Gadis Tomboy Tuan CEO

Gadis Tomboy Tuan CEO
#8


__ADS_3

Andrea mengendarai motornya menuju kediaman Hans Wijaya. Saat berada di jalanan yang sepi perasaan Andrea tidak nyaman.


" Sepertinya ada yang mengikutiku." Gumam Andrea. Andrea melihat kearah belakang lewat kaca spion ternyata ada satu motor berboncengan dengan membawa senjata tajam berupa pedang.


"Si*l diikuti begal". Umpat Andrea.dia langsung menambah kecepatan untuk menghindari kejaran begal. Aksi kejar mengejar tidak bisa dihindarkan.


Pada saat penjahat itu berhasil mendekati motor Andrea, seorang yang membawa pedang mengayunkan kearah Andrea. Dia berusaha menghindari sabetan senjata tajam tersebut tapi terlambat bahu kiri Andrea sudah tersayat


Kemudian Andrea mencoba melawan dengan cara menendang motor penjahat itu.


Akhirnya usaha Andrea berhasil. Penjahat itu terjatuh dan Andrea terus melaju dengan motornya menuju rumahnya.


Sesampainya mension ayahnya Andrea langsung memarkirkan motornya. Hans melihat kedatangan Andrea dari jendela ruang kerjanya. Saat itu Hans belum tidur karena ada pekerjaan yang harus ia selesaikan. Hans kemudian keluar dari ruang kerjanya bersamaan Andrea masuk kedalam rumah.


" Dari mana saja kamu, anak gadis jam segini baru pulang? Dan kenapa dengan bahumu?" Tanya Hans pada Andrea dengan nada dingin.


"Apa peduli dady? bukannya selama ini aku tidak lah penting bagi dady" Jawab Andrea dengan nada tak kalah dingin tanpa melihat ayahnya.


" Dasar anak tidak tahu diri. Apa kau mau jadi anak berandalan? Setiap hari pulang larut bahkan tidak pulang dan itu luka akibat berkelahi kan?." Ucap Hans dengan nada keras.


" Owh... Ternyata dady tahu juga kalau aku sering pulang malam bahkan tidak pulang." Jawab Andrea kembali dengan sinis.


"Kau..... Arghh...." Kesal Hans dengan mengangkat tangannya yang hendak memukul Andrea namun tidak jadi karena di hentikan oleh Celyn. Pertengkaran Andrea dan Hans membuat Celyn dan pelayan di mansion terbangun.


"Stop dady!" Teriak Celyn dari anak tangga yang hendak turun dari lantai dua.


"Kenapa ribut-ribut disaat semua orang beristirahat? Apa tidak ada waktu lain?"cerca Celyn kepada Hans dan Andrea. Celyn hanya diam sambil menahan rasa sakit dan perih karena luka sayatan yang ada di bahunya.


"Tanyakan saja pada adik mu yang susah diatur itu. Dady lelah dady ingin istirahat." Hans kemudian berjalan menuju ruang istirahatnya. Saat menunju kekamarnya Hans menghampiri bik Sumi pelayan kepercayaan di keluarga itu dan berbisik.


"Lihat dan obati luka anak itu! Sepertinya ada luka sayatan di bahunya." Perintah Hans kepada Bik Sumi.


Sedangkan Celyn mendekati Andrea. "Ada apa sebenarnya dek? Apa yang kamu lakukan sehingga dady sangat marah padamu?"


" Gak papa kok kak." Kata Andrea.


"Re kenapa dengan bahu mu kok jaket mu robek." Tanya Celyn kembali dengan melihat bahu Andrea.


"Tidak apa-apa kok kak. Rea baik-baik saja."


Jawab Andrea dengan menghindar dari Celyn. Dia tidak ingin Celyn khawatir jika melihat lukanya. Kemudian Andrea pamit kepada Celyn untuk beristirahat di kamarnya.

__ADS_1


" Kak, Rea ke kamar dulu ya". Andrea langsung bergegas pergi menuju ke lantai dua dimana kamarnya berada. Dia berjalan perlahan menaiki anak tangga dengan memegang bahunya yang tersayat. Tak selang berapa lama Celyn ikut kembali ke kamarnya.


Setelah sampai di kamarnya Andrea membuka jaketnya dan melihat luka sayatan dicermin. Luka yang diakibatkan tebasan senjata tajam oleh begal itu cukup dalam dan mengeluarkan banyak darah. Lalu ia mencoba membersihkan lukanya di kamar mandi dengan air dan handuk namun darahnya terus keluar.


"Shhhhtt.... ah... sakit sekali." Keluh Andrea sembari meringis karena rasa perih yang ia rasakan.


" Nona lukanya...." Bik Sumi kaget ketika masuk ke dalam kamar mandi melihat luka Andrea yang cukup dalam.


Saat Andrea menuju ke kamarnya Bik Sumi langsung mengikutinya. Pada waktu mengetok pintu kamar Andrea tidak ada jawaban dari dalam kamar kemudian Bik Sumi langsung masuk ke dalam kamar Andrea karena khawatir. Begitu masuk kedalam kamar Bik Sumi tidak mendapati Andrea disana. Kemudian dia mencarinya di kamar mandi.


" Oh bik....tidak apa-apa kok nanti diobatin juga sembuh. Ini cuma luka kecil." Andrea


" Kecil gimana non, ini lukanya dalam dan darahnya juga banyak sekali." Bik Sumi sambil melihat luka Andrea.


" Jangan khawatir Bik. Sekarang tolong bantuin Rea bersihin lukanya dan obatin ya." Pinta Andrea.


"Iya non sebentar bibik ambilkan kotak obat di bawah." Bik Sumi bergegas menuju lantai bawah untuk mengambil kotak obat.


Tak berapa lama Bik Sumi sudah kembali ke kamar Andrea dengan membawa kotak obat. Bik Sumi mengobati luka Andrea dan membalutnya dengan perban.


" Kok bisa luka seperti ini sih non?" Tanya Bik Sumi sembari mengobati luka Andrea.


" Gak apa-apa bik, lagi sial aja." Jawab Andrea


" Eh...maaf non." Bik Sumi


" Sudah non. Sudah selesai bibik perban." Lanjut Bik Sumi


" Makasih bik." Andrea


" Sama-sama non." Bik Sumi


"Ya sudah bibik keluar dulu nona Andrea istirahat." Sambung Bik Sumi.


Bik Sumi meninggalkan kamar dan Andrea langsung tertidur karena sangat lelah.


Pagi tiba Bik Sumi menyiapkan makan untuk sarapan Hans dan kedua putrinya. Hans keluar kamarnya dengan mengenakan setelan jas dan menenteng tas kerjanya. Dia menuju meja makan dan duduk disana.


"Bik bagaimana keadaan anak itu?" Tanya Hans kepada Bik Sumi yang sedang menata makanan di atas meja.


"Sepertinya lukanya cukup dalam tuan, semalam sudah saya obati dan saya balut dengan perban." Hans tidak berkomentar hanya mendengarkan apa yang diucapkan oleh Bik Sumi sambil menyesap secangkir kopi yang ada dihadapannya.

__ADS_1


Tak berapa lama Celyn turun dari lantai atas dengan berpakaian rapi selayaknya untuk pergi ke kantor.


" Pagi dad." Sapa celyn seraya duduk di sebelah Hans.


" Pagi sayang." Jawab Hans.


" Bik Andrea belum bangun ya?" Tanya Celyn kepada Bik Sumi.


" Sepertinya belom non." Jawab Bik Sumi.


" Tuan, nona saya permisi ke belakang dulu." Ijin Bik Sumi karena sudah selesai menyiapkan sarapan. Dia pergi meninggalkan Celyn dan Hans yang sedang sarapan.


" Bagaimana proyek yang sedang kamu jalankan dengan ALV grup Cel?" Hans


" Sampai saat ini lancar dad. Rencana minggu depan kita akan melihat progres di lapangan." Celyn


" Bagus. Kamu memang anak dady yang bisa diandalkan." Puji Hans.


" Lalu hubungan mu dengan Alvin bagaimana?" Lanjut Hans.


" Apaan sih dad aku dengan Alvin hanya sebatas rekan bisnis tidak lebih." Jawab celyn dwngan malu.


"Kalau kau sungguh menginginkannya berusahalah, dekati dia. Dady mendukungmu." Ucap Hans sambil mengusap pucuk kepala Celyn.


Celyn tidak menjawabnya hanya tersenyum. Setelah sesai sarapan mereka berangkat ke kantor. Sebelum berangkat Celyn menitip pesan kepasa Bik Sumi membawakan makanan untuk Andrea.


" Bik nanti tolong bawakan sarapan Rea." Perintah Celyn.


" Baik non." Bik Sumi


"Ya sudah kalau begitu aku ke kantor dulu." Celyn.


" Silahkah nona. Hati- hati." Bik Sumi


Sedangkan Dikamar Andrea terbangun merasakan rasa nyeri pada bahunya yang terluka. Dia melihat darah sudah dimana-mana.


" Ach.....sakit sekali darahnya juga belum berhenti. sepertinya harus kerumah sakit." Gumam Andrea. Dia pun segera bergegas ke kamar mandi membersihkan diri untuk segera ke rumah sakit.


Bersambung........


maaf kalau masih typo.......

__ADS_1


jangan lupa tinggalkan jejak biar othor semangat


😘🌻


__ADS_2