
suara derap langkah memenuhi lorong sempit di sebuah penjara bawah tanah, udara yang masuk terasa sesak karena lembap. salah satu orang di rombongan itu memakai baju lebih mewah dari yang lain. setelah melewati banyak persimpangan mereka sampai di ujung ruangan. disana telah duduk sosok gadis yang mengenakan baju hijau gelap, bersama pengawalnya.
' yang mulia Putra mahkota ' sapa mereka segera saat melihat Arjun datang.
ia hanya menganggu dan duduk di satu sisi lain dari lawan bicaranya.
' aku ingin hasilnya sekarang ' ucap Arjun tanpa basa basi.
'soerwan keluarkan semua ' perintah gadis itu.
setumpuk buku keuangan dan beberapa catatan akta tanah, dan yang paling penting data suap yang begitu terperinci ada semua.
Putra Mahkota memeriksa beberapa dari buku tersebut,
' 2 tahun dan kamu bisa menemukan semua bukti ini. kamu sangat mengerikan Aum, yang mulia Raja harus berjuang sepanjang tahtanya untuk mendapatkan ini semua' suara renyah Arjun memenuhi ruangan.
' lelaki tua itu sudah saatnya sadar diri, berusaha menjual negaranya untuk kekayaan sendiri '
' lelucon yang menjijikan, hancurkan sampai ke akarnya ' suara dalam Aum membuat Arjun tertawa keras.
' maaf kan aku yang membuatmu menjadi seperti ini ' ucap Arjun tulus.
' tapi aku akan berusaha untuk memenuhi janjiku padamu ' arjun segera beranjak di ikuti rombongan yang membawa buku yang Aum berikan.
aum menghela nafas lelah, setelah tadi pagi menghadiri pengadilan pagi sampai siang dan sekarang ia baru bisa bernafas lega.
hari sudah mulai gelap dua sosok duduk diatas kuda menyelusuri jalan setapak dengan pelan,
' soerwan dan yang lain kembali ke pos dan akan menunggu perintah anda selanjutnya ' Lapor Graha lengkap.
' kita istirahat dulu besok, saat masalah ini naik aku akan duduk dan menonton saja ' ucap Aum cuek.
' mari pulang dan mengikuti makan malam ' .
~~ ~~ ~~ ~~ ~~
Ruang makan begitu penuh, seluruh keluarga sedang berkumpul. setelah sembuh total Aum juga hadir diantara mereka, dua kakaknya belum kembali lagi keperbatasan. sedangkan Kakak ketiganya mengantikan sang ayah berangkat 2 hari kemarin.
' lukamu sudah lebih baik? ' tanya Adhi penuh perhatian.
Aum menatap Adhi penuh, hampir satu bulan ia tidak bertemu kakak tertuanya. ia memamerkan senyum paling lebar,
' sudah tidak terasa lagi kakak ' jawab Aum penuh senyum.
Adhi membelai kepala adiknya dengan sayang, kesibukan di pengadilan akhir akhir ini membuat Adhi tidak dapat mengikuti pertemuan keluarga seperti hari ini.
__ADS_1
' apakah kementrian luar negeri sudah mulai tenang, setahu ku perjanjian dengan kerajaan Seroja sedikit berbelit ' tanya Aum khawatir.
adhi memegang tangan adiknya erat ia menyukai saat adik kecilnya begitu memperhatikan kondisinya.
' kesepakatan sudah disetuju kedua pihak, kakak bisa sedikit beristirahat ' jelas Adhi.
Kakak pertama Aum memang seorang prajurit dengan pangkat jendral namun karena kepintaran dalam bidang diplomasi membuatnya juga mendapatkan posisi di kementrian luar negeri.
seperti kali ini, masalah kesepakatan dengan negara jajahan baru menjadi tanggung jawab kakak pertama kesayangan Aum itu.
' kakak menang handal ' pujian aum dengan bangga.
seluruh keluarga memperhatikan interaksi mereka, ke khawatiran mereka tidak terjadi. Aum tidak terlihat tertekan, ia begitu ceria.
' mari kita makan, jangan bercanda saja dari tadi ' cegah Nenek Hasturi melihat cucu cucunya malah asik bercengkrama.
setelah makan siang Bhandoro memanggil putrinya ke perpustakaan pribadi miliknya.
' apa yang kau lakukan dengan yang mulia putra mahkota? ' tanya Bhandoro terus terang.
Aum terdiam, ia telah memperkirakan kemungkinan bahwa ayahnya akan menyadari itu tapi ternyata lebih cepat dari yang ia duga.
' sebuah misi balas dendam ' jawab Aum.
ia tak mampu melihat langsung ayahnya,
' dengan mencari gara gara dengan perdana menteri!?! ' teriak Bhandoro kesal, putrinya begitu ceroboh.
' ini bukan urusanmu, mengapa kau ikut campur ? ' Bhandoro memandang putrinya lekat. hatinya sakit melihat kekecewaan memenuhi wajah putrinya.
' dia adalah musuh yang mulia biar mereka yang menyelesaikannya. untuk apa kau ikut campur! ' bentak ayahnya kesal.
' ayah mohon menjauhlah dari keluarga kerajaan mereka akan terus memanfaatkan mu, mengunakan kita untuk kepentingan mereka. Ayah tidak sanggup lagi melihat mu harus pergi lagi ' suara Bhandoro memberat.
' saya terlanjur melakukannya Ayah tanganku sudah berlumur darah '
' saya tidak bisa mundur lagi, sudah terlambat' ucap Aum pelan, ia bersumpah akan menghancurkan orang yang menginjak-injak harkat martabat keluarganya.
' Aum sudah melepaskan tangkapan ke tangan Putra mahkota, esok hari adalah panggung beliau saya tidak akan ikut hadir '
Bhandoro menatap anaknya tak percaya, gadis yang dulu di timangnya telah melakukan hal yang begitu besar dan kejam.
ia merasa telah melewatkan suatu hal yang salah. kesalahan yang membuat putrinya menjadi gadis yang begitu berbeda.
' kau sudah melakukannya ? ' tanya Bhandoro tak percaya.
' ayah orang yang membuat kita menderita dengan mulut berbisanya itu harus dibalas, toh itu juga kejahatannya sendiri. aku penyebab seluruh keluarga menjadi pergunjingan warga besok semua mulut akan membicarakan lelaki tua itu dan kelaurganya '
Bhandoro hanya mampu menahan amarahnya, ia tau apa yang di lakukan putrinya itu tidak lah salah. namun ia masih putrinya ia tak rela, sikap polos dan lugunya telah memudar.
__ADS_1
seperti yang Aum katakan kemarin sidang pagi ini begitu mencekam. kemarahan yang mulia mencapai batasnya, melihat segala tindakan curang perdana menteri yang saat ini duduk bersimpuh didepannya.
semalam Baginda Raja mendapatkan laporan lengkap tindakan korupsi dan koalisi dengan pejabat daerah perbatasan untuk menjual budak ke negara tetangga yang kini telah ditaklukan. belum lagi kekalahan beruntun 3 tahun lalu dikarenakan anak perdana menteri menjual informasi kepada musuh dengan imbalan emas.
segala hal telah terbuka sekarang perdana menteri akan mendapatkan hukuman beserta seluruh keluarganya. berita ini tersebar diseluruh pelosok negeri, ikut andil putra mahkota menjadi buah bibir dimasyarakat.
dari ujung pasar sampai pelosok pinggiran kota semua orang membicarakan esekusi yang akan dilakukan setelah pelaku diadili.
disebuah kedai ditengah kota yang ramai Aum sedang menikmati secangkir minuman hangat, dia duduk di paling pojok yang jauh dari kebisingan. setiap datang ke kedai ini ia selalu duduk ditempat yang selalu disediakan untuknya. melihat kerumunan orang yang sedang bergosip adalah kegemarannya akhir-akhir ini.
' nona ada yang ingin bertemu dengan anda ' kata seorang pelayan yang datang.
Aum heran ia tidak membuat janji dengan siapapun,
' siapa? ' tanya Aum.
' istri pangeran panji ' jawab pelayan itu takut.
wanita itu begitu berani menemuinya, setelah ia lepas dari hukuman karena sudah mengandung keturunan kerajaan.
kita lihat apa yang akan wanita itu katakan.
' biarkan masuk ' kata Aum kemudian.
__ADS_1
tbc...