Gadis Tomboi Cantik Itu Kekasihku

Gadis Tomboi Cantik Itu Kekasihku
Perkataan Pak Arya


__ADS_3

Di kediaman Pak Arya


Setelah mengantar Lia pulang Arka kembali kerumah ayahnya. Arka memarkirkan mobilnya ke bagasi, di lihatnya mobil pamannya masih terparkir rapi di depan rumahnya, Arka memasuki rumah.


"paman, tumben sekali sepagi ini sudah di rumah ayah" ucap Arka ikut duduk di antara mereka, mereka sempat terdiam saat melihat kedatangan Arka.


"Iyaa, ada sesuatu yang harus di bicarakan, dan itu sangat penting"ucap fahreza. "makanya sepagi ini kami disini dan membicarakannya" ucap fahreza lagi menatap Arka.


"sepenting itu kah, Apa ada masalah dengan perusahaan paman?" ucap Arka.


"tidak ada" ucap Fahreza singkat, pak Arya dan bu melinda hanya menyimak.


"Lalu apa" ucap Arka, "tadi saat aku akan mengantar Lia pulang, wajah paman terlihat sangat cemas akan sesuatu" ucap Arka lagi.


Pak Arya Akhirnya menengahi pembicaraan mereka, saat Reza akan berbicara pak Arya mengangkat tangannya, untuk menghentikan reza berbicara.


"Arka, dengarkan Ayah baik-baik" ucap pak Arya memulai pembicaraannya. Arka melihat ke arah ayahnya dan menganggukkan kepalanya.


"pamanmu datang kesini, membicarakan masalah icca" ucap pak Arya.


"memangnya kenapa dengan icca yah, apa terjadi sesuatu padanya" ucap Arka sedikit khawatir.


"tidak terjadi sesuatu yang serius, seperti apa yang kamu pikirkan" ucap ayah sedikit bertelw-tele menurut Arka.


"lalu apa ayah, mengapa tak langsung mengatakannya" ucap Arka penasaran.


"Icca memiliki perasaan padamu Arka, dan dia membenci Lia" ucap pak arya berhenti sejenak melihat ekspresi Arka yang mengerutkan keningnya. "dan itu di mulai sejak dia duduk di bangku SMA"ucap pak Arya lanjut karena Arka tak mengatakan apapun.


"ohh, jadi itu permasalahannya" ucap Arka santai, dan menyandarkan bahunya di sofa.


"kau, tidak terkejut" ucap fahreza.


"mengapa aku harus terkejut paman" ucap Arka menatap pamannya. "aku sudah mengetahuinya, sejak dulu makanya setelah lulus SMA aku tidak ingin mengatakan akan kuliah di mana pada Jessica, atau Jessicca akan terus membuntutiku" ucap Arka.


"Jadi, kau sudah mengetahuinya" ucap fahreza. "dan kau bersikap biasa saja pada adikmu" ucap fahreza lagi.


"ya, tentu saja... memangnya aku harus bersikap seperti apa paman" ucap Arka.


"pantas saja, Icca mengatakan bahwa kau tidak mengetahuinya" ucap Fahreza. "kau tidak marah pada adikmu, karena sudah menyukaimu lebih dari seorang kaka" ucap fahreza lagi merasa senang.

__ADS_1


"untuk apa aku memarahinya paman, tapi aku tidak mengetahui kalau Icca masih menyukaiku sampai saat ini, setelah sekian tahun tak bertemu" ucap Arka.


"yaaa.. dia masih sangat menyukaimu, tadi malam dia pergi mabuk-mabukan di club, paman sangat kaget melihatnya seperti itu, dan dia meracau terus menyebut namamu Arka" ucap fahreza sedih mengingat Putrinya.


"Oh, maka dari itu paman dan bibi baru mengetahuinya" ucap Arka, pak Arya dan bu melinda menyimak, maharani hanya menganggukkan kepalanya.


"Iya, tadi pagi kami menanyakannya langsung, dia juga mencari informasi Lia Arka, tapi paman mohon janganlah marah pada adikmu" ucap fahreza. Pak Arya yang dari tadi diam saja Akhirnya ikut berbicara saat Arka sudah mengubah ekspresi wajahnya.


"Arka, dengarkan Ayah" ucap pak Arya menatap Arka, dan Arkapun menoleh ke ayahnya.


"sementara waktu, janganlah menemui Lia dulu" ucap pak Arya.


"tapi kenapa yah, kenapa icca mengorek informasi Lia" ucap Arka mulai emosi.


"Ayah juga akan membicarakan ini pada Icca" ucap pak Arya menenangkan anaknya itu.


"ayah,kalau sampai terjadi apa-apa pada lia, aku tidak akan memaafkan Jessica" ucap Arka akan berdiri meninggalkan mereka, namun ayah menarik tangannya.


"duduklah, Ayah belum selesai bicara" ucap Pak Arya tegas, terpaksa Arka kembali duduk. "ini demi kebaikan lia, jauhilah dulu lia untuk sementara waktu, jangan terlalu dekat dulu dengannya, jika kau mengkhawatirkannya, jika kau terus dekat dengan lia, ayah khawatir rasa benci di hati icca semangkin dalam, dan berbuat nekat pada lia" ucap pak Arya menjelaskan.


"baiklah" ucap Arka. "Tapi aku tak ingin Jessica bekerja di perusahaanku, aku ingin dia bekerja dengan paman di perusahaan cabang" ucap Arka lagi.


"tapi Ayah, masalah perusahaan dan hati itu berbeda ayah, walau bagaimanapun, dia itu adikku aku tak ingin menyakitinya, aku hanya khawatir jika terus melihat icca di dekatku, dengan pikiran dia yang ingin mengusik kehidupan lia, aku akan membencinya Ayah, aku tidak masalah kalau itu orang lain, tapi ini dia adikku yah" ucap Arka prustasi.


"Arka, jika kau menghindarinya lagi Ayah rasa Icca akan mengetahui, jika kau sudah mengetahuinya, dan dia akan tambah sangat membenci Lia, karena kau menjauhinya" ucap Pak Arya, Arka terdiam menyimak ucapan ayahnya. "Bersikaplah seperti biasanya, seolah-olah kau tidak mengetahuinya" ucap pak Arya lagi.


"tapi ayah" ucap Arka ingin berbicara lagi, tapi pak Arya memotongnya.


"cukup Arka, dengarkan Ayah ini demi kebaikan Lia, jadi menurutlah" ucap pak Arya. "sekarang ikut ayah keruang kerja, kita bicara empat mata" ucap pak Arya bangkit dari duduknya menuju ruang kerja, Arkapun mengikuti ayahnya. bu melinda, fahrza dan maharani hanya melihat punggung mereka berdua.


"apa yang akan mereka bicarakan, mengapa harus menjauh" ucap fahreza.


"entahlah" ucap bu melinda masih melihat punggung suami dan anaknya memasuki ruang kerja. setelah dilihatnya mereka dua masuk melinda akhirnya mengalihkn pandangannya ke arah fahreza.


"apa kalian sudah sarapan?" ucap bu melinda.


"sudah ka, kami sarapan sebelum kesini" ucap maharani. fahreza penasaran apa yang di bicarakan mereka berdua di dalam. Melinda menganggukkan kepalanya, dan melihat ke arah reza.


"tenang saja za,, kaka iparmu itu pasti bisa menyelesaikannya" ucap melinda menenangkan fahreza.

__ADS_1


"aku hanya khawatir ka, Arka akan membenci icca, dan membuat hubungan mereka jadi renggang" ucap fahreza. maharani hanya mengusap bahu suaminya.


"tidak akan, oh yaaa.. ajaklah Jessica malam ini kerumah, kita makan malam bersama lagi, dan membicarakannya, malam ini Arka pasti sudah balik ke apartemennya, jadi Icca bisa mengira kalau Arka belum mengetahuinya" ucap melinda menenangkan Reza.


"baiklah ka" ucap Reza akhirnya.


...****************...


Di ruang kerja pak Arya.


Pak Arya duduk di sofa di ruang kerja, begitu juga dengan Arka, duduk di sebelah ayahnya.


"apa yang mau ayah bicarakan, sampai harus keruangan ini" ucap Arka akhirnya.


"Arka, ayah langsung saja" ucap pak Arya.


Arka mengerutkan keningnya. "apa kau belum mendapatkan hati Lia" ucap pak Arya.


Arka sedikit kaget dan terdiam sejenak dengan bingung. "maksud ayah?" ucap Arka pura-pura tidak paham.


"kau jangan berpura-pura lagi" ucap pak Arya berbicara santai dan menyandarkan bahunya.


"Ayah dan mamamu melihat semuanya tadi malam" ucap pak Arya berkata jujur.


"jadi ayah dan mama mengetahuinya" ucap Arka kaget.


"iyaa, tapi kalian trus berakting di depan kami, apa kau kira kami ini langsung tua, tidak pernah muda seperti kalian" ucap pak Arya akhirnya mencoba mengubah suasana yang sempat tegang. Arka sepertinya melupakan sejenak masalah icca dan terpancing ucapan ayahnya.


"tapi, bagaimana ayah mengetahuinya"ucap Arka, sedikit malu, dan merasa lucu saat mengingat tingkah lia, dan diapun akhirnya tersenyum-senyum sendiri mengingat apa yang di lakukannya tadi malam.


"kami memang sudah curiga saat pertama kalian datang, kau merangkul pinggang lia, dan Lia terlihat sangat kaget lalu membulatkan matanya menatapmu tajam, tapi kau mengacuhkannya lalu saat kami akan kekamar, mamamu mengajak ayah untuk mengintip kalian apa yang akan kalian lakukan ketika kami tidak ada" ucap ayah lalu menahan tawa dan terlepas saat melihat wajah malu-malu Arka.


Akhirnya Arkapun ikut tertawa,mereka tertawa bersama.


"jadi gini Arka, ini kesempatanmu untuk manarik ulur Lia, wanita itu semangkin di pepet, semangkit tidak suka, jadi beri dia kelonggaran untuk memdapatkan hatinya" ucap pak Arya mulai terlihat serius, Arka menganggukkan kepalanya.


"kau juga bisa mengatasi masalah icca, ibaratnya sekali dayung dua pulau terlampaui" ucap pak Arya. Arka hanya menyimak ucapan ayahnya.


"Baiklah yah, kalau begitu aku hanya akan memantau lia dari jauh" ucap Arka.

__ADS_1


"yaa,, sebaiknya seperti itu.. dan jangan sampai itu di ketahui oleh icca" ucap pak Arya memaklumi anaknya itu, yang sedang kasmaran, Arka hanys menganggukkan kepalanya.


__ADS_2