Gadis Tomboy Tuan CEO

Gadis Tomboy Tuan CEO
#19


__ADS_3

Setelah memassukan barang-barangnya ke dalam koper Andrea kemudian pergi dari rumah Hans Wijaya. Hans Wijaya yang merupakan ayah dari Andrea hanya menatap kepergian putri bungsunya melaui kaca jendela besar di ruang kerjanya. Melihat Andrea pergi dengan keadaaan kacau ia merasa sedikit nyeri di dadanya lalu menepis semua rasa yang ia rasakan. Egonya mengalahkan hati nuraninya sebagai seorang ayah. Bahwa yang di lakukannya sudah benar demi kebahagiaan putri kesayangannya.


Sejak kecil hans tidak pernah peduli dengan Andrea karena menurutnya Andrea merupakan anak pembawa sial. Pada saat awal kehamilan kedua, dokter sudah memperingatkan Diana istri hans bahwa kondisi diana tidak lah baik jika harus memepertahankan janinnya.


Namun Diana bersikeras tetap akan memepertahankan janinnya. Hans saat itu marah kepada Diana. Diana terus membujuk suaminya agar menerima keputusaanya. Lambat laun akhirnya hans menerima keputusan Diana walaupun dengan berat hati.


Setalah sembilan bulan akhirnya Diana melahirkan dan benar saja apa yang di katakan dokter saat diana melahirkan diana tidak sanggup untuk bertahan dan akhirnya meninggal. Saat itu Hans sangat terpukul karena istri yang ia cintai pergi untuk selamnya.


Karena sangatlah terpukul Hans mengurung dirinya tanpa ia mau melihat bayi yang baru saja Diana lahirkan ia merasa gara-gara bayinya lah mebuat ia kehilangan istri tercintanya. Bahkan yang memeberi nama untuk bayi itu adalah bik Sumi. Pelayan kepercayaan keluarga Wijaya.


Nama Andrea adalah nama yang di pilih sendiri oleh Diana. Pada saat kandungannya memasuki usia delapan bulan Diana berpesan kepada bik Sumi sang pelayan jika nanti terjadi sesuatu kepadanya saat ia melahirkan untuk memberikan nama Andrea Wijaya kepada bayanyi nanti. Seolah Diana sudah mempunyai firasat jika suaminya tidak akan menerimanya nanti.


Kebencian hans semakin menjadi dikala beberapa bulan meninggalnya Diana saat ia masih membutuhkan waktu untuk menyembuhkan luka hatinya karena kepergian sang istri, putri sulungnya sakit-sakitan. Ia merasa bahwa Andrea merupakan anak pembawa sial. Dan kebencian Hans berlangsung hingga Andrea dewasa.


*******


Alvin dan Celyn kembali ke kota K untuk melihat proyek mereka sekaligus ada undangan pesta dari pengusaha terkenal di kota tersebut.


Hari itu di kota K Alvin dan Celyn selesai melihat proyek.


" Cel apa nnti malam kamu mendapt undangan ke acara pak Darto pemilik


Maju Lancar Grup? " Tanya Alvin.


" Oh iya sebenarnya dady yang mendapat undangan namun dady memintaku untuk mewakilinya." Kawab Celyn

__ADS_1


" Bagaimana kalu kita berangkat bersama saja?" Tawar Alvin.


" Boleh jika tidak merepotkan." Jawab Celyn.


" Baiklah jika begitu sampai jumpa nanti malam." Alvin kemudian mereka berpisah dan pergi ke kamar Masing-masing.


Setiap berkunjung ke kota K untuk melihat proyek yang di kerjakan oleh ke dua perusahaan antara wijaya Grup dan Alv corp mereka selalu menginap di hotel yang sama. Hal itu mereka lakukan agar mudah untuk berkoordinasijika ada hal yang mendesak dan penting menyangkut pekerjaan.


Malam pun tiba, waktu menunjukan pukul tujuh malam. Alvin sudah bendandan rapi dengan setelah jas dan celana bahan. Ia berjalan menuju kamar Celyn untuk menjemputnya.


Celyn berada di kamarnya sudah siap dengan gaum malam nan cantik tanpa lengan. Serta riasan yang sangat pas membuat ia terlihat sangat cantik dan elegan.


Setelah sampai depan kamar Celyn Alvin mengetuk pintu dan Celyn pun keluar. Alvin terpana melihat Celyn yang terlihat sangat cantik .


" Cantik sekali" gumam Alvin namun Celyn masih bisa mendengarkannya.


Sampai beberapa detik Alvin masih menikmati keindahan ciptaan tuhan yang ada di hadapannya. Samapai pada akhirnya Celyn membuyarkan lamunan Alvin.


"Kapan kita akan pergi Vin?" Ucap Celyn membuyarkan alamunn Alvin.


" Ah maaf saking terpesona dengan mahkluk Tuhan yang ada di hadapan ku ini sampai lupa jika kita harus pergi." Goda Alvin.


Blushh......


Wajah Celyn seketika merona mendengar ucapan Alvin. Rasanya ingin terbang

__ADS_1


" Dasar gombal." Seraya memukul dada Alvin pelan.


Akhirnya mereka pun pergi ke pesta yang diadakan di ball room hotel tersebut. Pesta itu sangatlah meriah dan di hadiri para kaum elit politik maupun kalangan pebisnis. Sedangkan untuk hiburannya pun mengundang artis-artis papan atas nasional.


Hidangan yang mereka suguhkan pun sangat luar biasa.dan tak luputbdari minuman yang beralkohol.


Di pesta tersebut Celyn yang sebenarnya tidak pernah minum minuman yang beralkohol akhirnya pun terpaksa meminumnya karena ingin menghargai sang Tuan rumah. Begitupun dengan Alvin. Alvin juga minum minuman tersebut.


Entah bagimana ternyata mereka berdua mabuk. Setleah selesai pestanya mereka kembali ke kamar dengan keadaan yang mabuk.


Tanpa di sadari ternyata mereka berdua masuk ke kamar Celyn. Disana mereka tidur bersama. Karena badan mereka merasa panas tanpa sadar mereka melepaskan pakaian mereka lalu tidur bersama dalam keadaan polos.


Pagi pun tiba Celyn membuka matanya dan keplanya terasa pusing akibat mabuk semalam. Saat ingin bangun untuk membersihkan diri ia merasa ada sesuatu yang aneh dalam tubuhnya. Ia merasa ada yang menindih perutnya. Akhirnya ia menyingkap selimutnya dan seketika Celiyn menjerit.


" Aachhhh!!!!!" Teriak Celyn. Alvin yang kaget segera membuka matanya.


" Apa yang kamu lakukan?" Tanya Celyn kepada Alvin dengan air mata yang sudah mengalir membasahi pipinya.


Alvin pun bingun dengan apa yang terjadi. Kenapa ia bisa tidur bersama dengan Celyn dengan keadaan polos.


" Cely maafin aku, aku tidak sadar melakukannya. " Alvin meminta maaf kepada Celyn namun Celyn yang masih syok tidak menanggapi ucapan maaf dari Alvin dan kembali marah serta berteriak kepada Alvin.


" Pergi!!!!!pergi sekarang juga jangan sentuh aku. Aku membencimu!!!" Ucap Celyn frustasi dan menangis sejadi-jadinya. Alvin pun pergi meninggalkan Celyn namun sebelum ia pergi ia berkata


" Aku berjanji akan bertanggung jawab. Aku akan menikahi mu."

__ADS_1


bersambung.......


__ADS_2