Gadis Tomboy Tuan CEO

Gadis Tomboy Tuan CEO
#15


__ADS_3

Setelah menurunkan mini cooper di parkiran cafe petugas dealer langsung masuk kedalam cafe mencari pemilik.mobil baru tersebut. Petugas dealer bertanya kepada pegawai cafe.


"Permisi mas maaf saya mau mencari nona Andrea apa ada?" Tanya petugas dealer


"Owh ada pak mari saya antar." Pegawai cafe


Kemudian salah satu pegawai cafe tersebut mengantar petugas dealer kepada Andrea yang sedang duduk di meja bar bersama Leon.


"Maaf mbk Andrea ada yang mencari." Pegawai cafe


" Owh ya. makasih ya. " Andrea.


" Bapak mencari saya?" Tanya Andrea


" iya apa benar dengan nona Andrea?" Petugas dealer.


" Iya saya sendiri ada apa ya pak?" Andrea


" Saya imgin mengantarkan mobil atas nama nona Andrea." Petugas dealer.


" Saya tidak membeli mobil pak mungkin Andrea yang lain." Andrea


" Tidak nona. Mobil ini memang untuk anda nona dan diminta dikirim ke D'garage cafe." Petugas dealer.


Saat masih berdebat dengan petugas dealer tiba-tiba Alvin menghubungi Andrea. Andrea pun langsung mengangkat telpon dari kekasihnya tersebut.

__ADS_1


"Halo mas." Andrea


" Iya Re. Apa mobilnya sudah datang?" Tanya Alvin


" Jadi mas yang membeli mobil? Ini petugas dealernya aja masih ada di sini." Andrea


" Iya Re. Aku sengaja membelikan mobil itu untukmu sebagai hadiah graduation mu dan juga aku gak mau kamu naik motor lagi dan kecelakaan waktu itu terulang kembali." Jelas Alvin.


" Mas itu berlebihan, mobil itu sangat mahal." Andrea.


" Tidak ada tapi-tapian. Aku mau kamu memakai mobil itu untuk aktifitasmu sehari-hari. Tidak ada penolakan." Kata Alvin tegas.


" Baiklah." Jawab Andrea pasrah.


" Good girl." Alvin


" Ok!" Alvin.


Akhirnya sambungan telpon mereka pun berakhir. Kemudian Andrea menerima berkas2 dari petugas dealer serta kunci mobil tersebut.


****


Pukul enam sore Andrea memilih untuk pulang kerumah. Ia memilih untuk pulang cepat karena ia merasa rindu kepada kakanya Celyn. Sudah lama mereka tidak bertemu dan berbincang.


Andrea membelah jalanan ibu kota dengan mobil baru yang siang tadi ia dapatkan dari Alvin. Jalanan sore itu cukup padat dan macet karena memang waktunya orang-orang yang bekerja di kantor pulang.

__ADS_1


Setelah menempuh perjalanan selama satu jam akhirnya Andrea sampai juga di rumah. Saat sampai di rumah ternyata Hans sudah berada di rumah. Hans melihat Andrea membawa mobil baru pulang kemrumahnya. Ia beetanya-tanya dari mana Andrea mendapatkan mobil tersebut. Karena selama ini Andrea tidak pernah memakai fasilitas ataupun uang dari Hans.


Setelah memarkirkan mobilnya Andrea masuk kerumah. Saat sedang menuju kamarnya Hans sedang duduk di ruang keluarga. Ia langsung menyapa Andrea dengan nada tidak suka.


" Owh sudah pulang." Hans


" Selamat malam dad." Sapa Andrea


" Hebat ya hanya mengandalkan sebuah cafe kecil bisa membeli mobil mewah." Sindir Hans


Hans memang selalu tidak menyukai semua hal yang Andrea kerjakan. Dimata hans apapun yang di kerjakan oleh Andrea selalu dipandangnya sebelah mata.


" Itu hadiah graduation dari seseorang." Andrea


" Owh spesial sekali sampai memberi barang semewah itu." Ucap Hans dengan nada yang sindiran.


" Setidaknya ada orang yang peduli padaku. Tidak seperti orang-orang di rumah ini, ucapan selamat saja tidak ada. " Ucap Andrea dengan penuh penekanan.


" Andrea Wijaya jaga ucapan mu." Hans meninggikan suaranya mendengar perkataan yang keluar dari Andrea.


Andrea pun sedikit tersentak mendengar teriakan dari ayahnya. Namun ia tidak bergeming tetap di posisinya dan justru semakin mengeluarkan isi hatinya.


" Aku memang menggunakan nama Wijaya namun sebenarnya aku sama sekali tidak di angap dikeluarga ini. Aku sendiri tidak yakin aku benar-benar keturunan dari Wijaya atau bukan." Ungkap Andrea dengan sedikit bergetar karena menahan gejolak hatinya yang tiba-tiba terasa perih.


Hans yang duduk di sofa kemudian berdiri menghapiriri Andrea setelah mendengar ungkapan dari putri bungsunya tersebut. Hans menghampiri dan mengakat tangannya untuk menampar Andrea. Namun tamparannya tertahan di udara dan kemudian hanya mengepalkan tangaannya di hadapan Andrea.

__ADS_1


Andrea yang mendapat perlakuan tersebut sangat kaget. Air matanya langsung jatuh di pipinya begitu saja tanpa seijinnya. Ia tidak menyangka jika ayahnya akan menamparnya. Setelah itu Andrea berlari menaiki anak tangga menuju kamarnya. Di dalam kamarnya ia hanya dapat menangis menumpahkan segala rasa sakitnya.


Bersambung.......


__ADS_2