
Selesai acara wisuda Andrea tidak langsung pulang kerumah. Dia memilih untuk pergi ke cafe menyelesaikan pekerjaannya. Sedangkan Leon sedang merayakan graduation bersama keluarga dan kekasihnya. Sebenarnya Leon mengajak Andrea untuk merayakan graduation bersama namun ia menolaknya.
Saat hari menjelang petang Andrea memutuskan untuk pulang kerumah. Dia merasa sangat lelah. Setibanya di rumah suasana rumah sangat sepi.
"Sepertinya belum ada yang pulang dan tidak ada yang peduli denganku" gumam Andrea. Dia terus berjalan menuju kamarnya. Saat sedang berjalan tiba-tiba seorang pelayan menyapanya.
" Nona Rea sudah pulang?" Sapa seorang pelayan yang bernama Sumi.
" Oh.. bik. Dady dan kak Celyn belum pulang?" Tanya Andrea.
"Belum nona, mungkin sebentar lagi." Jawab bik Sumi.
" Bi waktu makan malam nanti tidak perlu memanggilku. Aku sangat lelah dan ingin tidur saja." Pinta Andrea kepada pelayannya. Wajah Andrea memang tampak lelah namun yang menjadi alasan utama adalah dia sedang malas bertemu dengan ayah dan kakaknya karena kecewa.
Di ruangan dengan disain minimalis bernuansa hitam dan merah yang merupakan kamar milik Andrea, ia langsung merebahkan tubuhnya di atas ranjang sembari bermonolog.
" Aku memang tidak diinginkan di keluarga ini, tidak ada yang peduli dengan ku" gumam Andrea dengan senyum sinis dan air mata yang mengalir membasahi kedua pipinya. Karena lelah seharian beraktivitas serta rasa kecewanya membuat dia tertidur.
Pukul tujuh malam Hans dan Celyn pulang dari kantor mereka langsung makan malam.
" Bi tolong panggilkan Rea untuk makan malam bersama!" perintah Celyn pada Sumi yang sedang menata makan malam di atas meja.
" Maaf Nona tadi nona Andrea berpesan kalau tidak perlu memanggilnya untuk makan malam karena lelah, jadi ingin tidur saja katanya." Jawab Sumi.
" Baiklah kalau begitu Bik." Sahut Celyn
" Nanti tolong siapkan makan malam saja dan tolong diantar ke kamar Andrea ya bik!" Perintah Celyn.
" Baik nona." Jawab bik Sumi.
Akhirnya mereka hanya makan malam berdua saja. Sedangkan bik Sumi kembali ke dapur dan mengantarkan makanan ke kamar Andrea. Makan malam telah usai Hans dan Celyn pergi ke kamar masing-masing.
Saat Andrea masih tertidur pulas tiba-tiba terdengar suara dering handphone yang mengusik tidurnya. Dia mengambil handphonenya yang terletak di atas meja tertera nama Leon dilayar. Rea langsung menjawabnya.
"Halo.....ada apa Le?"jawab Andrea
"Gak lupa kan Re malam ini kamu ada balapan". Ucap Leon
"Oh.... Sial hampir aja Le aku lupa kalau kamu gak telpon." Sahut Andrea.
"Ok aku berangkat sekarang". Dengan bergegas dan memakai sepatu dan menyahut jaket kulit kesayangan Andrea di atas ranjangnya. Dia segera berlari untuk keluar rumah karena terburu-buru.
Saat sedang berlari menuju pintu depan, Celyn yang baru saja keluar dari ruang kerja ayahnya menegur Andrea.
"Dek malam-malam begini mau kemana? Kamu sudah makan belum?" Tanya Celyn.
__ADS_1
"Eh kak belum tidur?" Tanya Andrea
" sudah kak. Tadi di antar sama bik Sumi." Lanjut Andrea
" Belum, habis ngerjain kerjaan sama dady". Jawab Celyn.
"Oh...kalau gitu Rea pergi dulu ya kak ada urusan penting dan mungkin Rea gak pulang malam ini." Ujar Andrea.
"Satu lagi kak tolong jangan bilang sama dady ya!" Pinta Andrea terhadap Celyn.
"Hati-hati Re tenang aja nanti kakak tidak akan bilang sama dady." Jawab Celyn.
"Makasih kak. Kakak memang yang terbaik." Andrea pergi,sebelumnya mencium pipi kiri Celyn.
Celyn hanya bisa tersenyum dan menggelengkan kepala atas sikap adiknya itu.
Andrea memacu motornya dengan kecepatan tinggi. Dalam waktu 10 menit ia sudah berada di arena balap.
"Le... Sorry hampir aja aku lupa". Sapa Andrea dengan menepuk bahu Leon.
"Tumben kamu bisa lupa kalau ada balapan?" Tanya Leon dengan heran. Karena selama ini dia tidak pernah lupa akan jadwal balapannya. Karena balapan bukan hanya sekedar hobi tapi sudah menjadi jiwa Andrea.
"Iya ni. Gak tau kenapa pikiranku agak sedikit kacau." Ucap andrea.
Andrea tidak menjawabnya hanya mengangkat kedua bahunya sambil berjalan pergi meninggalkan Leon. Kemudian Andrea menyapa orang-orang yang berada diarena tersebut. Beberapa menit kemudian balapan dimulai.
Andrea sudah berada digaris start dengan mengendarai motor nin**nya yang sudah dimodifikasi dengan mesin untuk balapan. Motor itu Andrea beli dengan hasil kerjanya selama ini dan tentu saja ayahnya tidak tau. Motor tersebut selau Andrea simpan di garasi milik Leon. Leon lah yang bertugas membawa ke arena balap.
Musuh Andrea kali ini cukup berat. Andrea harus melawan Alex. Alex adalah pemain lama dengan skill yang cukup mumpuni namun juga terkenal licik.
" Kamu harus hati-hati Re, Alex terkenal curang dan licik". Kata Leon memberi peringatan kepada Andrea.
" Tenang aja Le aku bakalan hati-hati dan aku juga sudah mempelajari permainannya." Jawab Andrea serius.
Pada saat bersiap-siap Alex datang dengan sombongnya bertanya kepada salah satu anak buahnya. Alex merupakan berandalan yang cukup disegani di wilayah itu dan mempunyai anak buah yang cukup banyak.
"Malam ini siapa lawanku?" Tanya Alex dengan nanda sombong.
"Andrea bos." Jawab salah satu anak buahnya.
"Andrea? Cewek?" Tanya Alex kembali.
"Cukup menarik aku melawan perempuan tapi walaupun dia perempuan tidak ada belas kasian dariku" ucap Alex dengan senyum sinis.
"Berapa taruhan malam ini?" Tanya Alex.
__ADS_1
"Dua ratus juta bos." ucap anak buah alex.
Malam semakin larut dan semakin banyak orang yang datang di arena balap. Andrea sedikit gugup karena malam ini taruhannya cukup besar tidak seperti biasanya. Jika kalah tentu saja ia harus membayar dua ratus juta pada sang pemenang.
Ditempat yang berbeda ada laki-laki tampan sedang gelisah. Laki-laki tersebut adalah Alvin. Alvin yang saat itu sedang ada perjalanan bisnis ke Singapura selama satu minggu. Malam itu ia sedang mencoba menghubungi kekasihnya yaitu Andrea.
Alvin dan Andrea sudah menjalin hubungan hampir 2 tahun lamanya. Alvin sangat gelisah karena tidak ada kabar dari Andrea hari ini. Selain itu Alvin belum mengucapkan selamat atas wisuda Andrea. Sebenarnya Alvin ingin sekali hadir dalam wisuda kekasihnya tersebut namun perjalanan bisnisnya di Singapura tidak bisa dibatalkan ataupun ditunda. Malam itu Alvin mencoba menghubungi Andrea untuk mengucapkan selamat dan sedikit melepas rasa rindunya dengan sekedar berbincang melalui sambungan telpon.
Tut....tut.....tut.....
Tut....tut....tut.....
"Re kamu kemana sih kok gak di anggkat?"gerutu Alvin sambil terus mencoba menghubungi Andrea.
Setelah beberapa kali mencoba namun tidak kunjung ada jawaban lantas Alvin mengirimkan pesan pada Andrea.
'Re kamu dimana? Aku telpon kamu tidak bisa. Kamu baik-baik sajakan? Jika membaca pesanku segera hubungi aku. Aku merindukan mu.' Setelah pesan terkirim Alvin meletakan handphonenya di atas meja kemudian beranjak tidur.
Arena balap
Andrea dan Alex sudah siap di garis start untuk memulai balapan, namun handphone Andrea terus berdering membuyarkan konsentrasinya. Andrea merogoh sakunya dan mengambil handphonenya. Kemudian dilempar kearah Leon tanpa melihat siapa yang menghubunginya.
"Leon tangkap." Seru andrea.
Dengan sigap Leon menangkap benda pipih berwarna hitam yang di lempar oleh Andrea. Setelah menangkap benda pipih tersebut langsung di masukan dalam saku jaket Leon yang ia pakai.
Balapan sudah dimulai Andrea tertinggal di belakang sedangkan Alex memimpin didepan. Andrea terus mengejar Alex dengan terus memutar gasnya dan pada akhirnya Andrea dapat menyusul Alex. Saat berhasil menyusul Andrea kembali Alex mencoba untuk berbuat curang. Alex mencoba untuk menyenggol Andrea namun ia berhasil menghindar. Saat setelah Alex ingin menjatuhkan Andrea justru motor Alex bermasalah pada bagian mesinnya sehingga tidak dapat melaksanakan balapan dengan maksimal. Andrea terus melaju dan memimpin balapan tersebut.
Sehingga balapan malam itu di menangkan oleh Andrea. Para penonton bersorak-sorak saat Andrea memasuki garis finish. Para penonton langsung menghampiri Andrea dan memberikan ucapan selamat. Alex melihat hal itu sangat kesal dan merasa terhina karena ini adalah kali pertama ia kalah dalam balapan. Serta seorang wanita yang telah mengalahkannya.
"Cih ******k ini untuk pertama kalinya akau kalah dan yang mengalahkan ku adalah wanita. Lihat saja nanti pasti akau akan membalasnya." Ucap alex dengan emosi. Alex pun segera pergi meninggalkan arena balap dengan marah.
Semua penonton memberikan selamat serta pujian kepada Andrea.
"Gila kamu re....sumpah keren banget." Ucap salah satu penonton yang menghampiri Andrea. Andrea masih duduk di atas motornya hanya tersenyum bangga.
"Re cabut yuk duitnya udah ada sama aku." Ajak Leon
.
"Ni urus motor gue. Ketemu di cafe." Ucap Andrea sambil melempar kunci motor. Andrea pun langsung ganti dengan motor yang dipakai untuk aktifitas sehari-hari.
Andrea mempunyai dua motor. KL* 150cc dengan bentuk trail yang digunakan sehari-hari. Serta untuk nin**a 250cc yang sudah di modifikasi gunakan untuk balapan. Andrea membeli kedua motor itu dengan hasil kerja kerasnya sendiri.
Bersambung........
__ADS_1