Gadis Tomboy Tuan CEO

Gadis Tomboy Tuan CEO
#13


__ADS_3

Andrea istirahat di kamarnya yang berada dicafe itu, ia merebahkan badannya diranjang yang ia rindukan.


"Ah rasanya nyaman sekali". Ucap Andrea yang sudah meletakan tubuhnya di atas ranjang.


" ingat ya kamu disini belum boleh untuk menyentuh pekerjaanmu kalau tidak aku bawa kamu ke rumahku." Ancam Alvin.


" tenang aja kak bakalan aku awasi bocah nakal ini." Sahut Leon dan Alvin pun mengacungkan jempolnya.


" iishhh..... kalian ini sudah seperti nenek saja. Cerewet sekali." Kata Andrea sedikit kesal.


Ya sudah kalau begitu aku pergi dulu ya Re , aku harus menyiapkan beberapa berkas untuk dibawa besok." Ijin Alvin


" baiklah mas. Maaf sudah membuat pekerjaan mas kacau dan terimakasih." Ungkap Andrea.


" sudah menjadi tugasku untuk menjagamu." Ucap Alvin dengan menatap Andrea kemudian mengecup pucuk kepala Andrea lalu pergi meninggalkan Andrea.


Dirumah Wijaya Hans dan Celyn sedang makan malam berdua disana. Andrea tidak pulang kerumah, ia memilih untuk tidur di cafe. Disela makan malam Celyn dan Hans berbincang tentang pekerjaan. Mereka berdua memang gila kerja. Disetiap kesempatan yang mereka bicarakan tentang bisnis dan perkembangan dunia bisnis nasional maupun global.


" sayang aku dengar perjalananmu untuk melihat proyek di kota K bersama Alvin di tunda?. Hans


" iya dad, dia ada urusan pribadi sehingga perjalanan kami ditunda." Kata Celyn.

__ADS_1


" lalu kapan kalian akan melihat proyek itu?" Hans


" besok Dad." Kata Celyn dengan nada tidak bersemangat.


" kenapa kau terlihat tidak bersemangat?" Hans


" tidak dad,aku hanya lelah saja." Celyn


" benarkah? Apa ada hubungannya denagn Alvin?" Cerca Hans.


" sepertinya, aku tidak punya kesempatan untuk mendekatinya Dad." Uangkap Celyn sedih.


" memangnya ada apa? Apa dia sudah mempunyai istri?" Ceyn tidak langsung menjawab pertanyaan dadynya dan hanya mengaduk-aduk makanannya.


" dia memnag belum mempunyai istri Dad tetapi dia sudah mempunyai kekasih dan alasan perjalanan kami tunda karena kekasinya di rawat dirumah sakit." Jelas Celun kepada Hans. Hans hanya menganggukan-anggukan kepala mendengar cerita putri sulungnya.


" sayang sebelum ada ikatan suci pernikahan masih ada kesempatan bagi siapa saja untuk mendapatkan hantinya." Hans.


" apa Dady menyuruhku menjadi pelakor?" Ucap Celyn dengan tatapan mata tajam ke arah dadynya.


" bukan begitu sayang. Tapi kamu masih mempunyai kesempatan untuk menunjukan perasaanmu kepadanya. Jangan menyerah sebelum berjuang." Hans.

__ADS_1


" entahlah Dad." Celyn


" oh ya dad, sejak pertengkaran dady dengan Andrea malam itu aku belum meihatnya lagi." Celyn


" entah... bukannya sudah biasa jika anak tidak tau diri itu tidak pulang." Ucap Hans dengan nada acuh.


" dad bagaimanapun Andrea itu tetap anak Dady. Sampai kapan dady tidak peduli dengan Andrea." Celyn.


" dady sudah selesai makan. Dady kekamar dulu." Hans pergi meniggalkan meja makan menuju kamarnya. Celyn hanya dapat menarik nafas dalam melihat sikap dadynya ketika membicarakan tentang adiknya.


Di dalam kamar Hans duduk di sofa seraya mengambil handphonenya. Ia menghubungi Evan sekretarisnya untuk mencari tahu tentang kekasih Alvin dan keberadaan Andrea.


Keesokan harinya Celyn sudah bersiap pergi kebandara untuk menuju kota K. Ia menunggu Alvin datang karena mereka berencana untuk bergi bersama. Celyn menunggu di ruang tunggu bandaara. Beberapa saat kemudian Alvin datang dan menghampiri Celyn untuk segeera masuk dalam pesawat karena sebentar lagi pesawat yang akan mereka tumpangi segera lepas landas.


Di dalam pesawat mereka duduk bersebelahan. Mereka berdua melihat berkas-berkas dan berbincang tentang proyek yang akan dilihat. Tidak terasa tiga jam berlalu dan akhirnya mereka sudah sampai di kota K. Alvin dan Celyn segera turun dari pesawat dan pergi menuju ke hotel yang sudah disiapkan oleh sekretaris Celyn sebelumnya. Alvin dan Celyn berada di hotel yang sama serta kamar mereka bersebelahan.


Sesampainya di hotel mereka menuju kamar masing-masing untuk meletakkan barang-barang mereka dan istirahat sejenak setelah perjalanan jauh.


Setelah istirahat sejenak mereka dijemput oleh tim yang berada di kota tersebut. Mereka langsung menuju lokasi dimana proyek yang sedang mereka jalankan berada. Saat sedang melihat pekerjaan di proyek tiba-tiba ada balok kayu yang jatuh tepat di atas Celyn. Pada saat yang sama Alvin melihat hal tersebut lalu ia menarik tubuh Celyn agar tidak tertimpa balok tersebut. Celyn berada didekapan Alvin, aroma tubuh Alvin tercium jelas oleh Celyn dan tatapan mata merek saling bertemu.


" apa kau baik-baik saja?" Tanya Alvin dengan posisi Celyn masihberada dalam pelukannya dan membuat Celyn tersadar dari lamunannya.

__ADS_1


" oh.. ya aku baik-baik saja." Celyn menjauhkan dirinya dari Alvin.


Setelah insiden tersebut membuat Celyn tidak fokus. Celyn menjadi canggung terhadap Alvin dan salah tingkah. Sekitar dua jam berkeliling proyek akhirnya mereka kembali ke hotel. Selama perjalanan Celyn hanya diam karena malu. Sesampainya di hotel ia langsung permisi meninggalkan Alvin pergi kekamar terlebih dulu. Alvin merasa heran dengana sikap Celyn yang tiba-tiba berubah menjadi pendiam setelah kejadian di proyek.


__ADS_2