
Di dalam mobil Damian mencengkram stir mobil dengan rahang yang mengeras karena emosi yang sudah di ubun-ubun. Lalu ia mengambil ponselnya dan menghubungi asistennya.
" Ren aku ingin kau melakukan seauatu. Buat gadis itu menderita!" Perintah Damian
" Baik Tuan." Jawab Reno.
Reno yang bisa menghela nafas setelah mendapat perintah dari Damian.
" Benar dugaan ku. Gadis yang malang" Gumam Reno.
*****
Benar saja setelh beberapa hari pertengkaran antara dirinya dan Damian, Andrea mengalami kesialannng ber tubi-tubi.
Kesialan yang pertama tanpa alasan yang jelas Amdrea di pecat dari cafe nyonya Ursula.
" Nyonya apa salah saya kenap nyinya memecat saya? Bukan kah selam ini pekerjaan saja bagus?" Tanya Andrea tak trima.
" Ya pekerjaan mu memang bagus tapi aku tidak mau cafe ku ini hancur karena ulah mu." Jawab nyonya Ursula.
" Kau tau siapa orang yang mencarimu keaini dan kau ajak bertengkar? Dia adalah orang yang paling berpengaruh di negara ini. Dan aku tidak mau kena imbas dari kebodohanmu."
"Pergi kau dari cafe ku sekarang!" Kata nyonya Ursula.
Akhirnya Andrea dari cafe nyonya Ursula karena mau memohon dengan cara apapun tetao tidak akan memgubah keputusan nyonya Ursula.
__ADS_1
Ia berjaln menyusuri jalnan kota yang tampak ramai.
" Ah memangnya dia anak presiden apa? pake segala takut dan bilang kalau dia orang berpengaruh di negara ini." Gerutu Andrea
Akhirnya Andrea berhenti di sebuah Taman kota dan duduk di salah satu bangku yang menghadap danau buatan.
" Ish..... Menyebalkan. Dimana lagi ini aku harus mencari pekerjaan. Mencari pekerjaan kan sulit." Kata Andrea
"Ya Tuhan kenapa hidupku seperti ini. Penuh dengan kesialan dan kepedihan. Apa dosa saya Tuhan. Huft....." Monolog Andrea.
Hari sudah siang akhirnya Andrea memutuskan untuk pulang dan berniat mencari pekerjaan ke esok harinya.
Ia pulang menggunakan bus. Setelah menempuh du puluh menit perjalanan akhirnya ia sampai di apartemennya.
"Apa-apaan ini?" Andrea masuk ke dalam apartemen menemui pelik apartemn yang masih sibuk membersihkan barang-barang Andrea.
" Nyonya Margaret ada apa ini? Kenapa barang-barang saya anda keluarkan semua?" Tanya Andrea.
Ya Nyonya Margaretbadalhbpilih apartemen yang Andrea sewa semenjak ia tinggal di Italia.
" Kau harus pergi dari sini karena apartemen ini sudah ku jual dan sebentar lagi orang yang membelinya akan datang untuk menempati apartemen ini." Kata Nyonya Margaret.
" Anda tudak bisa begitu nyonya aku masih punya hak tinggal disini sampai minggu depan karena jatuh tempo sewaku masih samapai minggu depan. "
" Ck... Aku sudah menjualnya. Dan ini aku nerikn kompensasi sewa mu." Nyonya Margaret memberikan tiga lembar uang EURO.
__ADS_1
" Sekarang pergilah!" Nyonya Margaret menyeret Andrea keluar .
"Tapi Nyonya......"
Brakkkk
Kalimat Andrea terpotong dan nyonya Margaret menutup pintu apartemen .
"Hufffttt....." Andrea pun mengemasi barangnya yang sudah berserakan ke dalam kopernya.
Di falam sebuah gedung pencakar langit Damian sedang sibuk dengan berkas-berkasnya terdengar ketukan pintu.
Ya dia adalah Reno Asisitem sekaligus sekretaris Damian.
"Tuan saya sudah menjalankan perintah Anda. gadis itu sudah di pecat dari tempat kerjanya dan di usir dari tempat tinggalnya. Dan saya menemuakan ini mungkin berguna untu anda. " Ucap Reno panjang lebar menjelaskan serta menyerahkan sebuah dokumen.
Damian langsung melihat ke arah Reno dan menerima amplop coklat yang di serahkan Reno.
" Pasport?" gumam Damian.
" iya Tuan. Anda bisa menggunakannya untu bermain-main dengan gadis itu." ucap Reno.
" heh.... kamu memang pintar Ren." puji Damian.
" lets play the game." ucap Damian sambil tersenyum smirk.
__ADS_1