
"kita memang tidak bisa mengatur hati kita untuk memilih siapa yang akan kita cintai kak. Dengan siapa kakak merasa jatuh cinta itu bukanlah sebuah kesalahan hanya saja terkadang waktu dan situasinya saja yang tidak tepat." Andrea.
" kalau boleh tau siapa lelaki yang sudah mencuri hati kakak itu?"
"Dia seorang CEO di perusahaan ALV corp. Namanya Alvin Ludovic." Jawab Celyn.
Andrea seperti di sambar petir disiang bolong mendengar nama lelaki yang di cintai oleh Celyn. Ia hanya bisa diam seolah dunia ini berhenti berputar.
"Re ada apa?" Tanya Celyn menyadarkan Andrea dari lamunannya.
" Ah tidak. Tidak ada apa-apa kak." Jawab Andrea terbata-bata.
" Apa kau mengenalnya?" Tanya Celyn kembali.
" Ah mana mu....." Tiba-tiba ucapan Andea terhenti karena handphone Celyn berdering.
Kring.....
Kring.....
Kring.......
''sebentar Re ada telpon dari dady." Potong Celyn. Lalu Celyn pun mengangkat panggilan tersebut.
" Halo. Ada apa dad? " Celyn
" Halo sayang apa kamu sudah selesai meeting dengan Alv Corp? " Tanya Hans.
" Sudah dad dan sekarang aku sedang makan siang dengan Andrea di cafenya." kata Celyn
" Owh. Setelah selesai segera kembali kekantor ya ada beberapa hal yang harus segera kita diskusikan. " Kata Hans.
" Baiklah dad. Sebentar lagi aku akan kembali." Lalu Celyn menutup sambungan telpon dengan dadynya dan segera berpamitan dengan Andrea.
" Re kakak harus segera kembali ke kantor, dady membutuhkan ku sekarang. Nanti kita sambung lagi ceritanya di rumah." Ucap Celyn.
" Baiklah kak." Jawab Andrea singkat.
__ADS_1
Akhirnya Celyn berpamitan dengan Andrea dan pergi kekantor Wijaya Grup. Andrea hanya menatap kepergian kakaknya dengan hati yang berkecamuk.
Ia duduk dibatas sofa dengan pandangan kosong. Ia masih mencoba mencerna semua yang kakaknya ungkapkan baru saja. Tanpa disadari air mata Andrea jatuh membasahi kedua pipinya. Saat masih dengan kondisi yang cukup syok tiba-tiba Leon masuk.
Leon melihat kondisi Andrea dalam keadaan melamun dan menangis menjadi bingung. Sebenarnya apa yang terjadi dengan sahabatnya itu tidak biasanya ia seperti itu. Apa ia bertengkar kembali dengan kakaknya atau sedang putus cinta? Pertanyaan demi pertanyaan muncul di benak Leon.
Akhirnya Leon mendekati Andrea dan duduk disebelah Andrea yang masih melamun. Leon tau jika Andrea sedang tidak baik-baik saja.
Saat mengetahui bahwa Leon ada di sampingnya Andrea langsung memeluk Leon dengan erat dan sedikit terisak. Leon membiarkan keadaan itu beberap saat sampai Andrea merasa tenang. Ia hanya mengusap punggung Andrea dengan lembut membiarkan sahabatnya itu menumpahkan segala rasa pedihnya yang ia belum tahu karena sahabatnya belum berbicara apapun.
"Le aku bingung harus berbuat apa." Andrea mulai berbicara setelah sedikit tenang dengan memeluk sahabatnya beberapa saat.
" Jangan lakukan apapun jika kondisi hati dan pikiran mu sedang tidak baik." Jawab Leon walaupun ia belum juga tau arah pembicaraan Andrea kemana dan tentang apa. Yang ia tahu bahwa sahabaynya itu sedang dalam kondisi hati dan pikiranya tidak baik-baik saja.
"semoga aku hanya salah mendengar." Batin Andrea dengan menghela nafasnya dan mulai mengurai pelukannya pada Leon.
*********
Sudah beberapa hari setelah pengakuan Celyn yang sedang menyukai seseorang membuat suasana hati dan pikiran Andrea menjadi kacau. Ia tidak bersemangat dan ceria seperti biasanya. Setelah hari itu pun Andrea tidak pulang ke rumah ia memilih untuk tidur di cafe. Ia belum sanggup mendengar cerita kakaknya kembli tentang seseorang yang sedang ia sukai saat ini.
Malam itu Leon melihat Andrea sedang melamun melihat ramainya kota di rooftop dengan tatapan kosong. Leon pun menghampiri sahabatnya tersebut.
" Rea!!" Panggil Leon sembari menepuk pundak sahabatnya untuk mengagetkannya.
"Eh.. kamu Le" jawab Andrea.
"Ngalmun aja. Kesambet baru tau rasa." Leon
" Aku merasa lelah Le." Ungkap Andrea masih menatap kedepan.
"Kalau lelah istirahat, tidur sana bukannya malah ngelamun" Timpa Leon
" Aku serius Le" jawab Andrea yang saat ini menatap kearah sahabatnya dengan muka kesal.
" ok!ok!" Leon mulai dengan mode serius.
" Sekarang ceritakan sebenarnya ada apa sejak kakak mu kemari kamu terlihat sangat murung, pekerjaan mu juga kacau." Kata serius Leon.
__ADS_1
Mendengar pertanyaan Leon Andrea mengambil nafas panjang untuk menjawabnya.
" waktu itu kak Celyn curhat kalau dia sedang menyukai seseorang." ungkap Andrea
"bukannya itu bagus lalu kenapa kamu malah terlihat sedih?" sela Leon
"denger dulu aku belom selesai!" Andrea sewot
"ok!ok! maaf. lanjutkan !" Leon
" Kak Celyn menyukai CEO dari Alv Corp." Ungkap Andrea. Leon masih dengerkan dengan seksama namun tiba-tiba dia berteriak.
"Whattt!!!!gak becanda kan Re?." Leon Kaget dan Andrea hanya mengangguk dengan ekspresi yang sulit di artikan.
"Jadi yang membuat kamu menangis setelah bertemu dengan kak Celyn waktu itu dan membuat kacau dirimu beberapa hari ini, itu?" Leon dan Andrea hanya diam dan mengangguk.
" Bagaimana bisa Kak Celyn mengenal Alvin?" Cerca Leon .
" Perusahan dady dan mas Alvin bekerjasam membangun proyek di kota K. Dadyenyerahkan proyek ditangani oleh kak Celyn. Hubungan bisnis itulah yang mempertemukan mereka." Andrea.
" Lalu apa kak Celyn tau jika Alvin adalah kekasih mu?" Tanya Leon kembali.
"Tidak dan jangan sampai tau." Andrea
" Bagaimana bisa re?" Leon
" Aku rasa kamu harus segera mengenalkan Alvin kepada keluarga mu dan mengakui siapa kamu sebenarnya Re" Leon memberi saran.
" Tidak Le. Justru aku akan menutupi semuanya." Andrea
" Maksud kamu apa Re?" Leon bingung.
" Aku sudah memikirkan apa yang harus aku lakukan Le." Andrea.
" Jangan bilang kamu akan...." Ucapan Le tertahan serta menatap wajah Andrea dengan serius. ia sangat paham dan mengerti apa yang sifat dan watak sahabatnya itu. Sedangkan Andrea hanya mengangukkan kepalanya dengan wajah sendu.
Bersambung ....
__ADS_1