
" Dad!" Panggil Celyn dengan suara khas orang habis menangis.
Hans pun menghentikan aktifitasnya yang sedang membaca surat kabar dan menoleh ke sumber suara. Celyn langsung menghampiri Hans dan memeluknya.
" Sayang ada apa?" Tanya Hans kepada Celyn yang sudah berada di pelukannya sambul mengusap punggung putrinya.
" Aku tau sekarang kenapa Andrea tidak pernah pulang dan menghilang sejak pernikahanku bahkan dia tidak datang di pernikahan ku." Kata Celyn dengn suara yang bergetar.
" Aku kakak yang jahat dad." Sambung Celyn.
Hans hanya bisa menghela nafasnya mendengar apa yang di ungkapkan Celyn.
" Darimana kamu tau nak?" Tanya Hans.
"Leon yang menceritakan semua."kata Celyn
" Dady lah yang salah." Ungkap Hans. Celyn melepaskan pelukannya dan menatap Hans bingung.
" Apa dady sudah tau sejak awal atau dady yang...." Kaa Celyn menggantung.
" Ya dady sudah tau sejak awal bahkan sejak kamu baru menyukai Alvin Ludovic. Jika laki-laki yang kamu sukai dan sekarang menjadi suamimu adalah kekasih adik mu Andrea." Ungkap Hans.
Celyn kembali kaget taknpercaya jika orang-orang yang ia sayangi telah membohongi dan menutupi kenyataan yang sebenarnya.
" Apa dady juga menyuruh Andrea untuk melepaskan Alvin demi aku?" Tanya Celyn datar. Celyn sangat tau bagaimana dadynya jika menyangkut tentang kebahagiaan dirinya. Semua hal akan ia lakukan walaupun itu harus menyakiti putrinya yang lain.
Mendengar pertanyaan dari Celyn,ia hanya dapat menganggukkan kepala.
" Tapi adik mu tidak mau melepaskannya dia melawan dady. Tapi ternyata takdir berkata lain justru Alvin sendiri yang membuat kesalahan!" Kata Hans yang menjelaskan.
" Lalu dimana Andrea sekarang?"tanya Celyn kembali dengan nada ketus.
" Dady belum menemukannya. Yang dady tau dia pergi ke Eropa." Jawab Hans.
Lalu Celyn berdiri meninggalkan Hans begitu saja. Beberapa langkah meninggalkan Hans tiba-tiba ia berhenti dan berkata.
" Aku membenci mu dad." Kata Celyn lalu pergi meninggalkan Hans dengan air mata yang sudah tumpah membasahi pipinya.
Alvin di kantor ALV corp sedang mengadakan rapat penting dengan beberapa staf nya tiba-tiba mendapat telpon dari rumahnya.
Pelayan rumahnya lah yang menghubunginya. Sang pelayan memberi tahu jika Celyn tiba di rumah dalam keadaan kacau dan sesaat kemudian pingsaan
" Baiklah aku pulang sekarang." Kata Alvin lalu menutup sambungan telponnya dan ia bergegas untuk pulang melihat keadaan Celyn.
Setelah tiga puluh memit berlalu akhirnya Alvin sampai di kediamannya. Ia langsung masuk dengan terburu-buru.
" Apa sudah menghubungi dokter?" Tanya Alvin kepada seorang pelayan yang menyambutnya.
__ADS_1
" Sudah Tuan. Nyonya sedang di periksa oleh dokter di kamar." Jawab pelayan.
Alvin pun menuju ke kamarnya. Saat ia masuk dokter baru saja selesai memeriksa Celyn.
" Bagai mana dok kondisi istriku." Tanya Alvin
" Tidak perlu khawatir Tuan. Nyonya baik-baik saja hanya saja dia kelelahan dan sepertinya nyonya sedang hamil."jawab sang dokter
" Tapi ini baru dugaan saya saja untuk memastikan sebaiknya anda membawa nyonya ke dokter spesialis obgyn. " Lanjut dokter.
Alvin tidak dapat berkata-kata ia merasa senang dengan kehamilan Celyn walaupun itu adalah hasil dari sebuah kesalahan.
" Trimakasih dok." Kata Alvin
" Kalau begitu saya permisi Tuan." Alvin hanya menganggukkn kepala dan dokter pun pergi.
"Eunghh....." Suara lenguhan Celyn yang mulai tersadar dari pingsannya.
" Kamu sudah bangun sayang." Kata Alvin. Ini pertama kalinya Alvin memanggil sayang terhadap Celyn setelah tiga bulan mereka menikah.
Mendengar panggilan sayang yang keluar dari mulut suaminya sebenarnya sangat bahagia namun juga sedih dan merasa bersalah.
" Makan dulu ya kamu dari tadi belum makan. Aku suapi." Kata Alvin
Celyn hanya mengaguk karena ia memang terasa sangat lapar karena tenaganya terkuras karena menangis dan emosi. Kemudian Alvin mengambil semangkok bubur yang berada di atas nakas beleah ranjang dan mulai menyuapi Celyn.
" Apa aku punya penyakit tertentu?" Kata Celyn sambil menatap Alvin penasaran.
" Karena beberapa hari ini setiap pagi sepeninggalan mu pergi ke kantor selalu mual dan pusing." Lanjut Celyn. Alvin hanya tersenyum menanggapi perkataan istrinya tersebut.
" Kenap malah tersenyum?" Ucap Celyn sedikit sebal.
" Tidak. Maka dari itu besok kita ke rumah sakit untuk memeriksakan keadaan mu." Jawab Alvin.
***
Kesesok harinya Alvin membawa Celyn pergi ke dokter spesialis kandungan untuk memeriksakan kondisi Celyn sekalogus memastikan akan kehamilan Celyn.
Alvin belum memberitahu Celyn jika kemaren dokter yang memeriksanya menyatakan bahwa ia sedang hamil.
Setelah sampai di rumah sakit mereka langsung menuju dokter spesialis kandungan. sesampainya di ruang dokter Celyn dipersilahkan berbaring di atas baranlar dan sang dokter mulai memeriksa perut Celyn dan melakukan tindakan USG.
" Bagaimana dok?" tanya Celyn.
"Selamat nyonya anda sedang hamil." kata sang dokter
" anda melihat titik ini.ini adalah janinnya. ukurannya masih sangat kecil karena usia kandungan anda masih 3 bulan. " lanjut dokter.
__ADS_1
Mendengar dan melihat apa yang di tunjukan oleh dok ter spesialis kandungan Alvin tampak berbinar lalu mengecuo kening Celyn.
" Trimakasih sayang. Aku berjanji akan menjaga kalian berduan." kata Alvin
Namun Celyn hanya diam dan tersenyum simpul mendengar apa yang di katakan suaminya.
Akhirnya pemeriksan selesai dan mereka kembali ke kediaman Alvin. Di sepanjang perjalanan Celyn hanya diam dan seoalah menghimdari Alvin. Di dalam mobil Celyn selalu saja menatap keluar lewat jendela sampimg mobil. Pikirannya kalut
" aku bahagi kau ada di dalam perut mama nak tapi pantaskan aku bahagia diatas penderitaan saudari ku sendiri?" batin Celyn
Sesampainya di rumah Celyn yang msih tampak lah berjalan menuju kamar di temani oleh Alvin. Kemudian Celyn naik ke atas ranjang dan bersandar di bantu oleh Alvin. Alvin duduk di pinggir ranjang menggenggam tangam Celyn.
" ada apa hmmmm?" tanya Alvin. Celyn hanya menggelengkan kepalanya.
" Apa tidak senang kau hamil anak kita?" tanya Alvin kembali.
" aku sangat bahagia karena mengamdung anakmu karena aku mencintai mu walaupun kita bersatu karena sebuah kekhilafan tapi apa pantas?"
" apa pantas aku bahagia diatas penderitaan orang lain dan yang lebih kejam lagi orang itu adalah adiku sendiri. " ucap Celyn panjang lebar.
" apa maksud kamu Cel?" kata Alvin
" Apa kau tidak tau jika kekasih mu dulu adalah Andrea Wijaya?" tanya Celyn. Alvin hanya menggelngkan kepalanya.
" Andrea Wijaya adalah anak bungsu dari dua bersaudara anak dari Hans Wijaya." ungkap Celyn
" Jadi..." ucap Alvin terpotong.
" ya dia adalah adik ku." tangis Celyn pun pecah. Sedangkan Alvin tidak bisa berkata-kata dan syok.
bersambung........
ayokk dukung karya othor yak
yang sudah mendukung trimakasih dan jangan lelah untuk dukung othor terus biar othor semangat menyelesaikan cerita ini.
cerita ini ada gulanya ada bawangnya juga semoga tersampikan gula dan bawangnya
like comen,vote n pav dari kalian bener-bener jadi moodbooster dan sangat othor
othor usahin uodate tiap hari ya!!!
love you all
semoga kesehatan dan keberuntungan menyertai kalian
😘😘🙏🙏🙏
__ADS_1