GALIH AYU ( Sang Jendral)

GALIH AYU ( Sang Jendral)
perang kecil: perundingan


__ADS_3

peperangan berakhir tahun lalu saat Aum menaklukkan Kerajaan Seroja dengan taktiknya. sedangkan perbatasan kerajaan masih aman sehingga secara bergantian para kakak Aum berada dirumah. sebagai prajurit wanita yang jumlahnya hanya segelintir Aum termasuk dari prajurit elit dengan darah bangsawan ditubuhnya sehingga ia tak setiap saat turun menangani masalah yang biasa.


ia akan turun seperti kali ini, penumpasan perampok gunung di sekitar pinggiran kota yang kumuh, karena jalur itu adalah jalur utama dari kota lain ke kota kerajaan membuat ini menjadi kasus yang penting. apalagi aum dengan keahlian taktik perangnya. hampir seminggu rapat di lakukan berkali kali waktu tidur Aum pun menjadi terbatas. setelah menurunkan 1 batalyon tentara kota masih belum cukup perampok itu masih menang karena lebih tau geografi gunung disana.


' putri saat ini kita masih belum bisa mendesak lawan sedikitpun ' lapor salah satu pimpinan tentara.


Aum terdiam mencari cara yang paling aman dan mempunyai kemungkinan menang lebih besar. tapi kali ini ia cukup kesulitan karena banyak warga sipil yang harus dilindungi.


berbeda saat perang melawan Kerajaan Seroja ia dengan bringas mengunakan semua taktik keji untuk kemenangan, untuk saat ini buntu.


' lapor putri putra Mahkota dan pangeran panji ada diluar ' seorang prajurit masuk.


Aum menghela nafas berat, Putra Mahkota pasti mendesaknya untuk segera menyelesaikan masalah ini.


dan ia mati-matian menghindari kontak dengan pangeran panji namun ada saja pertemuan yang tidak bisa dihindari.


' izinkan masuk ' perintah Aum.


mau menghindar tidak mungkin, bisa apa dia dengan seorang pangeran dan putra mahkota. dua manusia berpengaruh di kerajaan sedang memasuki ruangannya, suasana agung mengisi seluruh ruangan Aum berdiri dengan hormat disisi meja kerjanya.


' bagaimana perkembangan penyergapan kali ini? ' tanya putra Mahkota, ia duduk di meja Aum.


' masih kami diskusikan ' jawab Aum.


putra mahkota terlihat tak menyukai jawaban Aum,


' kalau begitu kita gunakan strategi dengan resiko terendah, dan Panji akan turun membantu mu ' putus Putra Mahkota Arjun segera.


dengan berat hati Aum mengiyakan perintahnya, masalah ini dalam lingkup tanggung jawab putra mahkota sehingga beliau juga didesak oleh Raja untuk menyelesaikan segera. secara saran yang diajukan putra mahkota cukup memberikan sokongan jumlah prajurit yang berada dalam asuhan pangeran panji.


' aku ingin mereka sudah ditangkap besok pagi ' desak putra mahkota.


 



 



setelah melaksanakan pertemuan mendesak mereka segera bergegas menuju ke gunung tempat para bandit itu bersarang. perang kecil ini begitu sunyi, secara perlahan prajurit bergerak naik dari semua sisi. dari semua jalur yang ada Aum memimpin di kelompok paling depan, dengan menggunakan baju jirahnya ia membawa busur besar di punggungnya.



' gunakan formasi benteng dan menempatkan diri di sisi yang telah aku jelaskan ' perintah Aum tegas.



' baik ' jawab mereka kompak.


pasukan yang berisi 50 prajurit pilihan miliknya sendiri yang ia dapat saat menyandang gelar putri itu memiliki spesialisasi masing masing sehingga membuat pergerakan mereka tidak percuma.



pasukan Aum telah berhasil mendorong lebih dari setengah gunung, pada posisi ini prajurit terlatih itu berdiri diposisi yang telah di sebutkan. mereka bertahan dalam formasi ini sambil menunggu prajurit yang di pimpin Pangeran Panji.



sekitar beberapa saat prajurit pangeran panji datang,


' laporkan situasi' ucapnya tegas.



sosok yang selama ini tidak dilihatnya secara langsung, keagungan seorang pangeran dan komandan membuatnya begitu perkasa. dulu ia selalu membayangkan seperti apa kelak saat pangeran panji menjadi dewasa. namun ternyata lelaki itumelebihi perkiraannya, lelaki yang tengah berdiri diatas batu tertinggi memberikan arahan pada prajurit membuatnya menjadi begitu silau. bagaimana bisa ia sebanding dengan lelaki yang sekarang telah mempunyai keluarga dan pangkat begitu tinggi. seketika kesadaran telah menamparnya keras, ia menekan hatinya yang hampir tergoda kembali. lelaki itu meninggalkan mu batin aum dalam hati, ia meremas busurnya dengan kencang.

__ADS_1



Graha menatap tuannya sebentar lalu beranjak ke sisi pangeran panji untuk melaporkan kondisi terkini.



' semua sudah berada di posisi masing masing komandan '



' lepaskan peringatan ' perantah pangeran.



Aum yang berdiri di tengah formasi menarik busurnya dan tiga anah panah berbendera kerajaan di pangkalnya meluncur naik tinggi dan meluncur turun saat mencapai titik tertingginya.



tidak lama terdengar suara gaduh dari para perampok yang membawa senjata mereka dan berjajar siap untuk berperang.


jumlah meraka sekarang tak sebanding dengan prajurit kerajaan yang mencapai 750 orang. semua orang dalam mode siaga penuh, siap menunggu perintah menyerang dari pimpinan masing masing.



' kami akan mengempur kalian sekali pukul jika itu yang kalian mau, namun aku mempunyai jalan lain yaitu perundingan maka tidak akan ada korban yang jatuh' suara pangeran Panji yang penuh wibawa memukul keras para perampok.



terlihat kegelisahan yang menyebar di antara anggota perampok itu, sang pemimpin terlihat bimbang.



' baiklah' jawab sang pemimpin.


begitu juga kubu pangeran panji.



~ ~ ~



hanya beberapa orang yang ikut dalam tenda yang di buat mendadak di tengah lereng gunung yang sedikit landai.


hanya beberapa orang yang berada di dalam tenda, kedua pimpinan pasukan dan juga 4 perwakilan masing masing.



Aum termasuk diantaranya, mata dari pihak lawan tak pernah lepas dari wajah ayu Aum.


pangeran panji yang menyadari segera berusaha menutupi pandangan para lelaki itu pada Aum. dengan segera para perampok itu mengalihkan pandangan mereka.



hari hampir menjadi malam namun perdebatan masih saja belum menemukan titik terang. Aum yang di utus sebagai pengamat dan akan memberikan usulan yang bisa memberikan keputusan yang adil.


pihak perampok masih belum menerima tawaran yang telah pangeran panji berikan.



saat suasana semakin runyam dan pemikiran mereka perlahan tumpul untuk membuat keputusan yang adil aum angkat bicara.



' kerajaan tidak akan memberikan hukuman pada seluruh perampok namun kami akan mengunakan keahlian kalian di kamp pelatihan dan akan di masukan sebagai prajurit tingkat rendah dengan penghasilan' usul Aum.

__ADS_1



pihak kerajaan terlihat menganggukan kepala setuju, sebelumnya mereka bersikukuh untuk memberikan hukuman baru akan memberikan pekerjaan namun aum bisa mengambil keputusan yang menguntungkan ke dua belah pihak.



' usulan dari putri galih cukup meyakinkan, namun apakah pihak kerajaan sanggup? ' wajah sinis tercantum di wajah pemimpin perampok itu. ia menyadari jika ia tidak mensetujui mereka akan berakhir mati di gunung ini, ia akan mengutamakan keselamatan selamatan seluruh anggotanya agar hidup lebih baik dari saat ini.



wajah pangeran panji terlihat senang, ia melirik Aum penuh arti. ia bangga dengan gadis itu. sebagai ahli strategi ia sanggup memberikan keputusan sesuai dengan keinginan semau pihak.



' baiklah, kita akan berangkat ke kamp pengawal di ibukota dan ketua akan ikut dengan ku menghadap yang mulia putra mahkota '



' kejahatan kalian masih belum mendapatkan balasan sehingga jangan berharap bahwa kalian akan lepas dari hukuman ' ucap sang pangeran.



Aum hanya bisa menghela nafas, tempramen manusia satu itu masih saja sama.



hari ini berakhir dengan lancar, seluruh pasukan membangun tenda mengelilingi tenda perampok. ada puluhan prajurit yang bergantian melakukan penjagaan ketat, aum mendapatkan satu tenda tunggal seperti biasa.



Graha terlihat sibuk menata tempat tidur yang akan digunakan majikannya.



' anda sudah pulang ke kediaman hampir 1/2 tahun pasti anda merasa sangat asik bukan putri? ' goda Graha.



Aum hanya melirik lelaki usil itu dengan enggan. ocehan graha kadang kala mampu memutus ketegangan yang membelitnya.



' pergilah segera, aku akan istirahat. esok kita akan berangkat sangat pagi untuk turun gunung. belum lagi laporannya! ' Aum mengerutu kesal.


ia tidak menyukai kegiatan yang satu itu, ia lalu menyadari sesuatu.



' graha esok saat aku mengantarkan ketua kerampok itu kamu harus menyelesaikan laporan ' ucap aum enteng.



graha memberengut tak suka, tuan putrinya itu kadang juga melepaskan tanggung jawab. mana ada petugas yang begitu sepele seperti dia, karena ia adalah salah satu jenius yang ada di medan perang ia memang paling banyak mendapatkan maklum dari para petinggi.



' bisa apa saya ndoro! ' sunggut Graha.



Aum hanya tertawa keras melihat wajah tak daya Graha.



tbc....

__ADS_1


__ADS_2