Gadis Tomboy Tuan CEO

Gadis Tomboy Tuan CEO
#9


__ADS_3

Selesai membersihkan diri Andrea langsung pergi. Di Saat ingin keluar dari rumah ia berpapasan dengan bik sumi.


Mau kemana nona?" Bik sumi


" Sepertinya aku butuh kerumah sakit bik buat ngobatin luka ku." Jawab Andrea sambil melirik ke arah bahunya yang terluka.


" Nona makan dulu ya, karena nona belum makan dari semalam. Biar bibik siapkan." Bik Sumi


" Tidak usah bik. Rea langsung jalan aja." Andrea.


" Bibik panggilkan supir ya non biar diantar." Kata bik Sumi lagi.


" Gak usah bik aku pergi sendiri aja." Tolak Andrea.


Setelah percakapan singkat dengan pelayan rumahnya itu Andrea bergegas pergi ke rumah sakit dengan mengendarai motor.


Sampai di rumah sakit Andrea memarkirkan motornya kemudian berjalan masuk kedalam. Andrea berjalan perlahan sembari memegangi bahunya yang sakit. Ia merasakan bahunya terasa lebih sakit dari pada sebelumnya dan merasa sangat lemas.


Saat masuk kedalam rumah sakit Andrea tidak sengaja menabrak seorang laki-laki.


Brakkkk......


"Au......." Andrea terjatuh dan memegangi bahunya yang luka. Lelaki yang ditabraknya hanya diam saja merasa kesal. Andrea bangun kemudian berdiri di depan laki-laki tersebut.


"Anda tidak apa-apa tuan?" Tanya asisten pria itu. Pria itu hanya mengangkat tangannya tanda tidak ada masalah.


" Maaf tuan. Saya tidak sengaja." Ucap Andrea dengan menundukkan kepalnya tanda penyesalan.


" Kau pikir maaf bisa menyelesaikan semuanya." Kata laki-laki tersebut dengan mencengkeram rahang Andrea sehingga menghadap ke arahnya. Mata Andrea dan laki-laki tersebut saling bertemu. Mereka saling menatap laki-laki itu merasa aneh dengan tatapan mata Andrea seolah tidak asing dengan mata itu. Namun tak berapa lama Andrea memejamkan matanya karena pingsan.


Laki-laki tersebut langsung menggendongnya menuju ruang perawatan.


" Aish....merepotkan sekali." Ucap lelaki itu sembari menggendong Andrea dan berjalan menuju ruang perawatan.


" Ren panggil James untuk melihat gadis ini." Perintahnya terhadap asistennya.


Reno langsung menghubungi James. James merupakan dokter pribadi sekaligus sahabat lelaki itu serta pemilik Rumah sakit dimana Andrea berada. Lelaki tersebut adalah Damian Mariano.


" James segera ke ruang perawatan ada seseorang yang harus kau tangani segera." Reno


James berlari ke ruang perawatan dia pikir Damian yang membutuhkannya. Sesampainya di ruang perawatan James kaget karena Damian baik-baik saja namun ada seorang gadis yang sedang memejamkan matanya di atas brankar rumah sakit.


Damian berdiri di samping brankar dengan satu tangan dalam saku celananya. Dia memandang gadis itu dengan seksama.


" Siapa gadis ini kenapa sorot matanya sama seperti gadis yang selama ini ku cari." Batin Damian.

__ADS_1


" Dam apa dia kekasih mu? " Kata James menyadarkan Damian dari lamunannya.


" Kau sudah disini, cepat juga langkahmu." Damian.


" Sialan kau. Aku pikir kamu yang sakit makanya aku berlari." James


" Aku tidak tau gadis ini. Aku hanya menolongnya karena dia pingsan di hadapanku tadi." Damian.


" Aku serahkan gadis ini padamu." Damian


" Ren ayo pergi." Ajak Damian dan melangkah pergi meninggalkan james diruang perawatan begitu saja. Reno mengikuti langkah Damian di belakang.


" Hey... Mau kemana kau. siapa yang jadi walinya?" Teriak James namun tidak ada tanggapan dari Damian.


Akhirnya James melihat kondisi Andrea dan memanggil satu perawat untuk membantunya.


Perawat membuka pakaian Andrea dan membersihkan lukanya. Kondisi Andrea tidak baik-baik saja. Tekanan darahnya sangat rendah dan banyak kehilangan darah.


"Sus siapkan alat untuk menjahit luka gadis ini dan siapkan prosedur untuk transfusi serta tolong hubungi keluarganya!" Perintah James pada perawat.


"Tapi yang membawa nona ini tadi temen dokter." Kata suster.


" Cari handphonenya,pasti bawa kan dia." Kata james.


"Iya dok". Jawab suster.


Di kantor Wijaya grup Hans merasa gelisah memikirkan keadaan Andrea. Ia segera menghubungi bik sumi.


Tut....


Tut....


(Anggap suara sambungan telpon ya guys)


"Halo.... Selamat siang." Bik Sumi


" Ini aku bik." Hans


" Oh.. tuan ada apa tuan." Bik Sumi


" Bagaimana keadaan anak itu?" Hans


" Sepertinya kurang baik tuan. Tadi pagi nona rea bangun langsung pergi katanya ingin kerumah sakit Tuan. Ia terlihat pucat dan tidak baik-baik saja." Jelas Bik Sumi.


" Dengan siapa dia pergi?" Hans

__ADS_1


" Sendiri Tuan, tadi ingin saya panggilkan supir tapi nona tidak mau." Bik Sumi


" Dasar anak keras kepala. Baik bik trimakasih." Hans menutup sambungan telponnya. Kemudian ia memanggil asistennya.


" Van cari tau keadaan anak itu dan cari siapa yang melukainya." Perintah Hans pada asistennya.


" Baik tuan" Evan


Evan segera pergi melaksanakan perintah Tuannya. Ia menuju rumah sakit mencari keberadaan Andrea.


Di Rumah sakit sudah ada Leon. Leon bergegas pergi kesana saat setelah dihubungi pihak rumah sakit. Sesampainya di rumah sakit Leon mencari ruangan dimana Andrea dirawat. Setelah ketemu ruangannya Leon langsung masuk. Disana masih ada James.


"Rea..." Panggil Leon namun rea masih memejamkan mata belum sadarkan diri.


" Apa kau keluarganya?" Tanya James


" Iya dok." Aku Leon


" Mari ikut saya." James dan Leon keluar ruangan.


" Bagaimana keadaanya dok." Tanya Leon kepada James.


" Keadaannya sudah mulai stabil. Luka sayatan di bahunya cukup dalam dan dia banyak kehilangan darah, sepertinya lukanya sudah dari semalam dan baru pagi ini ditangani tenaga medis." Jelas James.


" Tapi jangan khawatir lukanya sudah di jahit dan sudah mendapatkan transfusi darah. Sebentar lagi juga sadar. Tapi tolong pastikan jangan biarkan dia banyak gerak terlebih dahulu sebelum lukanya kering takutnya nanti pendarahan lagi. " Sambung James.


" Trimaksih dok." Ucap Leon.


" Ya sudah kalau begitu saya permisi dulu." Pamit James. Sedangkan Leon kembali masuk ruangan Andrea.


Pada Saat James menjelaskan keadaaan Andrea kepada Leon disudut lorong rumah sakit tidak jauh dari James dan Leon berbicara ada Evan. Evan hanya diam mendengarkan pembicaraan mereka berdua. Setelah Leon masuk keruangan Andrea Evan melihat keadaan Andrea lewat celah pintu ruangan itu. Dia memastikan keadaan Andrea. Dirasa keadaan Andrea baik-baik saja dan sudah ada yang menjaganya Evan pergi dari rumah sakit dan menjalankan tugas berikutnya.


" Re cepatlah sadar. Kenapa kau bisa seperti ini?" Ucap Leon didepan Rea yang masih memejamkan mata. Setelah beberapa saat akhirnya Andrea siuman.


" Ehmmm......Le...." Ucap Andrea dengan suara yang lemah.


"Kau sudah sadar Re." Leon


" Mau apa? Minum?" Tanya Leon


" Minum Le" Leon mengambilkan minum yang ada di atas nakas dan membantu Andrea minum.


" Pelan-pelan Re." Leon


" Kamu kok bisa ada disini Le?" Tanya Andrea bingung.

__ADS_1


" Tadi pihak rumah sakit yang menghubungiku." Leon


Bersambung,........


__ADS_2