
Satu minggu telah berlalu setelah Alvin dan Andrea bertengkar. Mereka belum saling bertemu maupun berkomunikasi satu dengan yang lain.
Pagi itu Alvin bangun setelah alarm di handphonenya berbunyi. Ia segera bangun dan mengambi benda yang membuatnya terbangun. Alvin melihat benda itu dengan rasa yang sedikit kecewa karena Andrea belum menghubunginya sama sekali setelah pertengkarannya pada waktu itu.
" Ternyata kamu memang tidak menyesal dengan perbuatanmu dan sudah tidak mendengarkan lagi perkataan ku Re." Gumam Alvin.
Alvin segera bergegas menuju kamar mandi dan membersihkan diri. Setelah selesai ia mengenakan pakaian kantornya. Ia tampak rapi dan tampan dengan stelan jas dan celana kain berwarna hitam.
Sesampainya di kantor Alvin sibuk dengan berkas-berkas yang ada di mejanya. Saat sedang meneliti berkas-berkas sekretarisnya masuk kedalam ruangan Alvin.
" Selamat pagi pak. Saya hanya ingin mengingatkan kalau nanti siang anda ada janji bersama nona Celyn." Kata Siska.
"Ok Sis trimakasih. Tolong kamu siapkan semuanya." Perintah Alvin.
Di cafe milik Leon, Andrea yang sedang mengerjakan pekerjaannya hanya membolak-balik berkas yang ada di hadapannya. Dia terlihat gelisah dan tidak dapat berkonsentrasi. Pikirannya tertuju pada Alvin.
" Ternyata Mas Alvin beneran marah sama aku. Mas Alvin tidak menghubungiku sama sekali. Biasanya walaupun dia marah tetap menghubungiku." Gumam Andrea. Kemudian ia mengambil handphonenya berniat untuk menghubungi Alvin.
"Sebaiknya aku yang menghubungi Mas Alvin dulu aja deh. Aku memang yang salah." Andrea
Setelah beberapa saat akhirnya panggilannya di jawab oleh Alvin.
"Ya Halo, ada apa Re?" Sapa Alvin dengan nada dingin.
" Mas,ehmm... Mas apa Rea mengganggu?" Tanya Andrea.
"Tidak,ada apa?" Alvin
"Kalau tidak sibuk nanti siang bisa kita ketemu? Rea ingin bicara dengan Mas Alvin." Sambung Andrea.
" Maaf Re nanti siang aku ada meeting penting. Kalau ingin bicara bicara aja sekarang!" Jawab Alvin.
" Rea ingin bicara langsung Mas. Ya sudah kalau mas sibuk. Lain waktu aja kita ketemunya." Andrea menutup telponnya dengan rasa kecewa.
Waktu siang tiba Alvin meeting dan makan siang dengan Celyn. Mereka membicarakan tentang perkembangan kerja sama mereka. Pertemuan mereka berlangsung beberapa jam hingga sore hari. Selesai meeting Alvin kembali ke kantor karena pekerjaan yang sangat banyak, Celyn juga demikian. ia kembali ke kantor Wijaya grup untuk melaporkan hasil rapatnya dengan Alvin kepada Ayahnya.
Sesampainya di kantor Celyn menuju ruangan ayahnya. Disana dia melaporkan dan menyerahkan file hasil rapat siang itu. Hans memperhatikan Celyn yang sedang menjelaskan hasil rapat dengan sedikit bingung.
" Celyn kamu baik-baik saja nak?" Tanya Hans dengan ekspresi heran.
"Ya dad aku baik-baik saja. Kenap dady bertanya seperti itu?" Jawab Celyn.
" Oh... Tidak dady perhatikan kamu sangat bersemangat dan wajahmu berseri-seri." Kata Hans dengan memperhatikan wajah putri sulungnya itu.
"Apa sih dad. A..aku biasa saja." Jawab Celyn
__ADS_1
" Apa kau sedang jatuh cinta? Pria mana yang membuat putri dady sesenang ini?" Tanya Hans lagi.
" Tidak ada dad." Jawab Celyn
"Apa kau yakin? Aku ini dady mu Celyn jadi aku tau kamu sedang senang, sedih ataupun sedang jatuh cinta." Kata Hans
" Dady jangan menggoda ku terus." Pinta Celyn kepada ayahnya.
" Maka jujurlah dengan dady mu." Kata Hans kembali. Akhirnya Celyn berkata jujur dengan dadynya jika dia menyukai rekan bisnisnya.
" Baiklah dad. Aku akan mengatakannya." Ucap Celyn kemudian diam sejenak dan mengambil nafas dalam.
" A..aku menyukai rekan bisnis kita dad." Ungkap Celyn dengan lirih dengan wajah yang merah karena malu
" Ha...ha...ha... Ternyata benar putri ku sedang jatuh cinta." Hans tertawa menanggapi ucapan Celyn.
" Biar dady tebak apa dia Alvin Ludovic? " Lanjut Hans.
Celyn hanya menganggukkan kepala sebagai jawaban dari pertanyaan ayahnya.
"Kenapa dady tertawa? Apa ada yang lucu?" Tanya Celyn dengan heran.
" oh....tidak sayang, dady hanya senang ternyata putri dady sudah bisa jatuh cinta." Hans
" Dady jangan meledekku seperti itu." Ucap Celyn dengan cemberut.
" Dady menyebalkan." Celyn
" Baiklah dady minta maaf." Ucap Hans.
" Dady setuju jika kau mendekatinya." Hans
" Trimakasih dad, tapi....." Celyn
" Tapi apa?" Hans
" Tapi aku tidak tahu dia sudah memiliki kekasih atau belum." Celyn
" Sepertinya belum, dady tidak pernah melihat Alvin Ludovic membawa wanita." Hans
" Semoga dad" celyn
" Baiklah jika begitu aku kembali keruangan ku dulu Dad." Celyn
Hans hanya menganggukkan kepalanya lalu Celyn berjalan keluar ruangan Dadynya menuju keruangaannya.
__ADS_1
*****
Waktu sudah menunjukan pukul lima sore saatnya jam pulang kantor. Pekerjaan Andrea telah selesai ia berpikir untuk pergi ke apartemen Alvin. Pada saat sedang berkemas Leon masuk keruangannya.
" Mau kemana Re? Kok tumben udah beres-beres aja." Leon
" Aku mau ke apartemen Mas Alvin Le." Andrea
" Belom baikan juga?" Leon
Andrea hanya diam dan menggelengkan kepala dengan wajah yang lesu.
" Pantas saja belakangan ini tidak bersemangat" sambung Leon.
" Le apa kamu sudah melakukan apa yang ku minta?" Tanya Andrea.
Flash back on
Setelah balapan dengan Alex, Andrea meminta Leon untuk menjual motornya.
"Le aku mau menjual motor ku semua." Kata Andre
"Btrrrr...." Saat itu Leon sedang minum mendengar perkataan Andrea langsung menyemburkan minumannya karena kaget.
" Mabok ya Re?" Tanya Leon. Leon merasa jika Andrea sedang bercanda.
"Aku serius Le. Aku rasa aku udah bosen untuk balapan sudah tidak ada tantangan lagi." Ungkap Andrea kepada Leon.
" Kamu tau kan aku penasaran banget dengan Alex dan sekarang aku sudah mengalahkannya. Aku juga lelah terus berbohong dengan Mas Alvin. Dia terlalu baik. Selain itu aku ingin membeli motor impianku." Jelas Andrea lagi.
Leon hanya bisa mendengarkan penjelasan dari Andrea dengan menarik napas dengan berat dan pasrah dengan keputusan Andrea.
" Kalau hanya ingin membeli motor impianmu kenapa kamu tidak minta sama dady atau kaka mu saja?" Timpa Leon.
" Nggak. Aku gak mau minta sama mereka." Pekik Andrea.
" Baiklah kalau itu memang keputusanmu Re. Nanti coba aku tawarkan ke temen-temen." Leon
Flash back off
Sudah Re. Ada yang nawar tiga puluh juta." Kata Leon.
" Terserah Kamu Le. Aku terima bersih aja." Ucap Andrea lalu pergi meninggalkan Leon.
Andrea keluar dari cafe menuju dimana motornya terparkir. Kemudian ia menyalakan motornya dan meninggalkan cafe. Andrea mengendarai motornya tidak terlalu kencang karena kondisi jalanan memang yang sangat padat.
__ADS_1
Bersambung ...........