Gadis Tomboy Tuan CEO

Gadis Tomboy Tuan CEO
#21


__ADS_3

Tak terasa Andrea sudah satu bulan bekerja di cafe nyonya Ursula. Andrea menjalani pekerjaannya dengan baik. Pekerjaan ini tidak jauh berbeda dengan pekerjaannya dulu sewaktu di Indonesia. Bedanya adalah jika dulu di Indonesia ia sebagai manager sekarang ia menjadi pelayan.Tapi itu semua tidaklah masalah bagi Andrea. Ia merasa cukup senang karena mendapat pekerjaan untuk melanjutkan hidup di negara orang. Selain itu juga kesibukannya sedikit melupakan kepahitan dalam kisah cintanya.


"Andrea!" panggil nyonya Ursula.


"  Iya nyonya ada apa?" tanya Adrea.


"Apa kau bisa meracik kopi?" tanya Nyonya Ursula.


" Memang peracik kopi kita kemana nyonya?"tanya Andrea.


" Dia ijin tiga hari kedepan untuk mengurus neneknya yang sedang sakit." Nyonya Ursula memberi tahu


" Semuanya sudah ada takara nya dan tinggal mengikutinya saja" nyonya Ursula menjelaskan.


" Baiklah nyonya."  jawab Andrea.


Disebuah ruangan gedung pencakar langit Damian di bantu oleh sang asisten sibuk membolak balikan kertas yang bernilai jutaan dolar menanti untuk ia tanda tangani. Di sela kesibukannya tiba-tiba teringat kejadian yang menyebalkan beberapa waktu lalu. karena hingga saat ini belum ada laporan dari Reno sang asisten.


" Ren apa kau sudah mengirimkan ganti rugi kepada gadis yang aku srempet?" tanya Damian kepada sang asisten tanpa mengurangi fokusnya melihat berkas-berkas yang sedang ia teliti.


" Maaf Tuan saya belum menemukan gadis tersebut. warga sekitar tempat kejadian tidak ada yang mengenalnya. Mungkin saja dia bukan warga asli setempat tuan. Namun orang-orang saya masih berusaha untuk mencarinya." jawab Reno dengan pajang lebar.


" Baiklah teruskan pencarian. Aku tidak mau di katakan lari dari tanggung jawab dan reputasiku tercoreng gara-gara masalah sepele seperti ini. " Damian


" Baik tuan saya akan segera mencarinya." Reno.


Merekapun akhirnya menyelesaikan pekerjaan hingga jam tujuh malam. Damian dan Reno akhirnya pulang dengan mengendarai mobil masing-masing. Damian tidak ingin di antar oleh Reno karena ia ingin ke club untuk menghilangkan penat serta membunuh waktu agar segera datang hari esok.


Sedangkan Reno memilih untuk mampir ke cafe langganannya yaitu cafe milik Nyoanya Ursula. Reno adalah pelanggan setia cafe nyonya Ursula sudah sejak lama. Ia lebih suka menghabiskan waktunya menikmati secangkir kopi sambil melihat pekerjaannya kembali atau memantau perkembangan dunia bisnis dan perkembangan pasar saham. Setelah memarkirkan mobilnya Reno langsung masuk kedalam cafe. Ia langsung duduk di meja yang kosong.


Saat Reno sedang melihat buku menu nyonya Ursula keluar dari ruangannya dan melihat pelanggang setianya yang ta pan datang ia langsung menyapanya.


"Selamat malam tampan. Sudah lama kau tidak berku nung kemari." Sapa nyonya Ursula kepada Reno.


"Selamat malam nyonya. ya aku sibuk sekali akhir- akhir ini, bosku tidak mengijinkan ku barang hanya untuk santai sejenak." Jawab Reno.


"Baiklah jika begitu aku akan memberikan kopi spesial untuk mu tampan." ucap nona Ursula dengan mengedipkan sebelah matanya.

__ADS_1


Namun Reno tidaklah terganggu dengan sikap nyonya Ursula. Ia menganggapnya sebagai hiburan. Kemudian nyonya Ursula menuju meja bar khusus untuk meracik minuman.


"Andrea tolong buatkan expreso untuk pelanggan setiaku yang duduk disana dan tolong kau anatarkan sekalian." Perintah nyonya Ursula.


" Baik nyonya!" jawab Andrea.


Andrea pun langsung membuatkan pesanan yang diminta oleh nyonya Ursula. Setelah selesai meraciknya ia antrkan ke meja Reno.


" Silahkan Tuan kopinya." kata Andrea.


" Trimakasih." Jawab Reno sembari melihat kearah Andrea.


Saat meliht Andrea ia teringat dengan wajah perempuan yang di srempet oleh sang Bos Damian beberpa waktu lalu.


" Maaf nona bolehkah sayamenanyakan sesuatu pada anda?" tanya Reno.


" Silahkan Tuan." Jawab Andrea yang masih berdiri di depan meja Reno.


" Apakah anda mengalami kecelakan beberapa waktu lali di jalan xx?" tanya Reno


pada saat Reno ingin menjelaskan sesuatu Andrea melihat nyonya Ursula melihat mereka berdua berbincang denga raut wajah yang sangat menyeramkan seperti seorang predator yang ingin menerkam mangsanya. Melihat hal tersebut Andrea pun berpamitan kepada Reno.


" Maaf Tuan sepertinya saya harus kembali bekerja karena ini masih jam kerja saya." ucap Andrea.


" Baiklah nona tapi bolehkah saya meminta waktu anda sebentar setelah anda pulang bekerja?" kata Reno.


"Baiklah, satu jam lagi jam pulang kerjaku." kemudian Andrea pergi meninggalkan Reno dan kembali ke belakang meja bar. nona Ursula yang sedang duduk di meja bar terus menatap Andrea dengan tajam.


" Jangan menggoda pelanggan disini karena aku tidak mempekerjakan pelacur." ucap nyonya Ursula dengan kesal.


" Maaf nyonya saya hanya menjawab pertanyaan dari tuan Reno saja." jawab Andrea.


" Aku tidak butuh pembelan mu. kerja yang benar!" kata Ursula sengit. Andrea kembali melanjutkan pekerjaannya.


Reno melihat jika nyonya Ursula memarahi Andrea karena mengobrol dengan dirinya pada saat masih jam kerja kemudian Reno menghampiri nona Ursula.


" Hey nyonya cantik!" rayu Reno kepada nyonya Ursula. Reno tau bahwa nyonya Ursula akan luluh de gan rayuan receh karena pada dasarnyaNyonya Ursula haus akan kasih sayang dan belaian pria secara perawan tua gitu. 😜

__ADS_1


"Iya tampan apa kau memerlukan sesuatu yang lain?" tanya Nyonya Ursula.


" Tidak cantik, aku hanya ingin minta maaf karena tadi aku menganggu pegawaimu." kata Reno


" Oh tidak masalah. tapi maaf aku disini tidak....." Ucap nyonya Ursula terpotong.


Saat nyonya Ursula dan Reno berbicara , Andrea keluar dari arah pantry sudah dengan tas selempangnya.


" Nyonya aku permisi pulang dulu sudah waktunya jam pulang kerjaku." kata Andrea.


" Hmmmmm". jawab nyonya Ursula.


Reno yang ada di sebelah nyonya Ursula pun tidak di gubris oleh Andrea. kemudian Reno ikut pamit kepada Nyonya Ursula daan mengejar Andrea.


" Nona tunggu!" panggil Reno. Andrea merasa namanya dipanggil kemudia menengok ke arah Reno.


" Ada apa Tuan?" tanya Andrea.


" saya ingin melanjutkan pembicaraan kita tadi." Jawab Reno.


Andrea nampak bingung kenapa Reno ingin tahu kecelakaan yang di alami beberapa waktuyang lalu. akhirnya ia mengiyakan ajakan Reno untuk menjawab rasa penasarannya.


"Baiklah kalu begitu mari kita duduk disana." Andrea mengajak Reno duduk di pinggir taman kota tak jauh dari cafe milik nyonya Ursula.


Setelah keduanya duduk Reno pun mulai dengan berbicara.rdnno menjelaskan jik ia adalah asisten Damian. Pria yang beberapa waktu lalu menyerempet Andrea. Kemudian Reno menyerahkan apmplop yang berisi uang cukup banyak kepada Andrea.


" Ini nona sebagai ganti rugi atas kecelakan kemarin." kata Reno. Andrea menenrima amplop tersebut dan mengerutkan dahinya. kemudian Andrea membuka Amplop tersebut.


" Maaf Tuan saya tidak butuh uang ini sebaiknya anda simpan saja!" Ucap Andrea datar dan menyerahkan amplot itu kembali. Lalu berdiri dan pergi meninggalkan Reno. setelah beberapa langkan Andrea berhenti kembali.


" Katakan kepada orang yang menyuruhanda Tuan, tidak semuanya bisa di nialai dengan uang dan katakan juga jangan menjadi lelaki pengecut!" Andrea pergi sedangkan Reno hanya memandangi kepergian Andrea.


" Sepertinya urusaan bakalan panjang." gumam Reno.


bersambung........


mohon dukungannya ya reader biar othor semangat......🙏

__ADS_1


__ADS_2