, sampai iyaa tidak sadar di perhatikan oleh Pak Seto dan Cellin.
"ekhmm.. ekhmm..",Cellin berdehem untuk menyadarkan Arka. "Kalau begitu biar aku saja yang pesankan untukmu",ucap Cellin.
Arka kembali melihat ke arah pak Seto, "bapak tidak pesan",ucap Arka pada pak Seto.
__ADS_1
"Sepertinya kalian saja yang makan, bapak pergi dulu ya ",ucap pak Seto berlalu meninggalkan mereka. Arka menganggukkan kepalanya.
Arka kembali menatap Lia dari jauh dan kebetulan Lia melihat ke arah Arka, pandangan mata merekapun bertemu, Arkapun mengalihkan pandangannya. Cellin memperhatikan gerak gerik Arka dan melihat ke arah Lia. Di rangkulnya tangan Arka dan menyandarkan kepalanya di bahu Arka.
Dan berbicara pelan, "Jangan memandang wanita lain seperti itu saat bersamaku, atau besok kau tak akan melihat wanita itu lagi",ucap Cellin.
Arka nampak menahan amarah dengan ancaman Cellin, ingin sekali iya menghempaskan wanita di sampingnya, namun iya mengurungkan niatnya. Arka mendekatkan wajahnya seolah-olah akan mencium pipi Cellin, dan berkata. "Jangan coba-coba menyentunya, jika tak ingin menyesalinya", ucap Arka melepaskan tangan Cellin di lengannya. Cellin hanya tersenyum, semua itu di saksikan oleh Lia dari jauh.
Beberapa menit kemudian, datanglah pesanan Cellin. "Apa yang kau katakan pada Ayahmu",ucap Arka menatap Cellin.
"Aku hanya berkata, kalau kita sudah menjadi pasangan kekasih",ucap Cellin menyuapkan makanan ke dalam mulutnya.
"Apa..!!",ucap Arka kaget.
"Ini kah yang sudah kau rencanakan",ucap Arka menatap tajam ke arah Cellin dengan mata merahnya.
"Makanlah dulu, atau makanan ini akan mubazir",ucap cellin santai sambil menyantap hidangan tanpa memperdulikan tatapan Arka yang murka.
"Kau habisi saja semuanya, aku akan pulang kerja sama kita cukup sampai di sini",Ucap Arka berdiri dengan kesal.
"Baiklah, besok aku akan mempekerjakan dia sebagai karyawan magang di perusahaanku",ucap Cellin.
"Terserah kau", ucap Arka meninggalkan Cellin, dan menuju kekursi Lia. Lia yang melihat Arka mendekatinya sangat kaget. semakin dekat Arka ke arahnya semakin terlihat kekesalan di wajah Arka dengan mata merahnya.
"Ikut aku",ucap Arka menarik tangan Lia.
"Ahw.. ",ucap Lia kesakitan dan berdiri mengikuti Arka. Rossa dan Serly saling pandang dan melihat ke arah sahabatnya itu di bawa paksa Oleh Arka.
"Kau gila...lepaskan tanganku, sakit tau",ucap Lia mencoba menghempaskan tangannya agar terlepas namun Arka memegangnya dengan kuat sampai membuat tangan Lia memerah. Melihat tangan Lia yang merah, akhirnya iya pun melepaskan tangan Lia. Saat Lia akan memakinya lagi, Arka menggendong Lia seolah-olah sekarung beras. Lia sangat kaget dengan sikap Arka malam ini, iyaa sangat malu di lihat banyak orang termasuk sahabat-sahabatnya. Lia memukul-mukul belakang Arka.
"Turunin gue, loe benar-benar sinting",ucap Lia mengomel. Namun Arka tidak memperdulikan ucapan Lia, saat sampai di mobilnya iya memasukan Lia kedalamnya mobilnya dan merebahkan Lia di mobil dan menahan tangan Lia keatas kepala Lia, saat Lia akan memberontak iya juga menahan kaki Lia dan ******* bibir ranum Lia dengan buas.
"Emmhh.. emmh.. ",ucapan Lia ingin melepaskan ciuman Arka padanya, Arka tak berhenti tetap melakukan Aksinya. Karena tubuh dan tangan kekar Arka yang menindihnya dan lokasi yang sempit Lia tidak bisa bergerak untuk menyerang Arka, Akhirnya iyapun menggigit dengan keras bibir Arka hingga mengeluarkan sedikit darah pada bibir Arka, Arkapun melepaskan ciumannya pada Lia dan mengelap darah di bibirnya. Iyaapun melepaskan Lia dan berdiri menuju kursi setirnya.
"Kau gilanya, mencium orang sembarangan kaya gini, kau sudah mengambil ciuman pertamaku", ucap Lia kesal dan melayangkan tangannya ke arah Arka, namun Arka menangkapnya dengan mudah, dan menatapnya dengan tajam. Lalu menarik pinggang Lia dengan tangan satunya agar lebih dekat dengannya dengan jarak hanya beberapa senti, Lia terpaku tanpa kata dengan mata yang bulat menatap Arka.
Lia kaget dengan tatapan tajam Arka, dengan mata yang merah, dengan rahang yang kokoh, lalu Arka menaruh kembali tangan Lia dan melepaskan tangan satunya di pinggang Lia tanpa memperdulikan Lia yang kaget dengan sikapnya. Arkapun menjalankan mobilnya, Lia hanya diam seribu bahasa dengan jantung yang tak beraturan. Lia diam menatap ke arah luar jendela dan memegang bibirnya, Arka melihat itu dan tersenyum tipis.
Jangan lupa like n komennya ya🥰
__ADS_1
semangat membaca😊