
semua ini adalah kesalahan, entah yang mana tapi Aum yakin segalanya salah dari awal.
seharusnya ia tak bertemu pangeran 3 tahun lalu, oh tidak saat ia berusia 5. ia tak perlu bertemu sama sekali.
dalam tidur Aum terus berfikir keras hingga dahinya berkerut, tanpa sadar ada seseorang yang melihatnya dalam gelap.
bayangan gelap itu perlahan mendekat dan meraih helaian rambut yang menutupi wajah pucat Aum. membelai dahi mungil yang sedikit lembab karena keringat. saat itu Aum terbangun,
' siapa kamu? ' teriak Aum tertahan.
hidup di medan perang membuatnya sangat sensitif suara dan sentuhan itu membuat Aum terbangun.
cahaya lilin yang redup sesaat jatuh di wajah rupawan yang ia lihat beberapa hari yang lalu.
' anda.. apa yang anda lakukan?! ' Aum terkesiap.
lelaki ini dengan berani menyelinap ke kamarnya saat keadaan sedang runyam di kediaman keluarga Aum. mata mereka bertemu pandang, sesaat hati Aum bergetar mengingatkan tentang perasaan yang masih bertahan didadanya.
' kamu bagaimana bisa terluka?
apakah sakit? '
tanya pangeran panji sedih.
raut wajahnya begitu sendu, menatap penuh Aumnya yang malang. seharusnya ia juga mendapatkan hukuman agar ia tidak merasa bersalah seperti ini. namun Ayahnda Raja begitu saja mengirim gadisnya pergi ke medan pertempuran. menjauhkan mereka agar ia mau menikah dengan tunangannya.
Ini semua salahnya tapi mengapa Aum yang harus mendapatkan semua hukuman, apakah perasaan sesak didada selama ini juga sebuah hukuman. ia merasa tidak cukup untuk dibandingkan dengan beban dan luka yang Aum terima.
' aku minta maaf ' suara Pangeran Panji serak. ia menundukkan kepala dalam tidak berani mendekati Aum, ia berada 2 langkah didepan Aum namun serasa jarak itu begitu jauh.
melihat lelaki yang ia rindukan selama ini didepannya dan mengiba dan sama menderita sepertinya membuat air mata Aum jatuh berderai.
' jangan lakukan ini Pangeran, hamba sudah menyerah atas perasaan hamba.
hamba mohon jangan begini ' tangis Aum pecah, dua orang didalam kamar itu sama sama menangis dalam diam.
' andai aku bisa melakukannya sudah ku lakukan sedari dulu ' ucap Panji tertahan.
diraihnya gadis yang mengigil menahan tangisnya itu.
__ADS_1
mendekap erat luka mereka yang begitu menyakitkan.
' apa yang harus Hamba lakukan? jangan siksa hamba seperti ini, saya mohon jangan pernah datang.
jangan pernah! ' desak Aum, wajah mungilnya mendongak mencoba mencari mata Panji.
meninta penegasan agar ia juga tidak goyah lagi seperti hari ini.
Pangeran Panji tidak menjawab ia mempererat pelukannya, dan itu membuat Aum kesal. dengan kekuatan yang sedikit ia mendorong lelaki itu. namun tidak sengaja membuat Pangeran Panji menabrak meja disisi tempat tidurnya.
suara itu membuat Graha yang menjaga didepan pintu terbangun.
' nona ada apa!?' tanya graha panik, ia memcoba memeriksa kembali keadaan tuannya.
' tidak, aku terjaga karena mimpi buruk'
' kembalilah tidur ' jawab Aum dari dalam kamar.
Pangeran panji keluar dari persembunyiannya, dengan segera ia melihat Aum yang sedang bersandar di kepala Ranjang. Wajah pucat itu membuat hati panji terluka,
' aku khawatir, semenjak kemarin aku tak bisa mendengar kabar mu ' suara pangeran panji pelan.
matanya sendu menatap Aum yang terdiam.
' hamba baik baik saja, anda bisa kembali yang mulia pangeran'
' hamba mohon jangan membuat keadaan menjadi semakin rumit ' mohon Aum.
Pangeran Panji terdiam, tangannya mengepal dengan erat. gadis yang ia cinta menderita karena sikap egoisnya.
' jika kau tak menjaga dirimu dengan baik maka Graha akan ku kirim ke pertambangan lagi dan menjadi budak negara ' ancam Panji serius.
setelah menatap Aum sejenak, Pangeran Panji melompat keluar dari jendela dan lenyap dalam udara malam.
Aum masih terjaga, pikirannya penuh dengan segala hal yang terjadi akhir akhir ini. kisah tragis cintanya pergunjingan para bangsawan tentang didikan ayahnya pada Aum. ia merasa telah menghancurkan derajat keluarga besarnya, tapi pengorbanan selama 2 tahun lebih dimedan perang dan kemenangan atas kerajaan Seroja itu bukanlah sudah cukup untuk balasannya. tapi kenapa segalanya semakin rumit saja, apakah dia harus menikah agar rumor itu tidak menghancurkan hati keluarga. haruskah ia pergi jauh lagi untuk meringankan cercaan orang, Aum menghela nafas.
semua susah terlanjur runyam dan tidak dapat dikendalikan.
__ADS_1
~ ~ ~ ~ ~ ~
luka Aum mulai mengering setelah ia melakukan diet gula yang diawasi oleh tabib Rama. sekarang hanya menunggu proses menghilangkan bekas luka yang begitu mengerikan itu. nenek Hasturi terus saja mengomel tentang wanita yang tidak boleh mempunyai bekas luka membuat Aum menuruti kemauan nenek tersayangnya itu.
Saat ini di paviliun dekat kolam di halaman kamarnya tabib Rama meracik ramuan, sedangkan Aum duduk berselonjor kaki sambil menikmati setoples kacang almond.
' rencana mu kedepan setelah sembuh apa? ' tabib Rama memecah kesunyian dengan mengutarakan rasa penasarannya selama ini.
' aku akan balas dendam ' jawab Aum enteng. mulut kecil itu terus saja mengunyah tanpa henti.
Rama mengerutkan alisnya tak mengerti, memangnya dendam apa yang Aum punya.
' orang yang mencoba menyebar rumor buruk tentang Ayah dan keluarga ku.
aku pastikan mereka mendapatkan balasan dariku segera ' suara malas Aum tak sesuai dengan sorot matanya yang tajam.
' kamu fikir 2 tahun lebih diperbatas ku lakukan dengan sia-sia? ' suara rendah Aum menyadarkan Rama tentang alasan ia bertahan diperbatasan begitu lama.
' apa itu daerah kekuasaan Perdana Menteri? ' tanya Rama, walaupun ia tau bahwa memang benar namun ia tak mengira gadis kecil itu memikirkan sampai sejauh ini.
Aum hanya tersenyum sambil terus mengunyah kacang, ia akan membalaskan 1000 kali lipat lebih luka yang Ia terima.
air mata ibunya akan dibalas dengan Air mata seluruh keluarga mereka, ia bersumpah.
' 5 hari lagi aku akan hadir disidang pagi, haruskan aku memanggil penjual kain untuk membuatkan ku setelan yang baru ' Aum mengajukan pertanyaan yang begitu aneh pada Graha.
Rama menghela nafas, Gadis yang ia temui dimedan perang adalah gadis tak berperasaan namun kini ia sadar gadis ini lebih dari itu. sekilas ia melihat ke kejaman yang melintas di bola matanya.
' tuan nenek sudah memesankan untuk anda Sejak beberapa hari yang lalu nona ' jawab graha.
' kalau begitu bisakah kau panggilkan aku Soerwan ' perintah Aum dan dengan segera Graha melesat pergi.
Rama menatap gadis kecil itu heran, apakah ia benar benar mengenalnya.
' soerwan akan menangkap ikan besar, makan besar ' canda Aum dengan riang.
apakah ikan yang ia maksud sesungguhnya, Rama bertanya-tanya dalam hati. tanpa sadar ia ikut tersenyum saat Aum tersenyum,
__ADS_1
alasan lain lagi yang membuatnya terus saja memperhatikan gadis misteris satu ini.
Tbc....