Gadis Tomboy Tuan CEO

Gadis Tomboy Tuan CEO
#11


__ADS_3

Alvin melajukan mobil mewahnya dengan cepat. Hatinya merasa gusar memikirkan keadaan Andrea. Ia ingin cepat melihat keadaan kekasihnya namun jalanan waktu itu cukup padat sehingga menghambat laju perjalanannya. Ia terus menekan tombol klakson mencoba memecah kepadatan jalan. Setelah satu jam kemudian akhirnya Alvin sampai di rumah sakit. Ia cepat-cepat masuk kedalam rumah sakit untuk mencari ruangan Andrea. Pada saat berada di lobi rumah sakit dan hendak bertanya kepada bagian informasi Alvin bertemu Leon.


" Kak Alvin!" Panggil Leon. Alvin menoleh kearah sumber suara yang memanggilnya.


" hai Le. Baru saja aku ingin bertanya pada petugas dimana Ruangan Rea." Kata Alvin.


"Yuk kak lewat sini." Ajak Leon


Beberapa menit kemudian mereka sampai keruangan Andrea. Andrea yang sedang bermain handphone kaget dengan kedatangan mereka berdua.


" Mas Alvin!" Seru Andrea. Alvin langsung menghampiri Andrea yang berbaring di ranjang rumah sakit dan kemudian memeluknya.


" apa kamu baik-baik saja?" Tanya Alvin.


" iya mas aku gak papa kok. Ini hanya luka kecil sebentar lagi juga sembuh." Jelas Andrea


" luka kecil katamu. Hampir saja kamu mati kehabisan darah dan infeksi kalau kamu tidak segera kerumah sakit." Ungkap Leon.


" Aish...gak usah berlebihan Le." Timpa Andrea.


" sudah...sudah jangan berdebat." Potong Alvin. Akhirnya Andrea dan Leon berhenti berdebat.


" Mas kenapa bisa ada disini? Bukannya lagi sibuk ya?" Tanya Andrea.


" Leon yang memberitahuku kalau kamu dirawat di rumah sakit." Jawab Alvin.


"Dasar bocah pengacau" kata Andrea kepada Leon. Leon hanya diam saja pura-pura tidak mendengar dan sibuk dengan gadgetnya.


" kalau bukan Leon pasti kamu tidak akan memberi tahu keadaanmu." Sahut Alvin.


" bukan begitu mas, aku hanya tidak mau membuat khawatir orang-orang disekitarku." Kata Andrea.


"tapi aku tidak suka jika kamu menyembunyikan sesuatu dariku Andrea." Kata Alvin dengan tegas.


" iya mas." Jawab Andrea


" sudahlah aku pergi dulu daripada aku disini jadi obat nyamuk." Sela Leon. Leon berdiri dari duduknya untuk segera pergi.


"Mau keman Le?" Tanya Alvin.


" aku harus ke cafe kak ada pekerjaan yang harus aku selesaikan." Jawab Leon


" baiklah biar aku yang menjaga Rea." Uncap Alvin


" hati-hati nye*." Sahut Andrea. Leon sudah berjalan menuju pintu untuk keluar dan hanya mengangkat tangannya keudara dengan mengcungkan ibu jarinya sebagai jawaban.


Ditempat yang berbeda Evan sedang bertemu dengan seseorang yang akan ia suruh untuk menyelidiki orang yang sudah melukai putri bungsu bosnya. Evan mejelaskan tugas kepada seorang laki-laki yang bertampang sangar seperti preman.

__ADS_1


"Ada pekerjaan untukmu." Evan


" apa bos?" Anak buah Evan


" cari tau siapa orang yang telah mencelakai anak bos besar." Evan


" siap bos!" Anak buah Evan


" ku beri waktu tiga hari. Kalau dalam tiga hari kamu belum bisa menemukan pelakunya nyawamu yang menjadi taruhan." Evan.


" baik bos mengerti." Anak buah Evan


" sekarang pergilah!" Suruh Evan dan anak buahnya segera pergi untuk menjalaankan tugas darinya.


Evan kembali ke kantor Wijaya grup. Disana ia melaporkan informasi yang diperolehnya kepada Hans. Setelah sampai di kantor Evan menuju ruangan Direktur. Di depan pintu ruangan direktur Evan bertanya pada sekretaris.


"Apa tuan ada didalam?" Evan


" Ada Pak. Bari saja tuan kebali dari meeting." Sekretaris Hans. Evan langsung masuk ke ruangan Hans.


" permisi tuan. Saya ingin melaporkan hasil dari tugas yang Tuan berikan." Evan


" Ya katakan." Hans.


" nona Andrea dirawat dirumah sakit dan kondisinya cukup parah. Luka sayatan di bahunya cukup dalam dan sempat kehilangan banyak darah, tetapi sekarang sudah ditangani oleh dokter terbaik di rumah sakit tersebut. Mungkin dalam beberapa hari baru bisa pulang." Jelas Evan


" Lalu?" Hans


" kerja bagus. Sekarang kembalilah dengan perkerjaanmu." Ucap Hans.


" baik tuan saya permisi." Evan membukukan badannya kemudian pergi meningglkan ruangan Hans. Setelah kepergian Evan, Hans kembali dengan pekerjaannya.


Tiga hari kemudian Evan mendapat kabar dari anak buahnya. Anak buahnya memberitahukan bahwa orang yang melukai Andrea sudah ditemukan.


Kring.....


Kring.....


Kring.....


"Ada apa? " Evan


" orang yang menyerang nona muda sudah kami temukan bos." Anak buah Evan.


" bagus. Ada dimana dia sekarang?" Evan


" di markas bos." Anak buah Evan.

__ADS_1


" baiklah aku segera kesana. Jaga baji**** itu jangan sampai kabur."Evan


Setelah mendapat kabar dari anak buahnya Evan bergegas menuju markas dimana anak buahnya berada. Setelah menempuh perjalanan kurang lebih tiga puluh menit Evan berada dimarkas.


" mana baji*** itu?" Tanya Evan kepada anak buahnya.


" ini bos." Dibawanya dua orang yang sudah diikat dihadapan Evan. Evan mendekati dua orang tersebut kemudian melihat satu-persatu.


" siapa yang menyuruh kalian menyerang nona Andrea." Tanya Evan


" apa maksudanda Tuan. Andrea siapa? Kami tidak mengenalnya" penjahat 1


" kalian salah orang, lepaskan kami." Penjahat 2


" owh jadi kalian pikir aku salah orang?" Seraya Evan melayangkan bogem mentah kewajah penjahat.


" kami benar-benar tidak mengerti maksud anda Tuan." Penjahat 1


" owh....rupanya kalian lupa." Evan


" apa kalian ingat beberapa hari yang lalu kalian mengejar seorang perempuan menggunakan motor kemudian kalian menyerangnnya dengan menebas bahunya?" Evan


Kedua penjahat itu kaget dan saling berpandangan. " maaf tuan, maaf kan kesalahan kami." Mereka meminta maaf setelah mengingat kejadian tersebut.


" siapa yang menyuruh kalian?" Tanya Evan.


" kami tidak ada yang menyuruh tuan, kami hanya ingin merampas motor gadis itu tuan." Penjahat 1


" maaf kan kami tuan, tolong lepaskan kami." Penjahat 2


Evan tidak menggubris permohonan penjahat itu. Setelah selesai mengintrogasi Evan pergi.


" serahkan mereka kepada polisi dan pastikan mereka mendekam dipenjara dengan waktu yang tidak sebentar." Perintah Evan kepada anak buahnya.


" baik bos." Anak buah Evan


Evan keluar dari markas dan menghubungi bosnya. ia ingin melaporkan hasil penyelidikannya. Beberapa saat menunggu akhirnya terhubung dengan bosnya melalui sambungan telpon.


"Halo tuan. Maaf menggagu. Ada hal penting yang harus saya laporkan kepada anda." Evan


"Bicaralah!" Hans


" orang yang menyerang nona Andrea sudah tertangkap, dari hasil introgasi saya mereka murni begal Tuan. anak buah saya akan mengurusnya." Jelas Evan kepada tuannya.


" kerja bagus." Hans lalu memutus sambungan telponnya.


"Pastikan semuanya beres" lanjut Hans.

__ADS_1


"Baik tuan." Setelah mendengar jawaban Evan kemudian Hans menutup telponnya.


Bersambung........


__ADS_2