
Sejak di pecat dari cafe nyonya ursula dan di usir dari apartemen nyonya margate andrea hidup luntang lantung dan di hantui rasa was-was karena paspornya hilang. Ia tinggal di tempat penampungan khusus untuk para gelandangan dan tuna wisma di kota itu.
Andrea menjalankan pekerjaan serabutan hanya untuk memenuhi kebutuhan makannya sehari-hari. Ia mengantar susu di pagi hari dan bekerja sebagai pelayan part time di siang-sore hari.
Ini sudah satu bulan ia tinggal di tempat penampungan.
" Ya Tuhan sampai kapan aku harus tinggal di penampungan. Aku tidak minta tempat yang mewah Tuhan tapi bukan di penampungan seperti ini." Tiba-tiba bunyi notifikasi di handphonenya membuyarkan lamunan Andrea.
Ada email masuk tentang panggilan interview kerja. Andrea sangat senang ia berharap ini adalah awal dari kebangkitannya dan bisa segera meningalkan tempat penampungan itu.
Memang beberap hari yang lalu Andrea mencoba melamar pekerjaan di Galaxy grup. Kebetulan perusahaan raksasa itu sedang membutuhkan pegawai di bidang perencanaan bisnis. Andrea yang pernah mengeyam pendidikan tentang bisnis mencoba peruntungannya.
"Ah aku dapat panggilan interview. Aku harus mendapatkan pekerjaan ini." Monolog Andrea dengan semangat.
Keesokan paginya andrea bersiap untuk pergi interview kerja. Ia berangkat pagi agar tidak terlambat dan memberikan kesan tidak baik. Ia pergi menggunakan bus untuk sampai di kantor Galaxy corp.
Setelah menempuh perjalanan selama dua puluh menit akhirnya Andrea sampai di gedung pencakar langit itu dan ia langsung masuk untuk melakukan interview.
Interview pun akhirnya selesai. Andrea telah melakukan yang terbaik demi mendapatkan pekerjaan ini.
Sebelum ia pulang ia memilih untuk bersantai sejenak di taman kota karena beberap menit lagi ia harus bekerja sebagai tukang cuci piring di sebuah restoran.
Saat ia sedang duduk bersantai tiba-tiba ada sebuah keributan yang menyita perhatian Andrea.
Ya ia melihat ada seseorang yang sedang di kejar-kejar oleh polisi sambil meneriakinya
"Berhenti!"
Saat orang yang sedang berlari membawa sebuah tas melewati di depannya seketika itu Andrea memasang kakinya untuk menghadang sang copet. Akhirnya copet itu pun terjatuh terjungkal. Seketika Itu Andrea menduduki punggung copet tersebut dan mengambil tas yang di bawa si copet.
" Sorry sepertinya kau kurang beruntung." Kata Andrea tersenyum kecut. Lalu ia menyerahkan si copet dan tas kepada polisi.
Lalu tas tersebut di berikan kepada pemiliknya oleh polisi. Pemilik tas tersebut adalah wanita paruh baya yang sangat cantik. Di usianya yang sudah berkepala lima belum terlihat keriput di wajahnya.
" Trimakasih nak telah membatu ku! Dan ini untuk mu sebagai ucapan terimaksih ku!" Kata sang perempuan paruh baya itu sambil menyodorkan berlembar-lembar uang Euro.
__ADS_1
" Trimakasih nyonya. Tapi ini tidak perlu! Permisi" Kata Andrea menolaknya lalu Andrea pergi.
Namun saat Andrea ingin pergi tangannya di tahan .
" Tunggu nona! Jika kau tidak mau menerima pemberian mu makan ijin aku untuk mengajak mu makan siang sebagai ucapn terimaksih. Aku harap kau tidak menolaknya untuk kali ini!" Kata nyonya itu.
" Baiklah nyonya jika kau memaksa tapi aku tidak punya waktu lama karena aku harus bekerja." Kata Andrea .
Akhirnya mereka berdua menuju sebuah restoran yang cukup mewah untuk makan siang. Mereka memesan beberapa menu makanan mulai dari makanan pembuka, makanan utama dan makanan penutup.
" Sebelumnya siapa namamu sayang? " Tanya
" Andrea!" Jawab Andrea singkat.
" Nama yang cantik seperti orangnya. Apa kau bukan asli orang sini? " Lanjutnya
" Ya aku orang asia Indonesia tepatnya. Aku merantau disini nyonya!" Jelas Andrea
" Aku Maria! panggil saja aku aunty sayang!" Pinta Maria.
Akhirnya jam menunjukan pukul dua siang Andrea pamit karena ia harus pergi kerja.
" Sebentar sayang aunty pinjam ponsel mu." Andrea langsung mengeluarkan ponselnya dan memberikan kepada maria.
Maria segera mengetik nomer ponselnya. Setelah selesai menyerahkan kembali kepada Andrea.
" Yup sudah." maria mengembalikan ponsel Andrea.
" Aunty memasukan nomer aunty di ponselmu. Jika butuh sesuatu hubungi aunty!"
" Trimakasih aunty! Aku permisi dulu." Beberapa menit kemudian Damian datang menemui Momynya.
" Mom are you okey?" Tana Damian khawatir.
" Buat apa kau bertanya bukannya klien mu lebih oenting dari pada momy." Jawab maria sinis.
__ADS_1
" Sorry mom ponselku tertinggal di kantor." Waktu Maria gai kecopetan Damian sedang meeting dengan kliennya dan ponselnya tertinggal di kantor. Ia mengetahui jika momynya mengalami musibah dari Reno sang asisten.
" Dam momy menemukan Anna." Kata Maria
" Mom Anna sudah tidak ada. Please jangan membahasnya lagi.aku begitu sakit jika mengingatnya!" Jawab damian dengan raut wajah sendu.
" Sory son bukannya momy ingin mengungkitnya. Tapi gadis itu benar-benar seperti adik mu Anna. Gadis itu seperti jelmaan Anna." Kata Maria panjang lebar sembari mengingat Andrea.
" Please mom jangan di bahas lagi. Sebaiknya kita pulang!" Ajak Damian akhirnya mereka pergi menuju kediaman Pablo yang berada di Italia.
" mom kenapa mom bisa kecopetan? bukanya selama ini setiap mom selalu ada pengawal?"
" mom kabur dari dady mu!" jawab maria.
" what!!! lagi!!"
" jadi dady tidak tau kalau momy ada disini?" tanya damian
" tidak. biarkan saja dady mu kelimpungan mencari momy. dady mu menyebalkan! " ungkap Maria.
" owh my .... apa kalian tidak sadar jika kalian sudah tua. " kata Damian
" cih....kau sama menyebalkan seperti dady mu." kata Maria kesal.
Maria memang suka kabur demi mendapatkan perhtian suaminya Pablo Mariano. Suaminya sangat sibuk dan jika Maria sudah kesal dengan kesibukan suaminya makan ia akan kabur demi mendapatkan perhatian suaminya.
Bersambung .......
beri author semangat dengan like, komen n vote readers
teruntuk yang sudah mendukung outhor ucapakan terimakasih n jangan kendor untuk dukur outhor terus
love u all
😘😘😘😘🌹🌹
__ADS_1