Gadis Tomboy Tuan CEO

Gadis Tomboy Tuan CEO
#7


__ADS_3

Sesampainya di apartemen Andrea menuju ke lantai dua puluh dimana letak aprtemen Alvin berada. Lantai dua puluh merupakan adalah lantai VVIP disana hanya ada dua ruangan yaitu milik Alvin dan milik pengusaha terkenal dan berpengaruh di dunia bisnis global.


Setelah sampai di depan pintu apartemen Andrea menekan bel berkali-kali namun tidak ada jawaban dari dalam.


" Kenapa tidak ada jawaban? Apa mas Alvin lembur ya?" Gumam Andrea. Akhirnya ia mengambil handphonenya yang berada dalam tas punggungnya berniat ingin menghubungi Alvin tetapi sayang handphonenya mati.


" Ah si** baterainya habis lagi." Gerutu Andrea.


" Lebih baik aku menunggunya disini saja sampai Mas Alvin pulang." Ucap Andrea.


Akhirnya Andrea memilih untuk menunggu di depan pintu apartemen Alvin. Hal itu ia lakukan karena Andrea ingin segera menyelesaikan permasalahannya dengan Alvin.


Alvin berada di ruang kerjanya sibuk membolak-balikan berkas yang ada di meja dan sesekali menatap layar komputernya. Hari itu pekerjaan Alvin sangatlah banyak ada beberapa laporan dan berbagai berkas kerjasama yang harus ia teliti dan selesaikan.


Tidak terasa hari sudah larut malam. Alvin masih sibuk dengan pekerjaannya. Saat sedang serius dengan pekerjaannya tiba-tiba Alvin dikejutkan dengan suara ketukan pintu.


Tok......


Tok.....


Tok.....


"Selamat malam Pak pekerjaan saya sudah selesai apa saya boleh pulang?" Tanya Siska sekretaris Alvin


" Oh iya Sis pulanglah ini juga sudah malam. Maaf sudah membuat mu bekerja hingga larut." Ucap Alvin terhadap sekretarisnya.


" Tidak apa pak. Kalau begitu saya permisi." Lanjut Siska kemudian pergi meninggalkan bosnya.


Setelah kepergian sekretarisnya Alvin merapikan berkas-berkas yang ia kerjakan kemudian bergegas pulang juga.


" Badanku lelah sekali rasanya. Sepertinya berendam air hangat nyaman sekali." Gumam Alvin sembari memijat leher bagian belakang dan berjalan keluar kantor menuju parkiran.


Sampai di parkiran Alvin masuk kedalam mobil sedannya yang kemudian ia kemudikan menuju ke apartemennya.


Di apartemen Alvin Andrea duduk di depan pintu apartemen menunggu kekasihnya pulang. Sudah beberapa jam Andrea menunggu namun Alvin belum pulang juga. Karena lelah menunggu akhirnya Andrea tertidur.


Setelah membelah jalanan kota yang sudah lengang menandakan hari memang sudah larut. Akhirnya Alvin sampai di apartemennya. Dia segera menuju lantai dimana apartemennya berada. Alvin ingin segera mandi dan berendam karena badannya sudah terasa lengket dan lelah akibat aktivitas yang padat seharian.


Saat keluar dari lift Alvin tampak bingung melihat seorang gadis yang duduk di depan apartemennya dengan kaki dilipat dan wajah yang disembunyikan diantara kedua kakinya. Alvin mendekati gadis itu, ia tampak mengenali gadis itu. Benar saja Alvin kaget, karena gadis itu adalah Andrea.


Saat sedang membangunkan Andrea, Andrea lebih dulu membuka matanya karena mendengar langkah kaki yang mendekat padanya.


"Apa yang kamu lakukan disini Re?" Tanya Alvin yang berdiri didepan Andrea.


"Aku menunggu mas Alvin pulang". Jawab Andrea dengan mendongak kearah alvin.


Kemudian Alvin membantu Andrea untuk bangun.


"Auhh.......shhhh". Pekik Andrea. Kaki Andrea terasa sakit karena terlalu lama duduk dengan posisi kaki terlipat.

__ADS_1


" Kamu tidak apa-apa?" Tanya Alvin khawatir.


" Gak apa-apa mas. Cuma kesemutan bentar lagi juga baik-baik aja." Jawab Andrea.


"Ya sudah yuk masuk." Ajak Alvin sembari membantu Andrea berjalan.


Didalam Apartemen Alvin menuntun Andrea untuk duduk di sofa dan Alvin ikut duduk menghadap Andrea.


"Apa kamu sudah makan?" Tanya Alvin.


Andrea hanya menggelengkan kepalanya.


"Sebentar aku buatkan makanan untuk mu." Kata alvin.


"Tidak usah mas". Andrea memegangi tangan Alvin yang hendak berdiri kemudian memeluknya.


" Mas maafin Rea." Ucap Andrea dengan sedikit terisak dan memeluk Alvin.


Alvin diam saja hanya membalas pelukan Andrea dan membelai lembut rambutnya. Setelah beberapa saat berpelukan Andrea melepaskan pelukannya.


" Mas mau kan maafin Rea?" Tanya Andrea kembali dengan menatap mata Alvin dengan penuh penyesalan.


"Iya mas maafin. Tapi ada syaratnya." Jawab Alvin.


Andrea langsung mundur memberi jarak antara dia dan Alvin.


" Syarat? " Tanya Andrea dengan mengernyitkan alisnya.


" Apa?" Tanya kembali Andrea.


"Pertama stop balapan.


" Dua jual motor kamu.


" Terakhir jangan pernah bohongin aku lagi." Jelas Alvin.


Andrea menghela nafas dalam dan menjawab perkataan Alvin.


" Baik lah mas, Rea akan stop balapan, motor Rea akan Rea jual dan tidak akan bohong lagi." Jawab Andrea.


" Tapi bolehkan Rea tetep naik motor? Rea mohon Mas!" Pinta Andrea dengan mengatupkan kedua tangannya tanda permohonan.


" Biar kupikirkan dulu." Kata Alvin seraya bangun dari duduknya dan pergi ke dapur untuk membuat teh.


" Mas ayolah. Rea mohon." Rengek Andrea sambil mengikuti Alvin ke dapur.


" Mau minum teh?" Alvin tidak menjawab Andrea malah menawarkan teh padanya.


Andrea hanya menggelengkan kepalanya dan Alvin meneruskan membuat teh.

__ADS_1


Setelah selesai membuat teh Alvin menghirup aroma tersebut lalu menyesapnya. Andrea berdiri di hadapan Alvin masih setia menunggu jawaban dari Alvin. Namun alvin pura-pura tidak peduli dan masih menikmati secangkir teh hangatnya.


" Mas boleh ya?" Rayu Andrea dengan nada merayu serta mengedip-ngedipkan matanya.


" Lho tadi kan udah janji mau jual motornya." Kata Alvin.


" Hmmmm.... Sebenarnya Rea sudah berencana menjual motor setelah balapan kemaren, karena aku ingin beli motor impianku. He..he..he.." Ungkap Andrea.


"Hmmmm pantas saja waktu mas mengajukan syarat untuk menjual motor kamu dengan mudahnya menyetujuinya." Ujar Alvin.


Andrea hanya senyum-senyum saja saat mendengar perkataan Alvin.


Setelah berpikir sesaat Alvin mengijinkan Andrea tetap mengendarai motor.


" Baiklah mas ijinkan kamu untuk tetap mengendarai motor tapi ingat tidak untuk balapan ataupun kebut-kebutan." Jelas Alvin


" Siap bos." Jawab Andrea dengan mengangkat tangannya seperti tanda hormat. Kemudian Andrea memeluk Alvin.


" Terimakasih mas. Rea sayang sama mas Alvin." Ucap Andrea dengan memeluk Alvin.


" Mas juga sayang sama Rea." Balas Alvin sembari membalas pelukan Andrea


"Ngomong-ngomong kamu mau beli motor apa?" tanya Alvin.


"Hmmmmm.....ducati Scamber." Jawab Andrea.


" oh..... nanti aku belikan saja. Sebagai hadiah wisudamu." Kata Alvin. Andrea kaget dengan pernyataan Alvin.


" hah....serius mas?" Ucap Andrea kaget. Lalu Andrea diam sejenak dan kemudian malah menolak rencana Alvin.


" tidak usah lah mas, itu kan sangat mahal. Aku tidak mau merepotkan mas Alvin." Tolak Andrea


" tapi....." ucapan Alvin dipotong oleh Andrea.


"Sttttttt......." sambil menempelkan jari telunjuk ke bibir Alvin


"Aku tidak mau dipaksa dan aku sudah punya uang untuk membeli keinginanku itu." Kata Andrea


" baiklah terserah kamu saja." Balas Alvin.


" Mas sudah sangat malam Rea pamit pulang dulu ya." Ijin Andrea. Alvin pun melihat jam tangan yang melingkar di pergelangan tangannya.


" Re ini sudah jam satu lho. Sebaiknya kamu menginap saja disini. Aku tidak mau terjadi sesuatu dengan mu." Kata Alvin.


" Rea udah biasa mas. Gak apa-apa." Andrea


" Tapi re..." Sebelum selesai dengan ucapannya andrea meletakan jari telunjuk di bibir Alvin dan tersenyum.


"Rea pulang dulu ya." Kemudian Andrea mengecup bibir Alvin kemudian Andrea bergegas pergi. Alvin hanya berdiri dan melihat Andrea pergi.

__ADS_1


" Dasar gadis keras kepala." Gumam Alvin


bersambung........


__ADS_2