
" kenapa kamu bisa terluka seperti itu Re?" Leon
" Bukannya kemaren kamu bilang ingin menemui mas Alvin di apartemennya?" Cerca Leon.
" Diam Le aku baru saja sadar sudah diintrogasi aja." Andrea
" Ya habis aku penasaran." Leon
" Simpan rasa penasaran mu dulu. Aku lapar tolong belikan aku nasi padang." Andrea
" Hey kau itu lagi sakit mana bisa makan nasi padang." Leon
" Heh bo*** aku sakit karena sayatan bukan penyakit kronis yang tidak boleh makan ini itu. Cepat sana belikan! Aku lapar sekali, dari semalam aku belum makan apapun." Andrea
" Iya tunggu sebentar." Leon akhirnya pergi untuk membelikan nasi padang didekat rumah sakit.
Tak lama kemudian Leon sudah kembali ke tempat Andrea. " Nih pesanan mu." Sembari menyodorkan makanan ke arah Andrea.
" Suapin!" Andrea
" Ais...ngrepotin banget sih." Leon
"Bahuku sakit be**." Andrea
Akhirnya Leon menyuapi Andrea.
" Apa orang rumah ada yang tau kalau kamu sakit?" Tanya Leon
" Bik Sumi tau aku terluka dan semalam yang membantuku membersihkan luka adalah bik Sumi."
" Dady dan kak Celyn?" Tanya Leon lagi.
" Entahlah. Tapi ku mohon jangan kasih tau kak Celyn ya Le. aku tidak mau membuat kakak ku khawatir." Pinta Andrea. Leon hanya menganggukan kepala dan menyodorkan sendok yang berisi nasi dan potongan lauk ke arah mulut Andrea.
"Kekasihmu?" Lanjut Leon dan Andrea hanya menggelengkan kepala sambil menguyah makan yang ada dalam mulutnya.
"Nanti saja aku beritahunya. Dia sedang sibuk Le. Lagian ini hanya luka kecil aku tidak apa-apa." Kata Andrea.
" Dasar gadis bodoh selalu saja semuanya ditanggung sendiri. Luka robek seperti itu aja bilang tidak apa-apa" Ucap Leon sambil menyentil kening Andrea karena gemas.
AU......sakit mony**." Andrea mengusap-usap keningnya
"Lalu kenapa kamu bisa terluka seperti ini? Apa ini kelakuan anak buah Alex?" Leon
" Aku tidak tau." Kemudian Andrea menceritakan kejadian malam itu yang membuat dirinya terluka.
Didalam mobil sedan mewah melaju membelah jalanan kota yang cukup padat seorang pria duduk di bangku penumpang memandang kearah jendela. Dia memikirkan gadis yang menabraknya di rumah sakit tadi.
" Siapa gadis itu? Kenapa aku merasa mengenalnya. sorot matanya tidaklah asing. Seperti sorot mata anak kecil itu." Batin Damian
__ADS_1
Sang asisten yang melihat tuannya seolah sedang memikirkan sesuatu kemudian menegurnya.
"Ada masalah Tuan" tanya Reno sang asisten.
" Oh..tidak.." Damian
" Baik Tuan." Reno
" Tuan siang ini ada pertemuan dengan tuan Hans di kantor Wijaya Grup untuk membahas kerjasama kita." Sambung Reno.
" Baiklah, tapi sebelum kekantor Wijaya Grup kita kembali ke aprtemen dulu. Aku harus mengganti pakaianku. " Damian
" Baik tuan." Reno
" Gara-gara gadis bod*h itu pakaianku jadi kotor terkena darah." Damian
Mereka langsung menuju Apartemen mewah dimana Damian tinggal jika berada di Indonesia.
Setelah berganti pakaian Damian menuju kantor Wijaya grup. Dalam perjalanan Damian mengecek email yang masuk melalui gadgetnya.
Sampai di kantor Wijaya grup Damian kemudian melaksanakan meeting dengan Hans pemilik Wijaya Grup.
*******
Celyn dan Alvin semakin sering bertemu membuat hubungan keduanya menjadi akrab sudah selayaknya teman. Mereka dapat bercerita apapun tidak hanya tentang pekerjaan saja. Mereka berencana mengunjungi pembangunan proyek kerja sama mereka di kota K. Mereka akan melaksanakan kunjungan selama satu Minggu.
Celyn dan Alvin sedang bertemu untuk menyiapkan segala sesuatu yang akan dibawa dan dibahas pada saat kunjungan ke kota K.
" Baiklah Cel kita berangkat bersama. Biar sekertarisku yang menyiapkan tiket." Alvin sedangkan Celyn hanya mengangkat jempolnya tanda setuju.
" Sis tolong kamu carikan tiket untuk kita ke kota K Besok lusa." Perintah Alvin kepada sekertrianya.
" Baik pak." Ucap Siska sang sekretaris.
Saat Alvin dan Celyn sedang berdiskusi tiba-tiba handphone Alvin berbunyi.
Kring.....
Kring......
Kring.......
"Vin handphone kamu bunyi itu." Celyn
"Biarkan saja tanggung kita selesaikan dulu." Alvin
Kring....
Kring.....
__ADS_1
Kring....
" Angkat dulu Vin siapa tau penting." Celyn
" Sebentar ya aku angkat telpon dulu." Alvin
" Halo...." Alvin.
" Halo kak. Ini Leon" Alvin
" Iya Le. Ada apa kamu telpon aku?" Alvin
" Kak Alvin sedang sibuk? " Leon
" Lumayan, aku sedang ada meeting dengan patner bisnis ku." Alvin
" Oh... Maaf kak aku mengganggu." Leon
" Tak apa. Katakan ada apa kamu menelponku?" Alvin.
" Aku hanya ingin memberitahu kalau Andrea saat ini sedang dirawat di rumah sakit." Leon
" Apa?" Alvin kaget
" Dia terluka terkena senjata tajam sewaktu pulang dari apartemen kakak." Jelas Leon
" Baiklah aku segera kesana." Alvin segera menutup telponnya.
"Ada apa Vin? Kamu terlihat gelisah setelah menerima telpon tadi." Tanya Celyn
" Ah sepertinya aku harus segera pergi Cel. Kekasihku berada dirumah sakit." Beritahu Alvin kepada Celyn.
" Diskusi kita selesai sampai disini ya." Alvin
" Oh baiklah, sebaiknya kau segera pergi dan temui kekasih mu." Celyn
Alvin segera pergi menuju rumah sakit untuk menemui Andrea.
Sepeninggalan Alvin, Celyn merasa sedih ternyata lelaki yang mencuri hatinya sudah mempunyai kekasih. Alvin telah mencuri hatinya sejak awal mereka bertemu.
"Ternyata dia sudah mempunyai kekasih." Batin Celyn dengan menatap punggung Alvin yang meninggalkannya.
Celyn kembali dengan pekerjaannya namun ia tidak bisa fokus setelah mengetahui lelaki yang dia suka sudah memiliki kekasih.
bersambung..........
maaf masih banyak typo bertebaran.......
jangan lupa like coment n vote ya.....
__ADS_1
trimakasi 😘