GALIH AYU ( Sang Jendral)

GALIH AYU ( Sang Jendral)
penderitaan yang bermunculan


__ADS_3

saat Aum mencapai tempat dimana sumber suara itu ia semakin yakin bahwa firasatnya tidak salah. wanita yang sedang hamil itu terlihat pucat dengan lengan bersimbah darah. Kakak tertuanya dan pangeran panji sudah berada di sana lebih dulu. Pangeran panji terlihat panik, melihat istri juga calon ibu dari anak mereka terlihat tidak berdaya.


' astaga Pangeran Nyonya terluka terkena panah putri seroja ' suara sengau dayang yang membawa sang wanita itu.


Aum teralih melihat luka di lengan wanita tadi,


sebuah luka gores besar seakan terkena anak panah yang mengores sisi lengannya. Aum memejamkan mata dengan kesal, ia harusnya mencari tahu lebih dulu dimana wanita itu berada sehingga anak panahnya tidak menyasar pada orang seperti ini. tapi ia yakin anak panahnya tidak meluncur lurus tapi menukik dari atas, namun luka di lengan wanita itu seakan arah panah meluncur lurus dengan cepat. Aum mencium bau kebusukan dari dua wanita yang sedang bersandiwara didepannya itu. namun Aum hanya bisa diam, ia tidak bisa membuktikan apa yang ada dalam fikirannya saat ini.


' kita bahas itu nanti, cepat bawa nyonya tyas ke padepokan. tabib kami sama hebatnya dengan tabib istana ' suara Adhi menengahi suasana tegang.


semua orang membubarkan diri setelah korban di bawa ke padepokan, Aum masih berdiri di tempat yang sama. Graha tertunduk merasa bersalah, tuannya mendapatkan masalah karena ia tak teliti memeriksa keadaan sekitar.


' putri saya,.. '


' antar aku ke asrama untuk berganti pakaian ' Aum tidak menunggu Graha berbicara lagi, ia mendahului Pergi ke asrama.


masalah ini pasti berkepanjangan, Aum hanya bisa mendesah lelah. matahari perlahan turun ke peraduannya, suasana di padepokan menjadi sangat mencekam seperti ya Aum duga. apa lagi prajurit dari menteri hukum berada di mana-mana, Aum tidak di ijinkan kembali ke kediamannya. sementara Aum di tahan di ruang ketua padepokan, ruangan kakak keduanya yang sekarang sedang berada di perbatasan.


' tuan putri anda ingin segelas teh ?' Graha masuk dan mencoba membuat majikannya itu nyaman.


' dari pada itu bagaimana perkembangan penyelidikannya, lalu apakah nyonya tyas sudah sadar ?' tanya Aum.


' nyonya tyas sudah sadar putri, mereka sedang mengintrogasi beberapa saksi ' jelas Graha.


Aum menghela nafas dengan kesal, hatinya terasa berat. masalah apa lagi yang harus dihadapinya kali ini.


' wakil menteri hukum meminta izin masuk tuan putri ' suara prajurit yang menjaga didepan pintu memecah ke heningan.


' persilahkan ' jawab Graha setelah bertemu pandang dengan majikannya, seakan meminta izin.


seorang lelaki paruh baya memasuki ruangan dengan beberapa petugas yang mengiringinya. Aum pernah bertemu dengan beliau saat dulu Aum sering mengikuti ayahnya. Tuan hyoko yang belum lama ini telah diangkat menjadi wakil mentri hukum.


' sudah lama tidak bertemu putri seroja ' sapa tuan hyoko sopan.


setelah meminta izin untuk duduk kami berhadapan dengan wajah serius. Tuan Hyoko menjadi sangat tegang, Aum tau beliau telah mendapatkan tekanan dari banyak pihak.


' putri saya harapkan anda menjawab semua pertanyaan saya sesuai kenyataan yang anda alami. ini akan memudahkan kami dan menghindarkan anda dari hukuman yang berlebihan ' terang Tuan Hyoko.


Aum hanya mengangguk pasti, ia tak akan menyembunyikan secuil pun hal yang ia lakukan hari ini.

__ADS_1


' sekarang mari kita dengarkan dulu kronologi dari sisi anda dahulu ' kata tuan Hyoko tegas.


...****************...


malam menjadi dini hari dengan cepat, Aum masih terkunci di dalam ruang dengan Tuan hyoko yang tengah menyelidikinya yang sekarang menjadi tersangka utama. Wajah Aum sudah kuyu kelelahan, sudah banyak pertanyaan yang di lontarkan semua saling bertentangan antara saksi, korban dan tersangka.


Tuan Hyoko yang sudah berkecimpung dalam dunia pemeriksaan seperti ini juga terlihat rumit. seluruh orang terlibat di kasus ini bersetatus tinggi. Apalagi putri seroja yang merupakan pahlawan perang beberapa waktu lalu itu tidak mempunyai motif untuk melukai nyonya nya pangeran panji itu, namun bukti dan saksi semua meruju pada Putri Seroja dengan meyakinkan.


' sekali lagi saya bertanya putri, bagaiman anda menjelaskan anak panah yang kami temukan di tempat kejadian ? ' tanya Tuan Hyoko tegas.


Aum menarik nafas dengan berat, ia sudah cukup kelelahan. ia tidak ***** untuk makan sedikitpun sore tadi, membuatnya kehilangan tenaga untuk meneruskan perdebatan.


' saya berlatih seperti biasa, di tempat yang biasa tanpa merubah posisi. saya menembak panah dari jarak lebih dari 1000 kaki jadi arah panah tidak meluncur lurus tapi menukik dari atas. dan target panah saya bergerak ' ucap Aum lagi.


Tuan Hyoko tau betul apa yang di terangkan oleh putri Seroja, ia juga cukup mampu dalam mengunakan senjata jadi ia mengerti.


' untuk apa saya menyakiti nyonya Tyas, jika soal Pangeran Panji itu merupakan hal paling memalukan untuk prajurit seperti saya, anda tau betul itu ' jelas putri Seroja dengan gusar.


' baiklah putri, saya akan mengakhiri ini untuk hari ini. tapi jika ada hal lain yang saya tanyakan anda diharuskan mengikuti saya kepengadilan ' kata tuan hyoko.


...****************...


dalam kereta kuda yang berjalan kesunyian masih memenuhi ruang sempit yang berisikan dua orang tersebut.


' kenapa kau lakukan itu ?' suara Adhi memecah kesunyian.


Aum mengangkat kepalanya untuk menatap langsung sang kakak.


' melakukan apa ? ' tanya Aum tak terima, nada yang digunakan pun lebih tajam dan naik.


' dari seluruh manusia di tempat kejadian kakak satu-satunya orang yang aku harapkan berapa di pihak ku ' kata Aum gusar, kelelahan dan wajah pucatnya mengambarkan betapa ia berusaha tadi.


' ternyata aku terlalu banyak berharap ' gumam Aum.


Adhi menatap adiknya dengan lekat ia terlihat bingung mendengar perkataan adiknya tapi di sisi lain semua bukti menuju ke satu kesimpulan bahwa tersangka dalam kejadian ini adalah adiknya itu.


' biarkan aku turun! ' teriak Aum dari dalam kereta.


Adhi yang mendengarnya menyeringit ta setuju.

__ADS_1


' hendak kemana kau, jangan membuat masalah ' katanya datar.


Aum tersenyum kecut, kakak yang sangat ia banggakan kakak yang pasti akan percaya pada adiknya itu telah menjadi orang asingg hari ini bagi Aum.


' saya tidak ingin duduk dalam kereta yang berisi orang yang mencurigaiku ' jawab Aum ketus, ditarik lengan yang kakaknya pegang dan beranjak turun dari kereta.


Aum meloncat naik keatas kuda yang di naiki Graha. seakan tau apa yang di inginkan Ndoro putrinya Graha segera memacu tunggangannya berjalan, agar cepat sampai dikediaman.


belum sampai tiba-tiba kuda yang mereka naiki mengangkat kakinya dengan tinggi, jika Graha tidak dengan sigap menenangkan sang kuda kita berdua mungkin saja sudah terlempar.


di depan kami ternyata gerbong kereta dengan lambang kediaman pangeran panji. dari dalam kereta keluar Pangeran Panji yang tidak kalah lusuhnya dari Aum.


' turun lah kita perlu bicara ' kata Panji lemah, banyak fikiran yang bersliweran memenuhi pikiranannya.


' Tuan putri sedang tidak sehat, mungkin lebih baik tidak sekarang Pangeran ' terang Graha.


walaupun Aum berada di sana namun ia enggan untuk bertegus sapa dengan suami dari wanita yang berusaha menjebaknya itu.


' Apa kamu berfikir tyas menjebakmu ?' tanya Panji tanpa basa-basi.


' untuk apa wanita hamil membahayakan kehidupan di perutnya dengan menjebakmu, apa itu masuk akal ?' suara Panji sedikit bergetar mengungkapkan kemungkinan itu.


' lalu apa manfaat yang aku dapat untuk mencelakainya ?' jawab Aum tak kalah keras kepala. Aum yang memang tidak pernah berfikir untuk berurusan dengan wanita licik itu merasa di curangi.


' bukan kah kau tau sendiri apa yang ku maksud ' jawab Panji. ia menatap Aum dengan wajah tidak percaya.


' jangan menjunjung diri mu terlalu tinggi, saya tidak ada ke inginan untuk bersama anda sejak 2 tahun lalu. itu melukai harga diri saya ' jawab Aum dengan kesal.


ia tau tentang rumor yang tak berdasar yang bersliweran di seluruh kota. namun ia hanya membiarkannya karena itu semua hanya buatan orang tertentu. dan ia tak ambil pusing, namun ternyata rumor itu membuat keadaannya sekarang semakin rumit saja.


' dengarkan saya yang mulia pangeran panji, anda tidak lagi berharga di hati dan mata saya' jelas Aum penuh penekanan.


' sebagai prajurit yang telah disumpah dan bertemu ajal berkali kali hal seperti ini adalah penghinaan ' .


tanpa mendengarkan lagi Aum memerintahkan Graha mengerakkan kudanya melewati Pangeran Panji. Aum hari ini tidak perduli dengan kesopanan lagi, lelaki kejam didepan nya itu hanya berlagak mencintaiku namun hanya memihak yang di matanya di angap benar.


Aum bersumpah tidak akan melupakan cara mereka memperlalukan saya saat ini. tidak akan...


.

__ADS_1


tbc....


__ADS_2