
Sejuk hembusan angin menari nari di tepian daun dan jatuh berhampuran melewati ranting, membelai helaian rambut yang ditata rapi. Pipi merah ranum itu mengembung, gadis kecil itu terlihat kesal.
Duduk dibawah pohon rindang di tepi tebing tinggi menunggu kedua kakaknya datang berburu. Semenjak pagi dia sudah merengek kepada pengasuhnya untuk mengantarkan dia ketepi tebing dimana biasa kedua kakaknya muncul.
' Ndoro putri, ini sudah siang mari kita pulang dulu baru nanti kembali lagi setelah makan siang'
Sang pengasuh mencoba meyakinkan majikannya untuk kembali dengan hati hati.
' Kamu tidak mengerti mbok, aku mau menagih janji Kakak untuk menemaniku belajar memanah. kalau Kakak tidak datang aku tidak mau belajar! ' ucapnya kesal.
sang pengasuh hanya bisa menghela nafas, apa boleh buat majikan kecilnya itu sangat keras kepala. di kediaman pun tidak ada satupun yang bisa membantah permintaannya. status sebagai satu satunya anak perempuan Panglima perang Kerajaan mMahestraja dimanfaatkan dengan baik.
Galih Ayu Aumani, gadis berumur 4 tahun itu anak terakhir dari 4 bersaudara. Lahir sebagai satu satunya perempuan dalam rumah tangga panglima perang kerajaan mahestraja wisnu bhandoro, seluruh anggota keluarga memanjakannya sehingga membuat karakter Aum menjadi keras kepala. aum itu nama panggilan sayang dari kelaurga dekatnya.
seperti hari ini Aum dengan keras kepala menunggu kakaknya pulang berburu dengan putra mahkota.
dari jauh terdengar gemerisik daun kering yang terinjak dan juga derap langkah banyak orang. Aum dengan semangat langsung berlarian menuju arah suara disusul pengasuhnya.
' ndoro pelan pelan nanti jatuh!'
peringatan yang diucapkan tak sedikitpun masuk dalam pendengaran Aum. yang ada dalam pikirannya sekarang adalah menemui kakaknya untuk menagih janji.
'mas Adhi Aum marah sama mas Adhi! '
Aum berteriak dengan berurai air mata, ini sudah hampir senja latihan memanahnya jelas sudah batal. kakak kesayangannya mengingkari janji membuatnya kesal. belum lagi nanti ia akan dihukum oleh ibu suri karena tidak pulang seharian. apapun caranya Aum akan melimpahkan semua kesalahan pada kakak tertuanya, Adhi Kusumo.
sang kakak yang melihat adiknya beruraian air mata segera bergegas menghampiri.
'maafkan mas dek, berhenti menangis?
kakak janji besok kakak menemanimu seharian'
Aum masih menangis tersendu-sendu.
mata bulatnya mencari cari penyebab sang kakak gagal memenuhi janjinya. itu dia putra mahkota arjun abhimanyu, yang selalu memonopoli kakak pertamanya.
' kakak lebih suka pergi dengan pangeran dari pada Aum, Aum kesal dengan pangeran! *'
kalimat berisi kecemburuan itu mengundang gelak tawa sang pangeran.
disusul tawa yang lainnya membuat Aum semakin kesal.
'sampai Aum besar nanti, Aum tidak akan memaafkan pangeran'
sungutnya kesal.
' aduh bagaimana ini? padahal pangeran sudah menitipkan hadiah untuk Aum pada kakak. apa kakak lepas saja ya? '
goda argata edi yang tiba tiba muncul.
__ADS_1
Aum tiba tiba melepaskan pelukan Adhi dan berlari kepadi kakak ketiganya arga.
'tidak boleh itu hadiah Aum mas aga. pangeran tidak bijaksana kalau mendendam pada anak kecil, karena pangeran memberi aum hadiah akan Aum pertimbangkan soal tadi'
semua orang tertawa tidak terkecuali sang pangeran Mahkota yang menatap gadis mungil yang mengingatkan pada adiknya yang juga sama cerdas.
adik kesayangannya, pangeran panji abhiyata.
akhirnya rombongan besar itu bergerak menuruni sisi landai tebing untuk mencapai pinggiran kota.
Aum duduk di depan sang kakak diatas kuda.
bibir mungilnya tak berhenti mengunyah roti yang kakaknya berikan. sambil sesekali menanyakan segala hal yang terlintas dimatanya.
'mas adhi nanti bantu aum bicara pada nenek, aum tidak mau dihukum'
'kalau itu kakak tidak bisa jamin, tapi nanti kakak temani aum '
bisik bisik keduanya membuat siapa pun menjadi gemas. tidak terkecuali pangeran arjun, dia berfikir betapa lucunya jika adik nya bertemu dengan galih ayu yang penuh dengan akal itu.
Rombongan pangeran mahkota telah mencapai tengah kota. mereka memutuskan berpisah di tengah jalan menuju kediaman masing masing.
adhi dan rombongan juga bergerak cepat menuju kediaman panglima, karena sang adik terlelap tidur di pelukannya.
didepan pintu gerbang kediaman panglima telah berjajar anggota keluarga yang berharap cemas. setelah melihat putra tertuanya sudah datang mereka menhela nafas lega. gadis dikeluarga mereka sangat melekat dengan kakaknya. jika gadis itu hilang maka tidak akan jauh dari kakak tertuanya.
kecemasan sang ayah begitu ketara, matanya mencari cari putri bungsu kesayangannya.
'ayah tenang lah aum ada dalam jubahku, dia tertidur'
terang adhi pelan, takut akan membangunkan adik kecilnya.
rombongan besar itu memasuki rumah dan berpencar ke tempat tinggal masing masing. kecuali keluarga inti yang membuntuti adhi yang tengah mengendong sang adik menuju kamarnya.
'adhi apakah adik mu sudah makan? apa kalian juga sudah makan? '
tanya nenek cemas.
'tenang nenek kami sudah makan diperjalanan, aum tidur karena kekenyangan'
terang argata menenangkan neneknya.
semua anggota keluarga tau kalau sikap tegas nenek pada aum adalah bentuk kasih sayang untuk cucu kecilnya.
sang nenek yang biasa dipanggil nenek hasturi itu menepuk nepuk dadanya pelan, rasa resah yang di hatinya perlahan tenang.
galih ayu adalah cahaya di rumah mereka. cahaya hidupnya.
__ADS_1
'sandrani malam ini temani putri mu, takut nanti dia bangun tidak ada kakaknya gadis nakal itu akan mengamuk'
perintah sang nenek pada ibu kandung galih ayu.
'baik ibu mertua'
jawab sang menantu.
didalam kamar Adhi Kusumo masih duduk ditepi ranjang sang adik,
' kembalilah nak, biar ibu yang menjaga adikmu. kamu pasti lelah'
ucap sandrani pada putra pertama suaminya itu.
Adhi terpaku melihat jemari mungil adiknya bertaut dengan jari jari besarnya.
'saya pikir tidak akan pernah bisa terpisah dengan Aum ibu'
ucap Adhi pelan.
Sandrani hanya bisa mengiyakan dalam hati, semoga sang kakak akan terus menjaga putrinya. dia merasa akan sulit untuknya kelak mengambil keputusan sebagai ibu tanpa mengedepankan nama baik keluarga.
'ibu hanya bisa berharap padamu Adhi' batin Sandrani.
kasih sayang yang berlimpah itu terkadang membuat galih ayu / aum merasa segala hal yang ia lakukan akan mendapatkan persetujuan. dengan dasar itu maka kisah hidup galih ayu akan menjadi begitu terjal kedepannya. tanpa tau bahwa dalam hidup ini ada beberapa hal yang memang tidak akan kita dapatkan atau kita miliki tanpa pengorbanan.
sisi polos seorang gadis yang begitu murni perlahan menjadi orang lain. keegoisannya membuatnya jauh dari keluarga dan saudara.
kisah kemurnian hati dan ketulusannya akan tergerus waktu dan luka, kemurniannya yang mengawali betapa pilihan hidup yang dia pilih membuatnya merasakan betapa kejam dia menjadi manusia.
galih ayu, ini adalah kisah awal sang jendral besar kerajaan mahestraja.
bersambung~~
__ADS_1
kisah ini murni buatan ku sendiri tapi juga ada inspirasi beberapa novel ataupun drama kolosal. mohon dukungannya 😊