Gadis Tomboy Tuan CEO

Gadis Tomboy Tuan CEO
Episode 1


__ADS_3

Episode 1


Andrea Wijaya gadis berumur dua puluh dua tahun. Dia merupakan anak bungsu dari Hans Wijaya. Pengusaha yang cukup berpengaruh di dunia bisnis Indonesia. Andrea merupakan gadis dengan perawakan tinggi 168 cm, rambut panjang sebahu dengan kulit bersih berwarna coklat dan mempunyai wajah yang manis. Kakanya bernama Celyn Wijaya. Celyn tidak kalah cantik dengan Andrea namun ia lebih mungil. Andrea merupakan gadis tomboy dan gemar dengan dunia balap.


Pagi itu Andrea pergi ke kampus dengan menggunakan motor kesayangannya untuk kuliah. Sesampainya di kampus Rea sapaan untuk Andrea langsung menyapa sahabatnya Leon yang sedang ngobrol dengan dua teman lainnya.


"Hei...singa." sapa Andrea pada sahabatnya Leon.


"Sialan ngagetin aja."


"namaku LEON bukan singa". Kata Leon dengan sewot.


"Iya...iya... Sewot banget sih pms ya?Ha...ha...ha." Ledek Andrea sambil tertawa


"Bodo....." Jawab Leon emosi lalu pergi meninggalkan Andrea dan teman-temannya.


Saat sampai kelas Andrea mendekati Leon dan merayunya agar tidak marah lagi.


"Maaf Le untuk semalam, aku gak bermaksud ninggalin kamu. Kamu kan tau sendiri situasinya." Kata Andrea namun Leon masih tidak meresponnya.


" Udah dong Le jangan ngambek." Sambung Andrea lagi.


Leon memang sedang kesal dengan Andrea karena malam itu saat Leon menemani Andrea mengikuti balap motor liar digrebek oleh polisi. Saat digrebek Andrea pergi begitu saja dengan motornya tanpa memperdulikan Leon. Sedangkan Leon lari dan bersembunyi dikolong got demi menghindari kejaran polisi.


"Kamu tega diemin aku kaya gini Le. Cuma kamu yang ngertiin aku, cuma kamu yang sayang sama aku Le."Rengek Andrea dengan nada dan raut muka memelas karena Leon masih acuh.


Akhirnya Leon menyerah dengan rengekan Andrea karena tidak tega.

__ADS_1


"Iya....iya.... Aku maafin, gak usah drama." Jawab Leon masih kesal.


"Makasih Leon. Kamu emang sahabat terbaik ku." Ucap Andrea dengan memeluk Leon dari samping.


Perkuliahan sudah selesai Andrea dan Leon bergegas pergi ke cafe untuk mulai bekerja. Andrea dan Leon membuka bisnis bersama yaitu sebuah cafe yang diberi nama D'Garage. Mereka memberi nama D'Garage. Konsep cafe mereka memang seperti garasi dengan ornamen-ornamen berbau otomotif. Mereka berdua membuat konsep seperti itu karen suka dengan motor, mobil dan semua yang berbau otomotif.


Sejak lulus SMA Andrea sudah terbiasa untuk bekerja. Dia bekerja untuk membiayai hidupnya. Walaupun anak orang kaya tapi hubungannya dengan ayahnya tidaklah baik sehingga Andrea memutuskan untuk membiayai hidupnya sendiri tanpa menggunakan uang orang tuanya, tapi kalau dalam kondisi yang sangat mendesak ia tetap menggunakan uang ayahnya. Namun ketika sudah mempunyai uang akan digantinya. Selain itu ia menyembunyikan identitasnya sebagai keluarga Wijaya.


Waktu sudah menunjukan pukul sepuluh malam Leon berpamitan dengan Andrea untuk pulang. Sedangkan Andrea masih membereskan laporan bulanan dan cafe belum tutup. Karena cafe akan tutup pada pukul dua belas malam. Saat masih sibuk dengan pembukuan cafe tiba-tiba benda pipih warna hitam yang berlogo apel digigit berdering. Andrea meraih benda tersebut melihat nama yang terpampang di layar bertulis 'Kak Celyn'.


Kring.....


Kring....


"Halo... Kak ada apa?". Jawab Andrea


"Iya kak maaf. Rea sedang sibuk kak jadi belum bisa pulang dan menghubungi kakak." Jawab Andrea.


"Besok kamu harus pulang, karena besok dady sudah pulang dari luar kota. Kakak tidak mau ada keributan di rumah karena kamu tidak di rumah pada saat dady sudah pulang." Suruh Celyn dengan tegas.


"Iya kakakku yang cantik. Besok Rea akan pulang". Jawab Andrea dengan nanda lembut.


" baiklah kakak tunggu." Kata Celyn.


" ok deh, bye..... kakakku yang bawel ha..ha...ha.."


Andrea langsung mematikan sambungan telponnya dan kembali dengan pekerjaannya.

__ADS_1


Andrea memang sering tidak pulang dan memilih untuk tidur di cafe.


Hal tersebut Andrea lakukan karena ia tidak betah di rumah. Terlebih lagi Ayah dan kakaknya selalu sibuk di kantor dan sikap ayahnya yang dingin terhadap Andrea. Berbeda dengan Celyn yang selalu diperlakukan dengan hangat dan lembut oleh ayahnya. Tapi kakaknya selalu menyayangi dan memperhatikannya.


Rumah Wijaya


Saat itu Hans Wijaya sudah berada di mansion. Mereka bertiga makan malam bersama. Suasana makan malam tersebut seperti biasa hening hanya suara sendok dan garpu yang saling beradu di atas piring untuk menyendok dan memotong makanan mereka. Celyn lah yang biasanya memecah keheningan tersebut. Seperti biasa Celyn membuka percakapan untuk mencairkan suasana.


"Dad.. gimana perjalanan bisnis kemaren?". Tanya celyn.


"Baik sayang, semuanya lancar."Jawab Hans.


"Lalu bagaimana dengan kuliah kamu Re? Kapan kamu akan wisuda?" Tanya Celyn pada Andrea.


"Seminggu lagi kak. Aku harap kakak dan dady bisa hadir di wisudaku." Pinta Andrea kepada dady dan kakaknya.


"Aku tidak ada waktu, masih banyak pekerjaan yang harus aku selesaikan." Ucap Hans dengan dingin.


"Dad ayo lah ini hari yang penting buat Rea kenapa dady tidak meluangkan waktu sebentar saja." Bujuk Celyn.


"Celyn, dady bilang tidak bisa ya tidak bisa dady sibuk. Kamu saja yang datang". Ucap Hans menyuruh Celyn dengan nada datar dan beranjak pergi dari ruang makan.


Setelah mendengar ucapan ayahnya Andrea hanya bisa diam membeku dengan mata yang panas menahan tangis. Ia bergegas pergi menuju kamarnya dan meninggalkan kakanya sendirian di ruang makan. Celyn hanya bisa memandang adiknya meninggalkan ruang makan. Andrea benar-benar merasa bahwa dirinya tidak dipedulikan oleh ayahnya.


Seminggu kemudian Andrea telah diwisuda. Ayahnya Hans Wijaya benar-benar tidak meluangkan waktunya untuk datang ke acara tersebut. Hanya Celyn yang datang dan hanya sebentar tidak sampai acara selesai, karena ia ada meeting penting yang tidak bisa ditinggalkan.


Sedangkan kekasih Andrea yang bernama Alvin Ludovic sedang berada di luar negri. Andrea merasa sangat sedih. Di hari pentingnya tidak ada orang terdekat yang menemaninya.

__ADS_1


Bersambung....


__ADS_2