Gadis Tomboy Tuan CEO

Gadis Tomboy Tuan CEO
#14


__ADS_3

Celyn di dalam kamar menghempaskan badannya ke ranjang dan menutupi wajahnya dengan kedua telapak tangannya. Ia meruntuki sikapnya sewaktu mengunjungi proyek tadi.


" Kenapa dengan jantungku? Celyn ingat dia sudah mempunyai kekasih. Lupakan dia profesionallah. Perasaan ini tudak benar celyn." Ucapa Celyn pada dirinya sendiri. Beberapa saat kemudian Celyn memilih pergi ke kamar mandi untuk membersihkan diri.


Dia mengisi air bathup dan memberinya dengan sabun aroma terapi agar tubuhnya kembali segar. Selama 30 menit ia berendam akhirnya selesai juga. Celyn mengenakan bathroob dan duduk di depan meja rias yang ada di kamar hotel tersebut. Ia memandangi wajahnya dan memikirkan kejadian tadi siang.


Hanya membayangkan saja jantungnya berdebar-debar. Disela lamunannya Celyn teringat kepada adiknya yang sudah beberapa hari tidak ia temui dan tidak ada kabar. Akhirnya Celyn mencoba menghubungi Andrea. Ia mengambil handphonenya yang berada di atas nakas dan memulai pangilan. Setelah beberapa saat ternyata panggilnnya tidak di jawab oleh Andrea.


Karena pangilannya tidak kunjung dijawab Celyn memilih untuk mengakhirinya kemudian ia berganti pakaian dan melanjutkan pekerjaannya.


Disaat sedang sibuk dengan pekerjaanya tiba-tiba ada yang mengetuk pintu kamarnya.


Tok....


Tok....


Tok....


"Iya sebentar." Jawab Celyn kemudian berjalan menuju pintu. Setelah membuka pintu ia pun terkejut.


"Tuan Alvin oh... Maksud saya Alvin." Ucap Celyn dengan canggung.


" Ada apa anda kemari?" Tanya Celyn masih berada di depan pintu.


" Oh tidak , apa aku boleh masuk?" Alvin meminta ijin.


" I-iya. Silakan!" Celyn memberi jalan kepada Alvin untuk masuk kekamarnya.


" Silakan duduk!" Celyn mempersilahkan Alvin.


"Trimakasih" Alvin pun duduk di sofa yang ada di kamar tersebut. Celyn juga ikut duduk di sofa lain yang ada di sebelahnya.


Kamar hotel yang Alvin dan Celyn tempati merupakan kamar VIP. Di dalam kamar tersebut ada seperti ruang tamu kecil.


" Ada apa anda kemari tuan Alvin?" Tanya Celyn


"Tuan? Kenapa bahasamu jadi formal kemabali?" Tanya Alvin Heran.


"Ah..maaf." Celyn menjadi salah tingkah semenjak kejadian di proyek.

__ADS_1


" Aku hanya ingin melihat keadaanmu. Apakah kau baik-baik saja?" Tanya Alvin khawatir.


" Ah iya aku baik-baik saja. Jangan khawatir." Jawab Celyn.


"Syukurlah kalau kau baik-baik saja." Alvin


Tidak terasa Alvin dan Celyn sudah lima hari berada di kota K. Pekerjaan mereka sudah selesai lebih cepat dari pada yang mereka rencanakan sebelumnya.


Mereka mempunyai waktu senggang selama dua hari sebelum kembali. Celyn berencana untuk mecari buah tangan untuk dady, adik dan para pelayan di rumahnya.


Celyn memang baik hati serta perhatian terhadap orang-orang terdekatnya.


Saat ingin keluar hotel untuk membeli oleh-oleh tidak sengaja ia berpapasan dengan Alvin diloby hotel. Alvin menyapa Celyn dan bertanya kepada Celyn.


" Hey... Mau kemana malem-malem begini." Alvin


"Eh...hey. Aku ingin keluar sebentar mencari oleh-oleh untuk adikku dan semua yang ada di rumah." Celyn


"Boleh aku temani?" Tanya Alvin dan Celyn hanya mengangguk kepada Alvin.


Akhirnya mereka pergi berdua mereka berkeliling kota. Untuk mencari barang yang ingin Celyn bawa pulang. Dua jam kemudian barang-barang yang Celyn inginkan sudah didapatkan. Lalu mereka melanjutkan untuk makan malam.


" Cel apa besok kamu akan pulang? " Tanyan Alvin disela-sela makan malam mereka.


" Maukah kau menemaniku keliling kota besok? Aku dengar ada pasar raya di pusat kota." Alvin


" Baiklah." Celyn


Keesokan harinya mereka berdua berkeliling kota. Mereka jalan-jalan menghabiskan waktu bersantai sebelum kembali sibuk dengan urusan pekerjaan di ibu kota. Pada sore hari mereka tiba di pasar raya. Mereka berjalan mengelilingi pasar raya tersebut. Disana banyak stand makanan, pernak-pernik bahkan ada juga wahana permainan seperti bianglala, komedi putar, rumah hantu dan lainnya. Tiba-tiba Alvin menuju pada satu stand makanan yang menjual permen kapas. Kemudian ia membeli dua permen kapan yang satu untuk dirinya dan satu lagi diberikan kepada Celyn.


"Ini untuk mu!" Seru Alvin sembari menyodorkan permen kapas.


"Trimakasih!" Jawab Celyn.


"Makanlah, satu permen kapas tudak akan membuat mu gendut." Ucap Alvin menyindir Celyn karena ia hanya memainkan permen tersebut.


"Siapa yang takut gendut?" Jawab Celyn dengan melirik Alvin dengan tajam.


" Ha..ha..ha..." Alvin tertawa melihat ekspresi muka Celyn.

__ADS_1


" Buktinya itu tidak kamu makan." Sambung Alvin


" Baiklah ini aku makan." Jawab Celyn kemudian ia memakan permen kapas tersebut. saat merasakan permen tersebut ia sangat senang ternyata rasanya enak.


Alvin memperhatikan wajah Celyn yang berbinar saat makan permen kapas. Saat melihat Celyn tersenyum ada getaran aneh yang ada di dalam hati Alvin namun Alvin langsung menepis rasa itu.


" Apa ini pertama kali kau makan permen kapas?" Tanya Alvin


Celyn hanya menganggukkan kepanya karena ia sedang asik menikmati permen kapasnya.


" Ah...pantas saja kamu makan sampai belepotan." Kata Alvin sembari membersihkan permen kapas yang ada di sudut bibir Celyn.


" Ah ma..maaf." Celyn gugup.


Setelah membeli permen kapas mereka mencoba beberapa wahana. Mereka begitu menikmati kebersamaannya malam itu. Celyn tampak sangat bahagia dengan kebersamaannya dengan Alvin. Setelah puas bermain di pasar raya mereka pun kembali ke hotel untuk beristirahat, karena keesokan harinya mereka harus kembali ke ibu kota.


Sepulang dari kota K Celyn begitu ceria. Ia tampak senyum-senyum sendiri dan selalu bersemangat. Hans yang melihatnya pun sudah dapat nebak apa yang membuat putri kesayangannya bertingkah seperti itu.


***


Pagi itu Alvin menghubungi Siska sekretarisnya. Ia menanyakan tentang tugas yang ia berikan Sewaktu ia berada di kota K.


"Sis apa kamu sudah melakukan apa yang saya minta kemaren?" Tanya Alvin


"Sudah pak." Jawab Siska.


" Tolong kamu kirimkan hari ini ke cafe D'garage ya!" Perintah Alvin.


"Baik pak."


Sewaktu ia di kota K Alvin meminta Sekretarisnya untuk mencari kan mobil untuk Andrea. Mobil tersebut sebagai hadiah graduationnya beberapa waktu lalu. Selain itu Alvin tidak ingin Andrea menggunakan motornya dan kecelakan pada waktu itu terulang kembali.


Di cafe Andrea sedang bekerja seperti biasa tiba-tiba ada truk yang membawa mini cooper berwarna hitam ada aksen merahnya parkir di depan cafe. Awalnya Andrea pikir hanya petugas dealer mobil yang sedang berhenti sebentar saja. Ternyata petugas dealer menurunkan mobil itu.


Andrea yang bingung kemudian mencari Leon di ruangannya namun tidak ia temukan sosoknya. Akhirnya ia keluar dan mencarinya di seputaran cafe. Ternyata Leon sedang duduk di meja bar cafe tersebut.


"Le kamu beli mobil lagi?" Tanya Andrea dengan menatap ke arah luar cafe memperhatikan petugas dealer mobil menurunkan mobil mini cooper.


" Enggak. Emang kenapa?" Jawab Leon heran.

__ADS_1


" itu ada mobil di turunin disini. Kalau bukan punya mu trus punya siapa dong?" Kata Andrea dengan menjuk ke arah parkiran.


Bersambung.....


__ADS_2