GALIH AYU ( Sang Jendral)

GALIH AYU ( Sang Jendral)
jejak yang ditapaki


__ADS_3

derap kaki kuda saling sahut menyahut di jalan besar menuju ibukota kerajaan. rombongan besar ini bergerak perlahan, diantara banyak orang Aum duduk diatas kudanya dengan tegap. perjalanan yang dilakukan dulu hanya di tempuh 4 hari kini hampir 1/2 bulan pun masih setengah perjalanan. ini disebabkan karena selain rombongan prajurit di belakang rombongan mereka terdapat perwakilan dari kerajaan yang telah ditaklukan. mereka hendak menyerahkan upeti beserta mengusulkan kerja sama yang lain.


' kita bisa beristirahat disini' ucap Graha.


sebagai pimpinan rombongan, Aum menperintahkan kepada seluruh rombongan untuk berhenti dan membuat tenda. karena mereka dapat bermalam dengan tenang daerah ini dekat dengan pemukiman penduduk dan sumber air juga.


setelah mendirikan tenda secara bersama-sama dengan segera para prajurit berhamburan kesegala penjuru. ada yang mendapatkan tugas mencari kayu, mengambil air, mencari lauk untuk makan di sungai atau pun digunung.


sedangkan Aum di ikuti graha dan juga beberapa orang berjalan menuju perkampungan. selain untuk melihat keadaan juga untuk memasok bahan yang sekiranya tidak bisa didapat di alam.


'Saudari Galih? saya akan menuju ke toko obat jadi rombongan lain bisa membantu Saudara Graha membeli kebutuhan lain'


suara jernih dari lelaki yang selama 2 tahun ini dikenal Aum sebagai tabib muda yang sangat kompeten.


' Kak Rama selalu saja kaku, panggil aku Galih saja. dan aku akan menyertaimu ke toko obat ' ucap Aum tak suka dengan saran sang tabib.


' benar tuan Tabib, saya dan yang lain akan ke pasar dan ada bisa pergi dengan tuan saya ke toko obat'


'nona Aum tidak akan membantu jika mengikuti kami' gumam Graha yang didengar Aum dengan jelas.


Aum hanya melototkan matanya kesal, satu-satunya pengawalnya itu tidak pernah seharipun berhenti mengolok-oloknya.


' aku tidak akan mengikutimu! dasar hitam?!!'


sergah Aum kesal sambil menghentak-hentakkan kakinya.


semua orang hanya bisa tersenyum melihat tingkah manja sang pimpinan. hidup bersama selama 2 tahun membuat mereka begitu akrab satu sama lain. bukan rahasia lagi kalau Suadari Galih akan menjadi gadis manis nan manja diluar medan perang. apa lagi tingkah polahnya dengan sang pengawal yang tidak ada habisnya.


' Nona sama hitamnya dengan ku, jadi lebih baik nona antarkan saja tuan tabib dan nanti akan ku bawakan jajanan kesukaan nona' ucap Graha tulus.


Aum hanya bisa menurut,


' tuan tabib jika nanti dijalan Nona merengek meminta sesuatu jangan dibelikan'


'nanti nona saja jadi seperti babi'


goda Graha sambil berbalik pergi.


dan sang Nona menatap punggung dekil itu dengan tajam,


awas saja akan ku beri pelajaran pengawal tengil itu batin Aum gondok.


sang Tabib tersenyum dengan lebar melihat keakraban mereka. ketulusan yang terpancar begitu menyejukan untuk yang menyaksikan.


' Galih bisakah kita berangkat? '


tanya Tabib itu ragu-ragu.


Aum segera mengalihkan pandangannya kepada sang tabib. dan tersenyum lebar,


' harusnya anda memanggil ku lebih awal seperti itu, ayo tabib Rama' Aum dengan semangat berjalan beriringan menuju toko obat.


Rama dhiyoto adalah putra bungsu dari keluarga tabib kerajaan. ayahnya menjadi tabib istana sejak dia masih kecil, bisa dibilang Rama adalah satu-satunya anggota keluarga Dhiyoto yang tidak bekerja di istana.


ayah dan kedua kakaknya mereka telah menjadi tabib utama di istana. dan Rama membuat keputusan untuk menjadi tabib di medan perang.

__ADS_1


Rama bertemu dengan Gadis pemberani itu saat perang pecah dengan dasyat. perang yang terjadi hampir 5 hari berturut-turut dengan mendesak mundur pasukan musuh bermil mil jauhnya masuk ke wilayah lawan.


setelah peperangan mereda ia mendapati Gadis itu di garis paling depan membalut lukanya dengan kesusahan ditemani pengawalnya yang mendapatkan luka yang tak kalah besar.


saat pasukan musuh mengibarkan bendera putih dengan segera kami para tabib berhamburan untuk menyelamatkan prajurit yang terluka.


sore itu, gadis itu terlihat pucat namun terus berusaha membantu pengawalnya untuk menahan darah yang keluar. ia tak banyak bicara atau pun mengerang kesakitan, saat kami membantunya untuk berpindah ke tenda ia juga tak berucap apa apa.


dari rumor yang beredar strategi perang nan gila ini diusulkan oleh gadis yang dimata banyak orang tidak dapat melakukan apa apa. tapi lihat keputusan Panglima perang Bhandoro memberikan kekuasaan penuh putrinya itu membuahkan hasil yang tidak bisa dibilang kecil.


sejak saat itu tabib Rama tanpa sadar terus memperhatikan gadis bernama Galih itu.


gadis yang saat ini berjalan dengan ringan disebelahnya itu.


setelah membeli kebutuhan bahan obat akhirnya Aum mendapatkan sekantong penuh camilan. sepanjang jalan ia bersenandung ria, sambil sesekali mencomot cemilannya dengan segera.


' apa kak Rama mau? ' tanya Aum basa basi.


Rama hanya tersenyum,


' habiskan saja, aku kenyang melihatmu makan' ucap Rama.


dengan senang hati Aum meraup segengam lagi untuk dimasukkan kemulutnya yang sedari tadi tak berhenti mengunyah itu.


 


~ ~ ~ ~ ~ ~


 


rombongan prajurit dengan skala cukup besar itu memasuki kota. seluruh mata penduduk tertuju sesosok gadis yang duduk di kuda abu besar memimpin ribuan pasukan yang mengikutinya.


' prestasinya saat ini bisa dibandingkan dengan para pria, anak gadis mana yang bisa dibandingkan dengannya' suara lirih itu berdengung diantara para penonton.


' tapi akhirnya yang menikah dengan Pangeran Panji adalah putri perdana menteri buka? gadis itu tidak akan menang dari keputusan Yang Mulia Raja'


' padahal kisah cinta antara pangeran dan Nona Galih sangat santer terdengar 2 tahun yang lalu '


' tapi kini lihat kemesraan pangeran dan istrinya tidak bisa diragukan lagi, memang cinta pria tidak dapat dipercaya '


bisik bisik yang sedari tadi terdengar di telinga Aum membuatnya menahan rasa kesal. walau pun sudah berjuang selama 2 tahun dan mendapatkan kemenangan kisah itu tidak dapat di tutupi dengan mudah.


Graha menatap majikannya itu khawatir, semua orang hanya tertarik membanding-bandingkan kisah orang lain.


' kita akan langsung menghadap Yang Mulia Raja di istana Nona, untuk mengawal utusan kerajaan Seroja dan memberikan laporan akhir ' ucap Graha untuk mengalihkan perhatian majikannya itu.


' baiklah ' jawab Aum singkat.


dengan segera kelompok prajurit berpisah dalam dua sisi. kelompok Aum masih terus melaju untuk bergegas menuju istana, sedangkan pasukan yang lain menuju markas besar menteri pertahanan.


Aum semakin tidak tenang, 2 tahun ia menjalani hidup yang bisa dibilang mengerikan. rasa marah yang mengrogoti hatinya seakan memperparah kondisinya yang sedang tidak begitu baik.


sejak beberapa hari lalu, Rama yang merupakan tabib menghawatirkan gadis itu. namun ia menolak melakukan pemeriksaan secara rinci, hanya meminta obat saja.


disisi lain Graha tak bisa melepaskan pandangannya dari sang putri. jika majikannya tau bahwa kekasih masa kecilnya sudah hidup bahagia dan akan memiliki anak. betapa hancurnya perasaan sang majikan, Graha mencemaskan Aum begitu besar.

__ADS_1


 


~ ~ ~ ~ ~ ~


 


seluruh rombongan telah sampai di istana, setelah melalui prosedur pengecekan dan menyimpan senjata yang terlarang di lingkungan istana. mereka di arak menuju balai utama yang berada paling depan bagian istana.


Aum berada di barisan depan rombongan mulai melihat Wajah yang amat dikenalinya.


beberapa Menteri yang ia kenal lewat Ayah dan Kakaknya. lalu wajah ketiga Kakaknya juga sang Ayah, walau sempat bertatap muka sejenak Aum tak menampilkan ekspresi wajahnya.


wajah Putra mahkota yang sedari ia muncul tak lepas dari wajahnya, dan Pangeran panji yang menatapnya lekat. Lalu jangan lupa Yang Mulia Raja Mahestraja nan agung itu, menatap Aum dengan senyum yang tak menghilang. bagaimana tidak, ia memberikan kemenangan dan kerajaan jajahan baru untuk penambahan kesejahteraan kerajaan Mahestraja ini.


' yang di muliakan, yang Mulia Raja ' serempak seluruh rombongan memberikan hormat pada Raja Mahestraja ini.


' berdirilah, betapa bangganya aku melihat keberhasilan kalian ' Mata Yang Mulia tertuju pada Aum sepenuhnya.


' sebagai tanda penghormatan atas jasamu ini, maka kamu akan mendapatkan gelar putri seroja ' ucap Yang Mulia dengan penuh wibawa.


' kehormatan untuk saya ' balas Aum.


setelah acara pemberian gelar dan penyambutan utusan dari kerajan Seroja, Aum masih tertahan di balai utama bersama dengan beberapa yang lain. seperti tabib Rama dan juga beberapa jendral dan Ayah kandungnya, Bhandoro.


sedari tadi Aum tak pernah menaikkan tatapan matanya, ia menunduk dengan khitmad. ia membenci tatapan yang mereka berikan padanya, hampir seluruh orang bergantian menatap Aum dan Pangeran Panji.


seakan menantikan adegan apa yang akan terjadi setelahnya.


ia berdiri disebrang pangeran dan kakak-kakaknya juga sang ayah. mendengarkan gelak tawa Baginda Raja yang begitu bahagia akan hasil perang kali ini.


' putri seroja memang bakat yang tidak bisa di temukan di gadis lain. alangkah bangganya dirimu Bhandoro ' ucap Yang Mulia raja dengan akrab.


Panglima perang Bhandoro hanya tersenyum sambil mengalihkan pandangannya pada putri kecilnya itu.


' Galih! apakah kau tidak puas dengan imbalan yang kami berikan? ' tanya Baginda Raja saat melihat Gadis yang ia bicarakan seakan tidak tertarik sama sekali.


Aum segera mengangkat kepalanya, wajah pucat pasi dan mata merah itu membuat Baginda Raja mengerutkan alisnya.


' maafkan hamba Yang Mulia, hampa hanya terkejut dengan kemurah hatian Yang Mulia '


belum sempat Baginda menanyakan keadaan Galih, tiba-tiba tiba gadis itu jatuh pingsan.


untungnya di sampingnya tabib Rama dengan sigap merangkul gadis yang ia khawatirkan selama beberapa hari itu.


semua orang terkejut Pangeran Panji yang hendak mendekat tiba-tiba dicekal oleh kakak ketiga Aum ,Argata Edi.


' anda harus tau batasan Yang Mulia pangeran Panji ' Argata Edi begitu membenci Pangeran Panji jika melibatkan adik kecilnya.


' apa yang kau lakukan ' gertak Pangeran panji tak terima.


' sudah cukup anda membuat adik hamba menjadi tertawaan orang, anda tidak boleh serakah '


' Aum kami sudah anda renggut, dan jangan anda mencoba meraihnya lagi '


pungkas Edi dengan gusar.

__ADS_1


sambil beranjak meninggalkan pangeran panji yang terdiam, seakan tersadar dengan kesalahannya.


tbc.....


__ADS_2