
Setelah Alvin selesai meeting dengan Celyn di kantor Wijaya grup ia kembali ke kantornya. Saat diperjalanan menuju kantornya ,menggunankan mobil sedan mewahnya yang berlogo cincin berjajar saling mengait berpikir untuk menemui kekasihnya. Kemudian Alvin memutar kemudinya menuju cafe tempat Andrea bekerja sekaligus makan siang disana. Selain itu Alvin ingin meminta penjelasan kepada gadis nakalnya atas ucapannya sewaktu di apartemen waktu itu.
Tidak lama kemudian Alvin sudah sampai parkiran cafe tempat Andrea bekerja. Ia langsung masuk ke dalam cafe tersebut. Saat baru saja masuk cafe ada Leon yang sedang berbicara dengan pegawainya. Alvin yang mengetahui ada Leon langsung menyapanya.
" Hai Le. Sedang sibuk?" Sapa Alvin.
" Hai kak. Gak kok biasa cuma ngecek aja. Ada janji sama Rea?" Tanya Leon.
" Gak kok. Tadi abis meeting tangung jam makan siang mampir deh kesini." Jawab Alvin
" Oh... Kalau mau ketemu Rea tu ada di ruangannya." Ucap Leon memberitahu Alvin.
" Ok... Kalau gitu aku ke atas dulu ya." Sahut Alvin lalu pergi meninggalkan Leon menuju ruangan Andrea.
Sampai di depan ruangan Andrea, Alvin mengetuk pintu.
Tok....
tok...
tok....
" Masuk!!" Perintah Andrea yang sedang berdiri membelakangi meja kerjanya sambil berbicara lewat telpon.
Setelah mendengar ucapan Andrea, Alvin langsung masuk dan menutup mata Andrea dari belakang. Seketika Andrea kaget dan langsung menghentikan pembicaraannya di telpon.
" Le jangan becanda deh." Ucap Andrea sewot sembari memutar tubuhnya dan bersiap ingin memukul Leon. Setelah melihat orang yang menutup matanya Andrea tidak jadi memukulnya malah langsung memeluk dan mengalungkan tangannya di leher Alvin.
" Mas kok ada disini?" Tanya Andrea masih memeluk Alvin dan saling berhadapan.
" Iya sengaja mau ngasih kejutan sama kamu, sekalian mau ngajakin kamu makan siang bareng." Jawab Alvin.
Andrea melepaskan pelukannya kemudian menuntun Alvin untuk duduk di sofa yang ada di ruangan tersebut.
" Mas mau makan apa? Trus mau makan di ruangan aku apa mau di luar aja?" Tanya Andrea.
" pasta aja. Bawa kesini aja ya. Diluar rame banget." Jawab Alvin
"Ok. Tunggu sebentar aku siapin." Sahut Andrea
Andrea bergegas keluar dari ruangannya menuju ke dapur untuk menyiapkan makan siang dirinya dan Alvin. Setibanya di dapur Andrea langsung masak sendiri spageti bolognese kesukaan Alvin. Selain spageti bolognese dia juga membawakan puding buah dan lemon tea. Sedangkan Alvin menunggu di ruangan Andrea sembari mengecek pekerjaannya melalui laptop.
Setelah Andrea selesai menyiapkan makan siang mereka langsung makan siang bersama.
" Enak gak mas?" Tanya Andrea di sela-sela makan.
" Seperti biasa enak banget." Puji Alvin
__ADS_1
"Oya... Maksud kamu kemaren bilang maaf dan balapan itu apa?" Tanya Alvin menatap Andrea dengan serius dan penuh selidik.
Andrea terhenyak mendengar pertanyaan dari Alvin. Sebelum menjawab pertanyaan tersebut Andrea menyesap lemon teanya untuk menetralkan jantung dan pikirannya karena terkejut. Sedangkan Alvin masih Menatap Andrea dengan serius dengan melipat kedua tangannya di depan dada dan menyadarkan tubuhnya pada sandaran sofa menunggu penjelasan dari Andrea.
"Emmmm.....kemaren itu a..aku". Ucap Andrea terbata dan masih berpikir cara mengatakannya pada Alvin agar kekasihnya tersebut tidak marah.
" Kemaren apa?" Kata Alvin dengan nada dingin dan wajah yang sangat serius.
" Mati aku" batin Andrea.
" Maaf mas! Kemaren waktu mas di Singapura aku ikut balapan lagi." Ucap Andrea dengan lirih dan tertunduk menyesal.
Alvin pun mendengar pengakuan Andrea hanya membuang nafas dengan kasar.
" Andrea berapa kali mas bilang itu bahaya. Sedangkan kamu itu perempuan. Mas tidak keberatan kamu mengendari motor tapi mas tidak suka kalau kamu ikut balapan. Harus berapa kali aku ngomong re?"Alvin
"Maaf mas, Rea....ja...." ucapan Andrea terpotong.
"Kamu juga sering membohongi mas."Alvin
"Mas lelah Re. Sekarang terserah kamu." Ucap Alvin dengan kesal lalu bangkit dan pergi meninggalkan Andrea begitu saja.
" Mas mau keman?" Tanya andrea sambil mengejar Alvin. Namun Alvin tidak menghiraukannya dan langsung pergi begitu saja.
"Mas....mas... Alvin" panggil Andrea.
" Ada apa Re? Kamu berantem sama Alvin?" Tanya Leon kepada Andrea.
" Mas Alvin marah Le sama aku." Jawab Andrea dengan terus menatap kepergian Alvin dari dalam cafe.
"Kok bisa?" Sahut Leon.
"Inget gak Le waktu kita balapan kemaren sebelum start aku lemparkan handphone ke kamu karena ada telpon." Jelas Andrea.
" Iya aku inget." Jawab Leon
" Itu mas Alvin yang hubungin aku Le. Setelah balapan baru aku hubungin balik. Pagi setelah kita sampai di cafe aku baru membalas pesannya." Ungkap Andrea lagi kepada Leon.
" Emang dia gak tau kalu kamu balapan?". Tanya Leon kepada Andrea. Andrea hanya menjawab dengan menggelengkan kepala.
" Setahunya Mas Alvin aku sudah tidak balapan lagi Le dan Mas Alvin juga melarang ku untuk balapan". Kata Andrea.
" Aku sudah berjanji kepada Mas Alvin untuk tidak balapan lagi Le." Tambah Andrea dengan wajah sedih. Leon hanya bisa menepuk jidatnya.
" Kenapa gak bilang Re, trus ngapain kemaren kamu ngotot buat ikutan balapan? Sekarang jadi gini kan." Omel Leon.
" Jangan ikutan ngomel deh Le. Kamu tahu sendirikan kemaren itu taruhannya gede mana mungkin lah aku lewatin. Lagian lawannya juga menarik. Kamu juga tahu aku pengen banget ngelawan Alex." Kata Andrea.
__ADS_1
" Ok sekarang keinginan lo udah terkabul, menang balapan dan melawan Alex. Untuk mas Alvin mu yang marah aku gak mau ikut campur dan jangan minta bantuan ku!" Ucap Leon seraya pergi meninggalkan Andrea.
" Le jangan gitu dong." Teriak Andrea berusaha membujuk Leon. Namun Leon tetap melangkah pergi dan hanya mengangkat tangannya ke atas tidak peduli.
"Ah..sialan Leon". Gerutu Andrea
Di dalam mobil sedannya Alvin hanya terdiam dengan raut wajah yang masam karena kesal dengan tingkah Andrea. Beberpa kali panggilan Andrea dia abaikan. Sesampinya di kantor Alvin langsung masuk untuk menuju ruangannya yang berada di lantai paling atas. Saat masuk dalam lobi kantor Alvin disapa oleh satpam dan beberapa karyawannya yang berpapasan namun Alvin tidak menanggapinya. Para karyawan dan satpam heran dengan sikap Alvin yang tidak seperti biasanya.
" Pak Alvin kenapa ya tidak seperti biasanya?" Kata seorang karyawan.
" Iya, tidak seperti biasanya." Jawab karyawan lain.
" Mungkin sedang ada masalah." Timpa karyawan yang lainnya lagi.
" Sudah sebaiknya kita kembali bekerja saja." Ajak karyawan yang pertama. Para karyawan itu pun kembal bekerja.
Setelah sampai di lantai atas Alvin langsung masuk kedalam ruangannya dan ia mulai membuka berkas-berkas yang sudah menumpuk di atas mejanya.
Saat sedang sibuk dengan berkas-berkas terdengar suara ketukan pintu.
Tok...tok...tok....
"Masuk" jawab Alvin
" Permisi Pak ini berkas-berkas untuk proyek yang akan kita kerjakan dengan Wijaya Grup." Kata Siska sekretaris Alvin.
"Apa sudah kamu teliti dengan benar?" Sambung Alvin.
"Sudah pak " jawab Siska.
Alvin mulai membaca satu persatu beekas-berkas tersebut kemudian menandatanganinya.
" Ok. Sudah aku tandatangani semua. Langsung kamu kirim ke Wijaya Grup." Perintah Alvin kepada sekretarisnya.
Setelah meeting dengan ALV corp Celyn tampak berbinar, merasakan ada hal yang aneh dengan dirinya. Ia merasa sangat senang bertemu dengan pemimpin ALV corp itu. Hans sudah kembali ke kantor setelah bertemu dengan pengusahan dari Italia. Celyn segera menemui ayahnya untuk melaporkan hasil meeting dengan ALV corp.
" Permisi dad. Aku mau melaporkan hasil meeting dengan Alv corp tadi pagi. Semua sudah di setujui dan pihak Alv corp juga sudah mengirimkan berkas yang kita butuhkan." Beritahu Celyn pada dadynya dengan wajah yang berbinar-binar.
" Ok... Kalau begitu proyek dengan Alv corp dady serahkan padamu. Tolong kamu handle semuanya." Jawab Hans. Dengan menatap heran pada putri sulungnya. Ia merasa putri sulungnya tampak begitu senang.
" Sayang... Kamu baik-baik saja kan?" Tanya Hans.
" I' am ok..dad. memangnya kenapa?" Tanya balik Celyn.
" Oh tidak. Dady hanya bertanya saja." Jawab Hans namun masih penasaran.
" Ok dad aku balik ke ruanganku dulu." Celyn pamit pada ayahnya.
__ADS_1
Bersambung.,.......