
Hari sudah berganti saat ini menunjukan pukul tiga dini hari. Damian tampak keluar dari sebuah club langganannya. Damian tampak lelah dan ingin segera pulang ke apartemennya untuk tidur. Sesampainya di apartemen Damian langsung membersihkan dirinya di kamar mandi. Setelah selesai ia merebahkan badannya di ranjang empuk yang berukuran king size. Tidak perlu menunggu waktu lama akhirnya ia tertidur. Namun baru satu jam ia sudah terbangun dengan nafas yang tersengal-sengal, keringat bercucuran.
"****!" umpat Damian dengan mengusap rambutnya dengan kasar.
" Kenapa datang lagi? Aku sudah lelah!" Gumam Damian dengan nada seoalah putus asa. Damian terbangun dari tidurnya yang sangat sebentar karena mimpi buruk.
Akhirnya Damian memilih untuk berajak dari ranjangnya kemudian menuju dapur untuk membuat secangkir kopi lalu membawa kopinya ke balkon apartemen. Dari balkon itu menampakan pemandangan kota dengan lampu dari gedung pencakar langit yang masih menyala karena memang waktu masih menunjukan pukul setengah empat pagi dan langit masih gelap.
Udara pagi hari yang segar dan secangkitr kopi cukup membuat dirinya merasa tenang. tak terasa waktu sudah menunjukan jam enam pagi. Damian segera masuk ke kamar mandi untuk mandi dan bersiap untuk pergi ke kantor. Ia mengenakan setelan jas bewarna navy serta kemeja warna putih dengan kacing bagian atas terbuka dan celana bahan dengan warna senada. Tidak lupa dengan sepatu pantofelnya yang mengkilap.
Saat berjalan memasuki kantor Galaxy Grup semua mata tertuju padanya terlebih lagi para wanita. Para pegawai wanita akan terpesona dengan ketampanan Damian. Dengan wajah bulenya yang memiliki rahang yang tegas dengan bulu-bulu halus, hidung mancung dan tatapan mata yang yang tajam membuat setiap wanita yang melihatnya akan meleleh. Namun sayangnya Damian adalah bos yang cukup tegas, mempunyai kedisiplinan yang tinggi dan tidak bisa dibantah oleh siapapun. Segala ucapan dan keputusannya adalah mutlak.
Seperti pagi ini ada seorang seorang penanggung jawab proyek tidak bisa menyelesaikan pekerjaan dalam waktu yang sudah di tentukan namun gagal ia selesaikan. Suasan hati Damian yang sudah kacau sejak berangkat kekantor akhirnya melampiaskan kepada pegawai nh tersebut.
"Kau tau kesalahanmu kenapa kau ku panggil kemari?" kata santai namun dengan tatatapan mengintimidasi.
" Maaf Tuan! itu semua karena ......." Perkataan sang pegawai langsung di potong oleh Damian .
" Aku tidak butuh alasan ataupun pembelaan. Sekarang kemasi barang-barang mu! Kau ku pecat!" kata Damian.
" Tapi Tuan."
" Keluar! Aku tidak butuh pegawai tidak berguna sepertimu!" Akhirnya pegawai itu pun keluar dari ruangan Damian.
Setelah Damian menyelesaikan urusan dengan pegawainya Reno punmasukke ruangan Damian.
__ADS_1
"Selamat pagi tuan. Sayaingin memberikan laporan terkait dengan kecelakan anda beberapa waktu lau Tuan." ucap Reno.
" Katakan!" Ucap Damian dingin
" Saya sudah memberikan kompensasi sesuai dengan hang anda perintahkan. Tapi.....". Kata Reno terpotong.
" Tapi apa? Katakan dengan jelas!" Ucap Damian
" Gadis tersebut menolaknya Tuan." ucap Reno dengan keoala menunduk.
BRAKKK.....
Damian membanting berkas ya g sedang ia pegang keatas menja kerjanya.
" Beraninya dia menolaknya." Kata Damian dingin.
"Di cafe milik Nhonya Ursula Tuan." jawab Reno.
" Dia bekerja disana Tuan." Lanjut Reno.
Damian yang mendengarkan penjelasan dari asistennya pun hanya tersenyum smirk. Reno yang melihat senyuman dari bosnnya hanya bisa mengambil nafas dalam.
"Sepertinya Akan ada sesuatu yang akan terjadi." batin Reno
Damian langsung pergi ke cafe milik Nyonya Ursula untuk mencari Andrea. Setelah dua puluh menit akhirnya Damian sampai di cafe tersebut. Damian langsung masuk dalam cafe tersebut dan mencari Andrea.
__ADS_1
" Maaf Tuan Cafe kami buka 30 menit lagi." kata salah satu pelayan cafe yang sedang membereskan meja.
" dimana pelayan yang bernama Andrea?" Tanya Damian dingin dan memancarkan aura menyeramkan. Pelayan itu pun langsung pergi memanggil Andrea dengan wajah yang ketakutan.
Akhir nya Andrea pun datang. Saat ia keluar langsung menghampiri Damian.
" Ada apa Tuan mencari saya? apa ingin meminta maaf atas kejadian tabrak lari kemarin?"ucap Andrea sinis kepada Damian.
" cih... ambil ini sebagai ganti rugi." Ucap Damian tak kalah sinis sambil melempar satu gepok dimeja bar.
" Aku tak butuh uang mu pecundang." Andrea mengambil uang tersebut dan melemparnya ke arah Damian.
Damian mengepalkan tangannya dan rahangnya mengeras karena amarah. Selama ini tidak pernah ada seorang bahkan seekor semut pun yang berani menghinanya.
Lalu Damian pun mencengkram rahan. Andrea dengan keras hinga Andrea meringis kesakitan.
" Beraninya kau menghina ku jala**!" kata Damian.
" Lepaskan aku! aku tidak takut dengan mu!" kata Andrea dengan menatap tajam Damian.
"aku pastikan ku akan menyesal elah melawan ku. "
Damian langsung menghempaskan Andrea hingga gadis itu jatuh tersungkur di lantai.
bersambung......
__ADS_1
mohon dukungan ya reader semua. like komen n vote biar othor receh ini semangat.