
Selesai mengganti pakaiannya di toko, Arka kembali ke mobilnya dengan di antar security toko menggunakan payung karena hujan masih begitu deras. Dilihatnya Lia yang terlelap dengan jas yang menutupi bagian atas tubuhnya, Arka langsung menutup pintu mobilnya kembali. Lia yang mendengar suara pintu mobil itupun terbangun.
"Kau sudah kembali",Ucap Lia pada Arka yang msih setengah sadar sambil memperbaiki posisi duduknya.
Arka kembali melihat ka arah Lia "Iyaa, apa kah aku mengganggu tidurmu",ucap Arka menatap Lia dan merapikan rambut Lia lalu menyelipkannya di telinga Lia. Lia yang baru setengah sadar langsung sadar total lalu membelalakkan matanya dan menahan nafasnya.
Arka yang melihat itu merasa Lia sangat menggemaskan iyaapun tersenyum tipis lalu dengan sengaja iyapun mendekatkan diri hingga hanya berjarak beberapa cm dari wajah Lia. Entah mengapa Lia malah menutup matanya dan itu membuat Arka tersenyum menampakkan deretan giginya "Ceklek", Suara Arka memasangkan sabuk pengaman untuk Lia dan membisikan sesuatu di telinga Lia, "Bernafaslah",ucap Arka lalu kembali duduk di posisi setir dengan senyum di bibirnya, lalu menghidupkan mesin mobil, dan menjalankannya jam sudah menunjukkan pukul 10:15 malam.
Liaa yang mendengar bisikan Arkapun spontan langsung membuka matanya, kemudian iyapun menutup wajahnya dengan jas milik Arka, iya merasa sangat malu dan tidak sanggup melihat Arka, ingin sekali rasanya iya melompat dari mobil saat itu juga.
"bodohnya,, kenapa gue pake tutup mata segala, ah.. bodoh, bodoh",batin Lia sambil mengetuk-ngetuk kepalanya di dalam jas yang menutupi wajahnya. Arka memperhatikan gerakkan Lia, iyapun tidak berhenti tersenyum mengingat sikap Lia selama ini padanya.
Beberapa menit kemudian, sampailah mereka di kediaman Lia, nampak hujan mulai reda.
Arkapun mematikan mesin mobilnya, Lia langsung membuka pintu mobil dan keluar dan menutup kepalanya menggunakan jas milik Arka karena di luar masih gerimis. Arkapun membuka pintu mobil, di lihatnya Lia menghampirinya.
"Terima kasih sudah di antar sampai rumah, hati-hati di jalan",ucap Lia menundukkan kepala lalu pergi meninggalkan Arka, tanpa menunggu jawaban Arka. Arka hanya tersenyum lalu keluar dari mobilnya lalu menutup kembali pintu mobilnya dan mengikuti Lia di belakang. Lia yang tak mendengar suara mobil hidup kecuali suara pintu mobil di tutup itu pun menoleh kebelakang lalu di lihatnya Arka menuju ke arahnya.
"kenapa tidak langsung pulang",ucap Lia heran menatap Arka.
Tapi Arka melewatinya dan berkata "Tidak kah kau ingin menyuruh kekasihmu mampir",ucap Arka sambil melewati Lia.
__ADS_1
"Kekasih, ahaha.. kekasih gundulmu",ucap Lia kesal. "Lagian ngapain juga mampir ini sudah malam banget, tu sudah jam 10:47 malam",ucap Lia menunjukkan arloji di lengannya pada Arka.
"Ada yang ingin aku bicarakan dengan orang tuamu..",ucap Arka menuju pintu rumah Lia, saat Arka akan mengetuk pintu Lia langsung menangkap tangan Arka kemudian berdiri di depan Arka dan bersandar di pintu.
"Apa yang akan kau bicara?",ucap Lia panik menatap manik mata Arka, Arkapun menatap wajah Lia dengan senyuman di wajahnya. Tiba-tiba pintu di buka oleh bu meysa karena merasa khawatir pada Lia sudah mau jam 11 malam tapi Lia belum sampai di rumah. Pintu yang terbuka secara tiba-tiba itu hampir membuat Lia jatuh, "ah",ucap Lia kaget karena pintu tiba-tiba terbuka, Arkapun langsung menangkap pinggang Lia dan menariknya ketubuhnya. Bu meysa yang melihat anaknya dan Arka di luar langsung berkata.
"Kenapa tidak masuk kedalam",ucap bu meysa.
Spontan Lia langsung menghempaskan tangan Arka yang berada di pinggangnya dan berkata,"Aku tadi menyuruhnya pulang bu",ucap Lia panik karena kepergok ibunya.
"Kau itu tidak sopan Lia, ayo masuk nak Arka di luar hujan",ucap bu Meysa mempersilahkan Arka. Arka dan Lia pun masuk rumah lalu Lia menutup kembali pintu. Di Lihatnya Arka menuju ruang tamu dan ibunya pergi kedapur untuk membuat teh hangat.
Lia hanya melewati Arka yang duduk di ruang tamu, "memangnya apa yang akan iya bicarakan,hmmm"batin Lia sambil melihat ke arah Arka sekilas dan menuju kamarnya untuk membersihkan diri, Arkapun melihat Lia yang akan menuju kekamarnya. Tidak berapa lama datanglah bu meysa dengan secangkir teh hangat di tangannya.
lalu berkata,"maaf bu, saya membawa anak ibu sampai selarut ini,dan membuat ibu cemas",ucap Arka pada bu meysa.
"Memangnya tadi pergi kemana nak Arka, bukankah tadi Lia pergi bersama teman-temannya?",ucap bu meysa ingin tahu.
"Iyaa bu, Lia memang pergi bersama teman-temannya tadi, saya tadi bertemu Lia di restauran xx, dan mengajaknya jalan ke taman di tepi danau, karena hujan yang begitu tiba-tiba membuat baju saya basah bu, dan kami mencari toko baju terdekat, saya lama di toko Liapun sampai tertidur di mobil menunggu sayaa, jadi sekali lagi saya mohon maaf bu",ucap Arka panjang lebar. Bu meysa manggut-manggut mendengar penjelasan dari Arka.
"Ya sudah, karena ini sudah larut malam istirahatlah di sini, ada kamar Ardi kosong",ucap bu Mesya pada Arka.
__ADS_1
"Baik bu",ucap Arka kembali meminum teh hangat.
"Begini bu,ada yang ingin saya bicarakan",ucap Arka lagi.
"Ingin membicarakan apa nak Arka",ucap bu mesya menatap serius ke arah Arka.
"Tolong bujuk Lia bu, Agar magang di perusahaan saya saja",ucap Arka akhirnya.
"Ohh, memangnya Lia tidak antar CV nya di perusahaan nak Arka, bukankah dia sudah membuat CV nya atas nama perusahaan Prasetyo grup",ucap bu mesya merasa heran.
"Tidak bu, sepertinya dia menghindari saya",ucap Arka.
"Baiklah nanti akan ibu bicarakan pada Lia, sekarang istirahatlah, nak Arka pasti lelah",ucap Bu Mesya pada Arka lagi.
"Baik bu kalau begitu saya permisi, tidak apa-apa kah bu saya menginap",ucap Arka merasa sungkan karena tidak ada Ardi di rumah.
"Tidak apa-apa nak Arka, cuma rumah ibu sederhana tidak semewah rumah nak Arka",ucap bu Mesya.
"Oh.. tidak apa-apa bu, di sini nyaman, kalau begitu saya permisi istirahat dulu bu, ibu juga selamat beristirahat",ucap Arka.
Bu Mesya hanya tersenyum menanggapi ucapan Arka.
__ADS_1
Segitu dulu ya say🥰
jangan lupa like n komennya ya 😍