
angin yang bertiup menyentuh helaian rambut Aum yang tak terikat, mata bulat itu tak melepaskan pandangannya pada lelaki yang mengatakan hal yang begitu aneh di telinga Aum.
' aku tau, ini terdengar random untukmu' kata Rama tenang.
ia mengalihkan pandangan jauh seakan menerawang, raut wajahnya tidak berubah. Aum juga tau hubungan mereka bukan sesuatu hal yang berbau kearah sana. pasti Rama mempunyai alasannya sendiri,
' ayah menyuruh ku menikah secepatnya, sebelum menanyakan orang lain kamu harus jadi yang pertama yang ku tanya' terangnya.
Aum tidak paham dengan penjelasan Rama,
' kau adalah orang yang sangat butuh perlindungan saat ini Aum, semua orang masih saja mengaitkan mu dengan pangeran panji.
aku hanya mencoba memberikan tempat yang aman untukmu ' terangnya lagi.
akhirnya Aum mengerti, Tabib Rama mencemaskan nya. segala hal buruk terus saja menimpa seakan bergantian menguji hidup Aum.
tapi ia tidak ingin mengorbankan hidup orang lain demi kemudahan diri sendiri. sedangkan hatinya masih saja sama, ia tak ingin Rama menjadi lelaki yang begitu menyedihkan.
' aku baik baik saja, menikah lah kak. aku akan memberikan hadiah yang banyak ' tolak Aum halus.
Rama tersenyum lebar, ia mengatakan bahwa Aum ini lah yang ia kenal. wanita yang mampu berdiri sendiri tanpa takut selama ia benar. hanya saja kehidupan cintanya yang rumit membuatnya harus jatuh bangun.
awalnya ia hanya asal mengucapkan kata itu melihat betapa menderitanya gadis kecil itu menerima serangan dari musuhnya. ia ingin menjadi tameng untuknya namun melihat kebulatan tekat dimata bulat itu Rama sadar ia telah meremehkan mental gadis ini.
' walau pun aku menikah jangan pernah menjauhi ku hanya karena wanita ku cemburu, aku akan selalu mendatangimu setiap bulan ingat itu ' kata Rama serius.
namun Aum tertawa terpingkal pingkal melihat betapa serius Rama soal ultimatum kunjungan untuk merawatnya.
' baik lah siapa yang menolak di kunjungi tabib terbaik sata ini' canda Aum.
...~~~...
waktu berlalu dengan cepat, malam hari begitu sunyi di kediaman Aum. setelah membersihkan diri Ia mengurung diri di ruang kerjanya. selain Graha tidak ada satupun orang yang berani memasuki ruang itu. sehingga menunjukkan waktu tengah malam Aum belum juga keluar dari ruang itu.
terdengar suara ketukan pintu,
' Tuan Putri ada utusan dari Putra Mahkota ' terang penjaga pintu.
__ADS_1
Aum keluar dari ruangan untuk menemui sangat utusan. Ia mengenal orang itu adalah pengawal Putra Mahkota,
' katakan ' kata Aum singkat.
' Saudara Graha belum bisa kembali saat ini Putri sehingga saya di utus untuk menyampaikannya. Putra Mahkota akan menemui anda diantar oleh saudara Graha' terang orang itu tegas.
Aum hanya mengangguk, ia sudah memperkirakan keadaan ini. pasti orang orang dari Putra Mahkota mengulang kembali penyelidikan.
' baiklah kau bisa kembali ' Aum kembali masuk.
setelah mendengar kabar itu Aum segera kembali ke kamarnya. ia bisa tidur nyenyak malam ini, mari kita lihat apa yang terjadi besok. Aum tidak sabar untuk melihat bagaimana raut wajah yang Mulia Raja mendengarnya. Tanpa sadar Aum mengulum senyum penuh makna.
pagi ini wajah Aum berseri seri, ia bangun lebih pagi hanya untuk menyambut utusan dari Kerajaan.
mari kita lihat apa keputusan keluarga kerajaan untuk kelalaian ini, batin Aum yang sedang menikmati secangkir teh. tidak perlu menunggu hingga tengah hari serombongan utusan Kerajaan datang. mereka membawa kereta simbol Kerajaan untuk menjemput Aum untuk menemui Yang Mulia Raja.
' kami akan mengantar anda ke istana tuan putri ' kata seorang prajurit yang memimpin rombongan itu.
' baik lah aku mohon bantuannya' jawab Aum.
suasana pengadilan yang seharusnya berlangsung pagi tadi menjadi lebih lama dikarenakan putra mahkota membeberkan hasil penyelidikan ulang kasus yang menimpa Istri adiknya.
suara bisik bisik memenuhi ruangan besar itu, Yang Mulia Raja terlihat kesal setelah mendengar laporan Dari putranya. Ia sempat mencuri pandang pada Adhi dari mentri luar negeri yang merupakan kakak dari Aum. seakan membaca raut wajah Yang Mulia Raja mendesah lelah, mengapa istri putra keduanya itu selalu membuat onar. entah keluarga atau pun dia mereka tidak jauh beda batinnya.
terdengar kehadiran seseorang yang di umum kan,
' Putri Seroja telah tiba' suara kasim yang menjaga pintu mengelegar seakan menyulut kerumunan untuk bergosip lebih keras.
' hamba menghadap Yang Mulia Raja ' dengan postur membungkuk memberi hormat Aum menyapa Sangat Raja.
' berdiri lah! mari kita dengar semua dengan sesama' jawab Raja dengan tenang.
setelah di beri izin putra mahkota membeberkan bukti yang Aum serahkan serta kronologi penyelidikan ulang yang mereka lakukan.
diskusi alot terjadi, kubu mentri yang mendukung Aum dan yang kontra saling tuduh dan menyangkal soal keterlibatan Aum dengan istri dari pangeran ke dua.
' semua bukti telah di lihat keterlibatan Putri Seroja dalam masalah kali ini tidak ada, sehingga untuk membayar penderitaan yang ia tanggung selama ini pihak keluarga kerajaan akan memberikan kompensasi yang sesuai untuk memulihkan reputasi Putri Seroja' suara perdana mentri memenuhi Aula pengadilan.
__ADS_1
......~~~......
di undang di kediaman yang Mulia Raja Aum merasa sangat canggung. Ia mungkin telah terbiasa bertugas dengan putra Mahkota Atau pun menghadap Raja Mestraja tapi ia benar benar menghindari untuk bertemu permaisuri Raja yang merupakan Ibu kandung dari kedua pangeran.
' salam untuk permaisuri yang Agung ' sapa Aum sopan.
dengan Anggun permaisuri meletakan kipas yang ia gunakan untuk mendinginkan air yang ia seduh.
dan menatap wajah Aum secara gamblang.
'duduk lah Putri Seroja, ' ia memberikan sinyal untuk dayangnya agar segera membantu Aum untuk duduk.
Rencana Aum untuk segera kembali setelah merampok dari istana putra mahkota gagal.
' Sudah lama aku tak melihat mu semenjak kembali dari medan perang, luka mu sudah membaik? '
suara permaisuri memecah keheningan.
nada suara yang begitu tenang seakan menutupi tujuan yang sebenarnya. Aum mencoba menerka tujuan beliau mengundangnya.
' saya sudah membaik yang mulia permaisuri' jawab Aum.
wanita paling berkuasa di kerajaan sedang menatap nya lekat sambil meminum teh. wajah yang datar tanpa expresi itu membuat Aum gelisah.
' Aku akan berterus terang sekarang putri Seroja' ucapnya tegas.
' putraku, pangeran panji apakah kau putri mencintai nya? '
Aum hampir tersedak teh yang tengah di minumnya, ia segera mengangkat wajahnya yang tertunduk untuk melihat raut wajah permaisuri.
wanita perkasa yang berada tepat di sebrang nya itu adalah ibu dari lelaki yang ia cinta, bukan yang pernah ia cinta.
' itu hanya masa lalu yang mulia Ratu' jawab Aum saat ia telah kembali tersadar dari keterkejutan nya.
' tapi tidak untuk putraku, lalu menurut mu apa yang harus dilakukan? ' dengan wajah datar permaisuri melontarkan pertanyaan sarkas padanya.
tbc...
__ADS_1