GALIH AYU ( Sang Jendral)

GALIH AYU ( Sang Jendral)
dinding tak terlihat


__ADS_3

Hayuning Tyas Wanita yang sejak kecil menjadi pujaan banyak keluarga, kesempurnaan seorang putri. sikap anggun, wajah nan cantik mempesona itu adalah senjata paling ampun untuk meraih hati seorang lelaki. kehadiran wanita yang 3 tahun lebih tua dari Aum menamparnya begitu kuat, harapan kecil itu sirna sudah.


dalam hati Aum sadar bagaimana ia percaya cinta yang Pangeran Panji serahkan padanya saat melihat wanita itu berjalan ke arahnya dengan perut buncit. kebencian memenuhi hatinya, entah bagaimana sorot mata Aum berubah penuh kebengisan.


kemarilah wanita dan kita akan lihat siapa yang akan memenangkan situasi ini.


saat Hayuning Tyas telah sampai Aum masih duduk dengan abai, memandang jauh tanpa perduli seorang wanita hamil sedang berdiri menunggu respon darinya.


' putri seroja nyonya panji telah tiba ' ucap pemuda yang tadi datang.


Aum menghela nafas malas ia mengalihkan pandangan pada wanita yang menikahi lelaki yang ia cintai. wanita yang begitu cantik dan mempesona mata lelaki mana yang tidak terpesona, Aum tersenyum pahit.


' salam pada nyonya Panji ' sambut Aum asal asalan.


ia pun tidak menatap wanita hamil itu. ia kembali melempar pandangan jauh.


' maaf menganggu putri yang sedang beristirahat ' wanita itu duduk didepannya tanpa izin.


sekali lagi Aum menghindari kontak mata, ia menyesap minuman perlahan.


' saya ingin bertanya apakah putri yang telah melaporkan Ayah saya ? ' suara wanita itu bergetar, wajah pucatnya yang sedari tadi baru diketahui Aum.


' bukan kah anda salah bertanya Nyonya Panji ' jawab Aum kesal.


' tapi anda yang berada diperbatasan selama ini dan juga anda yang menyerang kerajaan seroja '


' jadi siapa lagi yang bisa melakukan ini semua kalau bukan putri sendiri ' Hayuning Tyas berlinang air mata didepan Aum.


Aum memutar kepalanya dan menghadap penuh pada wanita berbadan dua itu.


pakaian sederhana dan wajah tanpa polesan membuat wanita itu begitu menyedihkan.


' anda menjadi besar kepala setelah bebas dari hukuman mati ya? ' tanya Aum sinis.


hati nurani Aum telah mati setelah pulang dari medan perang. wanita menyedihkan ini tak bisa menggerakkan hatinya. untuk apa mengasihani anak dari musuhnya perebut cintanya, ia tertawa dalam hati.


' bagaimana anda bisa melakukan pada keluarga saya Putri? ayah saya mengapdi pada kerajaan seumur hidupnya. ayah saya... ' suaranya tercekat, berderai air mata. dayang setianya berdiri disebelahnya dengan cemas sesekali memandang Aum dengan raut tidak percaya.


' tanya kan itu pada kakak ipar mu di istana kalau kau berani, jangan tanyakan pada prajurit wanita yang dilempar kemedan perang karena seseorang ' ucapan Aum membuat wanita didepannya itu terkejut.


' kau fikir aku tidak tau siapa yang mengajukan ide melempar ku ke medan perang dan mencoba membunuh ku disana? ' suara Aum semakin tajam dan ganas.

__ADS_1


wanita itu tergagap sapu tangannya terjatuh dari pegangan. ia menatap Aum penuh rasa cemas,


' apa yang anda katakan? ' ucapnya tak percaya.


' apakah harusku serahkan tahanan itu ke bawah asuhan Putra Mahkota agar seluruh kerajaan tau siapa yang berani membunuh ku di medan perang ' ancam Aum.


wanita hamil itu terkejut dengan kenyataan Aum memiliki tawanan orang yang telah mencoba menyakitinya. ia bergetar ketakutan,


' anda hanya mengertak saya! bisa bisanya anda membuat wanita hamil seperti saya menjadi ketakutan ' geramnya dengan suara keras.


Aum hanya melirik sebentar dan kembali menandang keluar jendela, tidak perduli wanita itu akan bicara apa kejahatan perdana menteri tidak akan di ampuni kerajaan.


' kau bisa melihatnya besok di kediaman pangeran panji jika kau mau, itu pun kalau kau berani ' ucapnya tak perduli.


Hayuning tyas mengepalkan tangan dengan erat ia tak menyangka gadis kecil itu sekarang telah berubah menjadi singa betina yang mengerikan. permintaannya mengenai gadis yang di cintai oleh suaminya itu tidak mungkin bisa bocor. tapi jika memang benar pelaku yang ia suruh membunuh gadis itu tertangkap dan tak bisa bunuh diri maka tamat lah sudah kehidupannya.


' kenapa anda begitu gigih putri? suami saya tidak akan menikahi anda walaupun menjadikan anda selir ' wanita itu kembali mencoba menghina Aum dengan kenyataan. tangannya dengan anggun membelai perutnya yang buncit.


Aum tak mencoba memperhatikan atau pun memandang lawan bicaranya. ia terus saja memandang jauh keluar jendela. tanpa wanita itu katakan pun ia juga tak ingin jika diperistri sebagai selir, kemarahan merambat naik ke hatinya. tapi dengan segera ia tahan, tidak akan memberikan manfaat apapun jika ia terpancing. ia menyesal pergi tanpa diantar oleh graha sehingga wanita berwujud rubah ini bisa mengusik hari tenangnya.


' Apakah anda yakin didalam hati pangeran panji terisi oleh siapa? tapi kalau saya tidak perduli, karena saya akan menyedihkan seperti anda nyonya ' kata Aum menohok.


' semoga saya tidak pernah melihat anda lagi putri ' salam perpisahan yang keji ia ucapkan.


' saya juga sama nyonya ' jawab Aum asal.


ia meneguk habis minumannya dan memanggil pelayan untuk membuat pesanan lagi, ia memutuskan akan makan siang di sini sebelum ke pendopo untuk latihan.


 


~ ~ ~ ~ ~ ~


 


matahari cukup condong kebarat, semburat warna jinga dan kemerahan memenuhi langit sore ini. Aum masih berada diatas kuda dengan busur dana anak panah berusaha membidik sasaran saat kudanya melaju dengan sangat cepat. kuda yang ia tunggangi di medan perang simbol keberadaan Aum adalah kuda berbulu keperakan dengan kaki berbulu hitam seakan mengenakan sepatu.


setelah siang tadi ia berlatih tanding dengan salah satu pelatih disini ia berlatih panah hingga sekarang.


' putri ini sudah sore daruh ( nama kuda Aum) akan kelelahan, kuda itu juga baru sembuh dari lukanya ' suara cerewet Graha membuat sang kuda meringik dan mengangkat kaki depannya dengan gusar. Aum dengan segera menenangkan sang kuda, sudah rahasia umum kalau kuda Aum sangat membenci Graha pernah saat dimedan perang daruh menerjang Graha yang mengomeli Aum yang terluka. Daruh mengira Graha membahayakan tuannya sehingga membuatnya waspada.


' astaga daruh tidak tau terima kasih, aku membuatnya istirahat dari siksaan dari tuannya yang tidak kenal lelah '

__ADS_1


omel Graha lagi.


' sudahlah, aku akan berhenti ' lerai Aum, ia juga lelah sepertinya dari pada terus mendengarkan omelan graha yang mengalahkan omelan ibunya itu.


Graha tersenyum senang ia segera membantu Aum menuntun kudanya kekandang walaupun sesekali sang kuda mencoba menendangnya. Aum hanya bisa tersenyum melihat mereka. ia segera meletakkan alat latihannya kembali ketempat dan berganti pakaian untuk kembali ke kediaman.


' kau bertemu istriku? ' suara nan familiar itu memasuki pendengaran Aum.


Aum menyeringit tak suka dengan topik yang ia sebutkan saat bertemu dengannya.


' kebalik ' koreksi Aum dengan nada malas.


panji menarik tangan Aum agar bisa melihat raut wajah gadis itu.


' aku serius! ' bentak Panji sedikit keras, cengraman tangannya membuat Aum cukup meringis sakit.


' istrimu yang menemuiku ' ucap Aum juga kesal. apa menurutnya Aum akan berusaha bertemu dengan orang yang berusaha membunuhnya. tidak akan pernah.


' apa yang kau katakan padanya? ' tanya Panji kesal ia terlihat kalut dan gelisah.


' kau tau kan ia hamil dan keluarganya akan di esekusi bisa kan kamu bersikap lebih lunak '


' wanita itu berpura pura tangguh cobalah mengerti tapi kau malah membuatnya semakin tertekan, aku tau kamu juga menderita tapi.. ' ia tak melanjutkan kalimatnya saat melihat raut wajah Aum yang begitu gelap.


' andaikan kamu tau bahwa aku hampir mati di medan perang apakah kamu akan menampakkan raut wajah ini? aku fikir tidak ' Aum bertanya dan menjawabnya sendiri.


ia mengurai cekalan Pangeran Panji dan berusaha menahan sakit hatinya.


' wanita itu yang katamu tidak akan pernah kau cintai ternyata hanya bualan saja, harusnya aku tidak mempercayai mu seperti yang ayah katakan ' suara tertahan Aum membuat panji tersadar seketika.


' jangan mencari cari alasan untuk menemuiku, kau beristri dan akan mempunyai anak. sudah cukup aku menjadi bahan gosip kali ini aku tidak akan melakukan kesalahan yang sama lagi '


Aum berucap cepat.


' aku tidak menyimpanmu dihatiku sejak lama, jadi berhenti menemuiku dan aku harap tak bertemu anda Yang mulia Panji ' suara dalam Aum membuat Panji terhenyak, cintanya yang ia rengkuh sekarang melepaskan diri ia hanya bisa melihat Aum yang berbalik tanpa bisa mencegah.


tanpa Pangeran Panji tau Aum berjalan dengan air mata berlinang ia tidak akan menoleh kebelakang tidak akan pernah.


ia mengakhiri hati yang menyedihkan ini saat ini juga, suara hentakan kaki kuda yang perlahan bersautan dengan suara tangis Aum yang memilukan di jalan sepi di pinggir danau.


tbc....

__ADS_1


__ADS_2