Garis keturunan yg terabaikan

Garis keturunan yg terabaikan
kedatangan tamu tak di undang


__ADS_3

tanpa terasa mereka, nenek erika dan menantu cucunya ber bicara sampai lama,


took...took tok


suata pintu rumah sakit di ketok dari luar, seorang dokter dan dua perawat masuk,


'' waktu periksa pasien nyonya, '' ujar dokter sambil masuk,


'' silahkan dokter, gimana dok, bisa pulang kapan cucuku dok, ?'' tanya nenek ,


'' sebentar ya nyonya, biar aku periksa dulu, '' cap dokter


'' dokter itupun mengambil peralatanya dan mendekat untuk memeriksa, namun bukanya tapi malah bernisik ke telinga monika


'' nona di suruh pulang oleh ayah nona saat ini'' dengan nada mengancam dan mata melotot mamandang tajam dokter yg ternyata gadungan itu mengancam,


''mohon kerja samanya nona , nona sehabis ini tak ijinkan untuk pulang tapi di tempat parkir ada mobil merah ber nomerkan xxxx, mohon nona masuk ke mobil ter sebut,'',. lanjut dokter gadungan itu mengancam


karena merasa ketakutan , sepontan monika berteriak melok,


'' tidaaaak mauuuu'' dengan kencangnya


neneknya yg kaget dan belum tau apa apa pun, merasa keadaan yg tak mengguntungkan langsung me manggil dua pengawal.


namun semuanya sudah di perhitungkan oleh tiga tamu tak di undang . sebelum dua pengawal nenek masuk , dua perawat yg ternyata gadungan juga langnsung berdiri bersembumyi kiri dan kanan pintu masuk, setelah dua pengawal masuk langsug di sergap dua wanita yg ternyata jago juga di bidang ilmu bela diri,


karena serangan yg tak di duga dan tak si sangka sangka dua pengawal nenek terdorong ke depan karena di tendang dengan tendangan kaki yg kedua perawat gadungan telak di tengah pundak mereka,


kedua pengawal nenek yg terdorng menabrak dinding pembatas ruangan dengan kepala terbentur dulu, belum pulih kesadaranya karena masih linglung, dua wanita itupun menerjang lagi lagi dengan serangan lutut, sasaranya telak perut dan ulu hati.


tak ayal , kedua pengawal nenek ambruk pingsan tak sadarkan diri.


'' sudah aku bilang lebih baik bekerja sama dari pada nasibmu seperti mereka'' ucap dokter gandungan tersebut.


'' jangan sentuh dan jangan coba coba untuk membawa cucuku'' beran nenek erika

__ADS_1


namun apa daya, nenek erika hanya seorang wanita tua, maksut hati melindungi cucu menantunya, namun diapun tak punya daya untuk melawan.


'' ha..ha...ha... , kalo aku memaksa bawa , apa dayamu nenek tua,.... lumpuhkan nenek itu sekalian dari pada menjadi penghalang tugas kita. tapi jangan buat nenek itu mati, tugas kita hanya membawa perempuan ini '' perintah dokter gadungan dengan tertawa lantang pada dua asistenya ,sambil memegang tangan monica.


belum sempat kedua suster menjamah nenek erika, dari arah pintu yg terbuka kasar menerjang cepat bagai bayangan. tiba tiba dua suster gadungan mental membentur tembok berbarengan dengan berdirinya seorang pemuda yg gagah dan sangat tampan. namun dari pancaran sinar matanya nampaknya dia sangat marah, selanjutnya kedua suster gadungan itu , yg bersandarkan tebok melorot ke bawah hampir bersamaan dan terduduk di lantai dan.... hueeeek.... hueeeekkk... mereka muntah darah dan pingsan.


lebih terkejut lagi , dokter gadungan itu, mukanya pucat pasi, bagaimana tidak. dua orang asistenya yg dia pilih adalah yg terbaik dari keseluruhan anak buahnya, namun di hadapan pemuda ini yg entah dia menyerang dengan bagaimana, namun hanya dalam satu gebrakan mereka sudah tak berdaya,


''bangsat.... siapa dirimu yg sok jagoan dan suka ikut campur, lebih baik pergi bila ingin selamat'' ucap dokter gadungan marah.


''he...he...he.... he, lucunya, kamu menyuruh saya pergi dan senak udelmu kamu mencelakai keluargaku, mustahil aku bersedia. lebih baik sebelum terlambat kamu duduk manis sambil memohon ku lepaska'' ucap pemuda itu sambil tertawa meremehkan.


mendengar kalimat pemuda itu menyebut keluargaku, nenek erika memandang insten terhadap penolongnya yg memakai masker. tiba tiba nenek erika teringat akan mendiang cucunya suseno adi prabowo, yg notabene sama persis dengan pemuda ini. yg dari ujung kaki sampai rambut, tanpa sadar nenek erika memanggil satu nama, '' suseno cucuku''


'' iya nek. ngomongnya nanti aja'' ucap suseno


'' menyingkir dari jalan yg ku lalui... atau gadis ini binasa'' ancam dokter gadungan itu. yg tiba tiba memegang pisau belati dan mengalungkanya di leher monica,


'' tolong saya nek, saya takut'' ucap monica ketakutan


'' jangan coba coba mendekat... atau leher nona yg cantik ini ter putus'' gertak dokter gadungan itu.


'' berani melukai sedikitpun tubuh nona itu, maka aku tak segan segan mencabut nyawamu'' garang suseno tak mau kalah,


hiiiip.... tanpa yg tau tiba suseno sudah berdiri sejajar dengan dokter gadungan ,dan tau tau tangan suseno sudah memegang belati. sedangkan tangan yg satunya mencekik leher dokter gadungan ,


dengan kekuatan tangan suseno merenggangkan tangan penjahat itu untuk melepaskan nona monica.


'' nona, bergabunglah degan nenek. biar penjahat ini tak tangani.'' perintah suseno.


'' terima kasih mas-'' ucap erika bingung harus memanggil sebutan apa, pada suseno. hanya entah kenapa spontan diaemanggil mas.


suseno pun masih bertarung dengan penjahat itu.


'' ternyata jago juga kamu hai dokter gadungan'' kata kata suseno

__ADS_1


'' banyak omong kubunuh kamu hai bocah tengik-'' serapah penjahat itu sambil menjangkau dada suseno dengan dengan belatinya


melihat keadan cucunya yg mau hampir tertusuk belati nenek erika memberikan peringatan pada cucunya


'' awas cu'''


sedangkan monika melihat suseno mau tertikam pisau belati , dia malah menutup matanya . tak sanggup melihat kengerian di depan matanya.


namun , bukanya menghindar, suseno malah berdiri tegak menyambut belati itu dengan dadanya.


cekllaaak..... suara benda keras patah


belati itu patah jadi dua setelah berbenturan dengan dada suseno.


semua mata melotot heran tak terkecuali penjahat itu tak habis pikir,


beda dengan neneknya , dia kaget dan tak tega melihat cucunya tertikam belati, nenek erika yg belum sepat melihat belati patah, sudah ambruk pingsan.


melihat neneknya jatuh terkapar, suseno segera cepat cepat menghakiri perkelahian itu dengan mengayunkan kepalan tangan lurus ke arah dada lawan dengan kekuatan penuh dan kecepatan kilat. tak sempat menghindar, penjahat itu tak ayal terkena pukulan telak sampai tubunya mencelat kebelakang.


dari mulutnya menyembur darah segar . penjahat itu mati seketika dengan wajah yg mengerikan . mata melotot dan dada remuk.


'' nenek... '' panggil suseno


namun yg di panggil tidak menyahut karena pingsan.


'' tolong nona minta bantuan kepada kerabat terdekat nona lewat telpon, ini telpon nona yg terbawa saya tadi'' perintah suseno sambil memberikan hp .


'' siapa yg harus aku panggil'' ucap monica bingung.


''siapa aja, atau ayah nona yg kemaren menolong nona dan membawa nona ke rumah sakit'' ucap suseno mengingatkan.


''ohhhh.... kenapa aku bisa lupa ya'' ucap monica yg selanjunya menghidupkan hp serta memanggil pak sungkono


bersambung

__ADS_1


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


__ADS_2