GALIH AYU ( Sang Jendral)

GALIH AYU ( Sang Jendral)
hari persidangan


__ADS_3

pagi hari ini terlihat sedikit sayu, matahari tak kunjung menyinari bumi. bau tanah yang semalam disirami hujan membuat suasana menjadi sangat syahdu. wanita berkebaya hijau keluar dari rumahnya yang berada di lereng bukit, di halaman kuda Abu-abunya sedang menunggu bersama Graha yang memegang kendalinya.


' saat aku di penjara ingatlah untuk merawat rumah lebih baik, anggap saja istirahat dari tugas mengawasiku ' goda Aum saat Graha terlihat tidak tersenyum semenjak membimbingnya keluar dari gerbang rumah.


' tanpa anda suruh pun saya akan bersenang-senang ' jawab Graha jengkel.


kesunyian kembali menyeruak, Aum mencoba mengendalikan raut wajahnya. Ia mencoba tampil dengan tenang untuk membuat Graha tak menghawatirkannya.


sejak 2 hari yang lalu Aum tinggal di kediaman yang diberikan kerajaan padanya untuk kemenangan perang kala itu, dengan gelar yang ia dapat Aum mendapatkan kediaman dan beberapa lahan perkebunan yang menjanjikan di pinggiran kota. sebelum masalah ini Aum sudah pernah berfikir untuk menempati rumah ini namun ia di tentang sang ayah. tapi lihat lah kini semua sudah terjadi, semua masalah membuatnya berpisah dari ibu dan keluarganya. pilihannya untuk menerima gelar ini dengan sepenuhnya dan terpisah dari silsilah keluarga Ayah.


' putri tidak akan mendapatkan hukuman terlalu lama ' kata Graha tiba-tiba.


' Apa Putra Mahkota telah memerintahmu ? ' tanya Aum dengan nada datar.


Graha melirik sekilas tuannya itu, walaupun ia terikat pada putri seroja namun ia masih harus melapor keadaan penting pada putra mahkota. Itu terkadang membebaninya,


' itu tugasmu, jangan merasa bersalah padaku. kita teman seperti yang kita janjikan dulu ' kata Aum ringan.


Graha tersenyum mendengar jawaban Putri seroja, kadang kala ia masih menarik garis diantara mereka namun Putri Seroja terus saja melewatinya dan membuat hubungan antara mereka menjadi semakin rekat.


' jika sudah waktunya aku akan meminta mu dari Putra Mahkota ' janji Aum.


' Saya akan berterima kasih kalau begitu Nona ' ucap Graha bahagia.


Aum sadar saat ini hanya Graha saja yang berada disisinya. ia tidak akan menarik siapapun untuk membelanya. biarkan ini menjadi bebannya sendiri, balasan karena sempat menginginkan milik orang lain.


' cinta itu sangat mengerikan ' gumam Aum dan di dengar Graha dengan jelas.


...****************...


Aum duduk di kursi pesakitan walau pun ia tidak tahan atau pun disiksa seperti kebanyakan tahanan. Aum mengenakan baju kebesaran berwarna hijau tua dengan sanggul ketat tanpa ornamen apapun. tampilan ini langka terjadi pada Aum yang kesehariannya mengikat tinggi rambutnya ataupun menyembunyikan di balik pelindung kepala.

__ADS_1


' sidang hari ini akan dimulai ' suara Tuan Hyoko selaku hakim kali ini.


keluarga kerajaan yang di wakili Pangeran Panji dan juga korban menurut dia sendiri, Hayuning Tyas istri dari Pangeran yang beberapa waktu lalu menuduh Aum melukainya.


' apa pembelaan anda Tuan Putri ?' tanya tuan Hyoko menyetak Aum dari lamunannya.


' saya tidak melukai Nyonya Tyas dengan sengaja, seperti apa yang saya katakan panah saya tidak meluncur lurus namun menukik dan bekas luka nyonya Tyas tidak terlihat seperti itu ' terang Aum tegas.


' jadi kau menuduh ku berbohong ?! ' pekikan marah terdengar dari Hayuning Tyas.


' saya mohon Nyonya Tyas harap tenang '


' jadi anda menganggap Nyonya tyas melakukan tipu daya ? ' tanya Tuan Hyoko


Aum menahan nafas sesaat untuk menahan kemarahannya.


' saya tidak berani, namun saya tidak menerima tuduhan ini ' kata Aum.


Gadis itu bukan Aum yang sama yang beberapa tau yang lalu tergantung dengan cintanya. walau hatinya terasa pahit Pangeran Panji merasa yakin bahwa Aum tidak mungkin melukai istrinya. tapi untuk apa istrinya melukai dirinya sendiri dan membahayakan anaknya sendiri.


' karena semua bukti dan saksi tidak bisa anda sanggah, maka anda akan menerima hukuman ' suara Tuan Hyoko.


sidang yang berlangsung lumayan lama ini kini hampir mencapai penghujung.


' Tuan putri Seroja Galih Ayu Aumani melakukan kelalaian saat melakukan pelatihan sehingga melukai warga sipil, sehingga akan mendapatkan hukuman kurungan selama 1 bulan di penjara dan larangan keluar dari rumah setelahnya selama 3 bulan ' .


Aum menjadi tenang, Hakim itu tau bahwa ia tidak akan melakukan hal tersebut.


' kenapa begitu?! wanita itu mencoba mencelakai aku dan anak ku! ' teriak Hayuning Tyas yang termakan emosi.


Pangeran Panji yang berada di sebelahnya hanya bisa menahan tubuh istrinya yang meronta hendak menerjang Aum. matanya melotot seakan bisa mencabik-cabik gadis yang membalas tatapannya tanpa niat. Aum sedikit menarik ujung mulutnya mengejek wanita licik yang berusaha menghancurkannya itu.

__ADS_1


' kita lihat nanti siapa yang akan jatuh berlutut lebih dulu ' ucapan Aum tanpa suara.


Hayuning Tyas seakan mengerti apa yang Aum ucapkan semakin histeris dan meronta-ronta.Aum tidak perduli dengan wanita pemcemburu itu ia segera mengikuti petugas yang akan mengatarkannya menuju penjara yang akan ia tempati dalam 1 bulan ini.


Apa yang Graha katakan memang tidak salah, selain hukuman yang seakan simbol saja tempat Aum di penjarapun jauh dari kata seram yang seharusnya ada. satu sel penjara yang tidak memiliki sel lainnya di isi alas tidur yang tebal beserta selimut juga alas kepala, dan lantainya di lapisi dengan tikar yang terbuat dari ilalang dan sepasang meja dan kursi sederhana. walaupun tidak seperti tempat tidurnya sehari-hari, ini adalah fasilitas mewah yang berada di dalam penjara ini.


' anda bisa beristirahat disini Putri, dan apa bila anda membetuhkan bantuan anda bisa memanggil penjaga wanita yang berada disisi depan ' terang petugas yang mempersilahkan Aum memasuki sel.


tapi hal yang lucu adalah ia tidak mengunci kembali sel yang Aum tempati.


' kau melupakan kuncinya ' kata Aum saat petugas itu hendak pergi.


' anda bisa keluar untuk kekamar mandi di ujung situ Putri ' kata petugas sambil tersenyum.


...****************...


Aum menikmati harinya yang damai, ia hanya mengizinkan Graha yang datang berkunjung.


hampir setengah bulan Aum mendekam di ruangan ini, ia tengah duduk di luar selnya bercengkrama bersama salah satu penjaga.


menikmati kudapan yang Graha kirim dengan secangkir teh hangat. Aum yang tidak bisa tidur menarik penjaga dan membuatnya menemani Aum terjaga.


' Anda sangat santai putri ' kata penjaga itu hati-hati.


' mereka sebenernya tak berniat memenjarakanku, namun karena korbannya keluarga kerajaan maka aku terkurung disini ' kata Aum santai.


saat asik bercengkrama terdengar suara langkah kaki, Aum merasa aneh karena Graha tidak mungkin datang lagi.


dan lelaki yang amat sangat ia hindari berdiri dengan gagah didepannya.


' Apa yang Anda lakukan ? ' tanya Aum terkejut.

__ADS_1


tbc....


__ADS_2