GALIH AYU ( Sang Jendral)

GALIH AYU ( Sang Jendral)
putri keluarga Bhandoro


__ADS_3

waktu berlalu, fajar belum muncul tapi rombongan pangeran panji telah turun dari gunung dengan kelompok perampok yang berjalan di tengah pengawalan yang ketat.


seluruh perampok kecuali sang ketua akan dibawa ke kamp pelatihan di pinggir kota, sedangkan ketua mereka akan melakukan perundingan lagi dengan putra mahkota.


setelah perundingan terselesaikan Putra Mahkota terlihat puas, sepanjang jalan menuju ke kediamannya ia tak berhenti bersenandung. Aum yang sebenarnya hendak menolak jadi ikut terseret karena alasan aneh dari Putra Mahkota.


ia berjalan paling belakang kakak pertamanya diseret Putra Mahkota jauh didepan. dan pangeran panji yang berjalan perlahan di depan aum.


' jari jarimu sudahkah di obati? ' suara Pangeran panji memecah keheningan.


Aum mengangkat kepala dengan cepat, ia tak menyangka akan mendapat pertanyaan tak terduga.


Aum melihat buku buku jarinya yang memerah apakah pangeran panji melihatnya.


' saya baik baik saja ' jawab Aum dengan kepala tertunduk.


Pangeran panji hendak meraih tangan Aum namun terhenti. ia menarik tangannya kembali,


'saat di tempat putra Mahkota kamu bisa meminta dayang merawatmu ' ucap pangeran panji dengan enggan, ada ke khawatiran yang terlihat di matanya.


Aum hanya mengiyakan saran sang pangeran, Aum berusaha tak banyak berinteraksi dengan pangeran panji. Aum trauma dengan semua gunjingan yang ia dengar selama ini.


...****************...


istana putra mahkota begitu sesak, para dayang mondar mandir memenuhi pemandangan.


hidangan yang silih berganti mengisi meja yang membuat indra penciumanku menjadi mati rasa. menghilangkan selera makan saja, batin Aum kesal.


' apakah makannya tidak sesuai seleramu ?' tanya Putra Mahkota.


sejurus orang yang berada dalam ruangan menatap aum dengan seksama.


' bukan seperti itu yang mulia, ini karena saya sedang tidak enak badan' jawab aum, ia merasa suasana dalam ruangan ini membuat perasaannya menjadi suram.


' baiklah! kau bisa kembali lebih awal, segeralah beristirahat' ucap Putra Mahkota.


Aum segera mengundurkan diri, seakan melarikan diri ia bergegas keluar dari istana. sekelebat ia mengingat perkataan sang ayah yang memperingatkan untuk menjaga jarak dengan orang istana. ia tersenyum kecut, saya sudah terhubungan dengan mereka semua sejak lahir sepertinya. bagaimana ia bisa melepaskan ikatan ini gumamnya pasrah.


...****************...


ia sampai di rumah saat hari sudah mulai gelap, dari istana ia harus kembali ke kantor sementara yang dibuat untuk menangani kasus kemarin. ia telah memberikan tugas keseluruh petugas dan mengembalikan mereka ke tempat tugas mereka sebelumnya.


' ndoro putri akan langsung kembali atau memenuhi ndoro ageng ?' tanya salah satu pelayan yang menjaga pintu kekediaman.


'aku akan ke ayah dulu, kapan ayah datang?' tanya aum saat mengikuti pelayan itu menuju kamar ayahnya.

__ADS_1


'ndoro ageng kembali belum lama ndoro putri' aum hanya mengangguk dan bergegas.


Ayah Aum panglima Bhandoro duduk di belakang meja di perpustakaannya, ia terlihat diam seakan ada sesuatu yang membebani perasaannya.


' kau sudah datang' sapa sang ayah, ia memandang putrinya dengan lekat.


' ayah cepat sekali kembali, apakah di selatan semua aman?' tanya Aum dengan semangat.


ayah Aum berangkat 1 bulan lalu dan rencananya beliau akan kembali dalam waktu 2 bulan namun ia kembali lebih cepat dari rencana.


Bhandoro tersenyum mendengarkan candaan putrinya itu.


' selatan memang selalu tenang nak' jawab Bhandoro.


aum menatap ayahnya lekat, sejak kecil ia telah berada di sisi ayahnya kemanapun beliau pergi. Setelah terpisah 2 tahun lamanya mereka tak pernah bisa bertemu secara langsung seperti hari ini.


' putri ayah pasti sangat menderita?' tanya Bhandoro dengan suara serak.


Aum menatap ayahnya dan tertawa kecil


' andaikan Graha tidak cekatan mungkin aku akan mempunyai banyak bekas luka ayah, ia sangat takut nenek mengomelinya ' cerita aum dengan wajah ceria.


sejenak raut wajah Bhandoro berubah sedih, putri tungalnya menjalani hidup yang sangat rumit karena ketidak mampuan membela putrinya sendiri.


' ayah tidak perlu khawatir, aum tidak begitu mahir berpedang jadi aum pasti di barisan belakang dengan busur ' aum mencoba membuat perasaan Bhandoro menjadi lebih baik.


mungkin saja ia bisa membuat putrinya itu urung pergi ke medan perang 2 tahun lalu. dan gadis kecil itu tidak akan kehilangan masa kecilnya.


' saya sangat lelah ayahanda, bisakah saya undur diri lebih awal?'


Aum terlihat letih dan mengantuk.


' kembalilah, tidak perlu datang keruang makan. nanti akan ayah sampaikan kalau Aum sedang istirahat ' ucap Bhandoro meyakinkan putrinya.


' benarkah? ayah harus bisa meyakinkan nenek. kalau tidak nanti nenek mengomeliku ' gerutu Aum.


' pergilah, ayah pastikan nenek mu akan menuruti perkataan ayah ' .


Aum kembali kekamarnya dan segera mandi, tulang di tubuhnya berderak seakan kehilangan pelumas. otot di tubuhnya seakan menjadi batu dan saling berdesakan di dalam daging. dengan cepat dayang di kediaman Aum bergerak cepat menyiapkan kebutuhan tuan putri mereka.


Aum berendam di dalam bak mandi yang penuh bau tanaman herbal. walau pun muak tapi apa daya ini cukup ampuh mengurangi pegal di seluruh tubuhnya.


' graha! ' teriak Aum dengan bar bar.


dengan segera pengawal pribadinya itu muncul didepan pintu.

__ADS_1


' apa yang tuan putri butuhkan ?' tanya Graha sigap.


' tolong tutup jendela itu secara permanen ' perintah aum. ia menunjuk jendela yang sering digunakan Pangeran Panji menyelinap ke kamarnya.


' baik putri, anda bisa menunggu di ruang baca ' saran Graha.


Aum hanya mengangguk dan beranjak menuju ruang baca selagi menanti Graha menyelesaikan tugas.


...****************...


belum sempat ia membuka pintu ke dalam ruang baca kakak pertamanya datang berkunjung. senyum Aum merekah, sudah lama ia tidak bertemu dengan kakak sulungnya itu.


' putri seroja hendak kemana anda ?' tanya sang kakak dengan nada bercanda.


Aum mengerutkan alisnya kesal.


' kakak tertua pasti menghindari acara makan malam ya ?' goda Aum balik.


Adhi langsung menyeringai,


' Kau pintar sekali, aku akan makan di tempatmu ' gumamnya dengan pelan.


Aum hanya bisa tertawa melihat kelakuan kakaknya itu. lalu mereka berdua masuk kedalam ruang baca Aum,


' bawakan makan malam ku disini, lalu siapkan dua alat makan juga ' Aum segera memberitahukan kepada dayangnya.


Adhi telah duduk sambil membaca buku yang belum selesai Aum tulis.


' apa ini semacam laporan ?' tanya Adhi penasaran.


' aku mendapatkan permintaan dari menteri pertahanan untuk membuatkan susunan strategi yang aku buay selama 2 tahun kemarin ' jawab Aum.


Adhi kembali membaca dan Aum duduk dihadapannya sambil menunggu makan malam mereka disiapkan.


' lalu kau melawan taktik perang jarak jauh mereka dengan cara apa? bukan kah kerajaan seroja sangatlah ahli dengan bola api mereka yang bisa di lempar sejauh 500 kaki ? ' tanya Adhi penasaran, ia sempat terkesimak saat mendengarkan keberhasilan adiknya merebut kerajaan seroja.


' mereka melempar kita api, kita melempari mereka dengan grombolan lebah yang kita budidayakan selama 1/2 tahun. sebelum itu kami bertahan mati matian menahan gempuran bola Api yang bisa mengancurkan seluruh perkemahan kami ' cerita Aum.


' untuk menhemat sumber daya manusia kami memanfaatkan kondisi alam sekitar untuk menyerang, dan menghambat pasokan air mereka adalah hal yang paling utama kita lakukan ' cerita Aum lagi.


' aku sadar ternyata Aku adalah orang yang sangat licik kak ?' ujar Aum dengan gamang.


Adhi menatap adik perempuan satu - satunya itu dengan penuh kasih sayang.


' kamu bukan orang licik, kamu putri keluarga Bhandoro yang berharga ' ucap Adhi dengan penuh kebanggaan.

__ADS_1


tbc....


__ADS_2