Gadis Tomboy Tuan CEO

Gadis Tomboy Tuan CEO
#12


__ADS_3

Andrea sudah tiga hari dirawat di rumah sakit. Kondisi kesehatanmya semakin membaik namun lukanya belum benar-benar kering. Alvin selalu menemani Andrea selama di rumah sakit bahkan ia membawa pekerjaannya kerumah sakit. Alvin merasa sangat bersalah karena pada malam itu ia tidak berhasil menahan Andrea untuk menginap di apartemennya.


" mas gak pergi kekantor?" Tanya Andrea.


" tidak Re. Aku akan menemani dan menjagamu disini." Jawab Alvin.


" Tapi mas udah tiga hari disini dan tidak kekantor. Bagaimana dengan pekerjaan mas?" Lanjut Andrea.


" Tidak apa, aku bisa mengerjakan pekerjaan ku disini." Alvin


" terserah mas aja deh." Andrea.


" kapan sih aku boleh pulang mas? Aku udah bosen dirumah sakit." gerutu Andrea.


" nanti kita tanyakan dokter ya." Alvin.


Sesaat setelah berbincang Alvin kembali bergulat dengan laptop dan berkas-berkas yang di kirim siska ke rumas sakit. Karena ada pekerjaan yang harus di selesaikan oleh Alvin. Sedangkan Andrea sibuk dengan handhponenya. Ia melihat-lihat motor impiannya melalui internet. Ketika mereka sedang sibuk dengan kegiatan masing-masing James masuk ke ruangan Andrea.


" selamat siang nona Andrea." Sapa James dengan ramah.


"Siang dok." balas Andrea dan Alvin bersama-sama seraya mereka menghentikan kesibukan keduanya.


" bagai mana keadaan mu hari ini nona Andrea." Tanya James sembari memeriksa keadaan Andrea.


" baik dok. Kapan aku diperbolehkan pulang dok?" Andrea.


"Bagaimana kondisinya dok?" Tanya Alvin.


" kondisi nona Andrea sudah cukup baik. Sore ini sudah bisa pulang. Tapi ingat jangan melakukan aktifitas yang berat dahulu dan dua hari sekali harus datang kerumah sakit untuk memeriksakan lukanya." Jawab James.


" baik dok saya pastikan anak nakala ini menuruti perkataan dokter." Jawab Alvin dengan mengacak rambut Andrea, sedangkan James hanya tersenyum.

__ADS_1


" baiklah kalau begitu saya permisi dulu." ijin James kepada keduanya.


"Trimaksih dok" ucap Andrea dan James menbalasnya dengan tersenyum kemudian pergi meninggalkan mereka berdua.


" yeay....... akhirnya aku pulang juga." Andrea senang. Alvin melihat gingkah Amdrea hanya bisa geleng-geleng kepala.


Karna sudah diperbolehkan untuk pulang Alvin mulai membereskan barang-barang Andrea untuk di bawa pulang. Ditengah sibuk memasukkan barang-barang kedalam tas handpone Alvin berdering. Tampak dilayar ponselnya tertera nama Siska sekretarisnya. Alvin berhenti sejenak dan menjawab telpon dari sekretarisnya tersebut.


Sang sekretaris memberitahu bahwa besok ia harus pergi melihat perkembangan proyek di kota K bersama patner bisnisnya. Sebelumnya Alvin telah menunda keberangkatannya ke kota K karena Andrea yang dirawat di rumah sakit dan kali ini kepergiannya tidak bisa ditunda kembali.


Setelah berbicara dengan sekretarisnya Alvin melanjutkan kembali membereskan barang-barang Andrea.


" dari kantor ya mas?" Tanya Andrea.


"Iya, barusan sekretaisku yang menghubungiku." jawab Alvin


" oh....". Andrea


" apa kau tidak apa-apa aku tinggal?" Lanjut Alvin.


" ya gak papalah mas, aku udah sehat." Ucap Andrea dengan menatap Alvin menyakinkan kekasihnya tersebut.


" baiklah gadis nakalku." Alvin mencubit hidung Andrea.


" aku keluar sebentar mengurus administrasi." Ijin Alvin dan Andrea mgangkat jempolnya.


Pada saat Alvin keluar Andrea menghubungi Leon. Ia memberitahukan kepada Leon jika dirinya sudah diperbolehkan pulang dan meminta Leon untuk membereskan kamarnya yang ada di cafe. Alvin sudah selesai mengurus administrasi dan kembali kekamar Andrea. Sedangkan Andrea sudah ganti baju serta jarum infus sudah dilepas.


" sudah selesai mas?" Tanya Andrea.


" sudah." Alvin

__ADS_1


" yuk kita pulang, aku sudah ingin segera menghirup udara segar." Ajak Andrea. merekapun berjalan bersama menuju parkiran. Setelah sampai mereka langsung masuk didalam mobil dan meninggalkan rumah sakit.


" mas anterin aku ke cafe ya." Andrea


" Re gak usah becanda deh, kamu itu baru keluar dark rumah sakit masa udah mau kerja aja." Ucap Alvin sewot.


" siap yang mau kerja sih as. Aku mau istirahat disana aja." Andrea


" kenapa gak pulang kerumah aja?" Alvin


" Lagian aku ingin tahu rumah mu dan berkenalan dengan keluargamu Re. Aku juga tidak melihat keluargamu mengunjungi mu selama di rumah sakit. Apa mereka tau kalau kamu sakit?" Mendengar perkataan Alvin, Andrea hanya diam dan mengalihkan pandangannya ke arah jendela untuk menyembunyikan raut wajahnya yang sedih. Lalu ia menghela nafas dalam untuk menetralkan mimik mukanya.


" Aku sengaja tidak memberi tahu mereka karena aku tidak ingin mereka khawatir kepadaku. Karena mereka saat ini sedang berada di luar kota. Makanya aku memilih untuk istirahat di cafe aja yang ramai. jika aku membutuhkan sesuatu ada Leon dan lainnya yang bisa membantuku." Andrea memberi alasan kepada Alvin karena ia tidak mau di kasihani oleh Alvin dan identitas sebagai bagian kelurga Wijaya terbongkar.


" baiklah kalau memang alasamu seperti itu. Kita kecafe." Alvin pun memutar kemudinya menuju De'Garage.


" Maaf mas aku berbohong. Aku tidak menghubungi keluargaku karena percumasaja, Mana mungkin dady peduli padaku." Batin Andrea.


Setelah tiga puluh menit berkendara akhirnya Andrea dan Alvin sampai di cafe. Mereka di sambut oleh Leon dan pegawai lainya. Andrea menyapa mereka semua sebentar. Setelah itu ia berjalan ke lantai dua dimana ruangannya berada diantar oleh Leon dan Alvin.


Bersambung.........


typo masih ada dimana-mana harap maklum


semoga kalian suka dengan ceritanya ya ya walupun lambat ya plotnya


othor masih belajar menuangkan imajinasi


jangan lupa dukung otor ya dengan kasih like dan tinggalkan jejak biar otor lebih semangat buat up


happy reading n thanks yangbudah dukung othor

__ADS_1


😘❤️❤️


__ADS_2